• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I: PENDAHULUAN

A. Strategi Penanggulangan (Coping)

2. Faktor-faktor yang Mengubah Pengaruh Stresor pada Individu

Sarafino (1994, h.102-124) menjelaskan faktor-faktor psikologis dan sosial yang mengubah pengaruh stresor terhadap individu, diantaranya:

a. Dukungan sosial, yaitu kenyamanan, perhatian, penghargaan, dan bantuan yang dirasakan dan diterima oleh seseorang dari orang atau kelompok lain. Tipe dukungan sosial diklasifikasikan ke dalam 5 tipe dasar, yaitu:

1) Dukungan Emosional (Emotional Support), berupa ungkapan perhatian, simpati, dan rasa turut prihatin.

2) Dukungan Penghargaan (Esteem Support), berupa penilaian positif, persetujuan terhadap gagasan, dorongan terhadap perasaan, dan penilaian yang lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

3) Dukungan Instrumental/ Nyata (Tangible/ Instrumental Support), berupa dukungan bantuan langsung, seperti benda, uang, atau tenaga.

4) Dukungan Informasi (Informational Support), berupa pemberian saran, pengarahan, nasehat, atau penjelasan tentang bagaimana harus bertingkah laku.

5) Dukungan Jaringan (Network Support), berupa perasaan keanggotaan dalam sebuah kelompok yang berbagi minat dan kegiatan sosial.

b. Kontrol personal, yaitu perasaan bahwa orang dapat membuat keputusan dan tindakan efektif untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, serta menghindari yang tidak diharapkan. Kontrol personal diklasifikasikan ke dalam lima tipe kontrol:

1) Pengendalian Tingkah laku (Behavioral Control), berupa kemampuan mengambil tindakan konkret untuk mengurangi dampak stresor.

2) Pengendalian Kognitif (Cognitive Control), berupa kemampuan menggunakan proses atau strategi berfikir untuk membatasi dampak stresor.

3) Pengendalian Keputusan (Decisional Control), berupa kesempatan memilih diantara prosedur-prosedur atau rangkaian tindakan alternatif. 4) Pengendalian Informasi (Informational Control), berupa kesempatan

memperoleh pengetahuan mengenai situasi stresful.

5) Pengendalian Retrospektif (Retrospective Control), berupa keyakinan tentang apa dan siapa yang menyebabkan situasi stresful setelah kemunculannya.

c. Kepribadian tangguh (ketangguhan), yaitu hal yang membedakan antara orang yang menjadi sakit dan tidak menjadi sakit sebagai akibat stres, yang ditunjukkan dengan tiga karakteristik:

1) Pengendalian (Control), yaitu keyakinan seseorang tentang sesuatu yang dapat mempengaruhi peristiwa dalam kehidupan mereka.

2) Keterlibatan (Commitment), yaitu keyakinan orang akan tujuan atau keterlibatan dengan peristiwa, kegiatan, dan orang dalam kehidupan mereka.

3) Tantangan (Challenge), yaitu kecenderungan untuk memandang perubahan sebagai kesempatan untuk bertumbuh, dibanding memandangnya sebagai ancaman terhadap keamanan.

d. Pola tingkah laku tipe A dan tipe B

Ciri-ciri pola tingkah laku tipe A, diantaranya:

1) Orientasi Prestasi yang Kompetitif (Competitive Achievement Orientation), yaitu cenderung sangat kritis dan berusaha keras mencapai hasil tanpa merasakan kesenangan dari upaya dan prestasinya.

2) Urgensi Waktu (Time Urgency), yaitu merasa tidak nyaman dengan penundaan atau penggunaan waktu yang tidak produktif, adanya perencanaan yang terlalu ketat, mencoba melakukan lebih dari satu hal pada satu waktu.

3) Kemarahan/ Permusuhan (Anger/ Hostility), yaitu mudah marah atau timbul rasa permusuhan, baik diekspresikan secara terang-terangan atau tidak.

Pola tingkah laku tipe B dicirikan dengan rendahnya tingkat persaingan, urgensi waktu, dan permusuhan. Orang dengan pola tingkah laku ini cenderung lebih santai dan menikmati kehidupan.

Menurut Lazarus (dalam Smet, 1994, h.144), faktor yang berpengaruh terhadap respon ada dua, yaitu:

a. Sumber-sumber eksternal, diantaranya:

1) Sumber-sumber nyata seperti uang dan waktu. 2) Dukungan sosial.

3) Stresor kehidupan lain seperti peristiwa besar dalam kehidupan dan peristiwa kehiduan sehari-hari.

b. Sumber-sumber internal, diantaranya: 1) Gaya coping yang biasa digunakan. 2) Faktor kepribadian lain.

Smet (1994, h. 130) menyebutkan sejumlah variabel yang diidentifikasi berpengaruh pada stres, yaitu:

a. Variabel dalam kondisi individu, mencakup umur, tahap kehidupan, jenis kelamin, temperamen, faktor-faktor genetik, inteligensi, pendidikan, suku, kebudayaan, status ekonomi, kondisi fisik.

b. Karakteristik kepribadian, mencakup introvert – ekstrovert, stabilitas emosi secara umum, tipe A, kepribadian ‘ketabahan’ (hardiness), locus of control, kekebalan, ketahanan.

c. Variabel sosial-kognitif, mencakup dukungan sosial yang dirasakan, jaringan sosial, kontrol pribadi yang dirasakan.

d. Hubungan dengan lingkungan sosial, dukungan sosial yang diterima, integrasi dalam jaringan sosial.

e. Strategi penanggulangan (coping).

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stres dan penanggulangannya menurut Bishop (1995, h.159-167) adalah:

a. Sense of Control

Sense of control dapat mengurangi stres dan membantu penanggulangan secara efektif. Seligman (dalam Bishop, 1995, 159) berpendapat bahwa kurangnya kontrol dapat menjadi faktor signifikan yang berpengaruh terhadap pengalaman stres. Apabila suatu peristiwa tidak dapat dikontrol maka muncul perasaan tidak berdaya, yang kemudian mengawali timbulnya perasaan depresi dan ketidakberdayaan, seperti halnya mengurangi motivasi untuk menanggulanginya.

b. Locus of Control

Locus of control mengacu pada keyakinan seseorang yang digeneralisasikan, mengenai hal-hal yang menentukan sebuah hasil (Rotter, dalam Bishop, 1995, 161). Individu dengan locus of control internal umumnya percaya bahwa apa yang terjadi terhadap seseorang adalah akibat dirinya sendiri, sedangkan individu dengan locus of control eksternal melihat sebuah hasil sebagai akibat dari tekanan dari luar.

c. Self-Efficacy

Self-efficacy mengacu pada keyakinan seseorang tentang kemampuannya mencapai tujuan yang diinginkan. Orang pada umumnya mengembangkan self-efficacy lebih tinggi pada pengalaman sukses suatu

kegiatan atau situasi. Sebaliknya, kegagalan cenderung membuat self-efficacy lebih rendah (Bandura, dalam Bishop, 1995, h.162-163).

d. Karakteristik kepribadian

Karakteristik kepribadian berperan dalam mengubah situasi stresful. Bishop (1995, 164-167) merangkum beberapa karakteristik kepribadian yang berpengaruh, yaitu optimisme, konsep diri, harga diri, dan pemusuhan.

Aguilera dan Messick (dalam Jensen dan Bobak, 1981, h.92) menjelaskan sejumlah faktor penyeimbang yang ikut berpengaruh dalam penanganan individu terhadap situasi stresful, yaitu persepsi terhadap peristiwa yang realistis atau menyimpang, dukungan situasional yang cukup atau kurang, dan strategi penanggulangan. Ada atau ketiadaan faktor-faktor ini pada akhirnya menentukan keberhasilan individu dalam mengatasi krisis akibat situasi stresful. Keberhasilan akan ditunjukkan dengan penyelesaian masalah, pengembalian keseimbangan dalam diri individu, sehingga terhindar dari krisis. Kegagalan akan ditunjukkan dengan terjadinya krisis, akibat masalah yang tidak terselesaikan dan ketidakseimbangan dalam diri individu berlanjut.

Berdasarkan berbagai sumber di atas, maka dapat disimpulkan sejumlah faktor yang mengubah pengalaman stres. Faktor yang dimaksud dapat berupa faktor kerentanan yang cenderung meningkatkan dampak situasi stresful (vulnerability) dan faktor perlindungan yang cenderung mengurangi dampak situasi stresful (protective), dibagi ke dalam tiga faktor, yaitu faktor situasi/ keadaan (external/ outer factor), faktor individual/ pribadi (internal/ inner factor), strategi/ gaya penanggulangan yang digunakan.

Dokumen terkait