V. GAMBARAN UMUM
5.3. Karakteristik Responden
Secara umum karakteristik responden pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4 Nilai Total Kerugian yang Ditanggung oleh Responden Akibat Banjir
No Uraian Jumlah Persentase
1 Kependudukan a. Asli 33 76,74% b. Pendatang 10 23,26% 2 Jenis Kelamin a. Laki-laki 15 34,88% b. Perempuan 28 65,12% 3 Usia a. < 30 tahun 0 0,00% b. 30 - 60 tahun 33 76,74% c. > = 60 tahun 10 23,26% 4 Lama Pendidikan a. SD 26 60,47% b. SMP 9 20,93% c. SMA 7 16,28% d. Sarjana 1 2,33% 5 Jumlah Tanggungan a. 0 11 25,58% b. 1 9 44,19% c. 2 11 25,58% d. 3 1 2,33% 6 Tingkat Pendapatan a. < 1.000.000 30 69,77%
No Uraian Jumlah Persentase b. 1.000.000-3.000.000 6 13,95% c. > = 3.000.000 7 16,28% 7 Lama Tinggal a. < 25 tahun 1 2,33% b. 25-50 tahun 22 51,16% c. > = 50 tahun 20 46,51%
8 Status Kepemilikan Lahan
a. Sendiri 40 93,02%
b. Sewa/Kontrak 3 6,98%
9 Asal RW
a. RW 2 24 55,81%
b. RW 3 19 44,19%
Sumber: Data primer (diolah) 2013
5.3.1. Karakteristik Sosial Ekonomi Responden
Keadaan sosial ekonomi masyarakat Kampung Pulo tergolong sederhana karena tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan yang tergolong rendah. Penduduk Kampung Pulo sebagian besar penduduknya merupakan penduduk asli yang berdasarkan pada kepemilikan KTP dan tempat kelahiran. Sebesar 76,74% responden merupakan penduduk asli yang secara turun temurun hidup di wilayah tersebut. Sementara itu sisanya sebesar 34,88% merupakan penduduk pendatang yang berasal dari daerah Banten, Bogor dan sebagian kecil daerah jawa tengah, jawa timur dan sumatera. Karakteristik sosial ekonomi responden diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan terhadap seluruh Masyarakat Kampung Pulo (43 orang). Karakteristik sosial ekonomi responden dinilai dari beberapa variabel diantaranya jenis kelamin, usia, lama tinggal, lama pendidikan formal yang pernah ditempuh, jumlah tanggungan, tingkat pendapatan rumah tanggal perbulan dan status kepemilikan lahan di lokasi model.
5.3.2. Jenis Kelamin
Jumlah orang yang menjadi responden adalah 43 orang. Target responden dalam penelitian ini adalah warga yang memahami kondisi lingkungannya. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan karena sebagian besar laki-laki bekerja di luar. Pengambilan keputusan dalam suatu rumah tangga biasanya diambil alih oleh laki-laki sebagai kepala keluarga, sehingga dalam menjawab pertanyaan yang diajukan dalam survei laki-laki lebih
47
berperan, sementara itu responden yang berperan sebagai ibu rumah tangga cenderung memberikan keputusan pada suami mereka. Menurut survei, perbandingan responden laki-laki dan perempuan sebesar 34,88% dan 65,12% perempuan. Keterangan dapat dilihat pada Tabel 4.
5.3.3. Usia
Tingkat usia cenderung terkonsentrasi di sebaran usia, yaitu usia 41-50 dan 46-58 tahun. Jumlah responden tertinggi terdapat pada sebaran usia 33-45 tahun atau pada range antara 30 sampai kurang dari 60 tahun dengan presentase 76,74%. Sementara itu Responden dengan sebaran usia lebih dari atau sama dengan 60 tahun memiliki persentase 23,26%. Seluruh responden dalam penelitian ini merupakan responden yang telah menikah dan memiliki tanggungan. Hal ini yang menyebabkan tingkat usia yang didapat terbilang sudah tidak muda lagi. Perbandingan distribusi usia responden dapat dilihat pada Tabel 4.
5.3.4. Lama Pendidikan Formal
Tingkat pendidikan diklasifikasikan menurut lama tahun menempuh pendidikan formal. Pengklasifikasian didasarkan atas alasan responden cenderung mempunyai latar belakang pendidikan yang sama, yaitu Sekolah Dasar (SD) atau sederajat. Sebagian besar responden sekitar 60,74% memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Dasar. Masih jarang responden yang memiliki latar belakang pendidikan lebih tinggi dari SD atau sederajat. Sebanyak 20,93% responden yang mempunyai latar belakang pendidikan lebih besar dari enam tahun atau tepatnya hanya sebelas orang yang memiliki latar belakang pendidikan hingga kelas satu SMP (tujuh tahun) dan 16,28% mengenyam pendidikan tingkat Sekolah Menengah atas. Sementara itu hanya 2,33% yang memiliki latar belakang sarjana. Perbandingan distribusi lama pendidikan formal responden dapat dilihat pada Tabel 4.
Berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa responden memiliki pengetahuan yang cenderung masih rendah. Dominasi latar belakang pendidikan hingga tingkat SD disebabkan saat responden berada pada usia sekolah kesadaran masyarakat Kampung Pulo terhadap pentingnya pendidikan tergolong rendah. Selain itu, kondisi perekonomian yang tergolong sulit mendorong masyarakat untuk tidak menyekolahkan anaknya pada tingkat yang lebih tinggi. Masyarakat
menilai bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka biaya yang dikeluarkan akan semakin tinggi.
5.3.5. Jumlah Tanggungan
Berdasarkan jumlah tanggungan setiap kepala keluarga, sebagian besar responden adalah kepala keluarga yang memiliki jumlah tanggungan hanya sebanyak 1 orang yaitu sebesar 44,19%. Sebagian besar jumlah tanggungan masyarakat Kampung Pulo menunjukkan bahwa tiap kepala keluarga telah memasuki usia matang dimana dengan kematangan usia itu berpengaruh pada jumlah tanggungan yang semakin sedikit. Sebanyak 25,58% dan hanya 2,33% yang memiliki minimal tiga orang tenangan.
5.3.6. Tingkat Pendapatan
Berdasarkan sebaran pendapatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pendapatan per bulan pada kisaran di bawah Rp 1.000.000,00. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa responden memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Hal ini terkait dengan jenis pekerjaan utamanya sebagai pedagang kecil, buruh tidak tetap, serabutan dan sebagian lainnya hanya menggantungkan hidupnya dari sumbangan para keluarga dan sanak famili. Jumlah pendapatan bergantung kerjaan yang dimiliki dan dari banyaknya kerjaan sampingan. Perbandingan distribusi tingkat pendapatan setiap bulannya dapat dilihat pada Tabel 4.
5.3.7. Lama Tinggal
Lama tinggal responden di Kampung Pulo sebagian besar berkisar antara 25-50 tahun sebanyak 51,16%. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar. Responden dengan lama tinggal kurang dari 25 tahun memiliki persentase sebesar 2,33% yang merupakan persentase terkecil. Masyarakat yang menjadi responden sebagian besar merupakan penduduk yang sejak lahir sudah berada di Kampung Pulo. Hal ini yang menyebabkan sebagian besar responden cenderung mempunyai lama tinggal tergolong cukup lama di Kampung Pulo dan memahami betul kondisi lingkungan di daerahnya. Perbandingan distribusi lama tinggal dapat dilihat pada Tabel 4.
5.3.8. Status Kepemilikan Lahan
49
lahan milik sendiri dan lahan sewa. Lahan milik sendiri merupakan lahan responden di lokasi penelitian yang kepemilikannya bersifat pribadi. Lahan sewa merupakan lahan responden di lokasi penelitian yang kepemilikannya bersifat dimiliki oleh orang lain. Responden dengan status kepemilikan lahan berupa lahan sewa memiliki kewajiban untuk membagi hasil panen dari lahan kepada Kampung. Sebanyak 93,02% responden merupakan responden dengan status kepemilikan lahan milik pribadi. Sebanyak 6,98% merupakan responden dengan status kepemilikan lahan sewa. Perbandingan distribusi status kepemilikan lahan dapat dilihat pada Tabel 4.