BAB IV AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT INDONESIA
A. Permintaan (Demand), Penawaran (Supply) dan Pasar
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan
a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
Jika ceteris paribus tidak berlaku dengan kata lain faktor-faktor lain yang dianggap konstan mengalami perubahan maka akan terjadi perubahan permintaan atau terjadi pergeseran kurva. Adapun faktor-faktor yang bisa mempengaruhi perubahan permintaan antara lain:
1) Harga Barang Lain yang Mempunyai Hubungan Erat
Jumlah permintaan suatu barang bisa berubah bila harga barang lain yang mempunyai hubungan erat berubah. Harga barang lain yang mempunyai hubungan erat bisa berupa barang substitusi (barang yang bisa saling menggantikan) atau barang komplementer (barang yang bisa saling melengkapi).
Barang substitusi adalah dua barang yang dalam penggunaannya bisa saling menggantikan. Contoh:
daging sapi dan daging ayam. Ketika harga daging sapi naik, maka masyarakat/konsumen akan cenderung mengurangi volume permintaan barang yang harganya
Aktivitas
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok kalian!
Hasilnya dikumpulkan ke Bapak/Ibu Guru kalian!
1. Tunjukkan perbedaan perubahan jumlah yang diminta dan perubahan permintaan!
2. Tunjukkan perbedaan perubahan jumlah yang ditawarkan dan perubahan penawaran!
naik dan menggantikannya dengan barang yang harganya relatif tetap. Jadi dalam hal ini jika daging sapi harganya mengalami kenaikan, sementara daging ayam harganya tetap maka permintaan akan daging sapi mengalami penurunan dan permintaan daging ayam akan mengalami kenaikan. Dalam hal ini konsumen akan mengganti konsumsi barang yang harganya naik (daging sapi) dengan barang substitusinya (daging ayam), sehingga masyarakat masih bisa menikmati daging.
Barang komplementer adalah dua barang yang dalam penggunaannya akan efektif bila digunakan secara bersama-sama. Contoh: kopi dan gula pasir atau mobil diesel dan solar.
2) Selera/Taste Masyarakat terhadap barang/produk yang dihasilkan
Selera atau cita rasa konsumen terhadap suatu barang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut juga akan meningkat dan sebaliknya jika selera masyarakat terhadap suatu barang menurun maka permintaan terhadap barang tersebut menurun.
Contoh, selera masyarakat terhadap suatu barang yang berhubungan dengan mode. Model celana panjang yang sedang tren saat ini adalah celana panjang dengan bagian bawah yang sempit, maka jumlah permintaan model celana ini cenderung meningkat.
3) Pendapatan Masyarakat (Income/Yield)
Pendapatan masyarakat merupakan cermin atau gambaran daya beli masyarakat, sehingga akan
mempengaruhi permintaan barang atau jasa baik dari segi kuantitas atau kualitas. Untuk barang normal, jika pendapatan masyarakat naik maka permintaan akan barang tersebut cenderung naik dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun maka permintaan akan barang tersebut juga cenderung turun. Tetapi untuk barang inferior (barang yang semakin ditinggalkan konsumennya ketika pendapatan konsumen naik) justru yang terjadi sebaliknya, yaitu jika pendapatan masyarakat naik/bertambah justru permintaan akan barang tersebut semakin berkurang.
Contoh konkret barang inferior: Lauk-pauk tahu tempe, ketika pendapatan rendah orang cenderung mengkonsumsi tahu atau tempe, tetapi ketika pendapatan naik justru orang/masyarakat cenderung mengurangi pembelian tahu/tempe dan mengganti dengan lauk-pauk yang lebih baik misal dengan daging atau telur dan lainnya.
4) Jumlah Penduduk
Pertambahan jumlah penduduk ini cenderung menyebabkan bertambahnya permintaan, walaupun tidak selalu demikian. Jumlah penduduk yang besar secara potensial jelas akan mampu menambah permintaan.
Lebih-lebih jika jumlah penduduk yang besar jika disertai dengan kesempatan kerja yang luas maka pada gilirannya akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan.
Penerimaan pendapatan akan menambah daya beli yang pada gilirannya akan menambah permintaan.
5) Intensitas Kebutuhan
Mendesak tidaknya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang/jasa yang diinginkan akan mempengaruhi
permintaan terhadap barang/jasa tersebut. Jika suatu barang masuk kategori kebutuhan primer maka konsumen tidak akan menunda permintaan terhadap barang tersebut, tetapi jika barang tersebut masuk kategori kebutuhan sekunder, maka konsumen cenderung menunda permintaan terhadap barang tersebut.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran
Seperti halnya pada permintaan maka penawaran pun dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selama keadaan ceteris paribus berlaku, maka perubahan harga barang hanya mempengaruhi jumlah produk yang ditawarkan (terjadi dalam satu kurva/sepanjang kurva), tidak mempengaruhi/
menggeser kurva penawarannya.
Beberapa faktor-faktor yang bisa menyebabkan keadaan menjadi tidak ceteris paribus dan kemudian mempengaruhi penawaran suatu produk antara lain:
1) Harga Barang Lain
Jumlah suatu barang yang ditawarkan dapat bertambah karena menurunnya harga barang yang lain. Misalkan sebuah perusahaan memproduksi dua macam barang yaitu sepatu dan tas kulit, kalau harga tas kulit cenderung turun maka perusahaan akan mengurangi produksi barang yang harganya turun (tas kulit) dan menambah produksi barang yang harganya relatif tetap (sepatu).
2) Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan langsung dengan penentuan harga jual. Jika biaya produksi mengalami kenaikan maka harga barang akan cenderung naik, sehingga produsen cenderung mengurangi jumlah produksinya akibatnya jumlah penawaran pun akan berkurang.
3) Harga Sumber Daya
Harga sumber daya atau input (faktor-faktor produksi) yang digunakan dalam proses produksi barang dan jasa tertentu akan berpengaruh terhadap biaya produksi.
Jika harga sumber daya mengalami penurunan dengan sendirinya biaya produksi cenderung menurun. Turunnya biaya produksi akan menyebabkan pada harga output/hasil yang sama produsen akan mampu menjual lebih banyak, dengan kata lain penawarannya akan bertambah.
4) Tingkat Teknologi yang digunakan
Kemajuan di bidang teknologi, seperti diketemukannya teknologi baru dalam proses produksi biasanya akan membawa perubahan-perubahan kuantitas maupun kualitas dengan kata lain akan terjadinya penghematan atau efisiensi. Penggunaan teknologi yang lebih efisien jelas akan mampu menurunkan biaya produksi yang pada gilirannya akan mampu menambah jumlah barang yang diproduksi sehingga penawarannya pun akan bertambah.
Aktivitas
Diskusikan dengan teman-teman dalam kelompok kalian!
Hasilnya dikumpulkan ke Bapak/Ibu Guru kalian!
1. Benarkah ketika pendapatan seseorang atau masyarakat naik, maka permintaan terhadap suatu barang (asumsi barang normal) juga akan mengalami kenaikan? Berilah contoh dan penjelasan!
2. Benarkah ketika biaya produksi mengalami kenaikan, maka produsen cenderung akan mengurangi penawarannya? Berilah contoh dan penjelasannya!
4. Hukum Permintaan dan Penawaran