BAB I PENDAHULUAN
C. Model Pengembangan Program Takahsus Al-Qur’an
4. Evaluasi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 78
Kurikulum memegang peran penting dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikuum. Hasil hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembang kurikulum yang digunakan.93
Pemaknaan evaluasi kurikulum memiliki perbedaan antara satu dengan lainnya, hal ini karena evaluasi dilakukan pada objek (sasaran) yang akan dinilai. Dalam buku the school of curriculum, yang dikutip oleh Oemar Hamalik menyebutkan, evaluasi kurikulum diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis, yang bertujuan untuk memahami dan menilai suatu kurikulum, serta memperbaiki metode pendidikannya. Evaluasi Kurikulum menjadi kegiatan untuk mengetahui dan
93
Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik,,,,hlm 172
memusatkan apakah program tersebut telah ditentukan sesuai dengan tujuan semula.94
Terdapat beberapa jenis evaluasi yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik evaluasi diantaranya adalah:
(1) Evaluasi Konteks
Evaluasi Konteks adalah evaluasi terhadap lingkungan dimana kurikulum tersebut dikembangkan dan akan dilaksanakan. Konteks disini adalah lingkungan sosial, lingkungan ekonomi, budaya, seni, politik, pelaksanaan kehidupan beragama, teknologi dan fisik.
Evaluasi Konteks berkaitan dengan berbagai aspek yang melahirkan suatu dokumen kurikulum. Need Assessment adalah salah satu bentuk dari evaluasi konteks yang muncul karena situasi tertentu yang dilakukan seseorang yang melakukan evaluasi mengenai tuntutan masyarakat terhadap dunia pendidikan.95
Selain Need Assessment evaluasi jenis ini adalah evaluasi mengenai kesesuaian antara ide kurikulum dengan lingkungan sosio-budaya dimana suatu kurikulum akan dilaksanakan. Evaluasi Konteks ini diarahkan pada dukungan masyarakat terhadap lembaga. Dukungan masyarakat berupa dana, bantuan fasilitas dan partisipasi dalam kegiatan belajar.96
(2) Evaluasi Dokumen
Evaluasi Dokumen adalah suatu produk rekayasa dan sumber informasi untuk evaluasi dokumen adalah orang yang terlibat pada pekerjaan menghasilkan dokumen kurikulum dan menggunakan dokumen kurikulum
94 Oemar Hamalik , Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum…hlm 253
95 Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008), hlm 137
96
Evaluasi dokumen terdiri dari evaluasi terhadap dokumen yang dihasilkan oleh pemerintah dan dokumen kurikulum yang dihasilkan oleh satu satuan pendidikan terhadap kurikulum yang berkenaan dengan proses pengembangan dokumen. Evaluasi Kesinambungan dalam evaluasi dokumen kurikulum, berkenaan dengan kesinambungan antara standar kompetensi, kompetensi dasar dengan komponen dokumen lainnya, seperti tujuan, konten, proses pembelajaran dan assessment hasil belajar.97
(3) Evaluasi Proses
Evaluasi Proses berkenaan dengan aktivitas yang dilakukan secara terjadwal dan tidak terjadwal dimana komunikasi dan interaksi yang berbeda terjadi antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses.
Interaksi dan komunikasi selalu menjadi fokus utama dalam evaluasi proses. Suasana kelas, kelengkapan fasilitas belajar dan mengajar, jadwal, tugas yang dilakukan pengajar dan peserta didik baik didalam maupun diluar kelas dan dukungan masyarakat menjadi fokus yang mulai menarik perhatian banyak kajian evaluasi kurikulum. Faktor lain yang mendapatkan perhatian adalah aspek biaya, kajian terhadap biaya operasional dalam melaksanakan proses adalah sesuatu yang dikaji dengan benefit yang diperoleh atau dengan hasil belajar yang dimiliki peserta didik.98
(4) Evaluasi Produk/ Hasil
Evaluasi hasil memilki karakteristik dimana fokus evaluasi dimunculkan dalam berbagai bentuk hasil belajar yang dimiliki peserta didik. Hasil dibedakan atas dua istilah yaitu output dan outcomes. Output diartikan sebagai
97 Ibid,…
98
hasil langsung yang dimilki peserta didik dari suatu proses pembelajaran disuatu satuan pendidikan. Sedangkan Outcomes adalah hasil setelah beberapa saat yang bersangkutan menyelesaikan proses pendidikannya disuatu satuan pendidikan. Evaluasi Hasil didasarkan pada kategori hasil belajar. Kategori hasil belajar yang umumnya banyak digunakan dan dikenal dengan Hasil Belajar Benjamin S. Bloom yang dikenal istilah Taxonomy Bloom.99
S. Nasution mengungkapkan bahwa jika seseorang evaluator akan melakukan evaluasi kurikulum maka yang harus dievaluasi adalah komponen-komponen kurikulum meliputi: (1) Tujuan kurikulum, (2) Pengalaman-pengalaman belajar untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan murid, (3) Organisasi pengalaman itu, hubungan dengan pengalaman lain (4) Cara -cara evaluasi hasil belajar murid.100
Hal senada juga diungkapkan, Nana Syaodih Sukmadinata juga menyatakan bahwa evaluasi kurikulum dapat dilakukan pada empat hal yakni, evaluasi terhadap tujuan, evaluasi terhadap pelaksanaan, evaluasi terhadap efektivitas serta evaluasi terhadap hasil.101
Dengan demikian hasil evaluasi kurikulum adalah suatu tindakan pengendalian, penjaminan dan penentapan kurikulum berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu sebagai bentuk akuntanbilitas pengembangan kurikulum dalam rangka menentukan keefektifan kurikulum,102
Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa evaluasi kurikulum adalah kegiatan yang teratur dan berkelanjuan berdasarkan kelebihan dan
99 Ibid,…
100 S. Nasution, Asas-Asas Kurikulum, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm 253
101 Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum… hlm 174
102
kekurangan dari fakta lapangan yang berupa prestasi peserta didik. Tujuan nya adalah untuk mengetahuai sejauh mana para pelaku dilapangan sudah memahami dan menguasai kurikulum lengkap dengan semua komponennya, sejauh mana efektifitasnya penggunaan sarana dan prasarana, sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan atau menguasai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diharapkan, adalah dampak positif ataupun negative dari pelaksaaan kurikulum tersebut.103
Pelaksanaan evaluasi kurikulum dilakukan dengan melibatkan pihak internal dan eksternal, pihak internal adalah orang – orang yang setiap harinya aktif berada di sekolah seperti, kepala sekolah, guru, siswa, orang tua siswa atau kmite sekolah, guru bimbingan penyuluhan dan warga sekolah lainnya yang dianggap kompeten yang tujuannya untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan kurikulum. Sementara pihak eksternal adalah pihak yang kesehariannya tidak berada di sekolah, misalnya Dinas Pendidikan, Depag Kota atau kabupaten, pengawas perguruan tinggi ataupun gabungan dari keempat komponen tersebut. Hasilnya dapat digunakan untuk perbaikan program pengembangan kurikulum secara keseluruhan dan membantu guru dalam mengembangkan komponen kurikulumnya.104
Berdasarkan beberapa pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi pengembangan kurikulum pada mata pelajaran PAI dapat dilakukan pada aspek perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, serta evaluasi kurikulum itu sendiri dengan menitik beratkan pada komponen – komponen pengembangan yaitu, komponen tujuan, konten (isi/materi), aktivitas
103 Oemar Hamalik, Menejemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008), hlm 237
104
pembelajaran, sumber belajar serta evaluasi pembelajaran PAI itu sendiri dan dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai macam pihak sekolah baik internal maupun eksternal, sehingga dari evaluasi dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam memperbaiki maupun mengembangkan kurikulum selanjutnya.
71
BAB III
METODE PENELITIAN