IV. METODE PENELITIAN
VI. ESTIMASI MARGINAL ABATEMENT COST (MAC)
6.2 Estimasi Nilai MAC
Besar kecilnya tingkat pencemaran yang disebabkan oleh pembuangan limbah cair ke badan penerima (sungai) dapat dilihat dari besar kecilnya konsentrasi parameter pencemar yang terkandung dalam air limbah yang dibuang ke lingkungan. Konsentrasi limbah cair yang dibuang ke lingkungan harus memenuhi syarat buangan/baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Besarnya upaya penanggulangan pencemaran yang dilakukan oleh suatu perusahaaan agar konsentrasi parameter limbah cair memenuhi baku mutu dapat dilihat dari besar kecilnya MAC perusahaan tersebut. Semakin besar MAC suatu perusahaan maka semakin besar pula pengurangan konsentrasi parameter pencemar limbah cair yang dibuang dan sebaliknya.
Dalam penentuan persamaan MAC PT. UNITEX, diawali dengan mengestimasi rataan nilai MAC PT. UNITEX setiap 1 mg/l untuk masing-masing parameter. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi total biaya yang dikeluarkan oleh PT. UNITEX dalam memproses air limbah setiap bulan (Total Abatement Cost/TAC) dan tingkat konsentrasi parameter BOD dan COD (mg/l) sebelum diolah dengan IPAL (inlet) maupun setelah diolah dengan IPAL (outlet). Untuk mengestimasi nilai MAC, digunakan pendekatan biaya rata-rata (average cost pricing) yang langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Rataan Nilai Konsentrasi Parameter
Penggunaan nilai rataan digunakan untuk mengantisipasi variasi dalam perubahan konsentrasi parameter limbah cair. Perhitungan mengenai rataan konsentrasi yang dihasilkan oleh PT. UNITEX dapat dilihat pada Lampiran 5. Sementara itu, hasil perhitungan rataan konsentrasi inlet, outlet, maupun selisih inlet-outlet, untuk masing-masing parameter BOD dan COD dapat dilihat pada Tabel 11. Rataan konsentrasi sebelum diolah dengan IPAL (inlet) menunjukkan tingkat pencemaran maksimum yang dapat dihasilkan oleh perusahaan sebelum adanya upaya pengolahan air limbah. Apabila dibandingkan dengan baku mutu, tingkat konsentrasi inlet tersebut melebihi syarat buangan yang ditentukan pemerintah sehingga akan memberikan dampak yang berbahaya jika dibuang ke lingkungan. Dari hasil perhitungan, diperoleh rataan konsentrasi BOD inlet dan COD inlet yang dihasilkan oleh PT. UNITEX, masing-masing 147 mg/l dan 375 mg/l.
Rataan konsentrasi parameter setelah diolah dengan IPAL (outlet) mengalami penurunan dibandingkan sebelum diolah dengan IPAL (inlet). Nilai baku mutu limbah cair untuk industri tekstil yang diizinkan untuk dibuang ke lingkungan berdasarkan KepGub Jawa Barat No. 6 Tahun 1999 untuk parameter BOD maksimum sebesar 60 mg/l dan COD sebesar 150 mg/l. Jika dibandingkan dengan baku mutu limbah cair, konsentrasi limbah setelah melalui IPAL PT. UNITEX menghasilkan rata-rata BOD outlet sebesar 41 mg/l dan rata-rata COD outlet sebesar 110 mg/l. Dari data ini terlihat bahwa konsentrasi parameter tersebut tidak ada yang melewati syarat buangan yang ditentukan. IPAL PT.
UNITEX berfungsi dengan baik karena menghasilkan kandungan/konsentrasi parameter kualitas limbah cair yang layak dibuang ke lingkungan.
Nilai pengurangan konsentrasi limbah cair antara inlet dengan outlet menunjukkan besarnya tingkat pencemaran yang berhasil diturunkan oleh perusahaan setelah melalui proses pengolahan air limbah dalam IPAL dengan tujuan agar memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Dari hasil perhitungan selisih konsentrasi inlet-outlet yang berhasil diturunkan oleh PT. UNITEX untuk BOD inlet-outlet sebesar 106 mg/l dan COD inlet-outlet sebesar 265 mg/l.
Tabel 11. Hasil Perhitungan Rata-Rata Konsentrasi Parameter Limbah Cair Inlet, Outlet, dan Inlet-Outlet IPAL PT. UNITEX
Parameter Limbah Cair
Satuan Inlet Outlet Inlet-Outlet
Baku Mutu Limbah Cair Industri Tekstil
BOD mg/l 147 41 106 60
COD mg/l 375 110 265 150
2. Persentase Pengurangan Konsentrasi Parameter Inlet dengan Outlet
Persentase pengurangan konsentrasi parameter inlet-outlet dihitung berdasarkan distribusi selisih BOD inlet-outlet dan COD inlet-outlet PT. UNITEX. Perhitungan persentase pengurangan konsentrasi parameter inlet-outlet dapat dilihat pada Lampiran 5. Tabel 12 menunjukkan hasil perhitungan rataan dan persentase pengurangan konsentrasi masing-masing parameter limbah cair sebelum dan sesudah IPAL (inlet-outlet). Hasil perhitungan persentase pengurangan konsentrasi inlet-outlet untuk BOD inlet-outlet sebesar 28 persen dan COD inlet-outlet sebesar 72 persen. Hasil persentase ini digunakan untuk menentukan nilai MAC yang merupakan tambahan biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk mengurangi satu-satuan (mg/l) konsentrasi parameter limbah cair.
Tabel 12. Hasil Perhitungan Rata-Rata dan Persentase Pengurangan Konsentrasi Parameter Limbah Cair Sebelum dan Sesudah IPAL (Inlet-Outlet)
Parameter Limbah Cair
Sebelum dan Sesudah IPAL (Inlet-Outlet)
Rata-Rata (mg/l) Persentase (%) BOD inlet-outlet 106 28 COD inlet-outlet 265 72 Jumlah 371 100
3. Nilai Marginal Abatement Cost (MAC)
Perhitungan MAC per 1 mg/l setiap bulan dan rataan nilai MAC per 1 mg/l dapat dilihat pada Lampiran 6. Tabel 13 menunjukkan hasil rataan MAC PT. UNITEX setiap 1 mg/l. Dari hasil perhitungan ditemukan bahwa untuk mengurangi tingkat konsentrasi parameter BOD dan COD per 1 mg/l maka perusahaan mengeluarkan tambahan biaya masing-masing sebesar Rp 599.743,00 dan Rp 647.992,00 yang digunakan untuk biaya pengolahan air limbah. Sementara itu hasil salah satu studi di Cina memperkirakan abatement cost pencemaran air untuk industri di Cina adalah sebesar $ 15 per ton BOD dan $ 30 per ton COD.4 Tabel 13. Hasil Perhitungan Rataan MAC PT. UNITEX per 1 mg/l
Parameter Limbah Cair Rata-Rata MAC (Rupiah)
BOD 599.743
COD 647.992
Setelah diketahui rataan MAC setiap 1 mg/l maka dapat dihitung nilai MAC untuk mencapai konsentrasi 0 mg/l (tidak ada pencemaran sama sekali),
4 Dasgupta, Susmita; Huq, Minul; Wheeler, David; Chonghua Zhang;.1996.Water Pollution Abatement By Chinese Industry : Cost Estimates And Policy Implications. Situs: http://www-wds.worldbank.org/servlet/WDSContentServer/WDSP/IB/1996/08/01/000009265_3961214131504 /Rendered/PDF/multi_page.pdf. (diakses tanggal 18 Desember 2008)
konsentrasi maksimum inlet (tidak ada upaya pengolahan air limbah), serta outlet. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 14. Tambahan biaya yang dikeluarkan oleh PT. UNITEX untuk mengurangi konsentrasi BOD dan COD sampai mencapai konsentrasi nol yaitu Rp 88.162.162,00 dan Rp 242.996.995,00. Sementara itu, tambahan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan ketika tingkat pencemaran maksimum (konsentrasi ketika inlet) yaitu pada saat konsentrasi BOD sebesar 147 mg/l dan COD sebesar 375 mg/l, masing-masing sebesar Rp 0,00. Hal ini berarti tidak ada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
Tingkat konsentrasi yang dihasilkan setelah melalui proses pengolahan air limbah dalam IPAL (outlet) mengalami pengurangan, untuk parameter BOD sebesar 41 mg/l dan COD sebesar 110 mg/l maka tambahan biaya yang dikeluarkan yaitu Rp 63.572.715,00 dan Rp 171.717.876,00.
Tabel 14. Hasil Perhitungan MAC PT. UNITEX ketika Tidak ada Pencemaran, Inlet, dan Outlet
Parameter Tidak ada Pencemaran Inlet Outlet Kadar (mg/l) MAC (rupiah) Kadar (mg/l) MAC (rupiah) Kadar (mg/l) MAC (rupiah) BOD 0 88.162.162 147 0 41 63.572.715 COD 0 242.996.995 375 0 110 171.717.876
6.2 Estimasi Persamaan dan Kurva Marginal Abatement Cost (MAC)
Dari hasil perhitungan di atas dapat diestimasi persamaan dan kurva MAC dari parameter BOD dan COD. Persamaan MAC untuk masing-masing parameter dalam penelitian ini diperoleh dengan pendekatan persamaan garis linier dua titik. Perhitungan persamaan MAC untuk parameter BOD dan COD masing-masing dapat dilihat pada Lampiran 9. Slope (kemiringan) dari kurva MAC adalah negatif, hal ini menunjukkan setiap pengurangan konsentrasi parameter (BOD dan
COD) akan meningkatkan tambahan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Persamaan dan kurva MAC untuk masing-masing parameter adalah sebagai berikut:
1. Persamaan dan Kurva MAC untuk Parameter BOD
Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan persamaan MAC untuk parameter BOD sebagai berikut: