• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.4 Fenomena yang Diamati .1 Definisi Konsep

Definisi konseptual berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang konsep dari variabel yang akan diteliti menurut pendapat peneliti berdasarkan kerangka teori yang akan digunakan. Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan penelitian berkaitan dengan Dampak Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus terhadap Pertumbuhan UMKM di Tanjung Lesung.

Dampak (impact) adalah akibat dari suatu kegiatan misalnya kegiatan pembangunan. Dampak kegiatan pembangunan ini muncul karena adanya pihak yang diuntungkan dan pihak yang dirugikan, namun penilaian dampak pada pertumbuhan UMKM hanya mengacu pada mereka yang diuntungkan.

3.4.2 Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan penjabaran dari konsep atau variabel penelitian dalam rincian yang terukur atau disebut juga indikator penelitian. Biasanya menggunakan tabel matriks, indikator dan nomor pertanyaan sebagai lampiran. Definisi operasional ini disusun dengan fokus penelitian berdasarkan apa yang akan peneliti kaji dan temukan saat di lapangan, kemudian akan diolah dan dikembangkan sesuai dengan data yang diperoleh menjadi satu rangkaian informasi yang dijabarkan dalam bentuk deskriptif sehingga menjadi suatu hasil penelitian yang paten dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahan datanya.

Indikator Pertumbuhan Usaha menurut Kim dan Choi (1994) dalam Mohammad Soleh (2008:26) :

1. Peningkatan Omset Penjualan

Adalah jumlah total hasil produksi yang dapat dijual dalam sekali bakulan atau penjualan yang dihasilkan oleh pengusaha UMKM. Adapun omset penjualan ini dapat dihitung dengan mengalikan total jumlah yang terjual dengan harga.

2. Pertumbuhan Tenaga Kerja

Menurut BPS, tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja 15-64 tahun yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, yang diukur dalam satuan orang. Jumlah tenaga kerja disini adalah jumlah orang atau pekerja yang bekerja pada UMKM tersebut.

3. Pertumbuhan Pelanggan

Pelanggan bisa disebut juga dengan konsumen. Sehingga, jumlah pelanggan atau jumlah konsumen yang membeli produk atau menggunakan jasa layanan dari UMKM tersebut.

Sedangkan teori Dampak Ekonomi menurut Cohen (2006) adalah: 1. Penerimaan Devisa

Devisa adalah semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional.

2. Pendapatan Masyarakat

Pendapatan masyarakat adalah jumlah penghasilan yang diterima oleh masyarakat atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan.

3. Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja.

4. Pendapatan Pemerintah

Pendapatan pemerintah adalah penerimaan yang bersumber dari perpajakan, penerimaan negara bukan pajak, serta penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri.

3.5. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data. Irawan mengemukakan bahwa satu-satunya instrumen terpenting dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri (2006:15). Hanya manusia sebagai alat sajalah yang dapat berhubungan dengan informan atau objek lainnya, dan hanya

manusialah yang mampu memahami kaitan kenyataan-kenyataan di lapangan (Moleong, 2006:9). Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.

Berkaitan dengan hal tersebut, data-data sangat dibutuhkan oleh peneliti yang berperan sebagai instrumen. Data dalam penelitian adalah informasi yang harus dikumpulkan yang berkaitan dengan judul penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan penelitian kualitatif. Peneliti kualitatif harus bersifat perspective emic artinya memperoleh data bukan

sebagaimana seharusnya, bukan berdasarkan apa yang dipikirkan oleh peneliti,

tetapi berdasarkan sebagaimana adanya di lapangan, yang dialami, dirasakan, dan

dipikirkan oleh partisipan atau sumber data.

Berikutnya data yang ingin peneliti gunakan, yakni terdiri dari data primer dan data sekunder. Irawan (2006:5.5) menjelaskan pengertian dari kedua jenis data tersebut sebagai berikut:

1) Data primer adalah data yang diambil langsung, tanpa perantara dari sumbernya. Sumber ini dapat berupa benda-benda, situs, atau manusia. 2) Data sekunder adalah data yang diambil secara tidak langsung dari

sumbernya. Data sekunder biasanya berupa dokumen-dokumen (laporan, karya tulis orang lain, koran, majalah).

Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari informan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder, peneliti

memperolehnya dengan menggunakan studi pustaka dan studi dokumentasi.

3.6 Informan Penelitian

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Jadi, ia harus mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian (Moleong, 2006:132). Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, karena berangkat dari kasus tertentu yang pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke

populasi. Namun Spridley menamakannya sebagai “social situation” atau situasi

sosial yang terdiri dari tiga elemen: tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis (Sugiyono, 2011:215).

Mengingat penelitian ini menggunakan metode kualitatif, maka pemilihan informan sebagai sumber data dilakukan dengan cara purposive dan snowball. Purposive yakni teknik penentuan informan yang dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Pertimbangan tertentu ini digunakan untuk informan yang dianggap paling tahu mengenai fokus permasalahan penelitian (key informan), sehingga dapat memudahkan peneliti memahami situasi sosial yang diteliti. Sementara teknik snowball merupakan teknik penentuan informan yang tadinya berjumlah sedikit lama-lama menjadi besar, dan teknik ini dipergunakan untuk menentukan kategori secondary informan.

Adapun key informan dalam penelitian ini adalah: Para pelaku UMKM di Tanjung Lesung, Sedangkan yang menjadi Secondary Informan adalah Kepala Bidang UMKM Diskoperindag Kabupaten Pandeglang, Kepala Bidang Ekonomi

Bappeda Kabupaten Pandeglang, pihak Kecamatan Panimbang serta informan lain yang dianggap perlu sampai dengan jenuhnya informasi (redundancy) yang diberikan oleh informan. Dari penjelasan tersebut, peneliti mencoba mendeskripsikannya melalui tabel berikut ini:

Tabel 3.1 Informan Penelitian

No Informan Keterangan Kode Informan

1 Pelaku UMKM Key Informan I1

2 Desa Tanjung Jaya Secondary Informan

I2 3 Kecamatan Panimbang Secondary

Informan

I3 4 Working Group UMKM

Kabupaten Pandeglang

Secondary Informan

I4 5 Dinas Koperasi dan

UMKM Kab. Pandeglang

Secondary Informan I5 6 Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang Secondary Informan I6 7 BAPPEDA Kabupaten Pandeglang Secondary Informa I7 8 Dewan Administrator KEK Secondary Informan I8 9 PT BWJ Secondary Informan I9 10 Masyarakat Secondary Informan I10 11 Wisatawan Secondary Informan I11 (Sumber : Peneliti, 2016)