• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN OBJEK PENELITIAN

1. Tahap Audisi

Semua idola K-Pop harus melewati sebuah tahapan yang disebut audisi.

Audisi merupakan pertunjukan sampel oleh seorang aktor, penyanyi, musisi, penari atau pemain lain. Ini biasanya melibatkan pemain yang menunjukkan bakat mereka melalui lagu solo yang di hafal dan dilatih sebelumnya atau dengan melakukan karya11. Atau dengan kata lain, audisi semacam pengujian atau tes yang dilakukan terhadap penyanyi, penari, dan sebagainya. Audisi dalam dunia K-Pop adalah sebuah kegiatan penjaringan orang-orang berbakat.

11 Audisi : https://id.m.wikipedia.org

Karena semua idol K-Pop bekerja di bawah sebuah agensi hiburan, proses audisi umumnya dilakukan oleh agensi tersebut. Melalui proses ini, agensi-agensi hiburan Korea Selatan akan berusaha mendapatkan bibit-bibit unggul yang dianggap memiliki kualifikasi sebagai idol. Ada beberapa jenis audisi yang umum dalam industri K-Pop, yaitu audisi publik dan audisi tertutup.

Proses audisi global atau publik dilakukan dengan cara mengadakan suatu event, dimana semua orang dapat berpartisipasi untuk mengikuti proses audisi.

Dalam audisi global seperti ini, biasanya agensi penyelenggara event akan memberikan pengumuman melalui website serta sosial media mereka. Audisi seperti ini akan diikuti oleh ratusan bahkan ribuan orang. Orang dari dalam agensi akan dipercaya sebagai juri untuk menilai setiap peserta. Proses audisi global seperti ini biasanya akan diadakan di berbagai negara, tergantung kebijakan perusahaan penyelenggara. Beberapa negara selain Korea Selatan yang kerap menjadi langganan audisi agensi K-Pop adalah Thailand, Amerika, China, Jepang dan juga Indonesia.

Indonesia sendiri pernah menjadi tempat diadakannya audisi K-Pop, yang diselenggarakan oleh salah satu agensi terbesar yaitu SM Entertaintment. Pada tahun 2017, beberapa kota di Indonesia sempat menjadi tempat diadakannya audisi terbuka. Kota tersebut adalah Medan, Jakarta, Surabaya dan juga Semarang. Audisi dengan tema SM Global Audition tersebut diselenggarakan pada Juli 2017. Sebelumnya pada tahun 2015, SM Entertainment juga pernah mengadakan audisi di Indonesia. Namun pada saat itu, hanya ada dua kota yang menjadi tujuan mereka. Yaitu Jakarta ( tiga hari) dan Surabaya (dua

hari). Audisi global seperti ini biasanya akan dilaksanakan selama beberapa hari, mengingat banyaknya peserta yang mendaftar. Setiap audisi global umumnya memiliki persyaratan tertentu, tergantung dari agensi penyelenggara acara tersebut. Tapi syarat yang umumnya diberlakukan adalah dari segi usia.

Setelah proses audisi selesai, pihak agensi akan membutuhkan waktu beberapa minggu atau beberapa bulan untuk menghubungi kembali para peserta yang dinyatakan lulus tahap audisi.

Selain audisi global atau terbuka, ada juga audisi tersembunyi yang dilakukan oleh pihak agensi. Sistem dari audisi ini adalah, perwakilan dari agensi yang biasa dianggap dapat mengenali bakat seseorang, biasanya akan melakukan pengamatan di tempat-tempat umum, untuk memperhatikan orang-orang yang dinilai memiliki nilai jual sebagai idola. Setelah melakukan pengamatan dan menemukan seorang calon idol, biasanya mereka akan mencoba menghubungi orang tersebut, untuk kemudian di tawarkan mengikuti audisi di agensi mereka. Beberapa idol yang berhasil lulus audisi dengan cara ini adalah Krystal f(X) dan Sehun EXO. Biasanya banyak idol yang di rekrut dengan cara seperti ini memiliki visual yang dinilai menarik oleh pihak agensi.

Setelah menyukai visual, barulah mereka kemudian akan dinilai dari segi bakat. Karna seperti yang sudah disebutkan diatas, seorang idol K-Pop harus memiliki perpaduan dari bakat musik, tarian, mode dan visual. Calon idol yang di casting dengan cara ini memang sedikit lebih mudah jika dibandingkan dengan mereka yang mengikuti audisi global. Karna dalam

proses ini, pihak agensi lah yang mencari mereka, dan meminta mereka untuk bergabung dengan agensinya.

2. Training

Setelah melewati tahap audisi, para peserta yang dinyatakan berhasil lulus kemudian harus mengikuti program training. Training atau masa pelatihan dalam dunia K-Pop sendiri, pertama kali diterapkan oleh Lee Soo-man, pendiri dari SM Entertainment dengan mengadopsi model bisnis idola J-Pop selama akhir tahun 90-an. Semua peserta training yang berhasil dalam tahap audisi, terlebih mereka yang berasal dari luar Korea Selatan, harus terbang menuju Korea. Untuk ongkos sendiri, tergantung kebijakan dari perusahaan.

Ada beberapa peserta yang harus membayar sendiri biaya keberangkatannya, namun ada juga yang dibiayai oleh perusahaan. Peserta training yang biasa disebut dengan traine ini akan menandatangani kontrak dengan pihak perusahaan. Saat seseorang sudah memasuki tahap training, itu berarti mereka harus sudah siap hidup dalam sistem yang dibuat oleh agensi. Para peserta akan tinggal di sebuah dorm yang disediakan oleh perusahaan bersama-sama dengan peserta lainnya. Traine wanita dan pria umumnya akan dipisahkan secara tempat tinggal. Namun mereka akan menggunakan ruang latihan yang sama, yang mana merupakan bagian gedung perusahaan.

Para peserta training akan mendapat pelatihan bernyanyi, menari, kepribadian dan juga bahasa, terlebih bagi mereka yang berasal dari luar Korea. Masa training tampaknya adalah salah satu masa paling berat bagi para

calon idol K-Pop ini. Rangkaian aktivitas yang padat sudah dirancang oleh pihak perusahaan bagi mereka. Secara umum para traine di Korea Selatan akan bangun sekitar pukul 4 atau 5 pagi. Lalu mereka akan melakukan latihan sebelum pergi ke sekolah pada pukul 8 pagi. Setelah proses sekolah selesai, mereka akan langsung menuju ruang latihan, dan istirahat hanya untuk keperluan makan dan urusan kamar mandi saja. Beberapa traine bahkan mengaku melakukan latihan sampai dini hari, dan hanya memiliki jam tidur sekitar 3 sampai 4 jam saja.

Tidak ada batasan waktu untuk masa training. Seorang calon idola dapat menjalani masa training dari mulai hitungan bulan bahkan hingga tahun. salah satu idol yang memiliki masa training paling lama adalah Jihyo TWICE. Jihyo menjalani masa training di JYP Entertainment selama kurang lebih 10 tahun.

Para traine harus menjalani masa latihan tanpa tahu kapan bisa debut sebagai seorang idol. Pihak agensi biasanya akan mengadakan penilaian bulanan untuk para peserta training. Pada masa inilah hasil dari latihan selama sebulan akan dinilai. Peserta harus memiliki grafik nilai naik setiap bulannya, untuk menunjukkan peningkatan kualitas mereka. Peserta yang memiliki grafik peningkatan nilai selama masa training lah yang biasanya memiliki kesempatan unuk debut sebagai idola. Sedangkan mereka yang dianggap masih kurang mampu, harus rela menghabiskan lebih banyak waktu sebagai traine. Para peserta bersaing satu sama lain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di depan pihak agensi, agar bisa segera mewujudkan mimpi sebagai seorang idol K-Pop.

Setiap peserta training diatur oleh sistem dalam berbagai aspek mulai dari kehidupan pribadi hingga penampilan fisik. Para traine biasanya tidak diperbolehkan berkencan selama masa training. Bahkan beberapa agensi akan langsung memecat traine yang ketahuan melanggar aturan yang satu ini. Salah satu agensi yang dikenal keras menerapkan aturan ini adalah YG Entertainment. Beberapa perusahaan juga ada yang tidak mengizinkan trainenya untuk memiliki handphone. Hal ini dianggap dapat mengganggu mereka selama proses pelatihan. Bahkan traine yang dikunjungi oleh orangtua mereka, harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak agensi. Karena jika tidak, mereka tidak akan diizinkan untuk bertemu. Beberapa aturan lain yang sering diterapkan kepada para traine K-Pop adalah dilarang meroko, dilarang mengkonsumsi minuman keras, serta dilarang keluar melewati jam yang sudah ditentukan oleh pihak perusahaan. Kondisi serta tampilan fisik juga merupakan aspek yang turut mendapat campur tangan dari agensi. Biasanya pihak agensi menerapkan ukuran untuk berat badan traine. Selain proses melatih bakat, training juga merupakan proses pembentukan fisik bagi para traine. Tidak jarang mereka akan melakukan diet untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Karna bentuk dan kondisi fisik merupakan salah satu aspek penilain. Bahkan tidak jarang ada beberapa peserta yang akan ditawari operasi plastic oleh agensi untuk mendapatkan tampilan fisik yang sesuai dengan standar Korea Selatan. Training merupakan proses latihan kemampuan serta pemolesan tampilan fisik, agar mereka dirasa siap debut baik dari segi bakat dan juga visual sebagai idol K-pop.

Untuk biaya para traine selama masa training, masing-masing perusahaan memiliki regulasi tersendiri. Perusahaan akan membayar segala keperluan traine mulai dari sekolah, perumahan, makanan dan produk kecantikan.

Beberapa perusahaan menjadikan ini sebagai hutang yang mana harus dibayar oleh mereka saat setelah debut nanti. Oleh Karena itu beberapa idol K-Pop tidak serta merta menerima penghasilan sesaat setelah debut. Karena ada diantara mereka yang diwajibkan untuk melunasi hutang training terlebih dahulu. Setelah hutang tersebut lunas, barulah mereka akan mendapatkan bayaran mereka. Tapi beberapa agensi ada yang tidak memberlakukan sistem ini. Untuk idol K-Pop dari beberapa agensi tidak perlu membayar hutang training, karna pihak agensi tidak menjalankan sistem seperti itu. Untuk perusahaan seperti ini, biasanya idol akan langsung menerima gaji sesaat setelah debut. Investasi pada para traine bisa sangat besar. Pada tahun 2012, The Wall Street Journal melaporkan bahwa biaya pelatihan salah satu anggota Girls Generation di bawah SM Entertainment bisa mencapai US $ 3 juta12. Agensi juga memiliki aturan tersendiri bagi para traine yang memilih untuk keluar ditengah masa training. Beberapa perusahaan ada yang mewajibkan traine untuk membayar semua biaya yang sudah dikeluarkan agensi jika mereka meninggalkan perusahaan. Namun beberapa perusahaan juga tidak menerapkan sistem ini. YG Entertainment adalah salah satu contoh yang tidak memungut biaya bagi para traine yang memilih untuk meninggalkan perusahaan. Para traine yang memilih keluar dari suatu agensi biasanya

12 Idola Korea: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Korean_idol

disebabkan karena tidak tahan dengan sistem pelatihan, sehingga memutuskan untuk berhenti dan meninggalkan cita-citanya sebagai seorang idol K-Pop.

Ada juga traine yang hengkang dari sebuah perusahaan dan memilih untuk masuk ke agensi lainnya. Hal ini biasanya disebut dengan istilah transfer agensi.

3. Debut

Setelah melewati tahap audisi dan menjalani masa training, seorang traine yang dianggap memenuhi kualifikasi menurut pihak agensi akan di debutkan sebagai idola. Setiap traine yang memiliki grafik penilaian yang meningkat pada penilaian bulanan selama masa traine, akhirnya dapat mewujudkan mimpinya sebagai seorang idol. Debut seorang idol ditentukan oleh agensi.

Mulai dari tanggal debut, nama group, serta nama panggung setiap member.

Sebelum debut, biasanya pihak agensi akan memberikan bocoran informasi terkait group tersebut di laman sosial media mereka. Mulai dari nama group, serta perkenalan masing-masing member. Setiap anggota dari group umumnya menggunakan nama panggung yang berbeda dengan nama asli mereka.

Pemilihan nama ini dilakukan melalui sebuah diskusi yang melibatkan agensi serta member yang bersangkutan. Beberapa waktu setelah debut, sebuah group biasanya akan memiliki nama untuk fandom mereka. Nama ini pun dipilih dengan sistem yang sama, yaitu diskusi.

Group idol K-Pop akan memiliki sebuah acara debut resmi, semacam showcase untuk perkenalan resmi. Acara ini biasanya akan dihadiri oleh para

wartawan. Karena sebelum debut pihak agensi sudah gencar melakukan promosi melalui sosial media, maka tidak jarang group yang belum debut sudah memiliki fans. Jadi pada adara showcase debut mereka, aka nada beberapa penggemar yang juga hadir. Fans dari idol lain yang berasal dari agensi yang sama, tidak jarang juga akan menjadi fans mereka. Group idol K-Pop biasanya debut dengan sebuah single yang merupakan bagian dari album debut mereka. Setiap idol yang debut, akan melakukan penampilan debutnya di sebuah acara musik seperti Music Bank, Inkygayo, M! Countdown dan Show! Music Core. Acara-acara musik seperti diatas menajdi media bagi idola K-Pop baru untuk mempromosikan lagu debut mereka.

Setelah melakukan debut, idol K-Pop rookie13 masih harus diwajibkan untuk tinggal bersama di sebuah dorm. Sebelum debut secara resmi pun, pihak agensi akan merancang aturan kontrak antara idol dengan perusahaan. Kontrak tersebut umumnya memuat tentang pembagian penghasilan antara artis dan perusahaan, waktu kontrak dan juga aturan bagi para idol. Pembagian penghasilan antara artis dan perusahaan memiliki persentase yang berbeda-beda setiap agensinya. Namun untuk aturan bagi idol rookie pada umumnya memiliki poin-poin yang sama setiap agensi. Untuk kontrak waktu, setiap agensi memiliki jangka waktu yang sama. Setiap idol K-Pop memiliki kontrak kerja maksimal pada sebuah agensi selama 7 tahun. setelah nantinya waktu 7 tahun tersebut berlalu, akan didiskusikan lagi terkait perpanjangan kontrak sesuai kesepakan antara idol dan pihak agensi. Peraturan Pemerintah Korea

13 Rookie adalah sebutan untuk idol K-Pop yang baru debut

Selatan yang mengatur tentang kontrak kerja seorang idol pada sebuah agensi disahkan pada tahun 2009. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa kontrak kerja seorang idol maksimall adalah 7 tahun. Namun pada tanggal 11 Desember 2019, Kementrian Pariwisata Korea Selatan (MCTS) membuat regulasi baru terkait industri seni dan budaya setempat, yang akan berlaku untuk tahun 2020. Perubahan ini juga sekaligus merupakan pembaharuan sistem terkait industri hiburan Korea Selatan. Dalam kebijakan baru tersebut, dikatakan bahwa setiap pegawai tidak boleh bekerja lebih dari 52 jam per minggu. MCTS juga turut memperbaharui peraturan bagi traine dan idol.

Dalam regulasi baru disebutkan bahwa kontrak traine tidak boleh lebih dari tiga tahun. dan selama jangka tersebut, apa bila agensi tidak memberikan penawaran debut, traine berhak untuk mencari agensi baru, tanpa adanya larangan dari agensi lama. Semua agensi juga bertanggung jawab secara finansial untuk urusan biaya pelatihan semua traine. Ini artinya semua biaya selama masa pelatihan adalah tanggung jawab pihak agensi, dan tidak menjadi beban para traine14. Namun idol yang merupakan warga Korea Selatan juga tetap harus mengikuti program wajib militer. Kecuali mereka tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan pemerintah Korea Selatan. Biasanya para idol yang mendapat dispensasi wajib militer dikarenakan masalah kesehatan.

Setelah melakukan debut, bukan berarti para idol bisa bebas dari proses latihan. Saat group mereka masih aktif melakukan promosi, para idol masih tetap diharuskan untuk latihan. Terlebih jika group tersebut memiliki jadwal

14 Kontrak Idol K-Pop: https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/hype/read/

tour konser. Latihan adalah agenda wajib untuk mempertahankan kualitas penampilan di depan penonton nantinya. Setiap idol yang sudah debut secara resmi, akan memiliki laman media sosial group. Melalui media sosial ini lah nantinya mereka akan berkomunikasi dengan para fans. Seperti BTS contohnya yang lebih atif menggunakan Twitter sebagai media komunikasi dengan para penggemar, serta TWICE yang memiliki media sosial Instagram.