METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN
4.9 Analisis Kebutuhan Fasilitas .1 Fasilitas Perairan Pelabuhan
4.9.2 Fasilitas Darat Pelabuhan 1.Dinding Penahan Tanah
) 2 / a d .( f. A Mn m -KN 67 . 46 8 . 0 37340000 8 . 0 Mu Mn y s 2 s s 2 s s 3 s mm 584 A 0 67 . 46 A 202800 A 11011650 ) A 235 . 28 520 . 0 .( 10 x 390 . A 46.67
dimana a = As. fy. / (0.85 x fc x b ) = 56.47As
Maka digunakan tulangan tarik 6 12mm.
4.9.2 Fasilitas Darat Pelabuhan 1. Dinding Penahan Tanah
Untuk melaksanakan perencanaan dinding penahan tanah, langkah-langkah kegiatan adalah sebagai berikut:
1. Memperkirakan ukuran/dimensi yang diperlukan dari dinding penahan tanah.
2. Mencari besarnya tekanan tanah baik secara analistis maupun secara grafis berdasarkan cara yang sesuai dengan tipe dinding penahan tanahnya, apakah dengan cara Coulomb atau cara Rankine.
3. Lebar dasar dinding penahan tanah harus cukup untuk mobilisasi daya dukung tanahnya atau dengan perkataan lain, tegangan yang bekerja akibat konstruksi ditambah dengan gaya-gaya lainnya tidak melebihi gaya dukung ijin. Disamping itu diusahakan
agar tegangan yang timbul pada dasar dinding penahan tanah adalah tekan.
4. Perhitungan kekuatan struktur dari konstruksi dinding penahan tanah, yaitu dengan memeriksa tegangan geser dan tegangan tekan yang diijinkan dari struktur dinding penahan tanah.
5. Dinding penahan tanah harus aman terhadap stabilitas gesernya (sliding stability).
6. Dinding penahan tanah harus aman terhadap stabilitas gulingnya (overtuning stability).
7. Tinjauan terhadap lingkungan lokasi dari penempatan dinding penahan tanah.
Dinding penahan tanah harus terletak pada suatu daerah dimana stabilitas dari kemiringan lerengnya memenuhi suatu angka keamanan tertentu yaitu:
SF > 1,50 untuk pembebasan tetap
SF > 1,30 untuk pembebasan sementara, termasuk ada gempanya
Dimensi dinding penahan tanah dalam perancangan, dibedakan atas: a) Dinding gravitasi (gravity wall)
Pada umumnya untuk perencanaan gravity wall dilaksanakan sebagai berikut :
• Untuk mendapatkan total tekanan tanah yang bekerja, perhitungan dengan grafis apabila digunakan cara coulomb. • Pada umumnya dihitung dengan cara Rankine, apabila tinggi
dinding penahan tanah H > 6,00 meter. b) Dinding Kantilever (Kantilever Walls)
Perhitungan mencari tekanan tanah dilakukan dengan cara Rankie.
c) Dinding Kantilever Berusuk (Counterfort Walls)
Perhitungan mencari tekanan tanah pada dinding kantilever berusuk digunakan cara Rankie.
Yang dimaksud causeway disini adalah jalan yang menghubungkan antara fasilitas darat dan fasilitas laut sebuah dermaga.
Pekerjaan causeway yang dimaksud meliputi reklamasi urugan tanah , pemadatan tanah, galian tanah.
A. Urugan Tanah
Pekerjaan ini terdiri dari pengambilan, pengangkutan, penempatan tanah atau bahan-bahan butiran yang disetujui untuk penimbunan sebagaimana diperlukan untuk pembentukan tempat proyek menurut garis, kelandaian dan ketinggian dari penampang melintang yang ditentukan atau disetujui.
Jenis timbunan berdasarkan material terbagi dalam dua jenis yaitu timbunan biasa dan timbunan dengan bahan-bahan terpilih.
Pekerjaan tersebut tidak termasuk bahan-bahan timbunan yang ditempatkan sebagai alas untuk pipa atau saluran beton.
B. Pekerjaan Pemadatan Tanah
Pekerjaan ini terdiri dari galian, penanganan, pembuangan atau penumpukan dari tanah atau batuan atau bahan-bahan lainnya yang diperlukan untuk pelaksanaan yang memuaskan dari pekerjaan.
Pekerjaan tersebut umumnya diperlukan untuk pembangunan saluran air dan selokan, untuk pembentukan parit atau pondasi untuk pipa, gorong-gorong, saluran atau struktur kecil lainnya, untuk pekerjaan stabilisasi dan pembersihan longsoran, untuk bahan-bahan konstruksi galian tambahan atau pembuangan bahan-bahan sisi galian dan pada umumnya untuk
dan memenuhi garis kelandaian dan penampang melintang yang terllihat dalam gambar atau sebagaimana diperintahkan oleh proyek.
Jenis galian akan kelompokkan sebagai galian umum atau galian berbatu. Galian biasa terdiri dari semua galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu. Galian batu akan terdiri dari galian batu bulat besar yang mempunyai volume 1.0 meter kubik atau lebih besar dari semua batuan atau bahan-bahan keras lainnya yang dalam pendapat proyek adalah kurang praktis untuk menggali tanpa menggunakan alat bertekanan udara. Pada umumnya peledakan tidak akan diperkenankan. Galian ini tidak termasuk bahan-bahan yang menurut proyek dapat dilonggarkan/dilepaskan dengan suatu mesin penggaruk hidrolik tunggal yang ditarik oleh sebuah traktor dengan berat minimum 15 ton dan tenaga kuda netto sebesar 180 HP.
C. Galian dan Timbunan untuk Struktur
Pekerjaan ini akan terdiri dari galian tanah atau batuan untuk pondasi jembatan dan struktur lainnya seperti gorong-gorong persegi, gorong-gorong pelat, sebagaimana diperlukan untuk pelaksanaan agar memperoleh hasil yang memuaskan sesuai dengan pekerjaan ini.
Pekerjaan akan mencakup galian struktural, urugan kembali struktur yang selesai dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat, pembuatan dan pembongkaran “cofferdam”dan turap papan, pemompaan, pengeringan, penimbaan, pembuangan bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat dan setiap operasi lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang sesuai.
Sarana bantu navigasi pelayaran adalah sarana yang dibangun atau terbentuk secara alami yang berada di luar kapal yang berfungsi membantu navigator dalam menentukan posisi dan/atau haluan kapal serta memberitahukan bahaya dan/atau rintangan pelayaran untuk kepentingan keselamatan berlayar. Adapun jenis dan fungsi sarana bantu navigasi pelayaran terdiri dari:
I. Jenis sarana bantu navigasi pelayaran terdiri dari: a. Sarana bantu navigasi pelayaran visual, meliputi:
- pada siang hari dikenal dari warna, tanda puncak, bentuk bangunan, kode huruf & angka;
- pada malam hari dapat dikenal dari irama dan warna cahaya. b. Sarana bantu navigasi pelayaran elektronik
Sarana bantu navigasi pelayaran elektronik digunakan untuk menyampaikan informasi melalui gelombang radio atau sistem elektromagnetik lainnya untuk menentukan arah dan posisi kapal.
c. Sarana bantu navigasi pelayaran audible.
Sarana bantu navigasi pelayaran audible digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai posisi sarana bantu navigasi pelayaran melalui suara. Sarana ini ditempatkan pada sarana bantu navigasi pelayaran visual di daerah berkabut atau pandangan terbatas.
II. Sarana bantu navigasi pelayaran berfungsi untuk: a. menentukan posisi dan/atau haluan kapal;
b. memberitahukan adanya bahaya/rintangan pelayaran; c. menunjukkan batas-batas alur pelayaran yang aman;
e. menunjukkan kawasan dan/atau kegiatan khusus di perairan; f. penunjukan batas negara.