BAB II KEMISKINAN DAN POLA ASUH ANAK DI DESA
B. Kemiskinan di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).
Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapital perbulan dibawah garis kemiskinan.45
Perbaikan tingkat kemiskinan pada Maret 2022 terjadi secara merata baik di seluruh pulau di Indonesia maupun di tingkat pedesaan dan perkotaan. Secara spasial, tingkat kemiskinan di
45 Badan Pusat Statistik, Https://Ppukab.Bps.Go.Id/Subject/23/Kemiskinan.Html, Di Akses Tanggal 12 Desember 2022, Pukul 14.39 WITA.
perkotaan menurun menjadi sebesar 7,50% (September 2021:
7,60%; Maret 2021: 7,89%). Sementara itu, angka penduduk miskin di perdesaan mengalami penurunan menjadi 12,29%
(September 2021: 12,53%; Maret 2021: 13,10%). Sektor pertanian yang menyerap lebih banyak pekerja serta produksi padi yang lebih tinggi pada awal tahun 2022 dibandingkan pada 2021 turut menopang perbaikan kondisi pendapatan di perdesaan.46 Hal ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang Nusa Tenggara Barat Indonesia.
Desa Lamunga merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Desa Lamunga merupakan pemekaran dari Desa Batu Putih yang di usulkan pada tanggal 27 Desember 2017 yang di definisikan pada tanggal 9 November 2022 lalu. Desa Lamunga dapat dikategorikan sebagai desa yang baru mekar sehingga memiliki berbagai problematika yang belum diberikan regulasi yang jelas untuk mendapatkan penyelesaian. Salah satu permasalahan yang terjadi di desa Lamunga yaitu angka kemiskinan yang belum dapat diatasi.
Terdapat 155 Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH).
46 Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan Indonesia, Https://Fiskal.Kemenkeu.Go.Id/Publikasi/Siaran-Pers-Detil/408 , Di Akses Tanggal 12 Desember 2022, Pukul 14.43 WITA.
PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga yang ditetapkan sebagai penerima PKH.47
Berdasarkan data di atas membuktikan bahwa tingkat kemiskinan di Desa Lamunga dapat dikatakan tinggi. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa indikator-indikator antara lain sebagai berikut:
1. Banyak anak-Anak putus sekolah
Hak anak adalah segala sesuatu yang haus di dapatkan oleh anak dari sejak lahir. Hak ini dilindungi oleh Undang- Undang baik UUD 1945 dan Undang-Undang Perlindungan Anak yaitu UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Salah satu hak anak yaitu memperoleh akses pendidikan. Namun, tidak semua anak memperoleh akses ini dalam kehidupan terlebih dengan keterbatasan biaya yang dimiliki oleh orang tua menjadikan anak tidak dapat berkembang dan mengembangkan dirinya. Hal inilah yang terjadi di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang. Keterbatasan biaya menajdikan anak tidak dapat melanjutkan sekolah bahkan dipaksa untuk putus sekolah oleh orang tua.
Sebernanya bukan karena tidak mau sekolah dek, tapi
47 Wawancara Syamsuddin, Tanggal 1 Februari 2023.
orang tuanya tidak mampu. Mau tidak mau anak-anak ini putus sekolah bahkan merantau keluar negeri atau menikah.
Ini sudah biasa terjadi di desa kita, namanya juga tidak mampu ya.48
Permasalah ekonomi bukan hal tabuh yang takut di umbar-umbarkan di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang.
Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan sekolah anak bahkan dijadikan alasan untuk berhutang oleh para orang tua di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang.
Kasian sama orang tua kalau dipaksa lanjut sekolah sementara kami tidak mampu. Lebih baik ya begini saja, bantu-bantu kerja di sawah atau bekerja di ladang orang.49 2. Tidak memiliki penghasilan pasif
Di tengah kemajuan ilmu pengatahuan dan teknologi, semakin banyak tuntutan ekonomi yang memaksa untuk bekerja ekstra. Tapi seharusnya, bukan hanya bekerja keras yang seperti dilakukan oleh kita pada hari ini, tapi juga memerlukan kecerdasan. Salah satunya adalah dengan berinvestasi dalam bentuk properti, emas, surat berharga dan lainnya. Tapi, masyarakat Desa Lamunga tidak memiliki akses bahkan pengetahuan mengenai penghasilan pasif seperti investasi seperti dimaksudkan sebelumnya.
48 Wawancara Hamda A Gani, Tokoh Masyarakat, Tanggal 6 Oktober 2022.
49 Wawancara Anak H, Tanggal 3 Oktober 2022
Mana ngerti kita masyarakat kampung tentang yang mahasiswa bicarakan. Kita tidak paham terkait surat berharga itu, paling kalau kami beli ya beli tanah terus kalau kepepet jual kembali. Seperti itu ya, namanya di Desa ya dek50
Pola pikir masyarakat yang belum berkembang menjadikan pengelolaan Desa juga kurang maju. Untuk merubah Desa Lamunga menjadi lebih maju diperlukan keterlibatan segala pihak yaitu masyarakat sebagai SDM, pengelolaan SDA dan IPTEK. Desa Lamunga belum bisa mengeimbangi ketiga hal tersebut yang menjadikannya semakin tertinggal.
3. Tidak mampu mengelolah Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia dengan baik
Untuk dapat menyatakan sebuah daerah atau negara maju dapat dilihat dari tiga aspek yaitu Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia dengan baik dan IPTEK. Apabila sebuah daerah dapat mengelolah ketiga hal ini dengan baik dan optimal maka dapat dikatakan daerah tersebut maju. Ada beberapa factor yang menyebabkan pengelolaan SDA, SDM, dan IPTEK kurang maksimal yaitu pendidikan, kemauan/
kesadaran masyarakat, tidak adanya regulasi atau aturan yang mengatur tentang pengelolaan juga tidak memperbaiki sistem
50 Wawancara Samsuddin, Tokoh Masyarakat, Tanggal 6 Oktober 2022
perekonomian daerah tersebut. Hal ini kadang tidak dilirik bahkan terkesan di acuhkan. Padahal ketiga hal inilah yang menjadi sumber masalah di Desa Lamunga. SDM berbicara tentang masyarakat yang tinggal di Desa Lamunga yang kurang paham mengelolah SDA yang ada di Desa Lamunga yang bisa saja ini disebabkan ketidakmampuan masyarakat dalam memanfaatkan kemajuan IPTEK.51
4. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan dalam kemampuan suatu perekonomian dalam memproduksi barang dan jasa. Pertumbuhan ekonomi tentunya bergantung pada pertumbuhan penduduk yang berkualitas. Pertumbuhan penduduk di Desa Lamunga sangat tinggi dengan pertumbuhan ekonomi yang masih rendah.
Di bawah ini penulis memaparkan profil informan yang sesuai dengan data yang dibutuhkan.
51 observasi penelitian bulan september-oktober 2022 di Desa Lamunga Kecamatan Taliwang.
1. Orang Tua
Tabel 1. 3 Profil Informan
No Nama Pasangan Pekerjaan
Suami Ister
i
1 Bapak AH Ibu SR Buruh Tani/kebun
2 Bapak AE Ibu CM Buruh Tani/kebun
3 Bapak MM Ibu EC Buruh Tani/kebun
4 Bapak AM Ibu AW Petani
5 Bapak UM Ibu KR Buruh Tani/kebun
6 Bapak IM Ibu FM Buruh Tani/kebun
2. Tabel Anak
No Nama
Pasangan
Nama Anak
Usia Pendidikan 1
Bapak AH dan Ibu SR
Anak JP 40 Tahun Tidak Sekolah Anak JY 28 Tahun SD
Anak MU 26 Tahun Tidak Tamat SD
Anak 17 Tahun SMA
2
Bapak AE dan Ibu CM
Anak AD 38 Tahun SMP Anak SR 36 Tahun SMP Anak HW 22 Tahun SMP Anak AR 19 Tahun SMP 3
Bapak MM dan Ibu EC
Anak SM 34 Tahun Tidak tamat SMP
Anak MM 27 Tahun SD
Anak RL 17 Tahun Tidak sekolah Anak TK 12 Tahun SD
Anak ST 10 Tahun SD Anak SH 7 Tahun PIAUD
4 Bapak AM dan Ibu AW
Anak JL 38 Tahun SD Anak YT 23 Tahun SMA Anak IS 19 Tahun SD 5 Bapak UM dan
Ibu KR Anak FW
23 Tahun SMA Anak FK 12 Tahun SD 6 Bapak IN dan
Ibu FM
Anak ST 29 SMP
Anak HL 19 SD
Anak RD 13 SD
3. Tabel Tokoh Agama/Masyarakat
No Nama Informan
Pendidikan Pekerjaan Keterangan
1 Hamdan Agani S1 Guru Tokoh Agama
2 Samsuddin S1 Guru Tokoh Agama
3 Ris hartani S1 Guru Tokoh Agama
4 Lalu Darmawan SD Buruh Tokoh Masyarakat
5 Apriadi SMA Guru Ngaji Tokoh Masyarakat
C. Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan di Desa Lamunga