BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan
Berdasarkan yang telah dikemukakan dalam bab-bab terdahulu bahwa perencanan dan pengendalian persediaan bahan baku adalah merupakan suatu faktor yang penting guna menjamin kelancaran dalam proses produksi. Perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang diselenggarakan dengan kurang baik akan mengganggu kelancaran proses produksi perusahaan.
Oleh karena itu, dalam hubungan ini penulis akan mencoba menyelidiki hal-hal yang diduga mempengaruhi pembentukan persediaan
bahan baku. Pada sub bab ini akan diuraikan beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan persediaan pada CV. Wacon.
Secara umum faktor-faktor yang diperhatikan dalam pembentukan persediaan bahan baku adalah sebagai berikut :
a. Jumlah Produksi
Adapun mengenai Realisasi perkembangan jumlah produksi pada CV. Wacon dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Tabel 1.7
DATA PRODUKSI DAN PERSEDIAAN CV. WACON
TAHUN 2012-2013
Dari tabel diatas terlihat bahwa produksi CV. Wacon dari tahun 2012-2013 menunjukkan peningkatan. Dengan adanya peningkatan volume produksi berarti pula bahwa pemakaian bahan baku bertambah pula. Peningkatan dalam penggunaan bahan baku akan membawa akibat bahwa perusahaan harus mengadakan persediaan bahan baku
Tahun Jumlah Produksi Persediaan
2012
2013
75.020
97.969
38.210
39.417
yang memadai untuk menjamin kelancaran dalam proses produksi.
Dan hal ini akan berhasil jika dalam perusahaan terdapat sistem pengendalian persediaan bahan baku.
Adanya sistem pengendalian bahan baku tersebut diharapkan bahwa bahan baku yang digunakan dalam proses produksi tidak terjadi kekurangan atau kelebihan bahan baku yang akan menimbulkan biaya-biaya pemborosan. Dengan adanya sistem pengendalian persediaan yang baik maka diharapkan juga dapat menghemat biaya yang timbul dari adanya persediaan tersebut.
b. Analisis korelasi
Analisis korelasi adalah studi yang membahas tentang derajat hubungan atau derajat asosiasi antara variable-variabel tertentu. Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara dua atau lebih variable terikat. Ukuran yang di pakai untuk mengetahui derajat asosiasi dinamakan koefisien korelasi.
Hasil dari analisis korelasi dapat diadakan pengujian hipotesa. Uji hipotesa merupakan tindak lanjut dari analisis korelasi yang tujuannya untuk menyatakan apakah variabel X (Persediaan) dan variabel Y (Produksi) terdapat hubungan yang erat atau memiliki hubungan nyata (significance) antara variabel persediaan dengan variabel produksi.
Contoh Gambar Y
X
Setelah pengujian hipotesa digambarkan secara terperinci, maka dapat dituliskan sebagai berikut :
Hi : β > 0 Artinya memiliki hubungan linier positif antara perencanaan persediaan dan pengendalian bahan baku dengan produksi.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
Didalam bagian produksi perusahaan seringkali mengembangkan tujuan yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan produksi perusahaan secara keseluruhan. Agar dapat tercapai keselarasan tujuan-tujuan produksi yang ada didalam perusahaan secara keseluruhan, maka diperlukan adanya perencanaan dan pengendalian bahan baku yang baik.
Bab ini merupakan bagian terakhir yang memuat kesimpulan dari seluruh pembahasan yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya dan memberikan saran-saran sebagai masukan dan bahan pertimbangan bagi perusahaan.
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari hal-hal yang telah dibahas adalah sebagai berikut :
1. Tujuan dari perencanaan persediaan bahan baku pada dasarnya adalah mengupayakan agar perusahaan dapat mengelolah persediaan bahan baku dengan baik yaitu menjaga agar jangan sampai terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku (stock out) yang dapat mengganggu kelancaran proses produksi.
2. Hasil dari uji hipotesa dengan statistik tabel dengan menunjukan bahwa Ho yang berarti tidak ada pengaruh ditolak berati menerima
71
Hi atau terdapat pengaruh dari perencanaan persediaan dan pengendalian bahan baku dengan produksi.
B. Saran-Saran
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan selama ini, penulis mencoba untuk memberikan masukan berupa saran-saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi perusahaan dalam menentukan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku.
Adapun saran-saran yang diberikan oleh penulis adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan hendaknya melakukan seleksi yang ketat terhadap supplier terhadap pembelian bahan baku dan bahan penolong, dengan syarat-syarat antara lain: tepat janji, tepat waktu pengiriman barang, kuantitas dan kualitas bahan sesuai dengan pesanan, pelayanan yang baik, mau memberikan penjelasan kepada karyawan tentang sifat barang tersebut.
2. Perusahaan hendaknya melakukan pencatatan dan penilaian persediaan dengan mengunakan komputerisasi secara kontinyu agar persediaan dapat diketahui setiap saat dalam upaya menghindari kekurangan atau kelebihan bahan baku dan menghindari kerusakan atas penumpukan persediaan yang terlalu lama.
3. Karena ada faktor lingkungan ekstern yang mempengaruhi perusahaan dalam membuat perencanaan produksi, perencanaan penjualan dan perencanaan pemakaian bahan baku, maka perusahaan harus terus meramalkan keadaan faktor ekstern tersebut sehingga mampu membuat perencanaan yang efektif dan efisien.
4. Hendaknya struktur perencanaan dan pengendalian secara periodik perlu ditinjau kembali dan dievaluasi oleh auditor internal, untuk dapat menentukan apakah prosedur perencanaan dan pengendalian intern telah ditetapkan secara efektif yang nantinya akan memperbaik kinerja produksi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Fathoni Abdurrahmat. 2006, “Organisasi dan Manajemen”, cetakan pertama, Penerbit : Rineka Cipta, Jakarta.
I.A.I . 2005, “Pernyataan Standart Akuntansi keuangan”, Cetakan Ketiga Jakarta : , Salemba.
Malayu. SP Hasibuan. 2005, “ Manajemen : Dasar, Pengertian dan Masalah”, Cetekan Kesembilan , Jakarta : PT. Gunung Agung.
Soemarso SR. 2005, “ Akuntansi Suatu Pengantar Manajemen”, Cetakan Kedelapan Edisi Keempat.
Sofjan Assauri. 2005“ Manajemen Produksi dan Operasi”, Cetakan Kedua belas, Fakultas Ekonomi Indonesia.
Sukanto Rekso Hadiprojo. 2005, “ Manajemen Produksi dan Opersi”, Cetakan Kedua belas Fakultas Ekonomi Indonesi.
Stoner, J.A.F and Freeman, R.E. 2006, “ Pengantar Manajemen”,Jilid Kedua, Edisi Keenam, Terjemahan Wihelmus W Bakowatun dan Benyamin Molan Jakarta : Erlangga.
T Hani Handoko. 2006,“ Dasar – dasar Manajemen Produksi dan Operasi”, Edisi Ketujuh, Cetakan Kesepuluh , Yogyakarta : BPFE.
Mannam, Abdul. 2008, “Pengantar Statistik Terapan Untuk Pendidikan Kejuruan”, Makasaar : Badan Penerbit UNM
Riyanto, Bambang. 1995, “Dasar-Dasar Pembelanjaan”, Edisi 4, Yogyakarta : BPFE
BAGAN ORGANISASI CV. WACON
Gambar 1.1 Struktur Organisasi DIREKTUR
Sekretaris
Mgr Adm &
Keuangan Mgr Pemasaran
Mgr Operasi
Finance Manager
HRD Manager CSO
Sales Pabrik
Mutu
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama lengkap penulis, yaitu Fitriani. N lahir di Bili-Bili pada tanggal 02 Februari 1992. Merupakan anak bungsu dari pasangan Bapak Nanro dan Ibu Hadia.
Penulis berkebangsaan Indonesia dan beragama islam.
Kini penulis bertempat tinggal di Jln. Malino lama Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan. Adapun riwayat pendidikan penulis, yaitu pada tahun 1998 lulus dari TK. MEKAR Ria Samaya. Kemudian melanjutkan pendidikan di SD INPRES SARITE’NA Kecamatan Bontomarannu dan selesai pada tahun 2004.
Penulisis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Sungguminasa tahun (2004-2007). Lulus dari SMP Negeri 1 Bontomarannu penulis kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bontomarannu yang lulus pada tahun 2010. Kemudian melanjutkan kuliah keperguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Makassar, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Lulus dengan menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Terhadap Proses Produksi Pada CV. Wacon Kab. Gowa”. di semester akhir 2014.