Hak Cipta © 2016 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
Disklaimer: Buku ini merupakan buku Siswa yang disiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi pembelajaran mata pelajaran IPS pada SMA-LB Tunanetra. Buku siswa ini disusun, ditelaah, dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK). Pada hakikatnya buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Oleh karena itu, masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.
Untuk SMALB kelas X semester 1 dan 2 ISBN 978-602-358-403-1 (jilid lengkap) ISBN 978-602-358-405-5 (jilid 2)
I. Ilmu Pengetahuan Sosial
II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Penulis : Dr. Mukminan
Penelaah : Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd. M.Si Layouter : Rizki Ageng Mardikawati, S.Pd
Cetakan Ke-1
Disusun dengan huruf Bookman Old Style 12
MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN
Katalog dalam Terbitan
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas XI SMA-LB/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.--Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016
vi, 238 hlm. : ilus; 25 cm
KATA PENGANTAR
Pembelajaran IPS ditujukan untuk memberikan wawasan kepada siswa tentang berbagai gejala sosial, melalui pemahaman konektivitas ruang dan waktu beserta aktivitas dan interaksi sosial yang ada di dalamnya. Buku IPS untuk SMA-LB Tunanetra, menempatkan Geografi sebagai landasan (platform) pembahasan mengenai berbagai aspek dari bidang sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Melalui IPS, siswa dikenalkan mengenai keragaman potensi wilayah. Keragaman kondisi yang dimiliki negara Indonesia merupakan potensi sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya dalam dimensi ruang dan waktu serta ikatan konektivitas multi dimensi, sehingga masing-masing kondisi gejala beserta keunggulannya akan dapat berfungsi sebagai sumberdaya pembangunan. Pembelajaran perlu diarahkan sampai membuat siswa terampil dan aktif dalam mengamati, menanya, menalar, mencoba, serta membentuk jaringan pengetahuan yang dikuasainya melalui pendekatan imiah (scientific), yang meliputi kegiatan-kegiatan: observing (mengamati), questioning (menanya), mengumpulkan informasi/eksperimen, mengasosiasikan mengolah informasi, dan mengkomunikasikan. Bahkan tidak mustahil, jika mungkin bisa saja kegiatan dilanjutkan sampai menemukan (creating) sesuatu temuan yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat.
Buku ini mengarahkan siswa agar memiliki kemauan serta kemampuan untuk mencari dan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Fokus kajiannya diarahkan pada upaya mendorong siswa memahami serta memiliki rasa bangga serta rasa memiliki terhadap kekayaan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, maupun sumberdaya budaya yang kita miliki, serta pemanfaatannya, terutama pada bidang-bidang pariwisata, kecantikan, dan tata boga. Oleh karena itu, kreativitas siswa sangat penting untuk memiliki motivasi dan rasa ingin tahu yang tidak terbatas, dengan memanfaatkan berbagai kegiatan yang dicontohkan dalam buku ini. Siswa juga dapat memperkaya secara kreatif melalui kegiatan-kegiatan lain yang relevan yang bersumber dari lingkungan alam, sosial, maupun budaya yang ada di sekitar siswa, dengan mengedepankan prinsip Activity Based Learning, Resource Based Learning, serta Integrated Learning.
Buku ini sangat terbuka, dan akan terus menerus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, pemerintah mengundang para pembaca untuk memberikan kritik, saran dan masukan yang berharga untuk perbaikan dan penyempurnaan buku ini. Atas kontribusinya, diucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi “Indonesia Emas” seratus tahun Indonesia Merdeka pada tahun 2045.
Jakarta,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...iii
DAFTAR ISI ... iv
BAB I KONDISI GEOGRAFIS DAN AKTIVITAS MANUSIA DALAM BIDANG EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI INDONESIA... 1
Peta Konsep ... 2
Pendahuluan ... 3
A. Interaksi Antar Wilayah di Indonesia ... 4
1. Bentuk-bentuk Interaksi Antarwilayah di Indonesia ...4
2. Intensitas Interaksi Antar wilayah di Indonesia ...7
B. Kondisi Geografis Indonesia ... 10
1. Letak Geografis Indonesia ...11
2. Relief Muka Bumi Indonesia ...12
3. Keadaan Tanah di Indonesia ... 14
4. Kondisi Iklim Indonesia ... 17
5. Flora dan Fauna di Indonesia ...19
C. Potensi Sumber Daya Manusia di Indonesia ...21
1. Pengertian dan Peran Sumber Daya Alam ...22
2. Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia ...22
3. Jenis-jenis Sumber Daya Alam menurut Penggolongan Tertentu ...26
4. Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia ...35
D. Potensi sumber daya manusia di Indonesia ...36
1. Pengertian dan Peran Sumber Daya Manusia ... 36
2. Jumlah dan Persebaran Penduduk Indonesia ... 37
3. Kelahiran, Kematian dan Pertumbuhan Penduduk ... 39
4. Kepadatan Penduduk ... 44
5. Komposisi Penduduk, Sex Ratio, Beban Ketergantungan, dan Usia Harapan Hidup ...46
6. Migrasi Penduduk ... 49
E. Hubungan Antara Aktivitas Manusia dengan Kondisi Geografis Indonesia ...53
1. Hubungan Antara Aktivitas Manusia dalam Bidang Ekonomi dengan Kondisi Geografis Indonesia ...53
2. Hubungan antara Aktivitas Manusia dalam Bidang Sosial dengan Kondisi Geografis Indonesia ... 55
3. Hubungan Antara Aktivitas Manusia dalam Bidang Budaya dengan Kondisi Geografis Indonesia ... 56
Rangkuman ... 58
Uji Kompetensi ...60
BAB II AKTIVITAS MANUSIA PADA MASA PENJAJAHAN, PERGERAKAN NASIONAL SAMPAI PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA ... 63
Peta Konsep ... 64
Pendahuluan ...65
A. Kondisi masyarakat akibat penjajahan bangsa Barat ...65
1. Bangsa Portugis ... 66
2. Bangsa Spanyol ... 66
3. Bangsa Belanda ... 67
4. Bangsa Inggris ... 67
B. Pergerakan kebangsaan Indonesia (Perlawanan terhadap
Penjajahan Bangsa-bangsa Barat ... 73
1. Latar Belakang Pergerakan Kebangsaan Indonesia Melawan Penjajahan Bangsa Barat. ...73
2. Organisasi Pergerakan Nasional ... 74
3. Kehidupan Menjelang Proklamasi Kemerdekaan ...78
C. Proklamasi Kemerdekaan dan Perjuangan memperoleh kedaulatan ...85
1. Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II ... 86
2. Peristiwa Rengasdengklok ... 88
3. Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ... 90
4. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ... 93
5. Perjuangan Memperoleh Kedaulatan ... 98
Rangkuman ... 107
Uji Kompetensi ...107
BAB III AKTIVITAS MANUSIA DALAM KELEMBAGAAN SOSIAL, EKONOMI, PENDIDIKAN, DAN BUDAYA DI INDONESIA ...111
Peta Konsep ... 112
Pendahuluan ... 113
A. Peran Lembaga Sosial, Ekonomi, Pendidikan, dan Budaya bagi Masyarakat Indonesia ... 113
1. Pengertian Lembaga Sosial ... 113
2. Peran dan Fungsi Lembaga Sosial ... 115
3. Norma-norma Masyarakat dalam Lembaga Sosial ... 117
4. Sistem Pengendalian Sosial ... 122
5. Ciri-ciri Lembaga Sosial ... 123
7. Cara Mempelajari Lembaga Sosial ... 126
8. Macam-macam Lembaga Sosial ...127
B. Perubahan Aktivitas Manusia dalam Lembaga Sosial, Ekonomi, Pendidikan, dan Budaya di Indonesia ... 144
1. Aktivitas Manusia dalam Lembaga Sosial ... 144
2. Aktivitas Manusia dalam Lembaga Ekonomi ...146
3. Aktivitas Manusia dalam Lembaga Pendidikan ... 147
4. Aktivitas Manusia dalam Lembaga Pendidikan ... 160
Rangkuman ... 163
Uji Kompetensi ...164
BAB IV AKTIVITAS EKONOMI MASYARAKAT INDONESIA...167
Peta Konsep ... 168
Pendahuluan ... 169
A. Permintaan (Demand), Penawaran (Supply) dan Pasar .. 169
1. Pengertian Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply) ... 170
2. Fungsi dan Kurve Permintaan dan Penawaran ... 173
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran ... 179
4. Hukum Permintaan dan Penawaran ... 184
5. Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan ... 186
6. Pasar ... 193
B. Aktivitas Ekonomi dengan Lingkungan ...199
1. Penduduk yang Bekerja di Sektor Pertanian ... 200
2. Penduduk yang Bekerja di Sektor Nonpertanian ... 204
3. Kaitan Aktivitas Ekonomi dengan Lingkungan ... 207
C. Pelaku Kegiatan Ekonomi di Indonesia ... 209
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ... 209
2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) ... 213
3. Koperasi ... 222
Rangkuman ... 225
Uji Kompetensi ... 227
DAFTAR PUSTAKA ... 231
GLOSARIUM ... 233
PROFIL PENULIS ... 237
BAB I
KONDISI GEOGRAFIS DAN AKTIVITAS
MANUSIA DALAM BIDANG EKONOMI,
SOSIAL, DAN BUDAYA DI INDONESIA
Peta Konsep
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Memahami bentuk-bentuk interaksi keruangan di Indonesia.
2. Menjelaskan kondisi geografis (letak dan luas, iklim, rupa bumi, tata air, tanah, flora, dan fauna) Indonesia.
3. Mengidentifikasi potensi sumberdaya alam Indonesia.
4. Mengidentifikasi potensi sumberdaya manusia Indonesia.
5. Mengidentifikasi aktivitas manusia dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya (produksi, distribusi, konsumsi) kaitannya kondisi geografis di Indonesia.
Potensi SDM
Aktivitas Manusia Potensi SDA
Ekonomi Sosial Kondisi Geografis
Budaya Interaksi Keruangan
BAB I KONDISI GEOGRAFIS DAN AKTIVITAS MANUSIA DALAM
BIDANG EKONOMI, SOSIAL, DAN
BUDAYA DI INDONESIA
Pendahuluan
Negara Indonesia terletak di daerah tropis atau lintang rendah, karena letak/lokasinya yang berdekatan dengan garis Khatulistiwa (garis lintang 00). Oleh karena itu penyinaran matahari berlangsung sepanjang tahun, dengan lama penyinaran yang hampir sama untuk setiap harinya. Tingginya intensitas penyinaran matahari menyebabkan Indonesia beriklim tropis/panas. Iklim di Indonesia juga dipengaruhi oleh lokasi kepulauan Indonesia yang diapit oleh dua benua yaitu benua Asia dan Australia, sehingga menyebabkan negara Indonesia memiliki iklim musim/muson.
Selain itu wilayah Indonesia berupa kepulauan yang lokasinya diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, sehingga menyebabkan Indonesia memiliki kelembaban udara yang tinggi, serta curah hujan yang banyak. Indonesia juga memiliki letak yang strategis secara geografis, karena selain terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia juga diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Posisi tersebut memberikan keuntungan bagi Indonesia untuk melakukan hubungan, baik menyangkut kepentingan ekonomi (produksi, distribusi/perdagangan, dan konsumsi), sosial maupun budaya dengan negara lain di dunia internasional.
Selain itu, kalian juga tahu bahwa negara Indonesia memiliki kondisi tanah yang subur. Kondisi geografis tersebut di atas tentu berpengaruh terhadap kegiatan transportasi dan komunikasi.
Wilayah Indonesia yang luas menyebabkan perbedaan keunggulan lokasi suatu daerah. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya saling ketergantungan, saling membutuhkan atau terjadi konektivitas antarruang dan waktu. Karena luas wilayah Indonesia, perbedaan kondisi geografis suatu wilayah di Indonesia menyebabkan terjadinya saling kebergantungan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya,
disebabkan kondisi saling membutuhkan atau terjadi konektivitas antar ruang dan waktu.
A. Interaksi Antarwilayah Di Indonesia
Pada sub-bab ini, kalian akan belajar tentang interaksi antar wilayah di Indonesia. Pembahasan tentang interaksi antar wilayah di Indonesia, mencakup hal-hal berikut: (1) Bentuk-bentuk Interaksi Antarwilayah di Indonesia; (2) Intensitas Interaksi Antarwilayah di Indonesia
1. Bentuk-bentuk Interaksi Antarwilayah di Indonesia
Pada pembelajaran IPS di Kelas X, kalian telah diajak untuk memperhatikan wilayah dan aktivitas penduduk di daerah kalian masing-masing, bagaimana perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu, makin bertambah atau berkurang? Demikian juga dengan potensi-potensi, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki daerah tertentu, sehingga menyebabkan terjadinya saling ketergantungan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Pada kelas XI ini kalian akan belajar bagaimana aktivitas penduduk di wilayah Indonesia, apakah cenderung tetap ataukah berubah, monoton atau makin bervariasi, baik terkait dengan kegiatan ekonomi, sosial maupun budaya?
Demikian juga penduduk yang tinggal di wilayah tertentu di Indonesia, memerlukan ruang untuk tempat tinggalnya.
Setiap wilayah di Indonesia memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara wilayah satu dengan lainnya di Indonesia.
Karakteristik wilayah inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya keterkaitan antar wilayah di Indonesia sebagai tempat untuk menjalani hidup dan kehidupan bagi penduduknya, sekaligus upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Contoh
kalian pergi ke toko, pasar, supermarket, mal, dan lain-lain, kamu akan menyaksikan betapa banyak barang-barang yang diperdagangkan sangat beraneka ragam dan barang-barang dagangan tersebut kebanyakan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Berbagai jenis pakaian misalnya, banyak didatangkan dari berbagai kota karena ciri pakaian di berbagai daerah juga berbeda. Buah-buahan dan sayuran, umumnya didatangkan dari daerah dataran tinggi di berbagai wilayah di Indonesia, beras didatangkan dari daerah dataran rendah, sedangkan ikan asin berasal dari daerah pantai, dan masih banyak lagi barang-barang dagangan yang ditawarkan yang bukan berasal dari daerahmu sendiri.
Interaksi yang terjadi antarwilayah di Indonesia merupakan proses yang terus terjadi dan mempunyai pengaruh terhadap kondisi wilayah baik provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dll, dari waktu ke waktu. Interaksi antarwilayah di Indonesia tidak hanya menyangkut kepentingan ekonomi saja, namun juga menyangkut di bidang sosial maupun budaya.
Interaksi dalam bentuk pergerakan manusia secara fisik yang tejadi antarwilayah di Indonesia, dari waktu ke waktu baik untuk menetap maupun tidak menetap untuk jangka waktu tertentu dinamakan dengan mobiltas penduduk.
Pergerakan manusia tersbut dapat terjadi di antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya di Indonesia. Pengertian wilayah secara geografis bisa mencakup wilayah yang sempit seperti desa, kampung, kecamatan, dan sejenisnya, bisa juga meliputi wilayah yang lebih luas seperti kabupaten, provinsi, bahkan antarnegara. Oleh karena itu, pergerakan penduduk dapat terjadi dari desa satu ke desa lain atau dari dari desa
ke kota, atau sebaliknya dari kota ke desa, antarkecamatan, kabupaten, antarprovinsi, atau bahkan antar negara. “Model interaktif” pergerakan penduduk antarwilayah tersebut dapat Anda cermati lewat gambar 1.1.
Gambar 1.1 berikut memberikan ilustrasi model interaktif pergerakan penduduk antarwilayah, yang digambarkan dengan anak panah anak panah untuk menggambarkan model interaksi dimaksud. Silahkan Anda raba anak-anak panah yang ada sehingga secara utuh Anda dapat memahami antara siapa dengan siapa atau pihak mana dengan pihak mana interaksi itu terjadi.
Khusus untuk interaksi yang dilakukan melalui pertukaran (sharing) gagasan, pesan, dan informasi disebut komunikasi.
Interaksi komunikasi inipun dapat terjadi dari desa satu ke desa lain atau dari dari desa ke kota, atau sebaliknya dari kota ke desa, antar kecamatan, kabupaten, antar provinsi, atau
Desa
Kecamatan
Kabupaten
Provinsi
Pulau
Gambar 1.1. Model interaktif pergerakan manusia antar wilayah
Sumber : dokumen pribadi
bahkan antar Negara, sebagaimana gambar di atas.
Sedangkan interaksi yang terkait dengan pemindahan barang dan orang disebut transportasi. Tentu kalian setiap saat dapat mendengar adanya orang-orang yang sedang memindahkan barang-barang dagangan atau kebutuhan sehari-hari lainnya, baik dengan alat transportasi yang sederhana seperti sepeda atau sepeda motor, gerobak, hingga mobil, truk, kereta api, kapal, dan lain-lain. Transportasi bisa dilakukan melalui darat (transportasi darat) air (transportasi air) maupun udara (transportasi udara).
2. Intensitas Interaksi Antarwilayah di Indonesia
Sebagaimana sudah pernah kalian pelajari di kelas-X, bahwasannya intensitas atau kekuatan interaksi antar wilayah, sangat dipengaruhi oleh 3 (tiga) kondisi, yaitu: kondisi saling melengkapi, kesempatan perantara dan bahan-bahan yang dapat dipertukarkan. Kalian tentu masih ingat bukan penjelasan mengenai ke-3 hal tersebut? Untuk itu pada bagian ini kalian akan belajar tentang intensitas interaksi yang terjadi antar wilayah di Indonesia yang disebabkan oleh kondisi saling membutuhkan, perbedaan jarak antarwilayah, serta kemudahan akses maupun pengiriman barang.
a. Kondisi antar wilayah di Indonesia yang saling melengkapi.
Kondisi saling melengkapi terjadi karena masing-masing wilayah (region), baik provinsi, kabupaten/kota, atau kecamatan di Indonesia, memiliki kondisi yang berbeda dalam ketersediaan atau potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Satu wilayah, apakah itu pulau, provinsi, kabupaten/kota, atau kecamatan tertentu memiliki kelebihan sumber daya tertentu, sementara ada wilayah
lain yang kekurangan. Contoh: Pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua, kaya dengan sumber daya alam yang berupa hutan, sehingga memiliki potensi yang besar hasil kayu untuk bangunan. Sementara Nusa Tenggara, sesuai dengan kondisi alamya, di sana tidak memiliki cukup sumber daya yang berupa kayu untuk bangunan, namun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki jenis kayu yang sangat terkenal karena baunya yang wangi, yang dikenal dengan kayu Cendana. NTT juga kaya dengan binatang ternak, khususnya lembu dan kuda. Oleh karena itu maka, antar wilayah pulau atau provinsi dapat melakukan kerjasama yang saling melengkapi (complementer). Demikian juga pulau Jawa, dengan jumlah penduduk yang besar mengakibatkan sumber daya alam yang ada cepat termanfaatkan. Maka kebutuhan akan kayu untuk bangunan, dll. harus membeli atau mendatangkan dari bagian provinsi/pulau yang lain atau bahkan dari luar negeri atau mancanegara. Sebaliknya sesuai dengan kemajuan yang terjadi di pulau Jawa, maka pabrik-pabrik atau perusahaan besar umumnya ada di pulau Jawa, sehingga meskipun sumber daya alamnya sudah makin menipis, namun Jawa banyak memproduksi bahan atau barang hasil industri makanan, pakaian, dan barang-barang kebutuhan lain yang sangat dibutuhkan oleh penduduk di pulau-pulau yang lain.
Wawasan
b. Perbedaan Jarak Antarwilayah di Indonesia
Perbedaan intensitas interaksi antarwilayah di Indonesia dapat terjadi karena ada wilayah yang memiliki alternatif lebih baik dapat dikatakan sebagai peluang antara. Manakala ada dua wilayah yang memiliki kelebihan barang atau produk yang sama, maka wilayah lain yang akan membeli produk tersebut akan memperhatikan faktor jarak atau biaya. Misalnya:
Banyak orang di daerah Batam (provinsi Riau) lebih banyak yang berbelanja ke Singapura dari pada belanja ke Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia, disebabkan karena jaraknya lebih dekat dan sarana transportasinya juga mudah. Demikian juga betapa banyak masyarakat Jakarta, yang pada setiap hari Sabtu dan Minggu, atau hari libur, mereka berlibur ke kota Bandung, atau Puncak.
c. Kemudahan perolehan maupun pengiriman barang antar wilayah di Indonesia
Terkait dengan kemudahan perolehan maupun pengiriman barang antar wilayah ini, akan mengakibatkan intensitas interaksi juga dapat meningkat karena kemudahan mencapai atau mengirimkan barang kebutuhan dari para pihak yang berinteraksi. Faktor utama kemudahan pengiriman ini didasarkan baik atas biaya yang lebih murah, ataupun kebijakan Saling melengkapi antar wilayah di Indonesia disebabkan oleh potensi, kelebihan dan kekurangan sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berbeda antarpulau, antarprovinsi, antarkabupaten, antarkecamatan, atau antarwilayah di Indonesia.
aturan masing-masing wilayah di Indonesia. Jarak yang lebih jauh tetapi mudah dicapai sehingga biaya lebih murah, akan lebih diminati daripada jarak dekat tetapi jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai. Seseorang yang akan membeli sayuran akan lebih suka membeli di warung atau pasar daripada membeli langsung ke petani meskipun jaraknya lebih dekat tetapi untuk dapat menjangkaunya secara langsung lebih sulit.
Apalagi jika kemudahan pengiriman ini dikaitkan dengan interaksi yang berupa pertukaran gagasan, pesan, dan informasi yang disebut komunikasi, sangat dipengaruhi oleh faktor kemudahan pengiriman. Secara umum jaringan komunikasi di daerah di pulau Jawa jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa daerah atau pulau di luar Jawa.
B. Kondisi Geografis Indonesia
Pada sub-bab ini, kalian akan belajar tentang kondisi geografis Indonesia. Pembahasan tentang kondisi geografis Indonesia meliputi hal-hal berikut:
1. Letak Geografis Indonesia 2. Relief Muka Bumi Indonesia 3. Keadaan Tanah di Indonesia 4. Kondisi Iklim Indonesia 5. Flora dan Fauna Indonesia
Wawasan
Sebagai bangsa Indonesia harus selalu waspada, karena kemajuan transportasi, teknologi informasi dan komunikasi juga membawa dampak buruk terutama pengaruh asing yang negatif.
1. Letak geografis Indonesia
Letak geografis adalah letak suatu wilayah berdasarkan posisinya terhadap daerah lain. Dapat juga dikatakan bahwa letak geografis adalah letak berdasarkan kondisi alam sekitarnya. Secara astronomis Indonesia terletak di antara 950 BT-1410 BT dan antara 60 LU-110 LS. Artinya untuk bagian yang paling utara dari wilayah kepulauan Indonesia dibatasi oleh garis lintang 60 LU, sedangkan bagian wilayah Indonesia yang paling selatan, dibatasi oleh garis lintang 110 LS. Sementera bagian yang paling barat dari wilayah Indonesia dibatasi oleh garis bujur 950 BT, sedangkan bagian yang paling timur dibatasi oleh garis bujur 1410 BT.
Untuk lebih jelasnya kalian dapat memperhatikan dengan cara meraba peta atau gambar 1.2.
Secara geografis wilayah Indonesia diapit oleh dua benua dan dua samudera. Dua benua tersebut adalah Benua Asia di bagian Barat Laut, dan Benua Australia di bagian Tenggara.
Sementara samudera Hindia berada di bagian Barat Daya dan Samudera Pasifik di bagian Timur Laut, keduanya mengapit
Gambar 1.2. Letah Astronomis Indonesia
Sumber : dokumen pribadi
Indonesia. Posisi geografis Indonesia memberikan banyak keuntungan karena menjadikan letak Indonesia secara geografis menjadi sangat strategis.
Untuk mendapatkan gambaran tentang posisi silang wilayah negara Indonesia, kalian dapat memperhatikan gambar 1.3. Fokuskan perabaan kalian pada dua anak panah yang bersilangan. Anak panah pertama menghubungkan benua Asia di bagian Barat Laut dengan benua Australia di bagian Tenggara.
Gambar silang dengan anak panah menggambarkan bahwa negara Indonesia berada pada posisi yang strategis, karena berada pada persimpangan jalan atau lalu lintas antara Asia dengan Australia, dan antara samudera Hindia dengan samudera Pasifik.
2. Relief Muka Bumi Indonesia
Indonesia adalah suatu negara kepulauan. Luas wilayah seluruhnya kurang lebih 5.180.053 km2. Wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan lautan. Luas daratan Indonesia mencapai 1.922.570 km2. Luas lautan Indonesia mencapai
Gambar 1.3. Letak geografis Indonesia di antara benua Asia dan Austra- lia, dan di antara samudera Hindia dan Pasifik
Sumber : dokumen pribadi
3.257.483 km2. Jumlah pulau di Indonesia mencapai 13.466 pulau. Ada lima pulau besar di Indonesia yang dihuni oleh masyarakat, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pulau lainnya merupakan pulau-pulau kecil. Sejumlah pulau-pulau kecil tersebut juga dihuni manusia.
Setiap pulau di Indonesia memiliki kenampakan alam yang berbeda-beda. Secara umum, kenampakan alam pulau-pulau di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu:
a. Dataran rendah
Dataran rendah di Indonesia terhampar di banyak pulau.
Semua pulau di Indonesia memiliki dataran rendah meskipun tidak luas. Pulau Jawa adalah contoh pulau yang sebagian besar daerahnya adalah dataran rendah. Dataran rendah banyak dihuni penduduk karena mudah mendapatkan air dan lahannya tidak terlalu bergelombang. Kebanyakan penduduk yang tinggal di dataran rendah membuka lahan pertanian, baik sawah maupun perkebunan.
b. Dataran tinggi
Dataran tinggi sesungguhnya sama dengan dataran rendah, namun berbeda ketinggiannya dari permukaan air laut (dpal) yang dapat mencapai 400 meter di atas permukaan laut. Karena permukaannya yang datar, maka daerah dataran tinggi juga banyak dimanfaatkan untuk permukiman. Daerah dataran tinggi pun banyak terdapat pertanian. Tanaman budidaya di daerah dataran tinggi berbeda dengan tanaman budidaya di dataran rendah, kebanyakan berupa tanaman sayur-sayuran.
c. Bukit
Bukit adalah daerah yang lebih tinggi daripada daerah di sekitarnya. Ketinggian bukit dapat mencapai 600 meter di atas
permukaan laut. Apabila terdapat banyak bukit yang letaknya mengelompok atau saling berdekatan, maka disebut sebagai perbukitan. Daerah perbukitan kurang cocok untuk tempat permukiman karena sulit membangun jalur transportasi, di samping rawan terjadi longsor. Daerah perbukitan juga tidak cocok untuk membuka lahan persawahan karena cenderung kesulitan air. Namun, karena untuk memenuhi kebutuhan, masyarakat sering membuka ladang di lereng-lereng bukit.
d. Gunung
Gunung merupakan daerah yang tinggi dengan lereng curam dan memiliki puncak. Indonesia memiliki banyak gunung karena terletak di daerah ring of fire (cincin gunung berapi). Ada dua cincin gunung berapi yang melewati Indonesia, yang dinamakan Sircum Pasific dan Sircum Mediteran. Gunung berapi di Indonesia ada yang aktif dan ada yang sudah mati. Gunung berapi aktif sewaktu-waktu dapat meletus dan mengeluarkan material vulkanik. Gunung berapi yang sudah mati tidak dapat meletus lagi.
Rangkaian gunung-gunung yang membentuk satu kesatuan dinamakan pegunungan. Rangkaian pegunungan banyak terdapat di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, dan Pulau Papua. Lereng gunung banyak dimanfaatkan penduduk untuk membuka lahan pertanian dan juga kawasan pariwisata.
3. Keadaan Tanah di Indonesia a. Jenis Tanah di Indonesia
Indonesia memiliki jenis tanah berbeda-beda pada setiap wilayah. Hal ini terjadi karena tanah terbentuk dari proses dan bahan yang berbeda-beda. Jenis tanah yang berbeda memiliki ciri-ciri yang berbeda pula, sehingga kegunaannya pun berbeda.
Beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia antara lain:
1) Tanah aluvial (endapan)
Tanah aluvial umumnya berasal dari endapan aliran sungai. Biasanya tanah jenis ini dimanfaatkan untuk tanaman palawija, jagung, atau tanaman perdu lainnya.
Tanah aluvial banyak terdapat di sekitar aliran sungai di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua.
2) Tanah humus
Tanah humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah lapuk. Tanah ini umumnya subur karena mengandung banyak unsur hara dan mineral yang dibutuhkan oleh tanam-tanaman. Tanah humus banyak terdapat di hutan di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Papua, dan sebagian Pulau Sulawesi.
3) Tanah gambut
Tanah gambut juga berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah lapuk, namun kurang sempurna karena banyaknya kandungan air. Kandungan unsur hara dan mineral yang terdapat dalam tanah gambut umumnya terbatas.
Biasanya tanah gambut dimanfaatkan untuk perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit. Tanah gambut banyak terdapat di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Itulah sebabnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan banyak dikembangkan lahan-lahan perkebunan kelapa sawit.
4) Tanah vulkanis
Tanah vulkanis berasal dari bahan-bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi. Beberapa tanah vulkanik terbentuk oleh hasil pelapukan batuan yang dikeluarkan oleh gunung berapi. Sebagian tanah vulkanis berasal
dari endapan abu vulkanik yang tebal. Tanah vulkanis umumnya subur sehingga banyak dimanfaatkan untuk aktivitas di bidang pertanian dan perkebunan.
5) Tanah mediteran/terarosa
Tanah mediteran/terarosa berasal dari hasil pelapukan batu kapur. Tanah terarosa biasanya berwarna merah dan terdapat di daerah gunung/pegunungan. Tanah ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan ladang. Tanah terarosa banyak ditemukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatera.
b. Kesuburan Tanah di Indonesia
Lewat pelajaran IPS di kelas X, kalian tentu sudah sering diajak memperhatikan kondisi tanah di sekitar tempat tinggal. Bagaimana masyarakat memanfaatkan tanah di lingkungan kalian? Perbedaan apa saja yang kalian temukan pada kondisi tanah di lingkungan? Keunggulan apa saja yang terdapat pada kondisi tanah di Indonesia?
Pada pelajaran kelas XI ini, kalian akan mempelajari berbagai jenis tanah di Indonesia. Tanah di Indonesia pada umumnya subur, disebabkan salah satunya karena Indonesia berada di daerah vulkanis, di mana Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang letusannya setiap saat dapat menyuburkan tanah. Mengapa gunung berapi dapat menyuburkan tanah? Letusan gunung berapi menyemburkan abu vulkanis sebagai penyubur kembali tanah yang kurang subur. Tanah di Indonesia yang subur akan mengakibatkan berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik. Kondisi tanah yang subur, iklim tropis dengan sinar matahari dan curah hujan yang cukup merupakan keunggulan komparatif tersendiri bagi wilayah negara kita. Tanah di Indonesia dapat
ditanami ataupun tumbuh berbagai jenis tanaman dan memberikan hasil yang besar.
4. Kondisi Iklim Indonesia
Kondisi iklim di Indonesia secara umum dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu:
a) Iklim tropis
Iklim tropis disebabkan karena Indonesia terletak di sekitar khatulistiwa. Gambar 1.4 menggambarkan pergerakan angin global di seluruh dunia, yang digambarkan dengan anak panah anak panah untuk menggambarkan arah pergerakan angin global dimaksud. Silahkan Anda raba anak-anak panah yang ada di dekat garis Lintang 00 atau biasa disebut dengan garis Khatulistiwa.
Iklim tropis menyebabkan Indonesia memiliki suhu udara yang tinggi. Akibatnya, penguapan terjadi dalam jumlah besar. Hal ini mengakibatkan curah hujan tinggi di Indonesia.
b) Iklim muson
Iklim muson yang terjadi di Indonesia disebabkan karena adanya pergantian arah angin setiap setengah tahun sekali.
Gambar 1.4. Pergerakan Angin Global
Sumber : dokumen pribadi
Antara bulan Oktober sampai April, angin bertiup dari arah barat atau barat laut. Angin ini dinamakan angin muson barat. Angin muson barat menyebabkan terjadinya musim penghujan. Sedangkan pada bulan April sampai Oktober, angin yang bertiup arahnya dari timur atau tenggara. Angin ini dinamakan angin muson timur. Angin muson timur menyebabkan terjadinya musim kemarau. Perbedaan antara angin muson barat dengan angin muson timur tersebut dapat kalian rasakan melalui perabaan pada gambar 1.5.
Fokuskan perabaan kalian pada semua anak panah yang ada sehingga kalian paham perbedaan ke dua angin muson tersebut
c) Iklim laut
Indonesia memiliki iklim laut karena Indonesia memiliki lautan yang sangat luas. Kurang lebih 2/3 wilayah Indoesia adalah laut/lautan. Laut yang luas menyebabkan banyak terjadi penguapan dan hujan.
Dari uraian tentang kondisi iklim di Indonesia, dapat dikemukakan bahwa berdasarkan pembagian iklim matahari
Gambar 1.5.
Angin muson barat dan angin muson timur di Indonesia
Sumber : dokumen pribadi
yang meliputi iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin/
kutub, wilayah Indonesia terletak di daerah yang beriklim tropis. Indonesia yang terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, menyebabkan Indonesia memiliki angin musim Barat dan angin musim Timur. Akibatnya wilayah negara Indonesia memiliki iklim musim/muson. Sementara karena Indonesia memiliki lautan yang sangat luas, mengakibatkan Indonesia memiliki iklim laut. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan wilayah Indonesia memiliki iklim muson-laut- tropis.
5. Flora dan Fauna di Indonesia a. Flora di Indonesia
Flora atau tumbuhan di Indonesia dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok Indo-Malayan dan kelompok Indo- Australian. Kelompok Indo-Malayan terdapat di Indonesia bagian barat, yaitu Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Pulau Bali. Kelompok Indo-Australian terdapat di Indonesia bagian timur, yaitu Pulau Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.
Ciri-ciri flora Indo-Malayan dan flora Indo-Australian di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Ciri-ciri flora Indo-Malayan
a) Jenis meranti-merantian sangat banyak b) Terdapat berbagai jenis rotan
c) Tidak terdapat hutan kayu putih
d) Jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) sedikit e) Jenis tumbuhan sagu sedikit
f) Terdapat berbagai jenis nangka
2) Ciri-ciri flora Indo-Australian
a) Jenis meranti-merantian hanya sedikit b) Tidak terdapat berbagai jenis rotan c) Terdapat hutan kayu putih
d) Terdapat berbagai jenis tumbuhan matoa, khususnya di Papua
e) Banyak terdapat tumbuhan sagu f) Tidak terdapat jenis nangka
b. Fauna di Indonesia
Berdasarkan lokasi persebarannya, fauna atau hewan di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga kelompok. Tiga kelompok fauna tersebut adalah:
1) kelompok fauna barat (fauna Asiatis/Oriental), 2) kelompok fauna tengah (fauna Peralihan), dan 3) kelompok fauna timur (fauna Australian).
Ke tiga kelompok fauna tersebut dibatasi oleh garis Wallace dan garis Weber. Garis Wallace membatasi antara kelompok fauna barat dan kelompok fauna tengah. Sedangkan garis Weber membatasai kelompok fauna tengah dan kelompok fauna timur.
1) Fauna Asiatis
Fauna Asiatis memiliki ciri-ciri utama yaitu:
a) Memiliki spesies mamalia yang berukuran besar, seperti gajah, badak, harimau, dan sebagainya. Namun, jumlah mamalia berkantung sedikit, atau hampir tidak ada.
b) Terdapat berbagai jenis kera, seperti bekantan, tarsius, serta orang utan.
c) Terdapat banyak hewan endemik, seperti badak bercula satu, binturong, monyet, tarsius, dan kukang.
d) Terdapat jenis burung yang mempunyai warna bulu
kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Seperti : jalak bali, elang jawa, elang putih, dan sebagainya.
e) Mempunyai banyak ikan air tawar.
2) Fauna Peralihan
Ciri-ciri utamanya adalah:
a) Banyak terdapat hewan asli Indonesia.
b) Memiliki kemiripan dengan fauna tipe Asiatis dan Australis.
c) Terdapat berbagai jenis hewan langka.
d) Faunanya sebagai sisa dari hewan purba yang masih mampu untuk bertahan.
e) Contoh dari fauna peralihan ini antara lain adalah babi rusa, anoa, kuda, monyet, komodo, ular, burung maleo, burung dewata, burung rangkong.
3) Fauna Australiatis
Ciri-ciri utama fauna Australiatis adalah:
a) Banyak binatang yang berkantung.
b) Mempunyai berbagai jenis burung yang memiliki bulu warna-warni.
c) Ikan air tawar jumlahnya sedikit.
d) Tipe ikan laut kebanyakan memiliki bentuk yang bulat panjang.
e) Contoh dari fauna Australiatis ini antara lain adalah kanguru, walabi, kuskus, buaya, biawak, kadal, cenderawasih, kasuari, burung nuri.
C. Potensi Sumber daya Alam di Indonesia
Pada subbab ini, kalian akan belajar tentang potensi sumber daya alam di Indonesia. Pembahasan tentang potensi sumber daya alam di Indonesia mencakup hal-hal berikut:
1. pengertian dan peran sumber daya alam;
2. persebaran sumber daya alam di Indonesia;
3. jenis-jenis sumber daya alam yang dapat dikelompokkan menurut penggolongan tertentu, dan
4. pengelolaan sumber daya alam.
1. Pengertian dan Peran Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA), adalah sumber daya yang berasal dari alam yang dimiliki suatu wilayah, baik berupa daratan, udara, maupun perairan yang bermanfaat untuk mendukung kehidupan manusia dan pembangunan wilayah/negara. Sumber daya alam mencakup semua sumber daya yang berasal dari alam baik daratan, perairan, maupun udara/atmosfer. Secara garis besar komponen sumber daya alam terdiri atas komponen biotik dan abiotik. Sumber daya alam biotik adalah komponen sumber daya alam yang berupa kehidupan, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, sedangkan komponen sumber daya alam abiotik meliputi komponen sumber daya alam yang bukan berupa kehidupan, antara lain berupa gas alam, tanah, berbagai jenis logam, air, minyak bumi dan lain-lain. Sumber daya alam memiliki peran sangat bermanfaat untuk mendukung kehidupan manusia serta pembangunan wilayah/negara, baik sebagai faktor produksi maupun sebagai penunjang kehidupan.
2. Persebaran Sumber Daya Alam di Indonesia
Sumber daya alam di Indonesia tersebar baik di daratan (litosfer), di air/perairan (hidrosfer) maupun di udara (atmosfer)
a. Sumber daya alam yang terdapat di daratan (litosfer)
Sumber daya alam yang terdapat di daratan (litosfer) mencakup tanah dan lahan, batuan, dan mineral.
1) Lahan dan Tanah
Lahan (land) mempunyai pengertian yang lebih luas dari pada tanah. Tanah itu sendiri merupakan salah satu komponen pembentuk lahan. Lahan mencakup atmosfer, tanah, batuan, hidrologi dan tumbuhan yang terdapat pada dan dekat permukaan bumi. Sumber daya lahan mempunyai berbagai nilai bagi kehidupan manusia, karena dari lahan ini manusia dapat memperoleh bahan makanan, mendapatkan tempat tinggal dan dapat melakukan aktivitas lainnya. Penggunaan lahan di Indonesia sangat bervariasi antara lain untuk: persawahan, tegalan, perkebunan, perikanan, kehutanan, permukiman, perindustrian dan pariwisata. Tanah sebagai komponen utama lahan, merupakan material/bahan hasil pelapukan batuan yang bercampur dengan bahan-bahan organik.
b. Sumber daya alam yang terdapat di air (hidrosfer)
Air/perairan dimaksudka adalah seluruh perairan baik yang ada di darat maupun di laut. Contoh perairan darat misalnya sungai, danau, telaga, waduk, dan rawa.
Perairan darat dapat dimanfaatkan untuk:
1) air rumah tangga seperti air minum, mandi, cuci, dan lain-lain.
2) air irigasi untuk mengairi tanaman pertanian
3) air untuk industri, sebagai bahan mentah maupun bahan proses produksi
4) sumber galian pasir dan bijih besi
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sungai.
Sedimen atau endapan sungai seperti pasir, batu-batuan,
lumpur atau lempung, dan lain-lain, juga merupakan sumber daya alam atau barang tambang yang terdapat di sungai.
Sedimen yang terangkut sungai yang mencapai pantai dan terendapkan dapat membentuk dataran yang disebut delta, yang dapat dijadikan lahan pertambakan.
c. Sumber daya alam yang ada di udara (atmosfer)
Sumber daya alam yang terdapat di udara (atmosfer) meliputi: udara dengan berbagai kandungan gasnya, angin, suhu udara dan sinar matahari.
1) Udara
Udara yang ada di atmosfer mengandung berbagai macam gas dan banyak manfaat. Manfaat udara adalah:
a) penyedia berbagai macam zat yang diperlukan bagi mahluk hidup.
b) melindungi mahluk hidup terhadap pengaruh sinar matahari;
c) penyeimbang suhu menurut ruang di permukaan bumi;
d) media perambatan gelombang elektromagnetik yang berguna telekomunikasi radio dan televisi.
Sifat dari gas-gas penting yang perlu diketahui.
a) Nitrogen; disebut juga sebagai zat lemas. Mengapa? Karena mahluk hidup terutama manusia dan hewan akan mati lemas bila menghirup nitrogen terlalu banyak. Nitrogen merupakan unsur penting dalam pembuatan pupuk, misalnya pupuk urea banyak mengandung nitrogen.
b) Oksigen; merupakan zat yang paling penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Oksigen yang dihirup manusia dan hewan akan mengubah makanan dalam tubuh menjadi energi gerak, membuat zat baru dan menghasilan energi
panas.
c) Tumbuh-tumbuhan menghisap CO2 sewaktu fotosintesis dan mengeluarkan O2 pada siang hari, (menghirup O2 waktu bernafas pada malam hari).
d) Gas-gas mulia, yaitu gas yang jumlahnya sedikit di atmosfer, seperti argon, neon, helium, kripton dan xenon.
2) Angin
Angin ada sebagai akibat perbedaan suhu pada permukaan bumi. Sumber daya angin yang terdapat di udara merupakan sumber daya energi alternatif yang tidak merusak lingkungan.
Untuk mendapatkan energi angin digunakan kincir angin atau baling-baling, sehingga energi angin dapat diperoleh menjadi tenaga penggerak yang selanjutnya dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan atau sumber energi lain, seperti generator listrik. Di Indonesia wilayah Maumere, Palu, dan Waingapu memiliki potensi sumber daya angin yang cukup potensial.
3) Sinar matahari
Sinar matahari juga merupakan sumber daya alam yang tak kalah potensialnya dibandingkan sumber daya alam yang lain. Sinar yang dipancarkan oleh matahari ke bumi melalui udara merupakan energi yang tak ternilai harganya.
Karena adanya sinar matahari inilah kehidupan di muka bumi ini dapat berjalan. Manusia, binatang, dan tumbuh- tumbuhan, semuanya membutuhkan sinar matahari. Kalian dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika matahari berhenti bersinar?
Pemanfaatan energi panas surya juga dapat dilakukan dengan cara mengkonversikan energi matahari ke dalam bentuk energi panas melalui kolektor penyerapan panas,
kemudian dapat dimanfaatkan langsung untuk pemanasan ruangan, pengeringan, pemanasan air untuk keperluan rumah tangga, atau industri.
3. Jenis-jenis Sumber Daya Alam menurut Penggolongan Tertentu
Jenis sumber daya alam khususnya barang tambang atau bahan galian, dapat dikelompokkan menurut penggolongan tertentu.
a. Penggolongan sumber daya alam menurut Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1980.
Barang tambang/bahan galian, merupakan istilah yang sering digunakan untuk menyebut sumber daya alam yang terdapat di Indonesia. Menurut Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1980, yang mengatur tentang Penggolongan Bahan- bahan Galian, membagi bahan galian di Indonesia menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu:
1) Bahan galian golongan A, yaitu bahan galian golongan strategis. Artinya strategis bagi pertahanan/keamanan atau bagi perekonomian negara.
Bahan galian golongan A, terdiri atas:
a. Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, dan gas alam;
b. Bitumen padat, aspal;
c. Antrasit, batubara, batubara muda;
d. Uranium, radium, thorium, dan bahan-bahan radio aktif lainnya;
e. Nikel, kobalt;
f. Timah.
2) Bahan galian golongan B, yaitu bahan galian vital, berupa bahan galian yang dapat menjamin hajat hidup orang
banyak.
Bahan galian golongan B, terdiri atas:
a. Besi, mangan, molibdenum, krom, walfran, vanadium, titanium;
b. Bauksit, tembaga, timbal, seng;
c. Emas, platina, perak, air raksa, intan;
d. Arsen, antimon, bismut;
e. Atrium, rhutenium, krium, dan logam-logam langka lainnya;
f. Berrillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;
g. Kriolit, flouspar, barit;
h. Yodium, brom, khlor, belerang.
3) Bahan galian C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk golongan A dan B.
Bahan galian golongan C, umumnya merupakan bahan galian industri, terdiri atas:
a. Nitrat, phosphate, garam batu;
b. Asbes, talk, mike, grafit, magnesit;
c. Yarosit, leusit, tawas (alam), oker;
d. Batu permata, batu setengah permata;
e. Pasir kuarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonite;
f. Batu apung, teras, obsidian, perlit, tanah diatome;
g. Marmer, batu tulis;
h. Batu kapur, dolomit, kalsit;
i. Granit, andesit, basal, trakkit, tanah liat, dan pasir.
b. Penggolongan Sumber Daya Alam berdasarkan Kemungkinan untuk Terbarukan
Sumber daya alam dapat dikelompokkan ke dalam:
1) Sumber daya alam yang terbarukan (continuous/
renewable resources). Misalnya: hasil hutan (kayu, rotan,
dan lain-lain) dan hasil-hasil laut seperti ikan, udang, dan sejenisnya).
2) Sumber daya alam yang tidak terbarukan (exhaustible/
unrenewable resources). Sumber daya alam ini terbentuk oleh proses alam dan setelah digunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, tidak ada lagi proses pembaruan/penggantian dengan yang baru. Semua sumber daya alam barang tambang atau bahan galian, tergolong sumber daya alam yang tak terbarukan (exhaustible/unrenewable resources). Oleh karena itu penggunaannya harus sangat hati-hati, agar dapat memberikan manfaat yang sebaik-baiknya untuk pembangunan negara dan guna memenuhi hajat hidup orang banyak.
Selain kedua jenis sumber daya alam tersebut di atas, kita sebenarnya juga mengenal adanya sumber daya alam yang tidak perlu dikahawatirkan akan habis (inexhaustible resources). Sumber daya alam ini tersedia di mana-mana dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja secara cuma- cuma. Misalnya: sinar matahari, udara, angin, dll.
c. Penggolongan Barang Tambang/Bahan Galian berdasarkan Bahannya
Berdasarkan bahannya, bahan galian dikelompokkan menjadi:
1) bahan energi, terdiri atas: minyak bumi, gas alam, batubara dan uranium;
2) bahan logam, mencakup antara lain: besi, nikel, timah, tembaga, emas, perak, dan bauksit;
3) bahan non logam, antara lain: belerang, kaolin, fosfat, marmer dan aspal.
1) Bahan Energi a) Minyak bumi
Sampai sekitar tahun 2015, Indonesia masih bisa mengeksploitasi minyak bumi kurang lebih satu juta barel per hari. Kalian tentu tahu berapa harga bensin sekarang, bukan? Beruntunglah negara kita punya tambang minyak bumi, sehingga harga minyak di Indonesia tidak terlalu tinggi. Minyak bumi tersebar baik di daratan maupun di dasar-dasar lautan.
Eksplorasi dan pengeboran sumber-sumber minyak di Indonesia, dilakukan baik di daratan maupun di dasar laut (lepas pantai).
Usaha penambangan minyak di daratan terdapat di:
a) Aceh (Perlak),
b) Sumatera Utara (Langkat), c) Riau, Jambi,
d) Sumatera Selatan (Sungai Gerong), e) Jawa Barat (Cirebon),
f) Jawa Tengah (Cepu), g) Jawa Timur (Laut Jawa), h) Kalimantan Selatan,
i) Kalimantan Timur (Balikpapan, Pulau Bunyu, Pulau Tarakan),
j) Papua (Sorong, Biak) dan lain-lain.
Minyak mentah yang didapat dari proses pengeboran, kemudian disalurkan dengan kilang-kilang menuju ke tempat pengolahan sementara. Tempat-tempat penting pengeboran minyak lepas pantai di Indonesia terdapat di:
a) Selat Malaka, b) Laut Jawa,
c) Laut Cina Selatan, d) Selat Sunda,
e) Selat Makasar, f) Laut Sulawesi, dan
g) Selat Karimata di sekitar Kepulauan Natuna.
Minyak mentah dari tempat-tempat pengeboran, selanjutnya dialirkan melalui pipa-pipa minyak, atau diangkut dengan kapal-kapal tangker, ke tempat-tempat penyulingan, untuk diproses menjadi minyak siap pakai.
Tempat-tempat penyulingan minyak di Indonesia terdapat di:
a) Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), b) Dumai (Riau),
c) Plaju (Jambi) dan
d) Sungai Gerong (Sumatera Selatan), e) Cilacap (Jawa Tengah), dan
f) Balikpapan b) Gas alam
Endapan (deposit) gas alam terpisah dengan endapan minyak bumi. Untuk mendapatkan gas alam yang terjebak dalam perlapisan batuan, dilakukan pengeboran. Gas alam hasil pengeboran biasanya dialirkan lebih dahulu ke kilang pencairan, untuk dicairkan. Gas alam disimpan dalam tangki-tangki penyimpanan. Gas alam cair disebut LPG (Liquid Petroleum Gas), disebut pula LNG (Liquid Natural Gas). Proses pencairan gas alam dihasilkan pula sejenis minyak ringan yang dapat dijadikan bahan baku untuk industri plastik, pupuk dan sebagainya.
Di Indonesia, sumber gas alam yang terbesar terdapat di kepulauan Natuna. Di tempat lainnya adalah di Bontang
Kalimantan Timur dan Arun Nanggroe Aceh Darusalam.
Gas alam cair ditujukan untuk kepentingan ekspor dan memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang ada di Indonesia, yaitu pabrik pupuk Iskandar Muda dan pabrik pupuk ASEAN di Aceh.
c) Batubara
Batubara berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk menjadi arang batu, karena terjebak dalam perlapisan kulit bumi dalam waktu yang sangat lama, selama jutaan tahun. Penamaan batubara mulai yang termuda umurnya, yaitu gambut, batubara muda, batubara, antrasit dan grafit.
Pertambangan batubara pertama di Indonesia dilakukan di Pengaron (Kalimantan Timur) pada tahun 1849. Berikutnya di Ombilin (Sumatera Barat) pada tahun 1892. Bukit Asam (Sumatera Selatan) yang dimulai pada tahun 1919. Di Bukit Asam ini endapan batubara berada di dekat permukaan tanah.
Pengambilan batubara biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan berat seperti ekskavator untuk mengambil batubara dengan cara menggali batubara, kemudian dinaikkan ke truk-truk pengangkut batubara.
2) Bahan logam
Sumber daya alam bahan logam yang terdapat di Indonesia diantaranya :
a) Bijih besi
Bijih besi bercampur dengan pasir vulkanik. Bijih besi berwarna hitam mengkilat. Bahan ini digunakan sebagai campuran dalam industri semen. Di Indonesia,
pertambangan bijih besi dapat ditemukan di Sumatera Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Penggalian pasir besi di Indonesia dilakukan antara lain di Cilacap (Jawa Tengah), Blitar dan Banyuwangi (Jawa Timur). Jumlah yang terbesar dihasilkan di Cilacap, Jawa Tengah.
b) Nikel
Nikel merupakan logam yang biasa digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan berbagai barang dengan bahan baku logam, seperti kuningan, perunggu dan besi. Kegunaan nikel adalah untuk memperkeras logam campuran yang dihasilkan. Nikel juga digunakan untuk melapisi logam lain, agar tampak mengkilat dan tahan karat. Pada tahun 2012 produksi nikel Indonesia sebesar 36 juta ton.
Daerah penghasil nikel di Indonesia banyak dijumpai di Soroako Sulawesi Selatan, Pomala Sulawesi Tenggara, dan Papua. Di Sorong, penambangan nikel dilengkapi dengan pabrik peleburan dan pemurnian yang modern.
c) Timah putih
Timah putih merupakan logam berwarna putih yang tahan karat. Bahan ini biasa digunakan pada industri mesin, kaleng, dan juga sebagai bahan patri.
Penambangan timah di Indonesia terdapat di Pulau Bangka, Belitung, dan Singkep, dan lain-lain. Sebagai salah satu komoditi ekspor unggulan Indonesia, ekspor timah Indonesia mencapai sekitar 11% pada tahun 2010. Ditinjau dari pendapatan ekspor mineral logam.
Indonesia merupakan negara pemasok timah untuk pasar internasional kedua setelah Cina dengan pangsa pasar 40% dari total produksi timah dunia.
d) Tembaga
Penambangan bijih tembaga terbesar di Indonesia terdapat di Papua bagian tengah. Di kota Tembagapura dibangun pabrik peleburan bijih tembaga modern sejak tahun 1972. Daerah penghasil tembaga lainnya adalah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
e) Emas dan perak
Emas dan Perak terdapat di Cikotok (Banten Selatan, Jawa Barat), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua bagian Tengah. Emas termasuk golongan bahan vital. Emas dan perak biasanya juga ditemukan pada pertambangan tembaga berbentuk urat-urat emas di dalam batuan kuarsa.
f) Bauksit
Bauksit merupakan bijih logam aluminium, yaitu sejenis logam yang ringan, keras, dan tidak mudah berkarat. Bauksit diproleh dalam bentuk lumpur, kemudian dilebur hingga diperoleh logam aluminium.
Bauksit banyak terdapat di Sumatera Selatan (Lubuk Linggau), Kalimanatan Barat (Sanggau), dan Kepulauan Riau (pulau Bintan).
3) Bahan bukan logam a) Belerang
Belerang merupakan mineral vulkanis yang banyak
dihasilkan di kawah-kawah gunung berapi. Bahan ini banyak digunakan dalam industri-industri kimia, pupuk, korek api, bahan peledak, dan obat-obatan.
Sebaran tambang belerang antara lain ada di Gunung Ijen Jatim, Gunung Telaga Bodas Jawa Barat, dan Gunung Welirang.
b) Kaolin
Kata Kaolin berasal dari bahasa Cina, yang berarti gunung yang tinggi. Di gunung yang tinggi itulah terdapat tanah liat, yang apabila diproduksi menjadi keramik berkualitas sangat baik. Kaolin merupakan bahan dasar untuk pembuatan keramik. Pulau Bangka dan Pulau Belitung merupakan daerah penghasil kaolin.
c) Fosfat
Fosfat berasal dari persenyawaan antara pospor di dalam kotoran dan sisa-sisa binatang yang hidup di gua-gua dan batu gamping di dasar gua. Bahan tersebut banyak ditemukan di daerah-daerah kapur.
Fosfat merupakan salah satu komponen bahan baku yang cukup penting dalam pembuatan pupuk untuk tanaman.
Sebaran fosfat ada di daerah Bogor, Kebumen, Grobogan, dan Pati (Jawa Tengah); Gresik dan Sampang (Madura).
d) Marmer
Marmer atau batu pualam merupakan hasil perubahan bentuk atau metamorfosis dari batu gamping. Marmer banyak dimanfaatkan sebagai ornamen bangunan, dan perabotan rumah tangga. Sebaran pertambangan
marmer terdapat di daerah Tulungagung (Jawa Timur), dan Citatah (Jawa Barat).
e) Aspal
Aspal alam yang langsung diambil dari alam dalam bentuk jadi berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
4. Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia
Pengelolaan sumber daya alam, merupakan bagian dari upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup. Pengelolaan sumber daya mencakup aspek yang lebih luas tidak terbatas hanya pada pemanfaatannya saja, tetapi juga pelestariannya.
a. Azas Pengelolaan
Dalam pengelolaan sumber daya alam terdapat dua azas yang harus dipertimbangkan, yaitu
1) mengutamakan sumber daya yang dapat diperbarui 2) menjaga sumber daya yang langka dan tidak terbarukan.
Sumber daya langka dan tidak terbarukan perlu dihemat agar ketika sewaktu-waktu sangat diperlukan masih dapat dieksploitasi.
b. Strategi Pengelolaan
Strategi dalam pengelolaan sumber daya alam di
Aktivitas Individu
Kalian telah mempelajari potensi barang tambang di Indonesia.
Carilah sumber daya andalan yang ada di Indonesia! Buatlah kliping tentang sumber daya alam, kumpulkan pada akhir semester!
Indonesia harus dilakukan secara terpadu dan disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi.
Perubahan salah satu komponen sumber daya dapat menyebabkan ketidakseimbangan, yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu pengelolannya harus dicari yang dapat memberikan manfaat yang optimal. Misalnya dalam mengelola sumber daya lahan untuk pertanian, harus memperhatikan keunggulan produk yang akan dihasilkan. Disamping itu, pengelolaan sumber daya alam juga harus memungkinkan banyak alternatif yang dapat dipilih.
D. Potensi Sumber Daya Manusia di Indonesia
Pembelajaran kali ini, kalian akan belajar Potensi Sumber Daya Manusia di Indonesia. Selanjutnya dalam sub-bab ini akan dibahas secara rinci mengenai berbagai permasalahan terkait dengan Sumber Daya Manusia di Indonesia, yang meliputi:
1. Pengertian dan peran sumber daya manusia 2. Jumlah penduduk dan persebarannya;
3. Kelahiran, kematian, dan pertumbuhan penduduk;
4. Kepadatan penduduk;
5. Komposisi penduduk, sex ratio, beban ketergantungan, dan usia harapan hidup; serta
6. Migrasi penduduk.
1. Pengertian dan Peran Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah penduduk suatu wilayak dengan berbagai karakeristiknya yang dapat menunjang kehidupan manusia dan pembangunan wilayah. Oleh karena itu sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor
yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia dan pembangunan wilayah atau negara.
Jika penduduk yang ada memiliki kualitas yang baik, maka potensi sumber daya manusia tersebut akan menjadi modal bagi upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan pembangunan wilayah atau negara. Sebaliknya jika penduduk yang ada memiliki kualitas yang rendah, maka potensi sumber daya manusia tersebut akan menjadi beban yang memberatkan bagi upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan pembangunan wilayah atau negara.
2. Jumlah dan Persebaran Penduduk Indonesia a. Jumlah Penduduk Indonesia
Tahun 2016 jumlah penduduk Indonesia lebih dari 250 juta. Berdasarkan World Population Data Sheet tahun 2014, Indonesia berpenduduk 251 juta jiwa. Dari jumlah penduduk ini dapat diperkirakan jumlah bahan makanan yang harus disediakan, termasuk kebutuhan yang lain.
Jumlah penduduk yang besar akan menjadikan persaingan antar individu semakin kuat.
Untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia pemerintah memiliki tiga cara yakni, sensus penduduk, survei, dan registrasi penduduk.
1) Sensus Penduduk
Sensus penduduk adalah pendataan jumlah penduduk dengan cara mengumpulkan, menghimpun, menyusun, dan menerbitkan data demografis, ekonomis, dan sosial.
Sensus penduduk menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara atau wilayah tertentu. Sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun. Sensus atau cacah
jiwa dilakukan oleh pemerintah dengan mendatangi rumah-rumah penduduk. Jenis sensus ada dua macam yaitu:
a) Sensus de jure, yaitu pencatatan kependudukan yang dilakukan kepada mereka yang benar-benar bertempat tinggal di suatu daerah atau negara dimana sensus dilakukan. Biasanya dibuktikan dengan kartu tanda penduduk.
b) Sensus de facto, yaitu pencatatan kependudukan yang dikenakan kepada mereka yang berada di dalam daerah atau negara dimana sensus sedang dilakukan tanpa memperhatikan asal penduduk.
Data hasil sensus penduduk merupakan dasar bagi pemerintah untuk merencanakan pembangunan sehingga keakuratan data yang diperoleh sangat diutamakan. Dari hasil sensus penduduk kita dapat mengetahui hal-hal sebagai berikut:
a) jumlah penduduk
b) pertumbuhan penduduk c) persebaran penduduk d) kepadatan penduduk e) komposisi penduduk f) masalah urbanisasi 2) Survei Penduduk
Survei merupakan pengumpulan data kependudukan yang dilakukan kepada sebagian penduduk suatu daerah saja untuk mewakili seluruh penduduk. Biasanya survei penduduk dijadikan sebagai pelengkap dari sensus peduduk. Contoh dari survei penduduk adalah SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus).
3) Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk adalah pencatatan terjadinya peristiwa-peristiwa kelahiran, kematian, dan segala kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang sejak lahir sampai mati. Peristiwa penting tersebut di antaranya perkawinan, perpindahan, dan perceraian.
Registrasi penduduk ini dilakukan secara terus menerus oleh lembaga-lembaga yang terkait dengan kependudukan.
b. Persebaran Penduduk Indonesia
Sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa.
Padahal pulau Jawa adalah pulau yang kecil. Hal ini menyebabkan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di pulau Jawa sehingga diperlukan program untuk mengurangi kepadatan penduduk. Program yang diusahakan oleh pemerintah adalah program transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu pulau ke pulau lain dengan tujuan untuk menetap. Contohnya penduduk dari pulau Jawa dipindahkan ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, atau pulau-pulau lain yang penduduknya masih jarang.
3. Kelahiran, Kematian dan Pertumbuhan Penduduk a. Kelahiran
1) Makna Kelahiran
Kelahiran adalah bayi yang lahir hidup yang terjadi pada suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. Istilah lainnya yaitu fertilitas, natalitas, atau birth. Angka kelahiran atau tingkat kelahiran adalah jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 orang dalam waktu satu tahun.
2) Ukuran-ukuran kelahiran
Tingkat kelahiran suatu negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut
a) Tinggi : tingkat kelahiran lebih dari 30 b) Sedang : tingkat kelahiran 20 s.d. 30 c) Rendah : tingkat kelahiran kurang dari 20
Tingkat kelahiran juga dapat dikelompokkan menjadi:
a) Tingkat Kelahiran Kasar
Angka yang menunjukkan jumlah bayi lahir hidup dari setiap 1000 orang penduduk dalam waktu satu tahun disebut tingkat kelahiran kasar atau sering disebut CBR (Crude Birth Rate).
b) Tingkat Kelahiran Khusus Menurut Kelompok Umur Jumlah kelahiran pada setiap 1000 wanita menurut kelompok umur dalam satu tahun disebut tingkat kelahiran khusus menurut kelompok umur. Tingkat kelahiran ini sering disebut ASFR (Age Specific Fertility Rate).
c) Tingkat Kelahiran Umum/General Fertility (GF)
Jumlah kelahiran tiap seribu wanita yang berusia 15- 49 tahun dalam satu tahun disebut tingkat kelahiran umum atau General Fertility Rate (GFR). Nilai GFR 20, artinya setiap 1000 wanita berumur 15-49 tahun terjadi kelahiran 20 bayi pada satu tahun.
3) Faktor pendukung kelahiran
Faktor-faktor pendukung kelahiran disebut dengan pronatalitas, antara lain:
a) kawin/menikah usia muda,
b) perasaan tersiksa jika tidak punya anak, c) pandangan banyak anak banyak rejeki,
d) anak dapat membantu orang tua bekerja, dan e) anak laki-laki sebagai penerus keturunan.
4) Faktor penghambat kelahiran
Faktor-faktor yang menghambat kelahiran disebut anti natalitas, antara lain:
a) kesadaran remaja untuk menunda perkawinan sebelum cukup umur,
b) kesadaran masyarakat mengenai keluarga berkualitas, c) tunjangan pegawai negeri,
d) malu memiliki jumlah anak banyak,
e) undang-undang perkawinan yaitu Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang pembatasan usia perkawinan, dan
f) bertambahnya jumlah wanita yang bekerja.
b. Kematian
1) Ukuran-ukuran Kematian
Kematian adalah berakhirnya kehidupan seseorang.
Angka kematian merupakan jumlah orang yang meninggal dunia dari setiap 1000 penduduk dalam jangka waktu satu tahun. Angka kematian sering disebut juga mortalitas.
Angka kematian suatu negara 21 orang artinya di negara tersebut terjadi kematian 21 orang untuk setiap 1000 orang (penduduk) dalam kurun waktu satu tahun.
a) Tingkat Kematian Kasar
Angka yang menunjukkan jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam satu tahun disebut tingkat kematian kasar, Tingkat kematian ini sering disebut dengan CDR (Crude Death Rate).
Klasifikasi kematian kasar di suatu negara dibedakan menjadi:
tinggi : lebih dari 19 sedang : antara 14 s.d. 19 rendah : kurang dari 14
b) Tingkat Kematian Khusus Menurut Kelompok Umur Angka kematian menurut kelompok umur adalah angka yang menunjukan banyaknya kematian pada umur tertentu dalam satu tahun. Ukuran ini sering disebut ASDR (Age Specific Death Rate).
c) Tingkat Kematian Bayi
Tingkat kematian bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah bayi yang meninggal dunia dalam setiap 1000 bayi yang lahir hidup. IMR merupakan salah satu tolok ukur yang menunjukkan tingkat kesehatan masyarakat. Semakin tinggi angka kematian bayi, maka tingkat kesehatan masyarakat semakin rendah, dan sebaliknya jika angka kematian bayi rendah menunjukkan tingkat kesehatan masyarakat yang baik.
Berdasarkan pengelompokannya angka kematian bayi dikelompokan menjadi beberapa tingkatan, sebagai berikut:
Klasifikasi Kematian bayi:
a. sangat tinggi : lebih dari 125 b. tinggi : 75-125
c. sedang : 35-75
d. rendah : kurang dari 35
c. Faktor-faktor pendukung dan penghambat kematian
1) Faktor-faktor pendukung kematian bayi (pro-mortalitas),
antara lain:
a) Peperangan, b) Bencana alam,
c) kecelakaan lalu lintas,
d) Lingkungan yang tidak sehat,
e) Masyarakat yang tidak memperhatikan petunjuk kesehatan,
f) Fasilitas kesehatan yang belum memadai, dan g) Keadaan gizi yang rendah.
2) Faktor-faktor penghambat kematian bayi (anti mortalitas), antara lain:
a) Adanya kemajuan ilmu kesehatan
b) Masyarakat semakin memahami cara hidup sehat
c) Ajaran agama yang melarang sesama manusia untuk saling membunuh
d) Negara dalam keadaan damai d. Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Penduduk suatu negara atau daerah adalah orang yang tinggal di daerah tertentu atau orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Permasalahan kependudukan di dunia mengalami berbagai macam perubahan terutama dalam pertumbuhan jumlah penduduk.
Menurut teori Malthus, bahwa pertambahan penduduk dunia bertambah menurut deret ukur, sedang pertambahan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Artinya bahwa pertumbuhan penduduk bisa berkali lipat lebih besar dari produksi makanan.
Angka peningkatan pertumbuhan penduduk yang tinggi banyak dijumpai pada negara-negara miskin dan negara berkembang. Indonesia termasuk ke dalam lima negara di
dunia dengan penduduk terbanyak. Berdasarkan jumlahnya, Indonesia berada pada urutan keempat setelah negara Cina, India, dan Amerika serikat. Sedangkan di ka- wasan ASEAN Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar pertama, dan terbesar ketiga di benua Asia. Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2014).
Berdasarkan World Population Data Sheet tahun 2014, Republik Rakyat China berada pada peringkat pertama yakni 1.364 juta jiwa, peringkat kedua India yakni 1.294 juta jiwa, peringkat ketiga Amerika Serikat dengan 318 juta jiwa, keempat Indonesia dengan 251 juta jiwa.
4. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan luas wilayah. Kepadatan penduduk berbeda-beda di setiap wilayah. Kepadatan penduduk disebut juga density.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kepadatan penduduk di suatu wilayah, antara lain:
a. Faktor Kepadatan Penduduk
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk suatu wilayah adalah:
1) Fisiografis
Kondisi alam seperti bentuk permukaan bumi, kondisi perairan, dan kondisi iklim merupakan kondisi fisiografis suatu daerah. Perbedaan kondisi fisiografis antara satu tempat dengan tempat lainnya akan berpengaruh terhadap kepadatan penduduknya. Pada daerah dataran rendah, dengan kondisi perairan yang baik akan cenderung lebih padat penduduknya dibandingkan dengan daerah yang
bertopografi pegunungan. Pada daerah dataran rendah akan banyak dijumpai fasilitas-fasilitas umum sehingga kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan hidup lebih cepat tertangani. Oleh karena itu banyak penduduk di luar wilayah yang pindah ke daerah tersebut.
2) Keamanan
Keamanan hidup merupakan harapan setiap orang.
Pada daerah rawan konflik atau daerah peperangan sebagian besar penduduknya akan memilih pindah ke tempat yang lebih aman.
3) Biologis
Seseorang yang mempunyai darah keturunan daerah tertentu akan cenderung mengharapkan dapat kembali ke daerah asalnya. Orang jawa yang merantau ke luar pulau akan berusaha untuk kembali lagi ke tempat kelahirannya.
Apalagi jika daerah asal yang ditinggalkannya merupakan daerah yang aman dengan fasilitas hidup yang mudah.
Hal ini juga banyak terjadi kepada orang yang merantau, mereka akan cenderung ingin kembali ke daerah asal atau tanah kelahiran.
4) Psikologis
Faktor psikologis terkait dengan rasa aman seseorang terhadap suatu kejadian yang menimpanya sehingga meninggalkan trauma. Banyak orang yang berusaha meninggalkan tempat tinggalnya dan beralih ke tempat lain yang lebih aman.
b. Masalah Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan. Masalah- masalah itu antara lain: