• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KEMISKINAN DAN POLA ASUH ANAK DI DESA

C. Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan di Desa

4 Bapak AM dan Ibu AW

Anak JL 38 Tahun SD Anak YT 23 Tahun SMA Anak IS 19 Tahun SD 5 Bapak UM dan

Ibu KR Anak FW

23 Tahun SMA Anak FK 12 Tahun SD 6 Bapak IN dan

Ibu FM

Anak ST 29 SMP

Anak HL 19 SD

Anak RD 13 SD

3. Tabel Tokoh Agama/Masyarakat

No Nama Informan

Pendidikan Pekerjaan Keterangan

1 Hamdan Agani S1 Guru Tokoh Agama

2 Samsuddin S1 Guru Tokoh Agama

3 Ris hartani S1 Guru Tokoh Agama

4 Lalu Darmawan SD Buruh Tokoh Masyarakat

5 Apriadi SMA Guru Ngaji Tokoh Masyarakat

C. Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan di Desa Lamunga

yang akan dilakoni tapi juga kepada cara berpikir dan mengelolah pendapatan keluarga. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Bapak AE sebagai berikut:

Kami tidak sekolah. Hanya mengerti baca tulis saja sudah bersyukur. Pekerjaan yang bisa kami lakukan hanya sebagai buruh. Karena tidak mungkinlah nak kami bisa jadi guru atau kantor sementara SD saja kami tidak tamat.52

Pengaruh pendidikan akan dirasakan ketika seseorang memiliki kesulitan mengakses pekerjaan yang tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sementara kebutuhan menuntut untuk mendapatkan penghasilan yang lebih. Ibu CM menyampaikan bahwa dirinya merasa bahwa pendidikan tidak memiliki banyak peran yang berarti untuk kehidupannya dulu. Ia bahkan tidak menyadari bahwa pendidikan akan bisa merubah status sosial dan kehidupannya.

Saya tidak ngerti juga kenapa harus sekolah tinggi- tinggi dulu, apalagi kita orang kampung mana ngerti dengan pendidikan seperti sekarang ini, Dulu yang penting bisa masak dan bisa kerjakan pekerjaan rumah sudah siap menikah53

Ketidakmampuan memahami arti dari sesuatu yang dijalani oleh seseorang akan mengakibatkan kemalasan dan keengganan melakukan sesuatu yang lebih dari kapasitas

52 Wawancara Bapak AE, tanggal 3 Oktober 2022.

53 Wawancara Ibu CM, tanggal 3 Oktober 2022

yang dimilikinya.

Pendidikan dianggap tidak terlalu penting untuk orang tua kita dahulu, hanya sebagian dari orang tua dan tetua kita yang menganggap bahwa pendidikan itu penting untuk dilakukan. Soal melanjutkan sekolah atau tidak tidak terlalu dianggap sebagai hal yang akan mempengaruhi kehidupan dan masa depan.54

Kehidupan dahulu denga hari ini jelas jauh berbeda dari sebelumnya. Banyak yang telah berubah seiring dengan perkembangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pekerjaan yang dianggap tidak memiliki penghasilan menjadi sumber penghasilan utama hari ini. Sehingga pendidikan menjadi kunci untuk dapat menggapai pekerjaan tersebut.

Namanya orang kampung ya, kita tidak memiliki pemikiran jauh kedepan seperti orang kota. Terlebih tempat tinggal kita di desa ya seperti ini. sulit juga untuk kita mengakses apapun yang ingin kita kerjakan.55

2. Lapangan Pekerjaan

Desa Lamunga merupakan pemekaran dari Desa Batu Putih tahun 2022 yang saat ini telah menjadi desa sendiri dan masih terbilang baru. Dalam praktiknya desa pemekaran memiliki beberapa tantangan salah satunya adalah tantangan tersedianya lapangan pekerjaan.

Kami hanya bisa bekerja sebagai buruh aja. Mau

54 Wawancara Tokoh Agama, Bapak Samsuddin, Tanggal 6 Oktober 2022.

55 Wawancara ria hartani, tanggal 10 Oktober 2022.

bagaimana lagi, hanya ini yang bisa kami kerjakan disini. Apalagi tidak memiliki tanah sendiri ya mau tidak mau kami menjadi buruh tani saja di ladang orang.56

Lapangan pekerjaan merupakan sebauh sumber yang dapat memberikan penghasilan utama untuk para pekerja. Namun, sangat di sayangkan pada hari ini, lapangan pekerjaan merupakan hal yang langka untuk dapat dicapai. Terlebih , kapasitas yang dimiliki oleh masyarakat pedesaan yang notabenenya masih sangat jauh tertinggal dibanding dengan perkotaan.

Seperti yang dapat dilihat ya, namanya desa ya seperti ini. Kita mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan selama itu halal dan tidak merugikan orang lain. Tapi, pemasukan ya segini-gini aja. Cukup untuk makan saja.

Itu saja sering kekurangan.57

ketersediaan lapangan kerja harus sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh masyarakat yang akan menjalankan pekerjaan tersebut.

Masyarakat kita juga pastinya sudah paham ya. Tidak ada juga yang protes selama ini. Tapi, memang standa kehidupannya ya begini-begini saja. Paling pemasukan dari tambang liar yang sekarang jadi penghasilan utamanya. Kalau tidak ada musim panen atau musim tanam ya dia dirumah. 58

3. Pernikahan Usia Dini

Pernikahan usia dini merupakan pernikahan yang

56 Wawancara Ibu AH, Tanggal 3 oktober 2022.

57 Wawancara Bapak SR, tanggal 10 Oktober 2022.

58 Wawancara Bapak Apriadi, tanggal 9 Oktober 2022.

dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang belum mencapai umur 19 tahun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Pernikahan usia dini merupakan sebuah masalah yang masih mencari alternatif solusinya hingga hari ini. Meskipun Nusa Tenggara Barat telah memiliki PERDA tentang pembatasa usia pernikahan Anak yaitu PERDA Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Pernikahan dini berpotensi memberikan peningkatan angka kemiskinan di masyarakat disebabkan ketidakmampuan dalam mengelolah perekonomian dalam keluarga. Berdasarkan wawancara yang dilakukan terdapat 67 pernikahan usia anak yang terjadi dalam rentan waktu 2020-2023 di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang59. Hal ini sejalan dengan wawancara yang dilakukan dengan tokoh masyarakat dibawah ini:

Anak-anak kita yang menikah atas dasar cinta yang sebenarnnya umurnya itu masih belia. Waktu yang seharusnya digunakan bermain malah asik pacar- pacaran hingga kebabalasan. Mau tidak mau kita harus menikahkan mereka. Setelah menikah seharusnya tanggung jawabnya ditanggung oleh suami. Tapi yang terjadi istrinya pergi keluar negeri

59 Wawancara bapak Syamsudin, tanggal 1 February 2023.

untuk membiayai kehidupan rumah tangga.

akhirnya apa? anak dititip kepada nenek kakeknya.60

Fenomena seperti ini lumrah terjadi pada masyarakat di Desa Lamunga kecamatan Taliwang. Pernikahan usia anak yang karakteristik anak masih ingin bermain dan belum siap secara ekonomi, biologis dan psikis menjadikan kemiskinan semakin langgeng.

Gimana mau kerja nyari nafkah buat anak isrti, sekolah aja belum selesai. Malah menambah beban untuk ayah dan ibunya. mau ada atau tidak ada aturannya, kalau tidak ada kesadaran dari anak-anak yang menikah usia dini ini ya percuma juga. 61

4. Manajemen Ekonomi Keluarga

Kehidupan mapan dan tercukupi adalah keinginan hampir semua orang. Namun keinginan ini belum dapat tercapai disebabkan oleh berbagai hal, seperti: tidak ada uang tersisa setiap bulan, banyaknya pengeluaran dadakan, dsb.

Pengeluaran yang besar dan tidak terkontrol serta tidak diimbangi dengan pendapatan membuat sebuah keluarga mengalami kesulitan ekonomi terutama bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah dan tidak menentu. Salah satu solusi untuk mengelola pendapatan dan pengeluaran keluarga

60 Wawancara Bapak Lalu Darmawan, Tanggal 2 Oktober 2022.

61 Wawancara bapak Hamdan Agani, tanggal 6 Oktober 2022.

adalah menerapkan manajemen ekonomi keluarga. Melalui manajemen ekonomi keluarga, sebuah keluarga belajar untuk dapat mengetahui seberapa banyak pendapatan yang diperoleh setiap bulan dan berapa yang harus dan wajib dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan utama keluarga. Selain itu, manajemen ekonomi keluarga dapat membantu sebuah keluarga untuk mencari jalan keluar dalam memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidup keluarga.62

Manajemen ekonomi keluarga atau lebih dikenal dengan manajemen keuangan keluarga didefinisikan sebagai seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluargan melalui rang lain untuk mencapai tujuan yang efisien, efektif dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera dan sakinah.63

Kebiasaan yan masih terjadi di Desa Lamunga hingga saat ini adalah ketidakmampuan pengelolaan ekonomi dalam keluarga. Biasanya, masyarakat ketika dalam keadaan ekonomi yang tinggi akan menggunakan uang tersebut untuk

62 Endah Widati, Jurnal SOSIO-E-KONS, Vol. 8 No. 3, Desember 2016, hal. 210- 218 Manajemen ekonomi sebagai penataan kehidupan keluarga yang lebih baik, file:///C:/Users/ACER/Downloads/1166-3187-1-PB.pdf , Di akses Pada Tanggal 13 Desember 2022, Pukul 14.49 WITA.

63 ibid.

berbelanja berlebihan seperti ke pusat Kota. Hal ini sebenarnya sah-sah saja untuk kepentingan penunjuangan kehidupan masyarakat. Tapi, jika tidak diperhitungkan dengan baik akan mengakibatkan masyarakat bangkrut dalam sehari.

Ketidakmampuan dalam mengelolah keuangan tidak hanya terjadi di Desa tapi juga masyarakat perkotaan. Sehingga diperlukan menajemen perekonomian dalam kelurga melalui komunikasi yang dilakukan dua arah dalam keluarga.64

5. Kebiasaan Hutang-Menghutang

Hutang atau bisa dikatakan sebagai utang merupakan uang tunai dan non tunai atau barang yang dipinjam oleh seseorang dari orang lain. Sedangkan piutang adalah uang jenis tunai maupun non tunai atau barang yang dipinjamkan oleh seseorang atau tagihan uang dari seseorang pada orang lain yang meminjam. Secara garis besar, keduanya memang memiliki arti yang mirip yakni uang pinjaman. Namun, memiliki perbedaan dalam sudut pandang.Hutang dilihat dari sudut pandang orang yang meminjam uang. Selain itu, hutang juga diawali oleh si punya hutang atau orang yang meminjam uang. Sehingga hutang memiliki arti uang yang dipinjam oleh

64 Observasi yang dilakukan selama 1 bulan di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang.

seseorang.65

Kebiasaan berhutang penulis lihat dalam praktik kehidupan masyarakat. disamping karena tidak ada pemasukan tambahan, biasanya gaya hidup yang terlalu tinggi menjadikan kebiasaan ini langgeng hingga hari ini.66 Seperti keterangan yang diberikan oleh Ibu E sebagai berikut:

Bukannya mau hutang banyak-banyak. Tapi tuntutan kami harus berhutang. Yang penting suami setuju karena memang tidak ada yang dapat kami kasi makan anak suami kalau tidak hutang. Nanti kalau ada uang, uang itu akan digunakan buat bayar.67

Mirisnya, masyarakat melakukan pola gali-lobang-tutup- lobang. Hal ini dilakukan karena masyarakat tidak memiliki pilihan lain untuk dapat menghidupi keluarganya. Sangat disayangkan, hutang tersebut tidak dapat terputus karena akan selalu bertambah seiring berjalannya waktu.68

D. Pola Asuh orang Tua di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang

Dokumen terkait