• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor Suami-istri Melakukan ‘Azl

LANDASAN TEORI

B. Tinjauan Pustaka

4. Faktor-faktor Suami-istri Melakukan ‘Azl

Adapun faktor-faktornya sebagai berikut:

Pertama, khawatir terhadap nyawa atau kesehatan si ibu jika hamil atau

melahirkan anak yang disertai keterangan dan pemeriksaan oleh dokter yang dapat dipercaya. Karena Allah swt berfirman dalam al-Qur‟an surah al-Baqarah/2: 195

ِ َّاللَّ ِمِٛجَع ِٙف إُمِفََْأ َٔ

ُّت ِذُٚ َ َّاللَّ ٌَِّئ إُُِغْدَأ َٔ ِخَكُهَّْٓزنا َٗنِئ ْىُكِٚذَْٚأِث إُمْهُر َلَ َٔ

ٍَُِِٛغْذًُْنا

Terjemahnya:

“Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri. Dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.44

Dalam ayat lain Allah swt berfirman dalam al-Qur‟an surah an-Nisa/4: 29

ٍضا َشَر ٍَْع ًح َسبَجِر ٌَُٕكَر ٌَْأ َّلَِئ ِمِغبَجْنبِث ْىُكََُْٛث ْىُكَنا َْٕيَأ إُهُكْأَر َلَ إَُُيآ ٍَِٚزَّنا بََُّٓٚأبَٚ

إُهُزْمَر َلَ َٔ ْىُكُِْي

بًًٛ ِد َس ْىُكِث ٌَبَك َ َّاللَّ ٌَِّئ ْىُكَغُفََْأ

Terjemahnya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. Dan janganlah

kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.”45

Kedua, khawatir akan terjadinya bahaya pada urusan dunia yang bisa

mempersulit beribadah dan dalam menyelesaikan studi atau pendidikan (menuntut ilmu), sehingga mengakibatkan terbengkalainya urusan tersebut karena tersibukkan dalam pemenuhan kebutuhan anak-anaknya. Sementara Allah swt menginginkan kemudahan kepada hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman Allah di dalam al-Qur‟an surah al-Baqarah/2: 185:

َشْغُعْنا ُىُكِث ُذٚ ِشُٚ َلَ َٔ َشْغُْٛنا ُىُكِث ُ َّاللَّ ُذٚ ِشُٚ

Terjemahnya:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”.46

Ketiga, keharusan melakukan „azl karena khawatir dengan keadaan

perempuan pada saat menyusui jika hamil dan melahirkan kembali. Rasulullah saw menamakan bersetubuh saat perempuan masih dalam keadaan menyusui dengan ghilah, karena kehamilan itu dapat merusak air susu dan melemahkan kondisi anak. Dinamakannya ghilah atau ghalil, karena merupakan suatu bentuk kriminalitas yang sangat rahasia terhadap anak yang sedang menyusui. Oleh karenanya, perbuatan ini dapat diserupakan dengan pembunuhan tersembunyi.

Rasulullah saw senantiasa berusaha menginginkan kebaikan kepada umatnya dengan memerintahkan kepada mereka agar berbuat apa yang kiranya

45

Kementerian Agama RI.2015.Al-Qur’an dan terjemahnya.Depok:Adhwaul Bayan.h 83

mendatangkan maslahat dan melarang dari apa yang kiranya akan memunculkan bahaya. Diantara Rasulullah saw bersabda:

ٍُْث ُح َٔ ْشُع َِٙ َشَجْخَأ َلبَل َََُّّأ ٍمَف ََْٕ ٍِْث ًٍَِْد َّشنا ِذْجَع ٍِْث ِذًََّذُي ٍَْع كِنبَي ٍَْع َُِٙصَّذَدٔ

ِّوُأ َخَِِّئبَع ٍَْع ِشَْٛث ُّضنا

بََََّٓأ بَْٓر َشَجْخَأ بََََّٓأ ِخَِّٚذَعَ ْلِا ٍتْْ َٔ ِذُِْث َخَياَذُج ٍَْع ٍَُِِٛي ْإًُْنا

َّٗزَد ِخَهِٛغْنا ٍَْع َََْٗٓأ ٌَْأ ُذًًََْْ ْذَمَن ُلُٕمَٚ َىَّهَع َٔ َِّْٛهَع ُ َّاللَّ َّٗهَص ِ َّاللَّ َلُٕع َس ْذَعًَِع

ٌَُٕعَُْصَٚ َط ِسبَف َٔ َؤ ُّشنا ٌََّأ ُد ْشَكَر

ٌَْأ ُخَهِٛغْنا َٔ كِنبَي َلبَل ْىَُْد َلَ َْٔأ ُّشُعَٚ َلَف َكِنَر

ع ِظ ْشُر َِْٙ َٔ َُّرَأ َشْيا ُمُج َّشنا َّظًََٚ

47 Artinya:

“Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Muhammad bin Abdurrahman bin Naufal berkata; telah mengabarkan kepadaku „Urwah bin az Zubair dari Aisyah Ummul Mukminin, dari Judamah binti Wahab al Asadiyah, ia mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sungguh, aku pernah berkeinginan untuk melarang kalian dari ghilah, sehingga aku mengingat bahwa orang-orang Romawi dan Persia juga melakukannya, dan hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka.” Malik berkata: “Ghilah adalah suami yang menyetubuh istrinya, padahal istrinya masih menyusui”.

Mengenai „azl telah diungkapkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim

ُ َّاللَّ َّٗهَص ِ َّاللَّ ِلُٕع َس ِذَْٓع َٗهَع ُل ِضْعََ بَُُّك ْذَمَن لَُٕمَٚ ا ًشِثبَج ُذْعًَِع َلبَل ٍءبَطَع ٍَْع

ىَّهَع َٔ َِّْٛهَع

48

Artinya:

“Dari „Atha dia berkata : “saya telah mendengar Jabir berkata: “kami melakukan „azl di masa Rasulullah saw.

Dalam hadis lain dari sahabat Jabir ra yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya.

47 Malik bin Anas bin Malik . Kitab Muwatha’ Malik.Juz IV.Muwaqi’

Al-Islam.no.1117.h.273

48

Abu Husain Muslim bin al- Hajjaj. Shahih Muslim.Bab Hukum ‘Azl.Juz IV. Beirut:Dar Ihya at-Turats al-Araby.h.160

ٌَِّئ َلبَمَف َىَّهَع َٔ َِّْٛهَع ُ َّاللَّ َّٗهَص ِ َّاللَّ ِلُٕع َس َٗنِئ ِسبَصََْ ْلِا ٍِْي ٌمُج َس َءبَج َلبَل ٍشِثبَج ٍَْع

ُفُٕغَأ ًخَٚ ِسبَج ِٙن

بَِٓٛرْأََٛع ََُِّّاَف َذْئِش ٌِْئ بََُْٓع ْل ِضْعا َلبَمَف َمًِْذَر ٌَْأ ُِ َشْكَأ بَََأ َٔ بََْٓٛهَع

َََّأ َكُر ْشَجْخَأ ْذَل َلبَل ْذَهًََد ْذَل َخَٚ ِسبَجْنا ٌَِّئ َلبَمَف ُِبَرَأ َّىُص ُمُج َّشنا َشِجَهَف َلبَل بََٓن َسِّذُل بَي

ُّ

َن َسِّذُل بَي بَِٓٛرْأََٛع

بَٓ

49 Artinya:

“Dari sahabat Jabir, berkata : “Salah seorang dari kalangan Anshar menemui Rasulullah saw lalu ia berkata : Sungguh aku memiliki jariah sedang aku sendiri menggaulinya, akan tetapi aku tidak mengginginkannya hamil. Kemudian Rasulullah saw memerintahkan lakukanlah „azl jika engkau menghendaki karena dengan begitu hanya akan masuk sekedarnya saja. Atas dasar itulah kemudian ia melakukan „azl. Kemudian ia mendatangi Rasulullah saw dan berkata : Sungguh jariah itu telah hamil, maka Rasulullah saw pun berkata : “Aku telah beritahu kamu bahwasanya sperma akan masuk sekedarnya (ke rahimnya) dan akan membuahi”

Hadis di atas adalah hadis taqriri yang menjelaskan bahwa perbuatan „azl yang dilakukan dalam upaya menghindari kehamilan dibolehkan. Apabila „azl dilarang maka akan diterangkan di dalam al-Qur‟an yang masih turun pada saat itu atau Rasulullah saw sendiri melarang hal tersebut. Rasulullah saw hanya mengingatkan „azl hanya usaha manusia untuk tidak menginginkan kehamilan, sedangkan kepastiannya hanya ada di tangan Allah swt.

5. ‘Azl dalam Tinjauan Tradisi dan Medis

„Azl sudah masyhur dilakukan oleh para sahabat di zaman Rasululah saw untuk menyetop kehamilan. „Azl merupakan alat kontrasepsi alami pada masa itu dan tidak ada larangan dari Rasulullah saw dalam melakukan „azl. „Azl yaitu mengeluarkan sperma di luar rahim ketika terasa akan keluar. Diriwayatkan dari

49

Sulaiman bin Al-Asy’ats . Abu Daud, Sunan Abu Daud, Bab ‘Azl Juz VI.Mauqi’ Al- Islam.no.1858.h.80

para sahabat ra bahwa mereka melakukan „azl dan Nabi Muhammad saw membiarkan mereka atas hal itu. Dan mereka melakukan „azl karena mashlahatnya mereka belum menghendaki kehamilan pada saat itu, atau karena mereka sekedar ingin bersenang-senang dengan istri-istrinya dan kebutuhan menuntut untuk melakukan hal itu.

Dalam tinjauan medis pembatasan kehamilan dan kelahiran di Indonesia dikenal dengan program KB. Pengertian KB menurut UU No.10 Tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.50

Metode pencegahan kehamilan serta alat-alat yang digunakan haruslah yang sejalan dengan syari‟at Islam. Ada metode yang secara langsung, pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw dan para sahabat dan ada juga yang memang diserahkan kepada dunia medis dengan syarat tidak melanggar norma dan etika serta prinsip umum ketentuan Islam. Memilih kontrasepsi untuk mengatur kehamilan sering kali menjadi hal yang dilematis. Banyak anggapan bila kita menggunakan kontrasepsi jenis tertentu akan mengakibatkan keputihan, jerawat, tubuh gemuk, muncunya flek hitam hingga beragam mitos lainnya. Padahal ada banyak alternatif atau jenis alat kontrasepsi yang bisa menjadi pilihan.

50

Jenny Mandang,dkk. 2016.Kesehatan Reproduksi dan Pelayanan Keluarga Berencana, Bogor: In Media.h.201

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kontrasepsi berarti cara untuk mencegah kehamilan. Metode kontrasepsi tradisional (alami) dan kontrasepsi modern. Berikut beberapa jenis alat kontrasepsi dan efek sampingnya:

a. Kontrasepsi tradisional

1) Senggama terputus (coitus interruptus)

Senggama terputus atau coitus interruptus adalah salah satu cara alami yang bisa dilakukan. Caranya dengan menarik penis keluar dari vagina pasangannya lalu berejakulasi diluar vagina dan menjauhkan cairan sperma yang keluar dari vagina.

Menurut laman resmi World Health Organization (WHO) mencoba untuk menjaga sperma tidak masuk vagina bisa efektif mencegah kehamilan dan pembuahan hingga 98 persen.Sayangnya kontrasepsi jenis ini sangat beresiko karena tepat waktu dalam menarik penis dari vagina sebelum ejakulasi bukanlah hal mudah. Sehingga sering kali ejakulasi sudah terjadi dalam vagina baru penis ditarik.

2) Metode Kalender

Metode kalender atau metode ritme adalah jenis kontrasepsi dengan memantau pola siklus menstruasi perempuan selama 6 bulan terakhir.Cara menghitung masa subur perempuan adalah memantau pola siklus menstruasi selama 6 bulan, mengurangi 18 dari panjang siklus terpendek (perkiraan hari subur pertama) dan mengurangi 11 dari panjang siklus terpanjang (diperkirakan hari subur terakhir). Biasanya masa subur

adalah hari ke 8 hingga 19 dari masing-masing siklus menstruasi 26 hingga 32 hari.

Bisa juga menggunakan aplikasi untuk menghitung masa subur secara otomatis sehingga bisa mengetahui kapan mengalami masa subur dan tidak melakukan hubungan seksual saat masa subur. Namun cara ini bisa tidak efektif bila terjadi ovulasi dadakan selama masa kering atau masa tidak subur. Sebab ovulasi ini bisa menyebabkan kehamilan.

b. Kontrasepsi Modern

Kontrasepsi modern adalah cara mencegah kehamilan dengan cara yang lebih modern dengan bantuan alat atau adanya intervensi dari luar. Diantaranya:

1) Kondom

Kondom memiliki dua jenis, kondom laki-laki dan kondom perempuan. Kondom laki-laki digunakan oleh laki-laki saat penis sudah ereksi dan sebelum terjadinya penetrasi ke vagina. Sedangkan kondom perempuan adalah kondom yang dimasukkan ke dalam vagina seperti bantalan di dalamnya untuk mencegah masuknya sperma ke serviks perempuan. Menurut WHO kondom laki-laki efektif mencegah kehamilan hingga 98 persen jika digunakan dengan benar dan konsisten.

2) Pil KB

Merupakan salah satu kontrasepsi yang banyak digunakan oleh perempuan indonesia. Merupakan jenis kontrasepsi hormonal

atau bisa diartikan bahwa dalam pil KB terdapat kandungan hormon. Pil KB ini 99 persen bisa mencegah terjadinya kehamilan tidak direncanakan jika dilakukan dengan benar dan konsisten. Penggunaan pil KB jenis ini biasanya bisa berdampak pada perubahan hormon dan sebagian perempuan bisa menimbulkan jerawat.

3) IUD

Juga merupakan jenis kontrasepsi yang banyak digunakan perempuan Indonesia. IUD adalah kontrasepsi berbentuk T dan

tidak besar yang dimasukkan ke dalam rahim

perempuan..Kontrasepsi ini menurut WHO efektif hingga 99 persen untuk mencegah terjadinya kehamilan dan bisa digunakan selama beberapa tahun. Dan rutin untuk memeriksa dan berkonsultasi ke dokter untuk memastikan posisi IUD.

4) Kontrasepsi Suntik

Kontrasepsi jenis suntik ini lebih dikenal dengan istilah KB suntik. KB suntik ini memiliki dua jenis, yaitu KB suntik progesteron (dua atau tiga bulan sekali) dan KB suntik kombinasi (suntik bulanan). Efek samping dari KB suntik ini bisa mengakibatkan menstruasi tidak teratur yang umum, tetapi tidak berbahaya.

5) Vasektomi

Adalah kontrasepsi yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara sterilisasi dan merupakan kontrasepsi permanen yang memblokir atau memotong vas deferens tabung yang membawa sperma dari testis.

6) Tubektomi

Adalah kontrasepsi sterilisasi yang dilakukan oleh perempuan dengan cara memblokir atau memotong tuba falopi. Bertujuan menghalangi sel telur agar tak bertemu sperma dan terjadi pembuahan.51

Dokumen terkait