• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Kabupaten Takalar

Pelayanan surat izin usaha perdagangan dapat diartikan dalam pengertian yaitu mengabulkan, persetujuan membolehkan. Menurut Syahran Basah; “izin adalah perbuatan hukum administrasi negara bersegi satu yang mengaplikasikan peraturan dalam hal kongkrit berdasarkan persyaratan prosedur sebagaimana ditetapkan oleh ketentuan peraturan perundang- undangan. Pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi pengguna layanan atas pelayanan yang diberikan ataupun diterima dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan. Pelayanan yang berkualitas dapat dinilai dari beberapa indikator pelayanan seperti :

1. Responsiveness (Daya Tanggap)

Pada penelitian ini, Pelayanan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar sudah menerapkan Indikator Responsiveness (Daya Tanggap). Penilaian pelayanan sudah berjalan sesuai dengan harapan masyarakat dikarenakan para pegawai yang ada dinas tersebut dalam melakukan tugas pelayanan sangat mempermudah masyarakat dalam mengajukan permohonan perizinan surat izin usaha perdagangan. Namun pada saat pelaksanaan pelayanan masih ada indikator yang belum berjalan dengan baik contohnya para pegawai kadang lebih lama istirahat dibanding menyelesaikan tugasnya dan dapat

69 69

memperpanjang antrian maka suasana akan menjadi panas, banyak dijumpai kertas-kertas yang masih berserakan di atas meja karena kenyamanan sangat berpengaruh bagi proses pelayanan. Penyedia layanan harus lebih memperhatikan kenyamanan untuk penyedia layanan karena jika pengguna layanan sudah merasa nyaman dengan yang sudah disediakan maka akan sangata berpengaruh baik bagi penyedia layanan, tetapi jika sebaliknya pengguna layanan masih merasa belum nyaman maka akan berpengaruh buruk bagi penyedia layanan.

2. Dalam hal ini berarti dinas penyedia layanan harus bersikap Responsiviness (Daya Tanggap) dalam melayani pengguna layanan sebagaimana yang dikatakan Lenvine, maka produk dari pelayanan publik didalam suatu negara demokrasi paling tidak harus mempunyai tiga indikator yakni: responsiviness, responsibility, dan accontability.

3. Responsibility (Responsibilitas)

Pada penelitian ini, Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar menerepakan indikator Responsibility (Responsibilitas).

Masyarakat menilai bahwa Responsibility (Responsibilitas) yang ada dikantor dinas itu sudah melakukan sesuaidengan SOP yang dijalankan dikantor itu karena mampu menyediakan suatu pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara tepat dan terpercaya. Kehandalan pegawai dalam memberikan pelayanan sangat membantu masyarakat dalam menerima pelayanan dengan cepat dan mudah. Namun pada pelaksanaanya masih

terdapat indikator yang belum sesuai dengan harapan masyarakat dikarenakan seperti keahlian pegawai yang ada di dantor pelayanan bukan dari seksi perizinan perdagangan tetapi ada dari seksi yang lain pada kantor itu. Kemampuan sumber daya pegawai dikantor dinas itu masih sangat terbatas, selain itu ketiadaan pegawai dalam pelaksanaan pelayanan, permasalahan tersebut tentunya harus menjadi perhatian penyedia pelayanan dalam mengoptimalkan kinerja pegawai karena standart operating procedure tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan apabila tidak di imbangi dengan kehandalan dan kemampuan sumber daya manusianya dalam melayani masyarakat.

Dalam hal ini berarti dinas penyedia layanan harus bersikap responsibility (Responsibilitas) dalam melayani pengguna layanan sebagaimana yang dikatakan Ratminto dan Winarsih, pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh instansi pemerintah dipusat, didaerah, dan dilingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Milik Usaha Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang- undangan.

4. Accountability (Akuntabilitas)

Pada penelitian ini, Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten

71 71

Takalar menerepakan indikator Accountability (Akuntabilitas). Masyarakat menilai bahwa Accountability (Akuntabilitas) yang ada dikantor dinas itu sudah melakukan tugasnya dengan baik dikarenakan pertanggung jawaban itu sebenarnya mncul dari diri masing-masing atau bersifat individu yang akan memberikan perhatian khusus kepada pengguna pelayanan dengan berupaya harus memahami keinginan pengguna pelayanan dimana penyedia pelayanan diharapkan harus mengerti dan memiliki pengertian yang lebih agar memahami kebutuhan masyarakat. Secara singkat dapat diartikan sebagai usaha untuk menyelesaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat secara individual.

Pelayanan Publik yang ada dikantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar sudah menerapkan indikator Accountability (Akuntabilitas) sesuai dengan keinginan masyarakat, namun pada pelaksanaanya masih terdapat indikator yang belum berjalan sesuai dengan harapan masyarakat seperti Penyelesaian Surat Izin Usaha Perdagangan kadang tidak sesuai dengan waktu yang dikatakan karena lambat di penandatangan oleh Kepala Dinas dikarenakan kepala dinas biasanya bertugas diluar kota.

Dalam hal ini berarti dinas penyedia layanan harus memiliki suatu ukuran Accountability (Akuntabilitas) dalam melakukan pelayanan sebagaimana yang dikatakan Sinambela, dalam pelayanan harus mempunyai pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan Hasil Penelitian dan pembahasan yang telah diketahui maka kesimpulan penelitian ini adalah :

Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar berdasarkan Responsiveness sadah baik dalam proses pelayanannya, hubungan pemerintah dengan masyarakat dalam pengurusan SIUP sudah sangat memuaskan, namun ada beberapa hambatan yang dikeluhkan beberapa masyarakat seperti sarana dan prasaran kantor belum memadai, dan masih kurangnya sosialisasi dalam pembuatan SIUP disetiap kecamatan sampai ke desa-desa. Berdasarkan Responsibility di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Takalar ukuran dalam pelaksanaan pelayanannya sudah sangat memuaskan dikarenakan pengurusan SIUP itu mempuyai tahapan-tahapan yang harus di ikuti seperti kelengkapan berkas sampai dengan penyelesaian berkas siup itu sendiri.

Sedangkan Akuntability dalam Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Takalar keseluruhan sudah sangat sesuai dengan stakeholder dan norma-norma yang ada , peran kepala dinas sangat penting dalam penyelesaian siup karena harus berkomitmen pada penyelesaian siup dalam waktu 3 hari tapi kadang lambat dikarenakan kepala dinas mempunyai banyak tugas yang harus diselesaikan di luar kota karena dia adalah orang kepercaya an kedua untuk membantu Bupati.

72

73

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Diharapkan agar pemerintah daerah melakukan komunikasi atau kordinasi yang baik, baik itu kepada pemerintah daerah dan juga kepada kantor dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Takalar agar proses pelayanan surat izin usaha perdagangan berjalan baik sesuai dengan keinginan masyarakat agar dapat berjalan baik dan lancar.

2. Diharapkan kepada kantor dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Takalar melakukan sosialisasi terkait pembuatan surat izin usaha perdagangan di setiap kecamatan dan pasar-pasar agar masyarakat tau pentingnya melakukan pengurusan surat izin usaha perdagangan.

3. Diharapkan kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu lebih memperhatikan penyelesaian siup agar masyarakat tidak menunggu lebih dari 3 hari penyelesaian siup itu sendiri.

4. Peran pegawai dalam melakukan pelayanan siup siap berkomitmen kuat dan tinggi karena pegawailah yang akan mempercepat jalannya

penyelesaian SIUP.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Rahardjo. 2011. Manajemen Pelayanan Pemerintahan Daerah.

Yogyakarta.GrahaIlmu

Affifuddin. 2010. Pengantar Administrasi Pembangunan. Bandung. Alfabeta Departemen Pendidikan Nasional.2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta.

Balai Pustaka

Dwiyanto.2008. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik.Yogyakarta.GadjahMada University Press

Effendi, Usman. 2014. Asas Pelayanan. Jakarta. RajagrafindoPersada

Hasibuan. SP, Malayu. 2005. Pelayanan Sumber Daya Manusia. Jakarta. PT.

Moenir, HAS. 2010. Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Manulang, M. 1990. Dasar-dasar Pelayanan. Jakarta. Ghalia Indonesia Moekijat.

2000. Fungsi-Fungsi Pelayanan, Bandung. MandarMaju.

Ranupandojo,heitdjrachman. 1996. Teori dan Konsep Pelayanan (CetakanKedua) Yogyakarta. UPP-AMP YKPN

Ridwan, Juniarso dan Sodik Sudrajat, Achmad. 2009. Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Pelayanan Publik. Bandung: Nuansa.

Ratminto & Atik Septi Winarsih.2007. Manajemen Pelayanan, Yogyakarta : Pustaka Belajar

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung.

Alfabeta

Sule, ErniTisnawati. Saefullah, Kurniawan. 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta.

Kencana Media PerdanaGrup

75

Sinambela, Lukman:2006:Reformasi PelayananPublic.Jakarta:BumiAksara.

Wijayanto, anjar. 2007. Efektifitas Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Malang: Univ.Merdeka.

Lampiran 1. Dokumentasi Kegiatan Penelitian

Gambar 1. Wawancara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar (07 Februari 2019)

70

Gambar 2. Wawancara Kepala Bidang Penyelenggara Pelayanan Perizinan (02 Februari 2019)

Gambar 3. Wawancara

Bapak Kasara dan Ibu Hj. Aisyah. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN No. 16 Sayowang Kabupaten Takalar pada tahun 2007. Pada tahun itu juga peulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 02 Ulaweng dan tamat pada tahun 2010, kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 3 Takalar, mengambil jurusan IPA dan tamat 2013. Penulis melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tepatnya di Universitas Muhammadiyah Makassar mengambil Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik strata 1 (S1) kemudian penulis menyelesaikan kuliah S1 pada tahun 2020, dan berhasil mempertanggung jawabkan hasil karya ilmiah didepan penguji berjudul “Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan” dan mendapatkan gelas S.Sos.

Dokumen terkait