IV. METODE PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM
5.1 Gambaran Umum Perusahaan .1 Sejarah Singkat PT. UNITEX
5.1.3 Pengolahan Air Limbah .1 Sumber Limbah Cair .1 Sumber Limbah Cair
5.1.3.2 Jenis dan Karakteristik Limbah Cair
Sumber limbah cair yang masuk ke IPAL PT. UNITEX terdiri dari dua jenis, yaitu limbah air warna dan limbah air umum. Secara umum limbah cair yang dihasilkan memiliki karakteristik yaitu warna pekat, pH tinggi, kandungan BOD, COD, dan TSS tinggi serta suhu tinggi.
1. Limbah Air Warna (Coloured Waste Water)
Limbah air warna bersumber dari proses pencelupan kain (dyeing). Air warna mengandung bahan pencemar cukup berbahaya bagi lingkungan karena limbah yang dihasilkan memiliki kadar BOD dan COD yang tinggi. Kadar BOD limbah cair industri tekstil yang tinggi berasal dari kandungan bahan organik seperti pewarna organik, kanji dan serat-serat alam yang merupakan bahan organik sedangkan tingginya kadar COD disebabkan oleh bahan pencemar seperti deterjen, pewarna sintetik yang mengandung logam, minyak dan lemak. Air limbah berwarna dapat dilihat pada Gambar 8.
2. Limbah Air Umum/Tidak Berwarna (Uncoloured Waste Water)
Limbah air umum bersumber dari hasil pembilasan bahan yang mengandung kanji dan sisa air hasil pencucian dari kantin. Limbah air umum juga dialirkan ke IPAL karena adanya kadar detergen atau sabun yang bisa memberi
dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga perlu dilakukan proses pengolahan limbahnya.
Gambar 8. Air Limbah Berwarna 5.1.3.3 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT. UNITEX
PT. UNITEX dalam usaha mencapai produk tekstil yang berkualitas tidak melupakan tangggungjawabnya terhadap pelestarian lingkungan. Pada tahun 1989, PT. UNITEX membangun IPAL di atas tanah seluas 4.000 m2. Kapasitas maksimum IPAL PT. UNITEX mampu mengolah limbah cair sebesar 3.000 m3 per hari dan bekerja selama 24 jam namun sejak akhir tahun 1995, kapasitas maksimum IPAL meningkat menjadi 5.000 m3 per hari (Sitorus, 1993).
Proses pengolahan limbah di PT. UNITEX dilakukan dengan cara fisika, kimia, dan biologi. Secara fisik meliputi penyaringan, pendinginan, pengendapan (sedimentasi) dan pengadukan sedangkan secara kimia meliputi koagulasi-flokulasi, penghilangan warna dan pemberian anti busa (antifoam). Pengolahan yang paling besar memberikan kontribusinya dalam pengurangan bahan-bahan organik (polutan) adalah proses biologi yang menggunakan sistem lumpur aktif karena pada proses ini bahan-bahan organik (polutan) diuraikan. Air limbah yang masuk proses pengolahan rata-rata 1.500-1.600 m3/hari. Pengolahan air limbah ini
untuk mengurangi kandungan bahan pencemarnya sampai pada tingkat yang dapat dinetralkan oleh lingkungan.
Instalasi-instalasi pada pengolahan limbah PT. UNITEX sebagai berikut: 1. Kolam Air Limbah Warna/Bak Warna
Kolam air warna merupakan tempat penampungan air limbah yang berasal dari proses pencelupan kain. Karakteristik air yang terdapat pada kolam air limbah warna yaitu bersuhu tinggi, pH tinggi (alkalis), berwarna pekat, memiliki BOD, COD serta padatan yang tinggi. Kolam penampungan untuk limbah cair berwarna dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9. Bak Penampungan Air Warna pada IPAL PT. UNITEX 2.Saringan
Saringan berfungsi untuk menyaring padatan-padatan yang terdapat pada air limbah. Ada dua macam saringan yang digunakan yaitu saringan kasar dan saringan halus (bar screen). Saringan halus ini dapat dilihat pada Gambar 10. Saringan kasar dipasang pada aliran air limbah sebelum masuk ke kolam air limbah dan berfungsi mencegah sisa benang dan kain yang ikut terbawa dalam air limbah yang dikhawatirkan dapat menyumbat pipa-pipa dalam IPAL dan saringan halus dipasang dari kolam air limbah ke cooling tower yang berfungsi memisahkan sisa-sisa benang/serat yang masih terbawa oleh air limbah.
Gambar 10. Saringan Halus (Bar Screen) pada IPAL PT. UNITEX 3. Menara Pendingin (Cooling Tower)
Cooling tower berfungsi untuk menurunkan suhu air limbah. Air limbah yang masuk pada kolam air limbah bersuhu tinggi sekitar 35-500C, sehingga harus diturunkan menjadi 29-300C agar kerja bakteri lebih optimal. Cooling tower dapat dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11. Cooling Tower pada IPAL PT. UNITEX
4. Tangki Koagulasi atau Flokulasi
Tangki ini menampung air limbah untuk dikoagulasikan dengan alum dan polimer. Proses Koagulasi/flokulasi disebut proses penjernihan air dengan menambahkan koagulan-koagulan seperti polimer, antibusa, dan lain-lain. Tangki koagulasi dan flokulasi dapat dilihat pada Gambar 12.
Gambar 12. Tangki Koagulasi dan Flokulasi pada IPAL PT. UNITEX 5. Tangki Sedimentasi
Tangki sedimentasi berfungsi untuk mengendapkan padatan-padatan terlarut berupa lumpur hasil proses koagulasi sehingga menghasilkan air jernih. PT. UNITEX memiliki tiga tangki sedimentasi. Tangki sedimentasi I dan II PT. UNITEX dapat dilihat pada Gambar 13 dan 14.
Gambar 13. Tangki Sedimentasi I pada IPAL PT. UNITEX
6. Bak Equalisasi/Bak Umum
Tangki ini berfungsi untuk menampung air limbah dari tiga aliran, yaitu air warna yang telah dijernihkan dari tangki sedimentasi I, air hasil pembilasan dari bagian dyeing dan air hasil pencucian mesin pengepres lumpur. Mesin pengepres lumpur (belt press) PT. UNITEX dapat dilihat pada Gambar 15. Bak penampungan air umum disebut juga kolam penampungan limbah cair tidak berwarna (kolam equalisasi) dapat dilihat pada Gambar 16 berikut ini.
Gambar 15. Mesin Pengepres Lumpur pada IPAL PT. UNITEX
Gambar 16. Bak Penampungan Air Umum 7. Kolam Aerasi
Kolam aerasi merupakan bak tempat berlangsungnya proses biologi dengan lumpur aktif yang akan mendegradasi senyawa organik dalam air dan mampu menurunkan BOD dan COD. Bak aerasi terlihat pada Gambar 17 dan 18 berikut ini. IPAL PT. UNITEX memiliki tiga buah kolam aerasi yaitu kolam
aerasi I yang berbentuk oval dan kolam aerasi II serta III yang berbentuk persegi panjang. Bak aerasi I berbentuk oval memiliki keunggulan yaitu
a) memiliki perputaran aliran air yang sempurna,
b) tidak memerlukan blower sehingga dapat menghemat listrik, c) waktu kontak bakteri dengan air limbah lebih merata, dan
d) tidak terjadi pengendapan seperti halnya pada bak persegi panjang.
Gambar 17. Bak Aerasi yang Berbetuk Oval
Gambar 18. Bak Aerasi II dan III yang Berbentuk Persegi Panjang 8. Kolam Ikan
Kolam ikan berfungsi sebagai kontrol biologis terhadap air hasil pengolahan limbah (outlet). Air yang dialirkan ke Sungai Cibudig terlebih dahulu harus melewati kolam ikan bertujuan sebagai kontrol biologis untuk mengetahui adanya pengaruh kandungan polutan air limbah terhadap kehidupan mahluk hidup di perairan. Kolam ikan dapat dilihat pada Gambar 19. Jenis ikan yang digunakan
adalah ikan mas karena termasuk jenis ikan yang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan kondisi lingkungan (tingkat pencemaran air). Setelah melewati kolam ikan, air siap dibuang ke badan air di sekitar pabrik yaitu Sungai Cibudig yang merupakan anak Sungai Ciliwung. Saluran pembuangan air limbah PT. UNITEX sebelum dibuang ke Sungai Cibudig dapat dilihat pada Gambar 20.
Gambar 19. Kolam Ikan
Gambar 20. Saluran Pembuangan Air Limbah PT. UNITEX
5.2 Gambaran Umum Kelurahan Tajur