Variabel respon yang digunakan dalam analisis ini adalah peluang responden memilih bersedia atau tidak bersedia menerima biaya pengganti kerugian terhadap upaya perbaikan kualitas lingkungan sungai dan bantaran sungai oleh pemerintah. Jika responden bersedia menerima biaya pengganti kerugian, maka diberi nilai satu, sedangkan jika responden tidak bersedia menerima biaya pengganti kerugian, maka diberi nilai nol. Variabel yang akan menjelaskan variabel respon terdiri atas delapan variabel penjelas, yaitu tingkat pendidikan, pendapatan, jumlah tanggungan, lama tinggal, kependudukan, luas tinggal, jenis kelamin, dan usia.
Dengan menggunakan analisis regresi logit akan diperoleh model yang tepat untuk peluang responden bersedia atau tidak bersedia menerima biaya pengganti kerugian dan variabel-variabel yang secara nyata dapat mempengaruhi peluang. Sebanyak 43 responden diminta pendapatnya mengenai kesediaan untuk menerima biaya pengganti kerugian. Alasan responden yang menjawab bahwa mereka setuju dengan adanya rencana pengganti kerugian namun tidak bersedia di relokasi adalah responden tidak sepakat dengan besaran pengganti rugian karena pendapatannya sedikit dan responden tidak mampu lagi untuk mencari uang lebih karena usianya yang sudah lanjut, merasa bahwa lingkungan yang mereka tempati sudah menjadi tempat kelahiran mereka bertahun-tahun lamanya, banjir seperti suatu hal yang biasa terjadi. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan responden menerima biaya pengganti kerugian, maka telah didapatkan dan digunakan 8 variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen yang merupakan bentuk pilihan apakah responden bersedia menerima biaya relokasi bantaran sungai atau tidak. Hasil logit untuk peluang responden bersedia atau tidak menerima biaya pengganti kerugian dapat dilihat pada Tabel 8.
57
Tabel 8 Hasil Logit Pilihan Bersedia atau Tidak Bersedia Responden untuk relokasi Predictor Coef SE Coef Z P Odds
Ratio Lower Upper Constant 1,3136 5,40532 0,24 0,808 Pddkn -0,6869 0,70824 -0,97 0,332 0,5 0,13 2,02 Pdptn 2,80504 1,43366 1,96 0,05 16,53 1 274,52 Tnggn -1,274 0,78093 -1,63 0,103 0,28 0,06 1,29 Lmtgl -2,0901 1,18216 -1,77 0,077 0,12 0,01 1,25 Lstgl -3,2912 1,58171 -2,08 0,037 0,04 0 0,83 Kpddkn 7,53354 2,79272 2,7 0,007 1869,71 7,84 445643 jsklm -2,9545 1,78066 -1,66 0,097 0,05 0 1,71 usia 2,04653 1,4386 1,42 0,155 7,74 0,46 129,83 Log-Likelihood = -13,315
Test that all slopes are zero: G = 24,289, DF = 8, P-Value = 0,002 Goodness-of-Fit Tests Method Chi- Square DF P Pearson 35,8153 31 0,253 Deviance 26,6294 31 0,691 Hosmer-Lemeshow 3,6417 8 0,888 Sumber: Data Primer (diolah) 2013
Berdasarkan analisis regresi logit, pengujian ketika semua slope model bernilai nol menghasilkan statistik G sebesar 24,289 dan P-value bernilai 0,002 yang berarti secara bersama-sama variabel penjelas yang dimasukkan ke dalam model berpengaruh nyata terhadap peluang responden bersedia atau tidak menerima biaya pengganti kerugian. Berdasarkan hasil tersebut, maka diperoleh model logit yang sesuai untuk analisis ini, yaitu:
Pada model tersebut variabel yang memiliki pengaruh nyata berada di level kepercayaan 90 persen adalah pendapatan, jumlah tanggungan, lama tinggal, jenis kelamin dan usia.
Li = 1,3136 - 0,6869 PDDKN + 2,80504 PDPT - 1,274 TNGGN - 2,0901 LMTGL -3,2912 LSTGL + 7,53354 KPDDKN - 2,9545 JSKLM + 2,04653 USIA + e
7.1. Variabel Pendapatan
Variabel pendapatan memiliki nilai P-value sebesar 0,05 yang artinya bahwa variabel ini berpengaruh nyata terhadap peluang responden bersedia menerima biaya pengganti kerugian pada taraf nyata α = 0,10. Nilai koefisien bertanda (+) berarti semakin besar jumlah orang yang ditanggung responden, maka responden bersedia direlokasi. Hal ini dikarenakan bahwa responden cenderung menginginkan kualitas lingkungan yang lebih baik untuk menjamin kesehatan anggota keluarga mereka. Nilai odds ratio pada variabel ini sebesar 16,53 yang berarti responden yang jumlah tanggungannya lebih besar memiliki peluang untuk menerima biaya pengganti kerugian 16,53 kali lebih besar dibandingkan peluangnya tidak bersedia direlokasi.
7.2. Variabel Lama Tinggal
Variabel lama tinggal memiliki nilai P-value sebesar 0,077 yang artinya bahwa variabel ini berpengaruh nyata terhadap peluang responden bersedia menerima relokasi pada taraf nyata α = 0,10. Nilai koefisien bertanda (-) berarti semakin lama seseorang tinggal di daerah tersebut, maka responden tidak bersedia menerima relokasi. Hal ini dikarenakan responden cenderung merasakan bahwa wilayah tersebut sudah mereka anggap menjadi bagian tak terpisahkan serta memiliki nilai historis tersendiri. Nilai odds ratio pada variabel ini sebesar 0,12 yang berarti responden yang lebih lama tinggal memiliki peluang untuk menerima relokasi 0,12 kali lebih besar dibandingkan peluangnya tidak dapat menerima relokasi.
7.3. Variabel Jenis Kelamin
Variabel jenis kelamin ini berbentuk Dummy, yaitu nilai 1 untuk pria dan nilai 0 untuk perempuan, memiliki nilai P-value sebesar 0,097 yang artinya bahwa variabel ini berpengaruh nyata terhadap peluang responden bersedia menerima relokasi pada taraf nyata α = 0,10. Nilai koefisien variabel bertanda (-) berarti seseorang pria yang tinggal di daerah tersebut, maka kecenderungannya tidak lebih bersedia menerima relokasi dibandingkan seorang wanita. Hal ini dikarenakan pada umunya responden pria cenderung menggantungkan hidupnya dari bermata pencahariaan sebagai pedagang di daerah
59
tersebut. Nilai odds ratio pada variabel ini sebesar 0,12 yang berarti responden pria memiliki peluang untuk menerima relokasi 0,12 kali lebih besar dibandingkan peluangnya tidak menerima relokasi.
7.4. Variabel Luas Tinggal
Variabel luas tinggal memiliki nilai P-value sebesar 0,037 yang artinya bahwa variabel ini berpengaruh nyata terhadap peluang responden bersedia menerima relokasi pada taraf nyata α = 0,05. Nilai koefisien bertanda (-) berarti semakin luas tempat tinggal seseorang di daerah tersebut, maka responden tidak bersedia menerima relokasi. Hal ini dikarenakan responden cenderung sudah nyaman dengan kondisi luas tempat tinggal yang belum tentu bisa mereka dapatkan di tempat relokasi. Nilai odds ratio pada variabel ini sebesar 0,04 yang berarti responden yang lebih luas tempat tinggalnya memiliki peluang untuk menerima relokasi 0,04 kali lebih besar dibandingkan peluang untuk tidak dapat menerima relokasi.
7.5. Variabel Kependudukan
Variabel kependudukan memiliki nilai P-value sebesar 0,007 yang artinya bahwa variabel ini berpengaruh nyata terhadap peluang responden bersedia menerima relokasi pada taraf nyata α = 0,05. Nilai koefisien bertanda (+) berarti seseorang responden yang asli di daerah tersebut, cenderung bersedia menerima relokasi. Hal ini dikarenakan responden cenderung merasa lebih memiliki dan menginginkan kualitas lingkungan kependudukan yang lebih baik untuk menjamin kesehatannya. Nilai odds ratio pada variabel ini sebesar 1869,71 yang berarti responden yang jumlah tanggungannya lebih besar memiliki peluang untuk menerima relokasi 1869,71 kali lebih besar dibandingkan peluangnya tidak bersedia direlokasi.
7.6. Variabel Lain
Variabel lainnya yang diduga berpengaruh adalah tingkat pendidikan (PDDK), jumlah tanggungan (TNGGN) dan tingkat usia (USIA) ternyata secara statistik tidak berpengaruh nyata dalam pengambilan keputusan responden untuk bersedia menerima relokasi. Variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata karena nilai P lebih besar dari α (15 persen) yaitu 0,332, hal ini disebabkan
sebagian besar responden tingkat pendidikannya rendah, sehingga seberapapun tinggi rendahnya tingkat pendidikan tidak mempengaruhi kesediaan untuk menerima relokasi. Variabel jumlah tanggungan tidak berpengaruh nyata karena nilai P lebih besar dari α (15 persen) yaitu 0,103. Hal ini disebabkan sebagian besar responden tidak memiliki tanggungan, sehingga seberapapun tinggi rendahnya tingkat pendidikan tidak mempengaruhi kesediaan untuk menerima relokasi. Variabel tingkat usia tidak berpengaruh nyata karena nilai P lebih besar dari α (15 persen) yaitu 0,155. Hal ini disebabkan tingkat kedewasaan responden yang sudah tidak terlalu muda lagi, ditunjukkan dengan tingkat kepedulian mereka yang rendah terhadap lingkungan, sehingga tidak mempengaruhi kesediaan untuk menerima biaya pengganti kerugian.
Berdasarkan pendapat responden mengenai kesediaannya untuk menerima biaya pengganti kerugian terdapat 31 responden (72 %) yang bersedia di relokasi. Sedangkan 12 responden (28 %) tidak bersedia menerima relokasi. Alasan responden yang bersedia menerima relokasi adalah karena besarnya ganti rugi sesuai dengan yang diharapkan, selain itu juga responden merasa bahwa dengan adanya relokasi maka mereka akan mendapatkan lingkungan yang lebih bersih, nyaman, aman, sehat dan mendapatkan lingkungan hidup yang lebih baik. Responden yang tidak bersedia menerima biaya relokasi beranggapan bahwa lingkungan bantaran sungai sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka yang tidak terpisahkan, bencana banjir dapat pulih dengan sendirinya dan keengganan ditempatkan di rumah susun, mereka juga tidak terlalu terganggu dengan kondisi lingkungan mereka, serta keadaan ekonomi mereka yang tidak mencukupi.