BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2. Sistem Pelayanan Terpadu
Sistem pelayanan ini menyelenggarakan perizinan dan non perizinan, yang pengelolaanya dilakukan terpadu dalam satu tempat. Pelayanan ini pada dasarnya ditujukan untuk menyederhanakan birokrasi penyelenggaraan pelayanan dalam bentuk pemangkasan tahapan dan prosedur lintas instasi maupun dalam instam instansi yangbersangkutan, pemangkasan pembiayaan, pengurangan jumlah persyaratan,pengurangan jumlah paraf dan tanda tangan yang diperlukan, dan pengurangan waktu pemrosesan.
Dengan dilaksankannya sistem ini, maka telah terjadi perubahan paradigmdalam penyelenggaraan pelayanan publik, hal ini dapat dilihat dalampenyelenggaraannya, sebagai berikut:
a. Tujuan hakiki adalah peningkatan kualitas pelayanan b. Reinventing Government.
1. Proses transformasi sektor publik ini didasari prinsip-prinsip:Pemerintah pengatur dan pengendali, bukan pelaksana
2. Pemerintah mendorong iklim kompetisi dalam member pelayanan 3. Sebaiknya lebih beroreintasi pada hasil
4. Melayani masyarakat secara optimal, bukan masyarakt yang melayani birokrasi
35 35
5. Melimpahkan tugasnya kepada partisipasi masyarakat dan kerja tim
6. Berorientasi kepada pasar, mengurangi hambatan birokrasi, dan meningkatkan daya saing.
c. Banishing Bureaucracy (memangkas birokrasi) dengan ditetapkannya lima strategi:
1. Strategi inti, pendekatan pada kejelasan tujuan, peran dan arahan 2. Strategi Konsekuensi, pendekatan pada penilaian kinerja
3. Strategi Pelanggan, pendekatan pada pilihan pelanggan, kompetensi dan kualitas
4. Strategi kekuatan, pendekatan pada pemberdayan, dan partisipasi masyarakat
5. Strategi Kultur, pendekatan pada nilai, kebiasaan, visi dan nurani. Dengan adanya konsep kebijakan pelayanan terpadu atap, konsep ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah sebagai implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkait dengan peningkatan pelayanan, yang terdiridari beberapa aspek antara lain:
3. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar (DPMDPTSP)
Layanan terpadu merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dari hal ini prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan merupakan hal hal yang ingin ditonjolkan dalam pelaksanaannya.Sebagai sebuah lembaga yang bersinggungan langsung dengan masyarakat kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi serta mampu merespons permintaan masyarakat secaracepat, tepat dan akurat
merupakan keniscayaan.Ditinjau dari produk yang disediakan.Menurut Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Pubik, “Pelayanan terpaduadalah pelayananberbagai jenis jasa yang dibutuhkan masyarakat yang diselenggarakan dalam satu tempat pelayanan”.Selanjutnya, pelayanan terpadu ini terbagi atas:
1. Pelayanan terpadu satu atap, yaitu pola pelayanan yang diselenggarakan dalam satu tempat yang meliputi berbagai jenis pelayanan yang tidak mempunyai keterkaitan proses, dan dilayani melalui beberapa pintu;
2. Pelayanan terpadu satu pintu, yaitu pola pelayanan yang diselenggarakan dalam satu tempat yang meliputi berbagai jenis pelayanan yang memiliki keterkaitan proses, dan di layani melalui satu pintu;
3. Gugus Tugas, yaitu yaitu pola pelayanan yang diselenggarakan oleh petugas pelayanan publik secara perorangan atau dalam bentuk gugus tugas, yang ditempatkan pada suatu lembaga dan 29lokasi pelayanan tertentu.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sistem pelayanan terpadu diselenggarakan dengan tujuan:
a. Memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada Masyarakat;
b. Mendekatkan pelayanan kepada Masyarakat;
c. Memperpendek proses pelayanan;
d. Mewujudkan proses pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, pasti,
dan terjangkau
37 37
e. Memberikan akses yang lebih luas kepada Masyarakat untuk memperoleh pelayanan.
Diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 tahun 2006 tentang pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagai penjabaran Inpres No. 3 tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi, merupakan bagian dari upaya mencapai kualitas pelayanan publik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh layanan publik. Penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu merupakan kegiatan penyelenggaraan perizinan dan non perizinan yang proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai ke tahap 30 terbitnya dokumen yang di lakukan pada satu tempat.Secara lebih spesifik lagi,layanan terpadu satu pintu ini adalah sebagai upaya pemerintah untuk:
1. Penyederhanaan Pelayanan, yaitu upaya penyingkatan terhadap waktu, prosedur dan biaya pemberian perizinan.
2. Perbaikan iklim investasi dengan mendorong perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah melalui penyederhanaan pelayanan.
3. Mengupayakan pemberantasan KKN di ruang lingkup pelayanan publik,yang selama ini masih menjadi penghalang untuk perbaikan kualitas pelayanan publik di Negara ini.
Didalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006, Bupati/Walikota wajib melakukan penyederhanaan layanan meliputi:
a. pelayanan atas permohonan perizinan dan non perizinan dilakukan oleh PPTSP
b. Percepatan waktu proses penyelesaian pelayanan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah
c. Kepastian biaya pelayanan tidak melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah
d. Kejelasan prosedur pelayanan dapat ditelusuri dan diketahui setiap tahapan proses pemberian perizinan dan non perizinan sesuai dengan urutan prosedurnya
e. Mengurangi berkas kelengkapan permohonan perizinan yan sama untuk dua atau lebih permohonan perizinan
f. Pembebasan biaya perizinan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ingin memulai usaha baru sesuai dengan peraturan yang berlaku
g. Pemberian hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pelayanan.
D. Kerangka Pikir
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelayanan adalah suatu proses kerja sama, dimana sebagai kumpulan orang-orang yang melakukan serta melaksanakan sebuah kegiatan untuk suatu pencapaian tujuan dimana dalam kegiatan itu mempunyai integritas, dan terdiri dari kerja sama dan pembagian kerja sesuai dalam pembagian kerja. Oleh karena itu pelayanan publik diartikan sebagai setiap kegiatan pemerintah terhadap sejumlah manusia yang memiliki kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipunhasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik. Lebih lanjut Pelayanan publik adalah prinsipnya menjadi tanggung jawab
39 39
dan dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) serta instansi pemerintah serta lingkungan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pelayanan Surat izin usaha perdagangan di Kabupaten Takalar selalu menjadi pusat perhatian di kalangan masyarakat secara umum. karena pada hakekatnya dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dengan tujuan tercapainya kepuasan seluruh masyarakat.
Penelitian ini mengenai Pelayanan Surat Izin Perdagangan (SIUP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar ini untuk mencari tahu bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Penulis memfokuskan tiga fungsi utama dalam pengelolaan, yaitu : Responsiveness, Responsibility, Accountability (Lenvine (Dwiyanto 2008;145)
Berikut ini merupakan Kerangka pikir dari penelitian tentang Manajemen pelayanan surat izin perdagangan (SIUP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Takalar :
E. Fokus Penelitian
Berdasarkan uraian dari bagan kerangka pikir di atas, maka fokus dalam penelitian ini mengenai pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan efektifitas Pelayanan Surat Izin Perdagangan (SIUP) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar.
41 41
A. Deskripsi Fokus Penelitian
1. Pelayanan surat izin usaha perdagangan merupakan surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha di bidang perdagangan dan jasa. SIUP diberikan kepada para pengusaha baik perorangan, Firma, CV, PT, Koperasi, BUMN, dan sebagainya.
2. Responsiveness (Daya Tanggap) adalah daya tanggap penyedia layanan terhadap harapan, keinginan, aspirasi, maupun tuntutan pengguna layanan yang akan diberikan ketika ingin melakukan pengurusan surat izin usaha perdagangan (SIUP) pada dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Takalar.
3. Responsibility (Responsibilitas) adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa jauh proses pemberian pelayanan publik itu dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip atau ketentuan administrasi dan organisasi yang benar dan telah ditetapkan pada dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Takalar.
4. Accountability (Akuntabilitas) adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar proses penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan kepentingan stakeholder dan norma-norma yang berkembang dalam masyarakat.
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Bedasarkan judul penelitian “Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar ”Penelitian ini dilaksanakan mulai 23-01- 2019 sampai dengan 23-03-2019 Adapun menjadi lokasi penelitian adalah Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) KabupatenTakalar”.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Adapun jenis dan tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1) Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data.
Bahwa metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa fakta-fakta tertulis lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
2) Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi yaitu menekankan pada subyektivitas pengalaman hidup manusia.
42
43 43
C. Sumber Data
Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya,data dibedakan menjadi dua,yaitu data primer dan data sekunder.
1) Data Primer adalah data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.
2) Data Sekunder yaitu data yang diperoleh untuk mendukung data primer yang sumbernya dari data-data yang sudah diperoleh sebelumnya menjadi seperangkat informasi dalam bentuk dokumen, laporan-laporan, dan informasi tertulis lainnya yang berkaitan dengan peneliti. Pada penelitian data sekunder yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data-data yang diperoleh melalui buku-buku ilmiah, tulisan (jurnal), karangan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian.
b. Dokumentasi yaitu dengan menggunakan catatan-catatan yang ada dilokasi serta sumber-sumber yang relevan dengan objek penelitian.
D. Informan Penelitian
Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada asas subyek yang menguasai permasalahan, memiliki data, dan akurat. informan ditentukan dengan teknik snowball sampling , yakni proses penentuan informan berdasarkan informan atau sampel sebelumnya tanpa
menentukan jumlahnya secara pasti dengan menggali informasi terkait topik penelitian yang diperlukan. Pencarian informan akan dihentikan setelah informasi penelitian
dianggap sudah memadai dan bersedia memberikan informasi lengkap dan akurat
Tabel 2.1 Informan Penelitian
No Nama Informan Inisial Pekerjaan Keterangan 1 Budiar Rosal Saleh,
Menyusun instrumen adalah pekerjaan yang paling penting dalam langkah penelitian. Akan tetapi mengumpulkan data jauh lebih penting lagi untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan kegunaannya. Metode atau cara pengumpulan data yang penyusun gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara.
45 45
1. Observasi
adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala subyek yang diselidiki.
Fungsi observasi ini untuk menyaring dan melengkapi data yang mungkin tidak diperoleh melalui interview atau wawancara. Dalam penelitian ini observasi dilakukan ketika diperlukan pengecekan langsung terhadap Manajemen Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar
2. Dokumentasi
Berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Jadi dokumentasi adalah suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumen yang ada pada benda-benda tertulis, buku-buku, yang berkaitan dengan objek penelitian. Tujuan digunakan metode ini untuk memperoleh data secara jelas dan konkret tentangManajemen Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMDPTSP) di Kabupaten Takalar.
3. Wawancara
Proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara peneliti dengan menggunakan alat yang dinamakan interviewguide (panduan wawancara).
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam mengelola data adalah dengan cara menggunakan teknik analisis data hasil observasi dan wawancara.
Setelah data dikumpulkan, maka selanjutnya dilakukan analisis data dengan menyususn dan memilih sampel dengan menggunakan model analisainteraktif(interactive model of analysis).Artinya dengan memilih narasumber yang benar-benar mengetahui kondisi internal dan eksternal di daerah yang terkait, sehingga mereka dapat memberikan informasi mengenai proses ManajemenPelayananSuratIzin Usaha Perdagangan (SIUP) di KabupatenTakalar.
G. Keabsahan Data
Untuk mengabsahkan data diperlukan teknik pemeriksaan dan reduksi data. Teknik keabsahan data berdasarkan empat kriteria yaitu kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Untuk menetapkan keabsahan data dalam penelitian di lapangan perlu data sebagai berikut :
1. Keikutsertaan peneliti di lapangan. Peneliti secara langsung ikut serta dalam proses penelitian di lapangan agar mendapatkan data yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji dari respoden sebagai bentuk kepercayaan kepada subjek bahwasannya data yang diteliti itu valid.
2. Triangulasi data merupakan teknik untuk memeriksa keabsahan data dengan menggunakan orang lain (pakar, ahli, dan kompeten) dalam melakukan
47 47
pengecekan untuk perbandingan terhadap data. Triangulasi data yang digunakan ialah:
a. Triangulasi data dengan sumber data yaitu membandingkan data mengecek data dengan baik tingkat kepercayaan dan akurasi data yang diperoleh dari alat dan waktu yang berbeda.
b. Triangulasi data dengan pakar/ahli/kompeten untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data agar tidak terjadi bias dalam proses pengumpulan data. Dalam hal ini peneliti menggunakan cara sebagai berikut:
1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil data wawancara yang telah dilakukan.
2) Membandingkan pernyataan secara umum dan secara pribadi.
3) Membandingkan pernyataan responden dalam proses penelitian dan sepanjang waktu.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Umum Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar
1. Tugas Pokok dan Fungsi
Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2008 tentang organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Takalar dan untuk efesiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kabupaten Takalar khususnya pada kantor Pelayanan Perizinan terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Kabupaten Takalar, maka perlu ditetapkan Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar.
a. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam menentukan kebijakan menyelenggarakan urusan Pemerintah Daerah di Bidang Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.
b. Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi penyusunan program, pelaporan, umum, kepegawaia n, dan keuangan dalam lingkungan Dinas.
48
49 49
c. Sub bagian perencanaan dan keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan program, kegiatan, anggaran, penyajian data dan informasi, serta penyusunan laporan.
d. Sub bagian Umum dan Kepegawaian, dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan urusan ketatausahaan, administrasi pengadaan pemeliharaan dan penghapusan barang, urusan rumah tangga serta mengelola administrasi kepegawaian.
e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, Promosi Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dalam mengkordinasikan, merumuskan, dan melaksanakan perencanaan pengembangan promosi penanaman modal untuk meningkatkan jumlah dan realisasi investasi penanaman modal daerah.
f. Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dipimpin oleh Kepala Bidang mempunyai tugas poko Kapala Dinas merencanakan dan melaksanakan teknis operasional pelayana/pengolahan administrasi perizinan dan non perizinan, pengaduan, layanan informasi dan pelaporan layanan sehingga tercipta pelayanan yang efektif, efisien, dan transparan serta akuntabel.
g. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok membantu Kepala
Dinas merencanakan dan melaksanakan perumusan kebijakan operasional teknis pemantauan, pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penanaman modal serta penggunaan fasilitas dan penilaian laporan kegiatan penanaman modal.
2. Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar :
a. Kepala Dinas b. Sekretariat
c. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan d. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
e. Bidang Perencanaan, Pengembangan, Promosi Penanaman Modal f. Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan
g. Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Inilah gambaran umum struktur Organisasi yang ada pada kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar, sesuai dengan profil kantor dinas yang sudah disahkan oleh Bupati Takalar.
51 51
STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KAB. TAKALAR
KEPALA DINAS
Gambar 1.2 Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Takalar
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar berdasarkan struktur organisasi jumlah pegawai yang ada sebanyak 31 orang Pegawai Negeri Sipil. Tingkat pendidikan dan pangkat/golongan Pegawai Negeri Sipil di lingkup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.2 Tingkat Pendidikan PNS Dinas penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Takalar
No Tingkat Pendidikan Jumlah Pegawai
1 Strata Tiga (S3) -
2 Strata Dua (S2) 9 orang
3 Strata Satu (S1) 18 orang
4 Sarjana Muda (D3) 1 orang
5 SLTA 3 orang
6 SLTP -
7 SD -
Jumlah 31 orang
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa berdasarkan tingkat pendidikan, Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar sebagian besar berpendidikan sarjana dan paling sedikit berpendidikan
SLTA dan Sarjana Muda.
53 53
Tabel 2.3 Pangkat / Golongan PNS Dinas penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Takalar
No Pangkat/Golongan Jumlah Pegawai (orang)
1 Golongan IV 6 orang
2 Golongan III 22 orang
3 Golongan II 3 orang
4 Golongan I -
Jumlah 31
Ditinjau dari segi golongan, Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar sebagian besar berada pada Golongan 3.
3. Mandat dan Peran Strategis
Mandat Yang di berikan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar, dalam bentuk regulasi/kebijakan sebagai berikut:
a. Surat Keputusan Bupati tentang Pembentukan Satgas Percepatan Berusaha Kabupaten Takala, sesuai dengan mandat peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017.
b. Peraturan Bupati Takalar Nomor 58 Tahun 2018 Tentang Penyederhanaan Perizinan.
c. Peraturan Bupati Takalar Nomor 59 Tahun 2018 tentang pelimpahan kewenangan perizinan.
d. Mou/Kesepakatan bersama antara Direktorat Jenderal Pajak kantor wilayah direktorat jenderal pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, Kantor Pajak Pratama Bantaeng dengan Pemerintah Kabupaten tentang kemudahan dan percepatan dalam pelayanan perizinan berusaha terintegrasi yang terkait dalam sector perpajakan, yang merupakan rekomendasi dari hasil evaluasi komisi pemberantasan korupsi.
Peran strategis dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kabupaten Takalar terkait Visi dan Misi serta program prioritas pemerintah Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022, yaitu terdapat (dua) point penting yang merupakan capaian dan target evaluasi DPM PTSP kab.
Takalar yaitu:
a. Perbaikan Iklim Investasi yang kondusif di Kabupaten Takalar
b. Capaian 10.000 ribu tenaga kerja lokal depan kemana instansi pemerintah harus dibawah agar eksis, antisipatif dan inovatif
Perumusan Visi organisasi diharapkan agar setiap anggota dalam organisasi tersebut memahami arah dan tujuan organisasi yang ingin dicapai bersama. Disamping itu pernyataan visi dapat menciptakan kesadran kolektif di antara seluruh anggota organisasi tentang pentingnya pencapaian kondisi ideal yang di inginkan dan dirumuskan secara umum. Dalam mengantisipasi
55 55
tantangan kedepan menuju kondisi yang di inginkan organisasi sesuai dengan tuntutan paradigma baru pembangunan.
4. Pernyataan Visi dan Misi
Untuk mewujudkan Visi tersebut maka Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar mempunyai Misi meningkatkan Pelayanan yang Memuaskan Bagi Pelanggan/Masyarakat sebagai Implementasi Otonomi Daerah dengan langkah sebagai berikut :
a. Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Aparatur Sumber Daya Manusia di Bidang penyelenggaraan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan.
b. Melaksanakan Pengembangan dan Penerapan Teknologi.
c. Meningkatkan citra aparatur pemerintah dengan memberikan perizinan yang mudah, cepat, aman transparan, nyaman, ramah dan pasti.
d. Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang Penanaman Modal, pengendalian, perizinan dan non perizinan.
5. Tujuan Strategis
Tujuan adalah suatu kondisi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Dalam merumuskan tujuan dan sasaran Renstra Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Kabupaten Takalar Tahun 2017-2022 secara mendalam sehingga tersusun tujuan yang singkron dengan misi tersebut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar melaksanakan penjabaran misi ke-3 yaitu “ Mendorong Terciptanya iklim invstasi yang sehat, Berkualitas dan Berkelanjutan”.
Untuk mewujudkan misi ke-3 tersebut di atas, maka tujuan yang akan dicapai dalam waktu 5 tahu, sebagai berikut :
a. Mewujudkan iklim investasi yang berdaya saing, berkualitas dan berkelanjutan.
b. Meningkatkan kwalitas Pelayanan perizinan dan non perizinan dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu yang baik, efektif, yang berdampak pada pelayanan yang bersih jauh dari korupsi.
B. Hasil Penelitian Pelayanan Surat Izin Usaha Perdagangan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Takalar
1. Responsiveness (Daya Tanggap)
Yakni bentuk ketanggapan dan kepekaan serta kemampuan dari pemerintah dalam menyelenggaran pelayanan. Termasuk dalam pemberian pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, sedangakan kemampuan dilihat melalui keberhasialan pemerintah dalam membuat regulasi penyelenggaraan Pelayanan.
Pengertian Responsiveness (Daya Tanggap), yang dimaksud dengan konsep dalam penelitian ini adalah :
Aturan dan prinsi yang dilakukan penyedia layanan terhadap harapan
Aturan dan prinsi yang dilakukan penyedia layanan terhadap harapan