• Tidak ada hasil yang ditemukan

EWaWY] gO\U RWYS^OZOW ]ZSV 6VWST EWaY BťQS` 6EB

Dalam dokumen Annual Reports (Halaman 59-61)

Proses ini dilaksanakan dengan senant iasa mengacu pada prinsip four eye, dimana fungsi manajemen risiko memberikan pandangan yang objekt if t erhadap proposal pembiayaan yang diajukan oleh Direkt orat Invest asi sebagai unit pengambil risiko, unt uk kemudian dibahas oleh komit e-komit e t erkait sebelum keput usan t erakhir diambil. Dengan demikian, baik kegiat an maupun SOP invest asi dapat t erus dijaga dengan baris per t ahanan berlapis yang t erdiri dari Unit pengambil risiko, unit manajemen risiko, komit e pengawasan risiko, dan fungsi audit yang mengawasi secara keseluruhan semua kegiat an invest asi dari mulai per t ama diajukan hingga dilakukannya pembayaran akhir dari pembiayaan yang dikucurkan. Proses yang sama juga dit erapkan dalam akt ivit as Tresuri dan Likuidit as.

Dalam rangka mengant isipasi per t umbuhan bisnis IIF dan besaran por t ofolio kedepannya, t im Manajemen Risiko t erus membangun dan mengembangkan perangkat manajemen risiko yang diperlukan, meliput i pedoman, kebijakan, kerangka, ser t a perangkat pemeringkat an risiko. Selain it u, set iap perangkat yang ada saat ini senant iasa dievaluasi guna memast ikan perangkat -perangkat t ersebut masih relevan dan dapat diaplikasikan unt uk mengimbangi cepat nya per t umbuhan Perusahaan. Hal ini dilakukan dalam rangka memast ikan t ersedianya sist em manajemen risiko yang efekt if.

M engant isipasi Tant angan di 20 15

Dipengaruhi oleh masih belum pulihnya perekonomian global, kondisi ekonomi makro Indonesia secara relat if penuh dengan t ant angan di sepanjang t ahun 2015, dan oleh kerenanya t im manajemen risiko IIF t elah melakukan pemant auan risiko secara hat i-hat i dan berkala seper t i yang direncanakan. Sadar akan hal ini, kami t erus menggunakan penilaian kuant it at if t erhadap st ress- t est por t ofolio unt uk mengukur dampak pot ensial dari penurunan ekonomi yang disebabkan oleh t idak kondusifnya perkembangan pasar bagi IIF.

Pendukung Bisnis

Suppor t ing Business

One of t he challenging issues in 2015 was t he highly volat ile exchange rat e movement s relat ing t o t he weakening value of t he Rupiah against t he US Dollar

O\RWba^]bS\bWOZORdS`aSSŤSQb]\<<9/aQZWS\ba9`][

IIF’s perspect ive, t his pot ent ial risk is mit igat ed by mat ching t he currency of IIF’s funding wit h it s lending act ivit ies. At t he project level, IIF also ensures t hat IIF only provides facilit ies in foreign currency if t his is generally mat ched wit h t he currency of t he client ’s revenue source (or t hat revenue source has a cont ract ual link or proper hedging mechanism t o such currency). Fur t her, given t he Cent ral Bank’s

`S_cW`S[S\b bV`]cUV Wba `SUcZObW]\ A] C5<

PBI/ 2015 dat ed 31 March 2015, IIF also needs t o

S\ac`S bVOb bVS ^`]XSQb Wb Ũ\O\QSa Wa Q]\aWRS`SR

as st rat egic infrast ruct ure and is allowed by t he Cent ral Bank t o receive foreign currency loans from

<<9 BbVS`eWaS <<9 e]cZR ^`]dWRS Ũ\O\QW\U W\ Z]QOZ

currency.

Some signs of a global economic slowdown and t he drop in oil prices were also amongst t he challenges of t he economic sit uat ion in 2015, which may adversely

W[^OQb bVS Ũ\O\QWOZ ^S`T]`[O\QS ]T QS`bOW\ <<9/a

client s. To ant icipat e such shocks from t he ext ernal environment , IIF also periodically conduct s st ress t est exercises t o ident if y any client s t hat might need closer monit oring. For such cases, IIF proact ively conduct s discussions and act ions t o mit igat e it s credit risk at earliest possible t iming.

IIF Risk M anagement Framework

JS Q]\aWRS` <<9 Oa VOdW\U O\ ORS_cObS `WaY

management framework, especially aft er all relevant commit t ees at bot h t he BoD and BoC levels were fully est ablished. In line wit h business growt h and int ernal progress, during 2015, t he commit t ees held Salah sat u isu yang menant ang pada t ahun 2015

adalah melemahnya nilai t ukar rupiah t erhadap dolar AS dan pot ensinya t erhadap perusahaan yang kami danai. Dilihat dari perspekt if IIF, pot ensi risiko pada aspek ini t elah dimit igasi melalui penyesuaian mat a uang pembiayaan dengan sumber dana yang didapat . Pada pelaksanaan proyek, IIF juga memast ikan bahwa IIF hanya menyediakan fasilit as dalam mat a uang asing jika sesuai dengan mat a uang yang digunakan dalam pendapat an klien, dengan per t imbangan proyek yang didanai dianggap masuk dalam infrast rukt ur st rat egis ser t a diperbolehkan oleh BI unt uk menerima pinjaman dalam mat a uang asing (at au apabila sumber pendapat an klien t ersebut memiliki ket erkait an dengan kont rak at au suat u mekanisme lindung nilai yang sesuai dengan mat a uang asing t ersebut ). Disamping it u, dengan memper t imbangkan persyarat an Bank Indonesia melalui Perat uran Bank Indonesia no. 17/ 3/ PBI/ 2015 t anggal 31 Maret 2015, IIF wajib memast ikan bahwa proyek yang didanainya adalah proyek infrast rukt ur st rat egis ser t a diperbolehkan unt uk menerima pinjaman dalam mat a uang asing dari IIF. Jika t idak, IIF akan memberikan pembiayaan dalam Rupiah. Tant angan lainnya adalah t erdapat nya t anda t anda perlambat an ekonomi global dan penurunan harga minyak ment ah dunia, yang berpot ensi memberikan dampak negat if t erhadap kinerja keuangan dari beberapa klien t er t ent u. Unt uk mengant isipasi t erpaan dari lingkungan ekst ernal t ersebut , IIF juga secara berkala melakukan st ress t est unt uk mengant isipasi kasus di mana t erdapat klien yang membut uhkan pemant auan secara lebih khusus. Apabila dit emukan kasus seper t i ini, maka IIF akan melakukan pembahasan dan t indakan secara proakt if dan sesegera mungkin guna memit igasi risiko.

Kerangka M anajemen Risiko IIF

Kami beranggapan bahwa IIF t elah memiliki kerangka kerja manajemen risiko yang memadai t erut ama set elah komit e-komit e yang relevan di t ingkat Direksi dan Dewan Komisaris t elah seluruhnya dibent uk. Sejalan dengan per t umbuhan

meet ings t o discuss all risk-relat ed mat t ers, wit h t he following det ails:

1. 12 ALCO meet ings; 2. 4 RMC meet ings; 3. 4 ROC meet ings; 4. 35 BoD-IC meet ings; 5. 8 BoC-IC meet ings; and 6. 4 Audit Commit t ee meet ings.

Risk Appet it e

IIF formulat es it s risk appet it e using holist ic evaluat ion, t aking int o account risk management framework, invest ment oppor t unit ies, compliance/

`SUcZObW]\ Ũ\O\QWOZ Oa^SQba O\R ]^S`ObW]\a GVWa

approach we believe would opt imize any invest ment oppor t unit y and allow IIF t o gain an opt imal ret urn.

In order t o gauge it s risk exposure, IIF has already est ablished several risk paramet ers t hat measure

WbaQ`SRWb^`]ŨZST`][bW[Sb]bW[SGVS^O`O[SbS`a

VOdS PSS\ [SOac`SR O\R _cO\bWŨSR `SUcZO`Zg

in order t o provide informat ion on what level of risk exposure IIF has wit hin cer t ain cat egories of

[SOac`S[S\b GVS ^O`O[SbS`a O`S QZOaaWŨSR W\b]

Business risk, Reput at ion Risk, Regulat or y Risk & Legal Framework, Compliance Risk, Macroeconomic Condit ions, Polit ical Risk, Insurance Risk, and Severit y

]T4cRWb9W\RW\UaGVSaSO`S[SOac`SRSdS`g_cO`bS`

repor t ed t o t he risk management commit t ee of t he BoD, discussed in t he risk oversight commit t ee of t he BoC and repor t ed t o IIF’s shareholders.

Social and Environment al Unit

Social and Environment al (“ S&E” ) unit is also managed under t he Risk Management Direct orat e and has been a ver y impor t ant par t of IIF’s business, of which t he foundat ion has been clearly laid out by IIF’s supranat ional shareholders in IIF’s Operat ions Manual. One of IIF’s S&E risk management t ools is t he cat egorizat ion of project s in accordance t o Type bisnis dan kemajuan yang dicapai di sisi int ernal,

maka di sepanjang t ahun 2015, seluruh komit e t ersebut mengadakan per t emuan unt uk membahas semua hal yang berkait an dengan risiko, dengan rincian sebagai berikut :

1. 12 rapat ALCO; 2. 4 rapat RMC; 3. 4 rapat ROC; 4. 35 rapat Direksi-IC; 5. 8 rapat IC-BoC; dan 6. 4 rapat Komit e Audit .

Risk Appet it e

IIF merumuskan Risk Appet it e dengan menggunakan evaluasi holist ik ser t a memper t imbangkan kerangka kerja Manajemen Risiko, peluang invest asi, kepat uhan/ regulasi, aspek keuangan dan operasi. Hal ini dimaksudkan unt uk mengopt imalkan set iap peluang invest asi dan memungkinkan IIF dalam mendapat kan hasil yang opt imal

Dalam rangka mengukur eksposur risiko, IIF t elah menet apkan beberapa paramet er risiko

gO\U [S[PS`WYO\ UO[PO`O\ bS\bO\U ^`]ŨZ

kredit dari wakt u ke wakt u. Paramet er ini t elah diukur dan diperhit ungkan secara rut in unt uk memberikan informasi t ent ang t ingkat eksposur risiko IIF dalam periode wakt u t er t ent u. Paramet er

Dalam dokumen Annual Reports (Halaman 59-61)

Dokumen terkait