• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGALAMAN FANATISME INFORMAN

3.4. Faktor Penyebab Seseorang Menjadi K-Popers

Umumnya ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengenal dan akhirnya menjadi seorang K-Popers. Peneliti mendapati bahwa faktor-faktor tersebut dapat berupa lingkungan atau pertemanan, media massa dan juga

keluarga. Umumnya K-Pop dikenalkan oleh beberapa faktor ini kepada seseorang hingga orang tersebut terpengaruh.

3.4.1. Teman dan Lingkungan

Faktor ini menjadi penyebab terbesar yang dapat mempengaruhi seseorang menjadi K-Popers. Lingkungan dan teman adalah faktor yang secara sadar atai tidak sadar memegang peranan akan pengenalan K-Pop kepada seseorang. Saat ada teman yang merupakan K-Popers, akan lebih mudah bagi mereka untuk memperngaruhi teman lainnya untuk menyukai K-Pop. Hal ini dapat terjadi karena keseharian mereka yang selalu dilakukan bersama-sama. intensitas waktu mereka bermain bersama cukup lama. Sehingga seseorang dengan teman K-Popers akan mungkin untuk melihat kegiatan idoling temannya. Memperhatikan hal yang sama setiap hari, akhirnya melahirkan rasa penasaran dan membuat orang tersebut mencari tahu tentang hobi dari temannya tersebut. Pada tahap ini lah sang teman akan dengan senang hati menjelaskan dengan harapan temannya tersebut dapat memiliki hobi yang sama dengannya. Memiliki teman dengan hobi yang sama tentu akan lebih menyenangkan. Karena dapat melakukannya secara bersama-sama.

Saat seseorang memiliki teman K-Popers, dalam kehidupan sehari-hari topik pembicaraan yang akan dibahas pastilah tentang K-Pop.

Terkadang K-Popers tersebut akan dengan sengaja memperkenalkan idolanya melalui lagu dan video musik kepada temannya. Menyaksikan seorang teman yang selalu asyik dengan hobi idoling nya juga mampu

membangunkan rasa penasaran. Mereka yang semula tidak tertarik dengan Pop akan bertanya tentang apa sebenarnya yang membuat para popers ini dapat sebegitu senangnya. Mereka juga ingin melihat apakah K-Pop dapat memberikan kesenangan yang serupa terhadap mereka. Ini merupakan awal dimana akhirnya mereka mencoba. Banyak informan yang peneliti temui mengaku bahwa mereka menjadi K-Popers akibat pengaruh dari teman dan lingkungan. Bahkan beberapa diantaranya mengaku masuk dalam komunitas fanbase karena diajak oleh teman mereka.

Kegiatan idoling seperti membeli merchandise, menonton MV dan menonton konser juga sebagian besar di pengaruhi oleh lingkunga mereka.

Melihat teman-teman disekitarnya melakuka hal tersebut membuat mereka juga ingin melakukan hal yang sama. Terlebih mereka yang berasa di dalam komunitas K-Pop. Segala aktivitas idoling pasti banyak dipengaruhi bagaimana orang-orang di dalam komunitas tersebut menyalurkan hobi idoling mereka.

3.4.2. Media Sosial

Di era modern ini dimana tekonologi sudah berkembang dengan sangat pesat, segala informasi dari berbagai negara dari belahan dunia bisa diterima dengan cepat oleh mereka yang berada di negara yang berbeda.

Hal ini lah yang juga menjadi salah satu pemulus bagi budaya Korea khususnya K-Popers berkembang dengan cepat dan pesat di seluruh dunia.

Karena kecanggihan teknologi seperti ini, membuat orang-orang di

berbagai dunia dapat mengetahui tentang K-Pop. Di tambah para K-Popers yang sering membuat segala hal yang berbau K-Pop menjadi trending topic di sosial media. Hal ini membuat banyak orang menjadi tahu yang mulai penasaran dengan K-Pop. Saat mereka melihat segala sesuatu tentang K-Pop memenuhi laman sosial media, mereka pun mau tidak mau mengetahu bahwa ada budaya pop dari Korea Selatan yang disebut K-Pop.

Saat di suguhi pemandangan yang sama setiap hari, dimana media banyak memberitakan tentang artis-artis K-Pop, akhirnya orang-orang pun merasa penasaran dan tertarik untuk mencari tahu tentang K-Pop tersebut.

Tidak sedikit orang yang akhirnya menjadi K-Popers karena peran media sosial. Media sosial memiliki pran yang cukup penting dan besar dalam menperkenalka K-Pop secara global. Dan hal ini tidak lepas dari peran para K-Popers yang sering menjadi alasan trending topic degan segala aksinya.

“awalnya liat-liat Twitter. Aku main Twitter. Distu kalo kamu perhatiin, semua, segala hal tentang K-Pop banyak. Sering trending juga kan. Ulangtahun ntar trending, lagu baru trending. Bahkan kan seleb seleb dunia ada yang ikutan juga soal-soal K-Pop tuh. Nah disitu liat kan, trus ini apa ya, gitu.

Apa lagi BTS tuh kemaren kemaren sering banget trending satu.

Selalu deh. Makanya jadi tau, baca baca dikit, denger dikit.

Jadinya mulai terbiasa sama mereka di Twitter ku semua. Dari Twitter pindah lah ke IG kan. Disitu juga mereka mulai banyak.

Di timeline ku. Jadi ya gitu. Ngalir aja sih. Jadinya suka, mulai ketemu-ketemu orang sama juga kan. Diikutin eh asyik juga gitu.” Ungkap Syifa.

3.4.3. Keluarga

Faktor lain yang dapat menjadi penyebab seseorang menjadi K-Popers adalah keluarga. Secara tidak langsung, keberadaan anggota yang merupakan K-Popers juga turut mempengaruhi seseorang untuk bisa menjadi K-Popers. Melihat anggota keluarga dengan aktivitas idoling nya secara berulang dapat membuat kita tertarik terhadap hal tersebut. Rasa tertarik dan penasarn tersebut secara tidak sadar akan membuat kita menjadi fans K-Pop. Pada banyak kasus, orang-orang menjadi penggemar musik K-Pop karena terpengaruh oleh anggota keluarganya. Hal ini dialami juga oleh beberapa informan yang peneloti temui. Ada diantara mereka yang mengenal K-Pop dan menjadi seorang K-Popers Karena secara tidak lagsung terpengaruh adiknya. Sang adik yang merupakan K-Popers sering memutar lagu K-Pop dan video musik K-Pop di rumah mereka. Hal ini membuatnya terbiasa dan merasa nyaman dengan musik tersebut. Hingga akhirnya dia juga menemukan musik K-Pop yang sesuai dengan seleranya.

Pada kasus lain, se orang anggota ARMYELS yang bernam Erika mengaku menjadi seorang K-Popers karena pengaruh dari sepupunya.

Sepupunya yang juga fans K-Pop sering menawarkannya untuk mendengar musik-musik K-Pop. Erika pun tidak menolak hal tersebut dan bersedia untuk mendengarkan. Saat mendengar musik tersebut, sesekali akan diselingi dengan penjelasan dari sepupunya tentang informasi idol atau lagu yang mereka dengarkan. Hal ini terjadi berulang kali hingga akhirnya Erika