• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Pengertian, Konsep dan Teori

12. Faktor-faktor Pendukung Pelayanan

Didalam pelayanan umum, terdapat beberapa faktor pendukung yang sangat penting yang apabila dari salah satu dari faktor tersebut tidak ada, maka pelayanan akan sangat terasa kurang maksimal. Dibawah ini adalah penjelasan menurut Ridwan dan Sodik Sudrajat (2009:22) mengenai faktor-faktor pendukung peningkatan pelayanan publik adalah sebagai berikut :

a. Faktor Hukum

Hukum akan mudah ditegakkan, jika aturan atau undang-undangnya sebagai sumber hukum mendukung terciptanya penegakan hukum.

b. Faktor Aparatur Pemerintah

Aparatur pemerintah merupakan salah satu faktor terciptanya peningkatan pelayanan publik.

c. Faktor Sarana

Penyelenggara pelayanan publik tidak akan berlangsung dengan lancar dan tertib (baik), jika tanpa adanya suatu sarana atau fasilitas yang mendukung.

31 31

d. Faktor Masyarakat

Pada intinya penyelenggara pelayanan diperuntukkan untuk masyarakat dan oleh karenanya masyarakatlah yang memerlukan berbagai pelayanan dari pemerintah sebagai penguasa pemerintahan.

e. Faktor Kebudayaan

Merupakan faktor yang hampir sama dengan faktor masyarakat, jika melihat dari sistem sosial budaya negara indonesia sendiri memiliki masyarakat yang majemuk dengan berbagai macam karakteristik perlu disadari bahwa objektifitas dalam penyelenggara pelayan publik tidak bisa disamakan karena memiliki karakteristik pada masing-masing masyarakat disetiap daerahnya.

Dan kemudian menurut Moenir (wijayanto, 2007: 88-119), mentakan bahwa dalam pelayanan umum terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut :

a. Faktor Kesadaran

Kesadaran menunjukkan suatu keadaan pada jiwa seseorang, yaitu merupakan titik temu atau equilibrium dari berbagai pertimbangan sehingga diperoleh suatu keyakinan, ketenangan, ketetapan hati, dan keseimbangan jiwa yang bersangkutan.

b. Faktor Aturan

Aturan adalah perangkat penting dalam segala tindakan dan perbuatan orang.

c. Faktor Organisasi

Organisasi pelayanan pada dasarnya tidak berbeda dengan organisasi pada umumnya, namun ada perbedaan sedikit dalam penerapannya, karena sasaran pelayan ditunjukan secara khusus kepada manusia yang mempunyai watak dan kehendak multi kompleks.

d. Faktor pendapatan

Pendapatan ialah seluruh penerima seseorang sebagai imbalan atas tenaga dan/atau pikiran yang telah dicurahkan untuk orang lain atau badan organisasi, baik dalam bentuk uang, natural maupun fasilitas, dalam jangka waktu tertentu.

e. Faktor Kemampuan dan Keterampilan

Kemampuan berasal dari kata dasar mampu yang dalam hubungan dengan tugas/pekerjaan berarti dapat melakukan tugas/pekerjaan sehungga menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan.

f. Faktor Sarana Pelayanan

Sarana pelayanan yang dimaksudkan adalah segala jenis peralatan, perlengkapan kerja dan fasilitas lain yang berfungsi sebagai alat utama/pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan, dan juga berfungsi sosial dalam rangka kepentingan orang-orang yang sedang berhubungan dengan

organisasi kerja itu.

33 33

C. Pelayanan Surat Izin Perdagangan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu

1. Pengertian Surat Izin Perdagangan

Dalam pengertian umum berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, izin diartikan sebagai pernyataan mengabulkan (tidak melarang, dsb); persetujuan membolehkan.Sedangkan perizinan diartikan sebagai hal pemberian izin;

pemberian pernyataan mengabulkan ataupersetujuan membolehkan.Menurut Syahran Basah;“Izin adalah perbuatan hukum administrasi Negara bersegi satu yang mengaplikasikan peraturan dalam hal kongkrit berdasarkan persyaratan prosedur sebagaimana di tetapkan oleh ketentuan peraturan perundang- undangan”.

Berdasarakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun2006 pasal 1;Ayat (8), izin adalah dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah berdasrakan peraturan daerah atau peraturan lainnya yang merupakan bukti legalitas, menyatakan sah atau diperbolehkannya seseorang atau badan untuk melakukan usaha atau kegiatan tertentu.Ayat (9), perizinan adalah pemberian legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha atau kegiatan tertentu, baik dalam bentuk izin maupun daftar usaha.Perizinan adalah salah satu bentuk pelaksanaan fungsi pengaturandan bersifat pengendalian yang dimiliki oleh pemerintah terhadap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Dalam keputusan menteri perdagangan dalam negeri nomor 591/MPP/KEP/10/ 1999 tentang ketentuan dan tata cara pemberian surat izin usaha perdagangan (SIUP) menyatakan bahwa surat izin usaha perdagangan

adalah surat izin untuk dapat melaksanakan kegiatan perdagangan. Surat izin perdagangan adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang perdagangan dan jasa.

2. Sistem Pelayanan Terpadu

Sistem pelayanan ini menyelenggarakan perizinan dan non perizinan, yang pengelolaanya dilakukan terpadu dalam satu tempat. Pelayanan ini pada dasarnya ditujukan untuk menyederhanakan birokrasi penyelenggaraan pelayanan dalam bentuk pemangkasan tahapan dan prosedur lintas instasi maupun dalam instam instansi yangbersangkutan, pemangkasan pembiayaan, pengurangan jumlah persyaratan,pengurangan jumlah paraf dan tanda tangan yang diperlukan, dan pengurangan waktu pemrosesan.

Dengan dilaksankannya sistem ini, maka telah terjadi perubahan paradigmdalam penyelenggaraan pelayanan publik, hal ini dapat dilihat dalampenyelenggaraannya, sebagai berikut:

a. Tujuan hakiki adalah peningkatan kualitas pelayanan b. Reinventing Government.

1. Proses transformasi sektor publik ini didasari prinsip-prinsip:Pemerintah pengatur dan pengendali, bukan pelaksana

2. Pemerintah mendorong iklim kompetisi dalam member pelayanan 3. Sebaiknya lebih beroreintasi pada hasil

4. Melayani masyarakat secara optimal, bukan masyarakt yang melayani birokrasi

35 35

5. Melimpahkan tugasnya kepada partisipasi masyarakat dan kerja tim

6. Berorientasi kepada pasar, mengurangi hambatan birokrasi, dan meningkatkan daya saing.

c. Banishing Bureaucracy (memangkas birokrasi) dengan ditetapkannya lima strategi:

1. Strategi inti, pendekatan pada kejelasan tujuan, peran dan arahan 2. Strategi Konsekuensi, pendekatan pada penilaian kinerja

3. Strategi Pelanggan, pendekatan pada pilihan pelanggan, kompetensi dan kualitas

4. Strategi kekuatan, pendekatan pada pemberdayan, dan partisipasi masyarakat

5. Strategi Kultur, pendekatan pada nilai, kebiasaan, visi dan nurani. Dengan adanya konsep kebijakan pelayanan terpadu atap, konsep ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah sebagai implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkait dengan peningkatan pelayanan, yang terdiridari beberapa aspek antara lain:

3. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar (DPMDPTSP)

Layanan terpadu merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dari hal ini prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan merupakan hal hal yang ingin ditonjolkan dalam pelaksanaannya.Sebagai sebuah lembaga yang bersinggungan langsung dengan masyarakat kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi serta mampu merespons permintaan masyarakat secaracepat, tepat dan akurat

merupakan keniscayaan.Ditinjau dari produk yang disediakan.Menurut Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Pubik, “Pelayanan terpaduadalah pelayananberbagai jenis jasa yang dibutuhkan masyarakat yang diselenggarakan dalam satu tempat pelayanan”.Selanjutnya, pelayanan terpadu ini terbagi atas:

1. Pelayanan terpadu satu atap, yaitu pola pelayanan yang diselenggarakan dalam satu tempat yang meliputi berbagai jenis pelayanan yang tidak mempunyai keterkaitan proses, dan dilayani melalui beberapa pintu;

2. Pelayanan terpadu satu pintu, yaitu pola pelayanan yang diselenggarakan dalam satu tempat yang meliputi berbagai jenis pelayanan yang memiliki keterkaitan proses, dan di layani melalui satu pintu;

3. Gugus Tugas, yaitu yaitu pola pelayanan yang diselenggarakan oleh petugas pelayanan publik secara perorangan atau dalam bentuk gugus tugas, yang ditempatkan pada suatu lembaga dan 29lokasi pelayanan tertentu.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sistem pelayanan terpadu diselenggarakan dengan tujuan:

a. Memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada Masyarakat;

b. Mendekatkan pelayanan kepada Masyarakat;

c. Memperpendek proses pelayanan;

d. Mewujudkan proses pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, pasti,

dan terjangkau

37 37

e. Memberikan akses yang lebih luas kepada Masyarakat untuk memperoleh pelayanan.

Diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 tahun 2006 tentang pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai penjabaran Inpres No. 3 tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi, merupakan bagian dari upaya mencapai kualitas pelayanan publik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh layanan publik. Penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu merupakan kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai ke tahap 30 terbitnya dokumen yang di lakukan pada satu tempat.Secara lebih spesifik lagi,layanan terpadu satu pintu ini adalah sebagai upaya pemerintah untuk:

1. Penyederhanaan Pelayanan, yaitu upaya penyingkatan terhadap waktu, prosedur dan biaya pemberian perizinan.

2. Perbaikan iklim investasi dengan mendorong perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah melalui penyederhanaan pelayanan.

3. Mengupayakan pemberantasan KKN di ruang lingkup pelayanan publik,yang selama ini masih menjadi penghalang untuk perbaikan kualitas pelayanan publik di Negara ini.

Didalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006, Bupati/Walikota wajib melakukan penyederhanaan layanan meliputi:

a. pelayanan atas permohonan perizinan dan non perizinan dilakukan oleh PPTSP

b. Percepatan waktu proses penyelesaian pelayanan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah

c. Kepastian biaya pelayanan tidak melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah

d. Kejelasan prosedur pelayanan dapat ditelusuri dan diketahui setiap tahapan proses pemberian perizinan dan non perizinan sesuai dengan urutan prosedurnya

e. Mengurangi berkas kelengkapan permohonan perizinan yan sama untuk dua atau lebih permohonan perizinan

f. Pembebasan biaya perizinan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ingin memulai usaha baru sesuai dengan peraturan yang berlaku

g. Pemberian hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pelayanan.

D. Kerangka Pikir

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelayanan adalah suatu proses kerja sama, dimana sebagai kumpulan orang-orang yang melakukan serta melaksanakan sebuah kegiatan untuk suatu pencapaian tujuan dimana dalam kegiatan itu mempunyai integritas, dan terdiri dari kerja sama dan pembagian kerja sesuai dalam pembagian kerja. Oleh karena itu pelayanan publik diartikan sebagai setiap kegiatan pemerintah terhadap sejumlah manusia yang memiliki kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipunhasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik. Lebih lanjut Pelayanan publik adalah prinsipnya menjadi tanggung jawab

39 39

dan dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) serta instansi pemerintah serta lingkungan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelayanan Surat izin usaha perdagangan di Kabupaten Takalar selalu menjadi pusat perhatian di kalangan masyarakat secara umum. karena pada hakekatnya dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dengan tujuan tercapainya kepuasan seluruh masyarakat.

Penelitian ini mengenai Pelayanan Surat Izin Perdagangan (SIUP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar ini untuk mencari tahu bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Penulis memfokuskan tiga fungsi utama dalam pengelolaan, yaitu : Responsiveness, Responsibility, Accountability (Lenvine (Dwiyanto 2008;145)

Berikut ini merupakan Kerangka pikir dari penelitian tentang Manajemen pelayanan surat izin perdagangan (SIUP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Takalar :

E. Fokus Penelitian

Berdasarkan uraian dari bagan kerangka pikir di atas, maka fokus dalam penelitian ini mengenai pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan efektifitas Pelayanan Surat Izin Perdagangan (SIUP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu

Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar.

41 41

A. Deskripsi Fokus Penelitian

1. Pelayanan surat izin usaha perdagangan merupakan surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang perdagangan dan jasa. SIUP diberikan kepada para pengusaha baik perorangan, Firma, CV, PT, Koperasi, BUMN, dan sebagainya.

2. Responsiveness (Daya Tanggap) adalah daya tanggap penyedia layanan terhadap harapan, keinginan, aspirasi, maupun tuntutan pengguna layanan yang akan diberikan ketika ingin melakukan pengurusan surat izin usaha perdagangan (SIUP) pada dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Takalar.

3. Responsibility (Responsibilitas) adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa jauh proses pemberian pelayanan publik itu dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip atau ketentuan administrasi dan organisasi yang benar dan telah ditetapkan pada dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Takalar.

4. Accountability (Akuntabilitas) adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar proses penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan kepentingan stakeholder dan norma-norma yang berkembang dalam masyarakat.

BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Bedasarkan judul penelitian “Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar ”Penelitian ini dilaksanakan mulai 23-01- 2019 sampai dengan 23-03-2019 Adapun menjadi lokasi penelitian adalah Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) KabupatenTakalar”.

B. Jenis dan Tipe Penelitian

Adapun jenis dan tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1) Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data.

Bahwa metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa fakta-fakta tertulis lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.

2) Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi yaitu menekankan pada subyektivitas pengalaman hidup manusia.

42

43 43

C. Sumber Data

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya,data dibedakan menjadi dua,yaitu data primer dan data sekunder.

1) Data Primer adalah data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.

2) Data Sekunder yaitu data yang diperoleh untuk mendukung data primer yang sumbernya dari data-data yang sudah diperoleh sebelumnya menjadi seperangkat informasi dalam bentuk dokumen, laporan-laporan, dan informasi tertulis lainnya yang berkaitan dengan peneliti. Pada penelitian data sekunder yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data-data yang diperoleh melalui buku-buku ilmiah, tulisan (jurnal), karangan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian.

b. Dokumentasi yaitu dengan menggunakan catatan-catatan yang ada dilokasi serta sumber-sumber yang relevan dengan objek penelitian.

D. Informan Penelitian

Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada asas subyek yang menguasai permasalahan, memiliki data, dan akurat. informan ditentukan dengan teknik snowball sampling , yakni proses penentuan informan berdasarkan informan atau sampel sebelumnya tanpa

menentukan jumlahnya secara pasti dengan menggali informasi terkait topik penelitian yang diperlukan. Pencarian informan akan dihentikan setelah informasi penelitian

dianggap sudah memadai dan bersedia memberikan informasi lengkap dan akurat

Tabel 2.1 Informan Penelitian

No Nama Informan Inisial Pekerjaan Keterangan 1 Budiar Rosal Saleh,

Menyusun instrumen adalah pekerjaan yang paling penting dalam langkah penelitian. Akan tetapi mengumpulkan data jauh lebih penting lagi untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kegunaannya. Metode atau cara pengumpulan data yang penyusun gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara.

45 45

1. Observasi

adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subyek yang diselidiki.

Fungsi observasi ini untuk menyaring dan melengkapi data yang mungkin tidak diperoleh melalui interview atau wawancara. Dalam penelitian ini observasi dilakukan ketika diperlukan pengecekan langsung terhadap Manajemen Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar

2. Dokumentasi

Berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Jadi dokumentasi adalah suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumen yang ada pada benda-benda tertulis, buku-buku, yang berkaitan dengan objek penelitian. Tujuan digunakan metode ini untuk memperoleh data secara jelas dan konkret tentangManajemen Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar.

3. Wawancara

Proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara peneliti dengan menggunakan alat yang dinamakan interviewguide (panduan wawancara).

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam mengelola data adalah dengan cara menggunakan teknik analisis data hasil observasi dan wawancara.

Setelah data dikumpulkan, maka selanjutnya dilakukan analisis data dengan menyususn dan memilih sampel dengan menggunakan model analisainteraktif(interactive model of analysis).Artinya dengan memilih narasumber yang benar-benar mengetahui kondisi internal dan eksternal di daerah yang terkait, sehingga mereka dapat memberikan informasi mengenai proses ManajemenPelayananSuratIzin Usaha Perdagangan (SIUP) di KabupatenTakalar.

G. Keabsahan Data

Untuk mengabsahkan data diperlukan teknik pemeriksaan dan reduksi data. Teknik keabsahan data berdasarkan empat kriteria yaitu kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Untuk menetapkan keabsahan data dalam penelitian di lapangan perlu data sebagai berikut :

1. Keikutsertaan peneliti di lapangan. Peneliti secara langsung ikut serta dalam proses penelitian di lapangan agar mendapatkan data yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji dari respoden sebagai bentuk kepercayaan kepada subjek bahwasannya data yang diteliti itu valid.

2. Triangulasi data merupakan teknik untuk memeriksa keabsahan data dengan menggunakan orang lain (pakar, ahli, dan kompeten) dalam melakukan

47 47

pengecekan untuk perbandingan terhadap data. Triangulasi data yang digunakan ialah:

a. Triangulasi data dengan sumber data yaitu membandingkan data mengecek data dengan baik tingkat kepercayaan dan akurasi data yang diperoleh dari alat dan waktu yang berbeda.

b. Triangulasi data dengan pakar/ahli/kompeten untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data agar tidak terjadi bias dalam proses pengumpulan data. Dalam hal ini peneliti menggunakan cara sebagai berikut:

1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara yang telah dilakukan.

2) Membandingkan pernyataan secara umum dan secara pribadi.

3) Membandingkan pernyataan responden dalam proses penelitian dan sepanjang waktu.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Umum Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar

1. Tugas Pokok dan Fungsi

Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 tentang organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Takalar dan untuk efesiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kabupaten Takalar khususnya pada kantor Pelayanan Perizinan terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Kabupaten Takalar, maka perlu ditetapkan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar.

a. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam menentukan kebijakan menyelenggarakan urusan Pemerintah Daerah di Bidang Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

b. Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi penyusunan program, pelaporan, umum, kepegawaia n, dan keuangan dalam lingkungan Dinas.

48

49 49

c. Sub bagian perencanaan dan keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan program, kegiatan, anggaran, penyajian data dan informasi, serta penyusunan laporan.

d. Sub bagian Umum dan Kepegawaian, dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan urusan ketatausahaan, administrasi pengadaan pemeliharaan dan penghapusan barang, urusan rumah tangga serta mengelola administrasi kepegawaian.

e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dalam mengkordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan perencanaan pengembangan promosi penanaman modal untuk meningkatkan jumlah dan realisasi investasi penanaman modal daerah.

f. Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dipimpin oleh Kepala Bidang mempunyai tugas poko Kapala Dinas merencanakan dan melaksanakan teknis operasional pelayana/pengolahan administrasi perizinan dan non perizinan, pengaduan, layanan informasi dan pelaporan layanan sehingga tercipta pelayanan yang efektif, efisien, dan transparan serta akuntabel.

g. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok membantu Kepala

Dinas merencanakan dan melaksanakan perumusan kebijakan operasional teknis pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penanaman modal serta penggunaan fasilitas dan penilaian laporan kegiatan penanaman modal.

2. Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar :

a. Kepala Dinas b. Sekretariat

c. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan d. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, Promosi Penanaman Modal f. Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan

g. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal

Inilah gambaran umum struktur Organisasi yang ada pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar, sesuai dengan profil kantor dinas yang sudah disahkan oleh Bupati Takalar.

51 51

STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KAB. TAKALAR

KEPALA DINAS

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Takalar

Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar berdasarkan struktur organisasi jumlah pegawai yang ada sebanyak 31 orang Pegawai Negeri Sipil. Tingkat pendidikan dan pangkat/golongan Pegawai Negeri Sipil di lingkup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.2 Tingkat Pendidikan PNS Dinas penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Takalar

No Tingkat Pendidikan Jumlah Pegawai

1 Strata Tiga (S3) -

2 Strata Dua (S2) 9 orang

3 Strata Satu (S1) 18 orang

4 Sarjana Muda (D3) 1 orang

5 SLTA 3 orang

6 SLTP -

7 SD -

Jumlah 31 orang

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa berdasarkan tingkat pendidikan,

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa berdasarkan tingkat pendidikan,

Dokumen terkait