DESKRIPSI TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN ASUMSI DASAR PENELITIAN
2.1 Deskripsi Teori
2.1.9 Indikator Pertumbuhan Usaha
Pertumbuhan usaha diukur dari pertumbuhan penjualan, pertambahan tenaga kerja, peningkatan laba, peningkatan nilai aset. Menurut Jeaning Beaver dalam Muhammad Sholeh (2008:25), tolok ukur
tingkat keberhasilan dan pertumbuhan perusahaan kecil dapat dilihat dari peningkatan omset penjualan.
Menurut Davidson et al (2002) dalam (Susilo, 2007) ; Shanmugam dan Bhaduri (2002) pertumbuhan usaha dapat dilihat dari:
1. Pertumbuhan Produksi;
Produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menghasilkan atau menambah nilai guna terhadap suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan produsen.
2. Pertumbuhan Penjualan;
Pendapatan adalah pendapatan lazim dalam usaha dan merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada pelanggan atas barang dan jasa. 3. Pertumbuhan Pendapatan;
Pendapatan merupakan suatu pertambahan aset yang mengakibatkan bertambahnya modal pemilik usaha.
4. Pertumbuhan Laba.
Laba merupakan tujuan utama dari bisnis. Laba usaha adalah selisih antara pendapatan dengan biaya.
Hal ini selaras dengan Kim dan Choi (1994) dalam Mohammad Soleh (2008:26) bahwa ukuran pertumbuhan usaha dilihat dari peningkatan omset penjualan, pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan pelanggan. 2.2 Penelitian Terdahulu
Dasar atau acuan yang berupa teori-teori atau temuan-temuan melalui hasil berbagai penelitian sebelumnya merupakan hal yang sangat perlu dan dapat
disajikan sebagai data pendukung. Penelitian terdahulu ini bermanfaat dalam mengelola atau memecahkan masalah yang timbul dalam penelitian dampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Tanjung Lesung. Salah satu data pendukung yang menurut peneliti perlu dijadikan bagian tersendiri adalah penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, walaupun fokus dan masalahnya tidak sama persis tapi sangat membantu peneliti menemukan sumber-sumber pemecahan masalah penelitian ini. Berikut ini hasil penelitian yang peneliti baca.
Pertama, yaitu skripsi oleh Diah Novianti, Universitas Indonesia, dengan judul Analisis Faktor Motivasi Wirausahawan Wanita dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Usaha pada UMKM Batik di Solo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memotivasi wirausahawan wanita dalam memulai dan menjalani UMKM pada industri batik, dan mengetahui pengaruh motivasi wirausahawan manita terhadap pertumbuhan usaha yang dimiliki pada industri batik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Lei Zhun dan Hung M. Chu mengenai faktor-faktor motivasi, dan teori pertumbuhan usaha menurut Davidson et al. Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah pengaruh Faktor Motivasi terhadap Pertumbuhan Usaha pada UMKM Batik Solo, sementara yang menjadi lokus dalam penelitian ini adalah UMKM yang berada di daerah Solo, Jawa Tengah.
Hasil dari penelitian mengenai Analisis Faktor Motivasi Wirausahawan Wanita dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Usaha pada UMKM Batik di Solo mempunyai korelasi sangat rendah dan tidak signifikan antara faktor motivasi dengan pertumbuhan usaha , karena ada faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha, salahsatunya yaitu kemampuan manajerial.
Persamaan peneliti dengan penelitian mengenai Analisis Faktor Motivasi Wirausahawan Wanita dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Usaha pada UMKM Batik di Solo adalah sama-sama meneliti tentang pertumbuhan usaha UMKM. Selain itu metode yang digunakan juga sama menggunakan kualitatif.
Perbedaan penelitian yang peneliti lakukan dengan penelitian mengenai Analisis Faktor Motivasi Wirausahawan Wanita dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Usaha pada UMKM Batik di Solo adalah dari fokus dan lokus penelitiannya, fokus penelitian peneliti yaitu pada dampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus terhadap pertumbuhan UMKM di Tanjung Lesung dan lokusnya di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang. Selain itu teori pertumbuhan usaha yang digunakan yaitu menurut Davidson et al, sedangkan dalam penelitian peneliti menggunakan teori pertumbuhan usaha menurut Kim dan Choi dalam Mohammad Soleh.
Kedua, yaitu jurnal oleh Hanny Aryunda, Institut Teknologi Bandung, Tahun 2011, dengan judul Dampak Ekonomi Pengembangan Kawasan Ekowisata Kepulauan Seribu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak ekowisata yang terjadi diwilayah tujuan wisata Kepulauan Seribu, terutama dampak ekonomi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori
dampak ekonomi pariwisata menurut Cohen (1984). Serta metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif. Sementara fokus dalam penelitian ini adalah dampak ekonomi pengembangan kawasan ekowisata, dan lokusnya yaitu Kepulauan Seribu.
Hasil dari penelitian Dampak Ekonomi Pengembangan Kawasan Ekowisata Kepulauan Seribu. Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini disimpulkan bahwa dampak ekonomi dari pengembangan kawasan ekowisata sangat baik terhadap perekonomian masyarakat, serta menimgkatnya pendapatan usaha masyarakat diwilayah tersebut. Selain itu, kegiatan ekowisata menyrdiakan lapangan pekerjaan yang cukup besar bagi masyarakat lokal maupun masyarakat diluar wilayah Kepulauan Seribu. Peningkatan pendapatan juga terjadi di sektor penerimaan daerah, terutama dari sektor perdagangan, hotel dan restoran.
Persamaan peneliti dengan penelitian mengenai Dampak Ekonomi Pengembangan Kawasan Ekowisata Kepulauan Seribu, yaitu sama-sama meneliti mengenai dampak ekonomi dari pengembangan pembangunan. Selain itu menggunakan teori yang sama, yaitu teori dampak ekonomi menurut Cohen (1984). Dan menggunakan metode yang sama yaitu kualitatif.
Perbedaan peneliti dengan penelitian ini yaitu dari lokus penelitian, lokus peneliti ialah di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang-Banten.
2.3 Kerangka Pemikiran
Sugiyono (2005:66), menjelaskan kerangka berpikir adalah sintesa hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah
dideskripsikan. Berdasarkan teori-teori yang telah dideskripsikan, selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar-variabel yang diteliti. Uma Sakaran dalam bukunya bussiness research (1991) dalam Sugiyono (2005:65) mengemukakan bahwa kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah yang penting. Penelitian mengenai dampak pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus terhadap pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanjung Lesung. Pembangunan adalah proses perubahan yang disengaja dan direncanakan dengan tujuan untuk mengubah keadaan yang tidak dikehendaki ke arah yang dikehendaki atau ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Kawasan Ekonomi Khusus merupakan kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk penyelenggaraan fungsi perekonomian memperoleh fasilitas tertentu, yang salahsatu tujuannya adalah untuk meningkatkan investasi dan menyerap tenaga kerja. Penetapan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Pertumbuhan Usaha menurut Kim dan Choi (1994) dalam Mohammad Soleh (2008:25) sebagai grand theory dan teori Dampak Ekonomi menurut Cohen (1984) sebagai teori pendukung.
Teori Pertumbuhan Usaha menurut Kim dan Choi (1994) dalam Mohammad Soleh (2008:25) adalah:
1. Omset Penjualan
Adalah jumlah total hasil produksi yang dapat dijual dalam sekali bakulan atau penjualan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Omset penjualan dapat dihitung dengan mengalikan total jumlah yang terjual dengan harga. 2. Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah orang atau pekerja yang bekerja pada UMKM tersebut. 3. Jumlah Pelanggan
Pelanggan atau konsumen yang membeli barang atau menggunakan jasa dari UMKM tersebut.
Sedangkan teori Dampak Ekonomi menurut Cohen (1984) dibagi menjadi empat (4) kelompok besar, yaitu:
1. Dampak terhadap penerimaan devisa, 2. Dapat terhadap pendapatan masyarakat, 3. Dampak terhadap kesempatan kerja, 4. Dampak terhadap pendapatan pemerintah.
Kerangka berpikir menggambarkan alur pikiran peneliti sebagai kelanjutan dari kajian teori untuk memberikan penjelasan kepada pembaca mengapa ia mempunyai anggapan seperti yang dinyatakan dalam hipotesis. Biasanya untuk memperjelas maksud peneliti, kerangka berpikir dapat dilengkapi dengan sebuah bagan yang menunjukkan alur pikir peneliti serta kaitan antar variabel yang
diteliti. Bagan tersebut disebut juga dengan nama paradigma atau model penelitian.
Berdasarkan uraian yang penulis kemukakan pada latar belakang masalah dan juga tinjauan pustaka, maka penulis menjabarkan kerangka pemikiran yang kemudian akan dijadikan pegangan dalam penelitian ini dalam gambar berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Sumber: Peneliti, 2017 Identifikasi Masalah:
a. Tidak sesuainya rencana aksi pengembangan KEK dengan pelaksanaannya. b. Belum dibangunnya fasilitas pendukung untuk UMKM di sekitar kawasan
KEK.
c. Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap UMKM di sekitar kawasan KEK.
Output:
Terwujudnya Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung
Dampak Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap Pertumbuhan UMKM di Tanjung Lesung
Pertumbuhan Usaha menurut Kim dan Choi (1994) dalam Mohammad Soleh (2008:25)
1. Omset Penjualan 2. Jumlah Tenaga Kerja 3. Jumlah Pelanggan
Dampak Ekonomi menurut Cohen (1984): 1. Dampak terhadap penerimaan devisa, 2. Dapat terhadap pendapatan masyarakat, 3. Dampak terhadap kesempatan kerja, 4. Dampak terhadap pendapatan pemerintah
2.4 Asumsi Dasar
Asumsi dasar dalam penelitian kuantitatif disebut sebagai hipotesis. Sedangkan dalam penelitian kualitatif adalah kesimpulan sementara berdasarkan atas temuan pada saat pra penelitian dengan kajian teoritis pada bab 2. Asumsi ini ditulis dengan tujuan tidak untuk diuji kebenarannya, maka peneliti berasumsi bahwa Dampak Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap Pertumbuhan UMKM di Tanjung Lesung belum berjalan optimal.