• Tidak ada hasil yang ditemukan

R/ Aminophylline 100 Salbutamol 1 mg Dexamethason 1 tab m.f.caps. dtd. no. L S. 3 dd. 1 (det 25) Catatan : Fase Prescribing

Interaksi antara teofilin dengan salbutamol dapat berefek pada peningkatan klirens teofilin dan menurunkan kadar teofilin, selain itu juga dapat mengakibatkan peningkatan denyut jantung. Resiko hipokalemia dapat disebabkan baik oleh teofilin maupun salbutamol.

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro Ny. C. S Usia

Jenis Medication Error Prescribing Error (interaksi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 20 Fase Prescribing

R/ Fuladic 5 gr Cloderma gr 5 Topcort gr 5 Fungares gr 5 m.f.l.a ungt. s.u.e Catatan :

Cloderma® dikontraindikasikan pada pasien dengan infeksi bakteri atau jamur pada kulit

Pro An. A. J. Usia

Jenis Medication Error

Resep 21 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Miconazole cream 10 gr Clonaderm cream 5 gr

m.f. ungt. dtd. no. II da in pot (det I pot)

Catatan : Fase Prescribing

Clonaderm® dikontraindikasikan pada pasien dengan infeksi bakteri atau jamur pada kulit

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep

Pro An. D. Usia

Jenis Medication Error

Prescribing Error (kontraindikasi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 22 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Miconazole cr tube I Kloderma cr gr 5 m.f. ungt. dtd. no. II pot S. 2 dd. u.e (det I pot)

Catatan : Fase Prescribing

Kloderma dikontraindikasikan pada pasien dengan infeksi jamur pada kulit Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro Ny. M. Usia

Jenis Medication Error

Prescribing Error (kontraindikasi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 24 Fase Prescribing

R/ Scabimite cream gr 10 Termisil cream gr 10 Ikaderm cream gr 10

m.f.l.a. ungt. dtd. da in pot no. II S. 1 dd. u.e (malam hari saja) (det I)

Catatan : Termisil® berisi terbinafen yang dapat diindikasikan untuk pengobatan tinea korporis.

Ikaderm® dikontraindikasikan untuk pasien dengan infeksi jamur (tinea korporis) pada kulit.

Pro Ny. S. L. Usia

Jenis Medication Error

Prescribing error (kontraindikasi) Resep 23 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Teofilin mg 200 Salbutamol mg 2

Methyl Prednisolon mg 4

m.f.pulv da in caps dtd. no. XXX S. 2 dd. 1

Catatan : Fase Prescribing

Interaksi yang terjadi antara teofilin dengan salbutamol dapat berefek pada peningkatan klirens teofilin dan menurunkan kadar teofilin.

Selain itu juga terdapat peningkatan resiko terjadinya hipokalemia apabila teofilin diberikan bersama dengan kortikosteroid

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro Ny. S. P. Usia

Jenis Medication Error Prescribing Error (interaksi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 25 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Hydrocortison cream Gentamycin cream m.f.l.a cream da in pot S. 2 dd. u.e

Catatan : Fase Prescribing

Aturan pakai obat sesuai dengan yang dianjurkan

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep

Pro An. A. Usia

Jenis Medication Error

Resep 26 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Bricasma ⅓ tab Histapan ¼ tab Mucohexin ⅓ tab Rafacort ¼ tab m.f.pulv. dtd. No. XV S. 3 dd. 1 pulv p.c (det 8) Catatan : Fase Prescribing

Histapan berisi mebydrolin napadisilat dengan dosis 50 mg. Rafacort berisi triamcinolone dengan dosis 4 mg.

Range dosis histapan untuk anak-anak sebesar 50 - 200 mg sehari, sedangkan pada resep ini dosisnya hanya sebesar 37,5 mg sehari. Juga range dosis untuk triamcinolone sebesar 4 – 48 mg.

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro An. B. Usia

Jenis Medication Error

Prescribing Error (wrong dose)

Transcribng Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 27 Fase Prescribing

R/ Eloskin cream

Opicel cream A.A gr 10 m.f.l.a cr

S. 2 dd. u.e

Catatan : Aturan pakai obat sesuai dengan yang dianjurkan

Pro Ny. J. Usia

Jenis Medication Error

Resep 28 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Scabimite cr gr 30 Bactoderm cr gr 10 Desolex cr gr 10

m.f.l.a ungt. dtd. da in pot no. I S. 1 dd. u.e (oles malam hari)

Catatan : Fase Prescribing

Aturan pakai yang dianjurkan untuk penggunaan bactoderm yaitu 3 kali sehari.

Selain itu aturan pakai yang dianjurkan untuk penggunaan desolex yaitu 2 – 3 kali sehari, sedangkan pada resep ini aturan pakainya hanya 1 kali sehari.

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro Q.

Usia 7 ½ tahun

Jenis Medication Error

Prescribing Error (wrong dose)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 29 Fase Prescribing

R/ Bactoderm cream gr 10 Desolex cream gr 10

m.f.l.a ungt. dtd. da in pot no. I S. 2 dd. 1 u.e

Catatan :

Aturan pakai yang dianjurkan pada penggunaan bactoderm yaitu 3 kali sehari, sedangkan aturan penggunaan disini hanya 2 kali sehari

Pro Ny. N. Usia 30 tahun

Jenis Medication Error

Prescribing Error (wrong dose)

Resep 30 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Theophyllin 125 mg Ephedrin 15 mg CTM 2 mg

Dexamethason 0,5 mg m.f.l.a caps. dtd. no. XXX S. 3 dd. 1

Catatan : Fase Prescribing

Adanya peningkatan resiko terjadinya efek samping pada penggunaan teofilin bersama dengan ephedrin. Fase Transcribing

Digunakan asthma-soho pada saat pembuatan resep, sedangkan asthma-soho berisi theophyllin 125 mg dan ephderin hanya 12,5 mg

Pro Ny. P. Usia

Jenis Medication Error Prescribing Error (interaksi)

Transcribing Error (improper dose /

Resep 31 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Miconazole cr gr 10 Clonaderm cr gr 5

m.f.l.a ungt. da in pot no, I S. 2 dd. u.e (nedet)

Catatan : Fase Prescribing

Clonaderm® dikontraindikasikan pada pasien dengan infeksi jamur pada kulit Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro Bp. N. Usia

Jenis Medication Error

Prescribing Error (kontraindikasi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 32 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Aminophyllin 200 mg tab ¼ Toras 8 mg tab ¼

m.f. pulv. dtd. no. XVI S.3 dd. 1 (det 8)

Catatan : Fase Prescribing

Adanya peningkatan resiko terjadinya hipokalemia apabila teofilin digunakan bersama dengan kortikosteroid

Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah dalam resep, tidak ada tindak lanjut

Pro An. A. Usia

Jenis Medication Error Prescribing Error (interaksi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 33 Fase Prescribing & Transcribing

R/ Miconazole cr gr 10 Cloderma cr gr 10 m.f. ungt. da in pot no. II S. 2 dd. u.e (det I)

Catatan : Fase Prescribing

Kloderma dikontraindikasikan pada pasien dengan infeksi jamur pada kulit Fase Transcribing

Pengerjaan sesuai dengan perintah alam resep, tidak ada tindak lanjut Pro Bp. J.

Usia

Jenis Medication Error

Prescribing Error (kontraindikasi)

Transcribing Error (kegagalan dalam mengantisipasi prescribing error)

Resep 34 Fase Prescribing

R/ Termisil cr gr 10 Ikaderm cr gr 10

m.f.l.a ungt. da in pot no. I S. 2 dd. u.e

(Oleskan di tempat yang sakit)

Catatan :

Ikaderm® berisi klobetasol propionat. Termisil® berisi terbinafen yang dapat diindikasikan untuk pengobatan tinea korporis.

Ikaderm® dikontraindikasikan untuk pasien dengan penyakit tinea korporis Pro Ny. D.

Usia

Jenis Medication Error

Lampiran 5. Kelengkapan Persyaratan Administratif Resep Racikan Kelengkapan Resep A B C D E F G H I J K L M N O Resep 1 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 2 √ √ √ √ √ √ – – – – √ √ √ √ – Resep 3 √ – √ √ – – – – – √ √ √ √ – Resep 4 √ – √ √ – √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 5 √ – √ √ – √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 6 √ – – – √ √ – – – √ √ √ √ – Resep 7 √ √ √ √ – √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 8 √ √ – √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 9 √ – – √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 10 √ – – √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 11 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 12 √ √ √ √ – √ √ √ – √ √ √ √ – Resep 13 √ √ – √ – √ – √ √ – √ √ √ √ √ Resep 14 √ √ – √ – √ – – – √ √ √ √ √ Resep 15 √ √ √ √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ √ Resep 16 √ √ √ √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ √ Resep 17 √ √ – √ – √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 18 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 19 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 20 √ – – √ √ √ √ – √ – √ √ √ √ – Resep 21 √ – – √ √ √ – – – – √ √ √ – – Resep 22 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 23 √ – – √ √ √ √ – √ – √ √ √ √ – Resep 24 √ – – √ – √ – – √ – √ √ √ √ √ Resep 25 √ – – √ – √ – – – – √ √ √ √ – Resep 26 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 27 √ – – √ √ √ – √ – √ √ √ √ – Resep 28 √ √ – √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 29 √ √ – √ √ √ – √ √ – √ √ √ √ – Resep 30 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 31 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 32 √ – – √ √ √ – – – – √ √ √ √ – Resep 33 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ – Resep 34 √ – – √ √ √ – – √ – √ √ √ √ √ Keterangan :

A : Resep yang mencantumkan nama dokter B : Resep yang mencantumkan SIP dokter C : Resep yang mencantumkan alamat dokter

D : Resep yang mencantumkan tanggal penulisan resep E : Resep yang mencantumkan paraf dokter penulis resep F : Resep yang mencantumkan nama pasien

G : Resep yang mencantumkan alamat pasien H : Resep yang mencantumkan umur pasien

I : Resep yang mencantumkan jenis kelamin pasien J : Resep yang mencantumkan berat badan pasien K : Resep yang mencantumkan nama obat

L : Resep yang mencantumkan dosis obat M : Resep yang mencantumkan jumlah obat

N : Resep yang mencantumkan cara pemakaian obat

Lampiran 6. Lembar Penjelasan Kepada Calon Subjek

Perkenalkan nama saya Archie Tobias dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Saya akan melakukan penelitian yang berjudul “Medication Error dalam Fase Prescribing dan Transcribing pada Resep Racikan (Studi Kasus di Apotek-Apotek di Kabupaten Sleman pada bulan Februari dan Maret 2014).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi selama proses pengobatan pada pasien berlangsung, terutama pada saat peresepan obat dan pembacaan resep obat tersebut di apotek-apotek yang ada di Kabupaten Sleman.

Saya sebagai peneliti mengajak bapak/ibu/saudara untuk ikut serta dalam penelitian ini. Anda bebas memilih keikutsertaan dalam penelitian ini tanpa ada paksaan. Bila Anda sudah memutuskan untuk ikut, Anda juga bebas untuk mengundurkan diri/ berubah pikiran setiap saat tanpa dikenai denda atau pun sanksi apapun.

Apabila Anda bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, saya memohon kesediaan Anda untuk menandatangani lembar persetujuan ini sebagai bukti kesukarelaan bapak/ibu/saudara. Prosedur selanjutnya adalah Anda akan diberikan beberapa pertanyaan oleh peneliti dan peneliti sangat mengharapkan agar Anda dapat menjawab dengan jujur dan apa adanya.

Manfaat yang akan Anda dapatkan dari penelitian ini adalah Anda akan mendapat gambaran mengenai proses pelayanan obat dan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses tersebut. Jumlah subjek penelitian yang akan dilibatkan dalam penelitian ini yaitu ± 10 orang. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan rentang waktu mulai bulan Februari sampai bulan Maret 2014.

Semua informasi yang berkaitan dengan identitas subyek penelitian akan dirahasiakan dan hanya akan digunakan untuk kepentingan studi dan dokumentasi penelitian ini. Hasil penelitian akan dipublikasikan tanpa identitas subyek penelitian. Penelitian ini tidak akan memberikan dampak yang berbahaya dan semua biaya yang terkait dengan penelitian akan ditanggung oleh peneliti. Peneliti

tidak akan memberikan kompensasi dalam bentuk apapun terkait dengan penelitian ini.

Jika ada hal yang kurang dipahami, Bapak/Ibu dapat bertanya langsung kepada peneliti atau dapat menghubungi nomor telepon peneliti (081804720046). Bapak/ibu/saudara juga dapat menanyakan tentang penelitian kepada Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM (Telp. 9017225 dari lingkungan UGM) atau 0274-7134955 dari luar.

Saya sebagai peneliti sangat mengharapkan kesediaan bapak/ibu/saudara untuk ikut serta dalam pemelitian ini. Atas perhatian dan kesediaannya, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Lampiran 7. Lembar Persetujuan

Informed Consent

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama :

Jenis Kelamin : Alamat : Nomor Telepon/HP :

Saya telah membaca dan mengerti informasi yang tercantum pada lembar informasi dan telah diberi kesempatan untuk mendiskusikan dan menanyakan hal tersebut. Dengan penuh kesadaran saya bersedia untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Saya tidak berkeberatan apabila hasil penelitian ini dipublikasikan untuk kepentingan dokumentasi dan penelitian. Saya mengerti bahwa saya dapat menolak untuk ikut dalam penelitian. Saya sadar bahwa saya dapat mengundurkan diri dari penelitian ini kapan saja saya mau. Demikian pernyataan ini saya buat sejujur-jujurnya tanpa paksaan dari pihak manapun.

Yogyakarta, __________________

Peneliti Yang Menyetujui Tanda Tangan, ________________ Tanda Tangan, ___________

Nama Terang _________________ Nama Terang ____________

Medication Error pada Fase Prescribing dan Transcribing pada Resep

Racikan (Studi Kasus di Apotek-Apotek di Kabupaten Sleman pada Bulan Februari dan Maret 2014)

Lampiran 8. Pedoman wawancara fase Transcribing Medication Error untuk Apoteker dan Asisten Apoteker di Apotek-Apotek di Kabupaten Sleman

Fase Transcribing adalah proses pembacaan resep. 1. Menurut anda, apakah pengertian medication error itu?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

2. Menurut anda, apa saja contoh-contoh medication error yang dapat terjadi

pada fase transcribing?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

3. Menurut anda, apa saja kendala yang dihadapi dalam membaca resep obat dan

faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya medication error,

khususnya pada fase transcribing?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

4. Menurut anda, apa saja upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan

terjadinya Medication error terutama pada fase transcribing ?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

5. Menurut anda, bagaimana cara – cara mengatasi medication error jika

medication error tersebut sudah terjadi pada fase transcribing ?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

6. Menurut anda, tindakan apa saja yang telah dilakukan oleh pihak apotek untuk

mencegah terjadinya Medication Error ?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

7. Menurut anda, perbaikan apa sajakah yang perlu dilakukan dalam usaha dan

pencegahan ME untuk meningkatkan pelayanan di Apotek ?

Jawab :

______________________________________________

______________________________________________

______________________________________________

Lampiran 9. Hasil Wawancara dengan Apoteker

Pertanyaan 1.

Menurut anda, apakah pengertian medication error itu? Apoteker Jawaban

Apoteker 1

Kesalahan-kesalahan yang terkait dengan penyiapan obat, penulisan obat dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengobatan

Apoteker 2 Suatu kesalahan yang terjadi dalam proses obat – pengobatan

Apoteker 3 Kesalahan yang sering terjadi dalam pengobatan secara keseluruhan baik oleh dokter maupun apoteker

Apoteker 4 Kesalahan yang terjadi selama proses pengobatan berlangsung

Pertanyaan 2.

Menurut anda, apa saja contoh-contoh medication error yang dapat terjadi pada fase transcribing?

Apoteker Jawaban

Apoteker 1 Salah nama obat, dosis, salah sediaan (contoh : INH 100 jadi INH 400)

Apoteker 2 Kesalahan dalam membaca resep dan kesalahan nama obat karena nama obat hampir sama

Apoteker 3

Nama obat tidak jelas, banyak nama obat yang mirip, tulisan tangan dokter (cara penulsan yang lama) seperti disambung rawan menjadi kesalahan, salah dosis, salah tulis aturan pakai, double medication (obat yang tidak perlu diberikan) Apoteker 4 Salah dosis, nama pasien dan umur tidak ada, jumlah obat

Pertanyaan 3.

Menurut anda, apa saja kendala yang dihadapi dalam membaca resep obat

dan faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya medication error, khususnya pada fase transcribing?

Apoteker Jawaban

Apoteker 1

Tulisan dokter tidak jelas, salah nama obat, tidak bisa menghubungi dokter saat ingin memastikan obat dalam resep, kendala waktu (terlalu malam)

Apoteker 2

Tulisan dokter yang kurang jelas (obat, dosis, dll), nama obat yang hampir sama, obatnya belum banyak beredar (sediaan baru)

Apoteker 3

Kesulitan menterjemahkan istilah dalam bahasa Latin, tidak lengkap menulis perintah, tulisan tangan kurang jelas, dosis (umumnya anak-anak, dosisnya kurang), ideal pakai BB, dosis biasa mengacu pada standar umum (melihat kerasionalan dosis), masalah kondisi pasien sehingga mendesak waktunya untuk membuat resep (contoh: asma) Apoteker 4 Tulisan dokter tidak jelas, kemiripan nama obat

Pertanyaan 4.

Menurut anda, apa saja upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan

terjadinya Medication error terutama pada fase transcribing?

Apoteker Jawaban

Apoteker 1

Dipastikan peresepannya, menulis kembali resep dalam suatu kertas dan memastikan kembali kerasionalan pengobatannya, menanyakan lagi pada pasien terkait dengan dosis, keluhan / penyakit yang dialami, konfirmasi dengan dokter terkait dengan obat dan dosis

Apoteker 2

Memastikan keluhan pasien apa, dengan obat yang diresepkan. Jika resep sulit atau sama sekali tidak terbaca, sebaiknya konfirmasi ke dokter bersangkutan

Apoteker 3

Konsultasi kembali dengan pasien (dialog), tanyakan keluhan / penyakit, umur dan dicek kerasionalan peresepannya (karena tidak ditulis umur). Kalau dokternya ada (praktek), langsung konfirmasi ke dokter. Misalnya tulisan tidak jelas, jangan sampai menterjemahkan sendiri Apoteker 4 Tanya pasien tentang penyakitnya, ditanyakan pada dokter

Pertanyaan 5.

Menurut anda, bagaimana cara – cara mengatasi medication error jika

medication error tersebut sudah terjadi pada fase transcribing ? Apoteker Jawaban

Apoteker 1

Punya nomor telepon pasien, dan dipastikan data dokter benar (misalnya dokter di Rumah Sakit Jiwa, tapi selalu mengeluarkan copy resep), mengecek data pasien, mengerjakan suatu resep dengan keyakinan penuh

Apoteker 2

Obat harus diganti sesuai dengan resep, tetapi jika hanya berbeda paten / generik, dosisnya sama, maka tidak masalah diserahkan kepada pasien, asalkan sudah ada persetujuan pasien tersebut

Apoteker 3

Kapsul / sediaan dibongkar ulang, diracik kembali (walau biaya bertambah, tapi yang paling penting adalah safety

untuk pasien). Membuat sediaan yang baru yang sesuai dengan resep (harus dilakukan, jangan main-main dan berani bayar harga)

Apoteker 4 Double checking dengan apoteker yang lain, jika sudah terlanjur maka obat diganti

Pertanyaan 6.

Menurut anda, tindakan apa saja yang telah dilakukan oleh pihak apotek

untuk mencegah terjadinya Medication Error? Apoteker Jawaban

Apoteker 1

Konfirmasi ulang ke pasien dan dokter, jika ada keraguan dan pasien tidak mengerti seluk beluk tentang resepnya, lebih baik resep ditolak

Apoteker 2 Yang menerima resep wajib apoteker, obat wajib diracik dan diserahkan langsung oleh apoteker

Apoteker 3

Ditangani oleh ahlinya (apoteker) karena masyarakat semakin cerdas dalam mengkritisi pengobatan (ditangani sesuai dengan SOP), segala sesuatu yang berkaitan dengan obat di apotek harus dikonsultasikan pada APA. Kesalahan boleh ada, tapi yang penting niat untuk memperbaikinya. Kita bisa belajar dari kesalahan

Pertanyaan 7.

Menurut anda, perbaikan apa sajakah yang perlu dilakukan dalam usaha

dan pencegahan ME untuk meningkatkan pelayanan di Apotek?

Apoteker Jawaban

Apoteker 1 Nomor telepon pasien, pelaksanaan SOP dengan baik, data lengkap pasien jelas, skrining resep dengan lebih teliti Apoteker 2 Kelengkapan obat dan tata letak (penyimpanan) sesuai

farmakoterapi / alfabet agar lebih mudah dalam pencarian. Kelengkapan peralatan racik dan tempat racik lebih nyaman dan memadai

Apoteker 3 Update informasi, pengetahuan (diskusi dengan sejawat), perlu buku-buku penunjang, perlu alat-alat untuk memudahkan peracikan (pengadaan alat-alat racik yang modern) membantu mengurangi ME (misal : timbangan digital), komunikasi dengan dokter penulis resep dan sering membaca buku

Apoteker 4 Penambahan alat untuk memudahkan melakukan pembuatan resep racikan, penambahan rak karena obat sudah terlalu banyak, penambahan AC agar memenuhi standar suhu penyimpanan obat

Lampiran 10. Hasil Wawancara dengan Asisten Apoteker

Pertanyaan 1.

Menurut anda, apakah pengertian medication error itu?

AA Jawaban

AA 1

Suatu kesalahan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan informasi kepada pasien, melakukan upaya kesehatan maupun wewenangnya dalam bidangnya AA 2 Kesalahan dalam memenuhi aturan pakai obat oleh pasien AA 3 Kesalahan yang terjadi dalam pengobatan

AA 4

Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pengobatan, mulai dari diagnosis, pemilihan obat, pemberian informasi dan

follow-up pada pasien

Pertanyaan 2.

Menurut anda, apa saja contoh-contoh medication error yang dapat terjadi pada fase transcribing?

Apoteker Jawaban

AA 1 Kesalahan membaca/mendeskripsikan nama obat, kesalahan pemberian signa resep, kesalahan dalam jumlah yang harus diberikan, kesalahan dalam penyerahan obat khusus/resep khusus narkotika

AA 2 Salah dosis

AA 3 Salah nama obat, salah dosis, salah cara pemakaian

AA 4 Nama obat tidak jelas, dan memakan waktu untuk mengkonfirmasi ulang obat pada pasien

Pertanyaan 3.

Menurut anda, apa saja kendala yang dihadapi dalam membaca resep obat

dan faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya medication error, khususnya pada fase transcribing?

AA Jawaban

AA 1

Kurangnya pengetahuan dalam skrining farmakologis, tidak adanya komunikasi antara apoteker dan dokter, tidak adanya dukungan dari tenaga lainnya

AA 2 Banyak menggunakan singkatan, tulisan dokter tidak jelas AA 3 Tulisan dokter tidak jelas, tidak bisa menterjemahkan

bahasa Latin dalam resep

AA 4

Mengecek ulang peresepan dan idealnya dilakukan lebih dari 1 orang. Pada keadaannya, hanya 1 orang saja yang mengurus, tulisan tidak jelas

Pertanyaan 4.

Menurut anda, apa saja upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan

terjadinya Medication error terutama pada fase transcribing? Apoteker Jawaban

AA 1 Menjalin komunikasi yang baik dokter dan farmasis, saling memberikan pengalaman dalam proses transcribing resep AA 2 Konfirmasi ke dokter yang bersangkutan (telepon),

konfirmasi ulang ke pasien, teliti ulang resepnya baik-baik AA 3 Telepon dokter yang bersangkutan, menanyakan pada

pasien

Pertanyaan 5.

Menurut anda, bagaimana cara – cara mengatasi medication error jika

medication error tersebut sudah terjadi pada fase transcribing ?

AA Jawaban

AA 1

Komunikasi dengan farmasis lain yang berpengalaman, hubungi dokter penulis resep yang bersangkutan. Jika kedua cara tadi tidak mungkin dilakukan, maka tanyakan pasien, didiagnosa sakit apa?

AA 2

Menelepon pasien (lihat dari alamatnya), dan menghubungi pasien bilamana sudah dikonsumsi atau belum. Bila belum, maka segera diganti dengan yang baru. Bila sudah, maka diberikan penjelasan terkait dengan obat yang salah

AA 3 Langsung menghubungi pasien dan mengganti obat itu

AA 4

Langsung diganti bila disadari pada saat peracikan, juga menghubungi pasien dan memberikan informasi terkait kesalahan yang terjadi

Pertanyaan 6.

Menurut anda, tindakan apa saja yang telah dilakukan oleh pihak apotek

untuk mencegah terjadinya Medication Error ? Apoteker Jawaban

AA 1 Menyediakan fasilitas peracikan obat/resep, komunikasi yang baik antara farmasis di apotek

AA 2 Nama obat sudah disusun sesuai dengan indikasinya AA 3 Belum banyak dilakukan

AA 4

Memberi informasi ke pasien bahwa proses peracikan obat membutuhkan waktu sehingga pasien diharap bersabar. Tempat peracikan tidak jauh dengan tempat penyediaan obat

Pertanyaan 7.

Menurut anda, perbaikan apa sajakah yang perlu dilakukan dalam usaha

dan pencegahan ME untuk meningkatkan pelayanan di Apotek ?

AA Jawaban

AA 1

Komunikasi untuk hubungan yang baik dengan dokter dan apoteker, fasilitas peracikan yang memadai, penyediaan obat-obatan yang sering digunakan oleh dokter dalam prakteknya di wilyah sekitar apotek

AA 2

Disediakan tempat menunggu untuk pasien yang cukup nyaman (misal : disediakan TV dan dispenser), disediakan etalase yang tertutup agar obat lebih bersih dan lebih aman dalam penyimpanan

AA 3

Melayani dengan ramah, sapa, senyum, dan dengan sebaik mungkin, menata obat dengan lebih rapi, menambah alat-alat yang mempermudah proses peracikan

AA 4

SOP dari penerimaan resep harus dilaksanakan dengan baik, pengetahuan tentang obat-obat yang selalu up-to-date dan penambahan buku-buku referensi

Dokumen terkait