Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Yang Profesional dan
INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET REALISASI
1.7. EVALUASI CAPAIAN PROGRAM/KEGIATAN
Evaluasi capaian program dan kegiatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2016 dilakukan secara berkala sebagai berikut:
A. Internal
Evaluasi capaian program dan kegiatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dilakukan secara berkala bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan. Sekretaris/Kepala Bidang/Kepala UPT secara berkala menyampaikan laporan kendali penyerapan anggaran dan progress/laporan kegiatan yang menjadi tanggungjawab sesuai dengan target dan indikator kinerja yang diperjanjikan. Selanjutnya laporan kendali anggaran/progress kegiatan menjadi bahan/materi rapat koordinasi bidang/staf yang secara rutin dilakukan ( berkas-berkas laporan kendali anggaran dan progress kegiatan terlampir dalam lampiran Laporan Akuntabilitas Kinerja BPKAD ini )
B. Eksternal
Bahwa memenuhi amanat Peraturan Walikota Malang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Perjanjian dan Pelaporan
B A B I I I AKUNTABILITAS KINERJA
Kinerja, sebagai pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Penetapan Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, setiap SKPD wajib menyusun dan menyajikan Laporan Kinerja atas prestasi kerja yang dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
Laporan kinerja dimaksud terdiri atas laporan kinerja interim dan laporan kinerja tahunan. Laporan kinerja interim merupakan laporan kinerja triwulanan yang disampaikan bersamaan dengan laporan keuangan triwulanan.
Laporan kinerja pencapaian sasaran strategis dan laporan keuangan triwulanan disampaikan kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dengan tembusan disampaikan kepada Inspektur dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Evaluasi Kinerja SKPD per semester disusun oleh masing-masing SKPD dan disampaikan kepada Inspektur Kota Malang
( laporan-laporan evaluasi kinerja dimaksud terlampir dalam lampiran Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ini )
Penyelenggaraan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah ( SAKIP ) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang secara rutin ter up load dalam website : http://bpkad.malangkota.go.id
Dokumentasi dan publikasi dalam rangka transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, telah dilaksanakan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang melalui jasa pemberitaan media
B A B I I I AKUNTABILITAS KINERJA
cetak dengan menyajikan Neraca Pemerintah Kota Malang Tahun 2015, Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 ( Audited ) dan Ringkasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016.
B A B I V P E N U T U P
BAB IV
PENUTUP
Laporan Kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2016 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atas penggunaan anggaran dan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Reviu Rencana Strategis Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah tahun 2013-2018 serta sesuai dengan Peraturan Walikota Malang Nomor 94 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Walikota Malang Nomor 37 Tahun 2015 tentang Penyempurnaan Indikator Kinerja Utama. Di dalamnya diuraikan tentang capaian Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kinerja Sasaran, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah pada tahun 2016.
Mengacu pada 1 (satu) sasaran strategis yang dijabarkan dalam 8 (delapan) indikator kinerja, kesemuanya telah berhasil dicapai.
Dari hasil evaluasi terhadap kinerja dapat disimpulkan bahwa target kinerja sasaran yang ditetapkan pada Reviu Rencana Strategis dikategorikan “ Sangat Berhasil “ dicapai karena nilai capaiannya rata-rata mencapai 97,15% atau mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar 97,15%- 95,83% = 1,32%..
Berdasarkan uraian capaian kinerja sasaran yang merupakan capaian Indikator Kinerja Utama dan atau Indikator Kinerja Sasaran, pengukuran kinerja masing-masing sasaran dapat diuraikan sebagai berikut :
B A B I V P E N U T U P
Sementara pada kinerja keuangan, realisasi penyerapan anggaran tahun 2016 adalah sebesar Rp 12. 950.754.048,25 ( Dua belas milyar sembilan ratus lima puluh juta tujuh ratus lima puluh empat ribu empat puluh delapan rupiah dua puluh lima sen ) atau sebesar 92,22 %, atau mengalami penurunan sebesar 93,66% - 92,22% = 1,44%. Sehingga demikian menunjukkan tingkat efisiensi atas penggunaan sumberdaya positif (+) dalam rangka pencapaian sasarannya.
Secara kualitas pencapaian sasaran strategis telah sesuai dengan target yang ditetapkan, walaupun masih ada hal-hal lainnya yang masih menjadi kendala, antara lain sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK - RI ) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Malang Tahun 2015 atas penerapan kebijakan akuntansi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan terdapat beberapa cacatan yaitu:
Belum sepenuhnya Pemerintah Kota Malang menerapkan sistem akuntansi berbasis akrual sesuai ketentuan antara lain :
e. Kebijakan akuntansi terkait pelaporan dana BOSNAS di Dinas Pendidikan belum diatur secara spesifik, yang selanjutnya telah ditindaklanjuti dengan penyusunan peraturan Walikota Malang tentang Perubahan Sistem dan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kota Malang, sedangkan mekanisme pengesahan pendapatan dan belanja pada satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan akan diatur tersendiri
f. Kebijakan akuntansi yang belum menggabungkan nilai aset yang diperoleh dari pengeluaran setelah perolehan awal dengan aset
B A B I V P E N U T U P
induknya. Hal ini dikarenakan kebijakan akuntansi tersebut dibuat pada saat kondisi pencatatan aset Pemerintah Kota Malang yang masih terpisah antara SKPD yang mencatat aset definitif dengan SKPD pengguna yang menggunakan dan melakukan renovasi atas aset tersebut. Pada tahun 2015 telah dilakukan penyerahan sebagian besar aset-aset definitif tersebut kepada SKPD pengguna yang memanfaatkan aset-aset tersebut, sehingga antara aset definitif dan aset hasil renovasi sudah dicatat pada SKPD yang sama. Ketentuan dimaksud sudah diatur dengan menyusun Peraturan Walikota Malang Nomor 88 Tahun 2015 tentang Kebijakan Penyusutan Aset Tetap Pemerintah Daerah
Pun terkait aset daerah, maka Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 mengamanatkan aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tersebut dikurangi akumulasi penyusutan. Maka penyusunan Peraturan Walikota Malang Nomor 88 Tahun 2015 tentang Kebijakan Penyusutan Aset Tetap Pemerintah Daerah dipergunakan sebagai dasar dilakukannya penyajian kembali/restatement atas aset daerah atas pos-pos dalam Neraca antara lain :
1) Persediaan
2) Aset tetap, disajikan dengan nilai buku setelah dikurangi penyusutan
3) Aset tetap tidak berwujud, disajikan kembali dengan nilai buku setelah dikurangi akumulasi amortisasi
Untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan tersebut dan agar mencapai kinerja yang lebih baik lagi, maka upaya yang dilakukan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah antara lain : (1) Penguatan kualitas
B A B I V P E N U T U P
aparatur Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah agar lebih bersinergi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi menjawab tantangan atas perubahan regulasi tentang pengelolaan keuangan dan aset daerah; (2) Peningkatan kualitas pelayanan, tertib administrasi dan pengembangan sistem manajemen pengelolaan keuangan daerah; dan (3) Peningkatan kualitas,tertib administrasi dan pengembangan sistem informasi pengelolaan aset daerah dan barang milik daerah, serta (4) Strategi penguatan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang melalui koordinasi, konsultasi dengan Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Pusat dalam rangka evaluasi pelaksanaan pengelolaan keuangan dan aset daerah serta melaksanakan sosialisasi kebijakan pengelolaan keuangan dan aset daerah dengan narasumber Pejabat dari Kementerian RI.
Sebagai sebuah gambaran kinerja, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah diharapkan dapat menyajikan keseluruhan profil capaian kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah secara utuh dan terukur.
Namun demikian, disadari sepenuhnya bahwa keterbatasan yang ada menjadikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2016 ini masih belum sempurna. Oleh karenanya, perbaikan-perbaikan perlu segera dilakukan, utamanya menyangkut perbaikan terhadap penetapan indikator kinerja yang sesuai dan selaras dengan dokumen perencanaan diatasnya.
Selain itu adalah pengumpulan data yang lebih sistematis dan terstruktur sebagai bahan pengukuran capaian kinerja dan keuangan SKPD.
Akhirnya semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ini dapat menjadi
B A B I V P E N U T U P
referensi yang representatif serta kredibel dalam menjelaskan kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2016, dan dapat menjadi titik balik bagi perbaikan kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah di tahun selanjutnya.
Malang, Februari 2017 KEPALA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA MALANG
Ir. SAPTO P.SANTOSO, Msi Pembina Utama Muda