BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 1.5. Maksud dan Tujuan
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.3. ASPEK PELAYANAN UMUM
2.3.2 FOKUS LAYANAN URUSAN PILIHAN .1. Urusan Pilihan Kelautan Dan Perikanan
Tabel 2.68 memperlihatkan perkembangan urusan kelautan dan perikanan dari beberapa indikator selama periode 2010-2015. Persentase produksi perikanan,
konsumsi ikan dan cakupan bina kelompok nelayan menunjukkan perkembangan yang meningkat, namun produksi perikanan kelompok nelayan persentasenya mengalami penurunan dari 64,94% tahun 2010 menjadi berkurang 42,82 % tahun 2015. Perkembangan ini memberi indikasi bahwa pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan semakin baik.
Tabel 2.68
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Kelautan Dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015
No. Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Capaian Produksi Perikanan % 106,11 97,12 97,13 92,02 104,74 99,0 2 Produksi Perikanan Ton 311.971,30 337.012,00 388.511,00 416.911,49 488.062,11 503.739,48 3 Cakupan bina kelompok nelayan % 0,32 1,52 6,58 5,29 6,16 0,81 4 Cakupan bina perikanan (pembudidayaa n, nelayan, pengolah dan pemasaran) % 0,17 2,33 2,87 4,33 3,49 0,55 5 Produksi perikanan kelompok nelayan % 64,94 60,90 53,51 51,69 51,24 42,82 6 Produksi tuna Ton 22,00 586,60 1.225,75 1.151,35 1.494,56 936,83 7 Produksi
kerapu Ton 15,00 56,77 96,24 310,04 186,20 218,30
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat
2.3.2.2. Urusan Pilihan Pariwisata
Perkembangan urusan pilihan pariwisata memperlihatkan kinerja semakin baik selama periode 2010-2015. Jumlah kunjungan wisata mancanegara dan kunjungan wisata nusantara mengalami kenaikan dalam kurun waktu 2010-2015 seperti terlihat pada Tabel 2.69.
Tabel 2.69
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015
No Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1. Kunjungan wisata mancanegara Orang 43.830 47.962 50.393 62.023 69.541 78.274 2. Kunjungan wisata nusantara Orang 4.575.601 5.106.321 5.850.033 6.261.364 6.605.738 6.973.678
Sumber : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat melalui jalur Bandar Udara Minagkabau, Pelabuhan Teluk Bayur dan jalur antar provinsi. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur pada bulan Desember 2015 mencapai 5.302 orang, mengalami peningkatan 10,21 persen dibandingkan pada bulan November 2015 yang tercatat sebanyak 4.811 orang. Bila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, wisman bulan Desember 2015
mengalami peningkatan sebesar 24,20 persen. Sementara itu jumlah wisman bulan Januari – Desember 2015 mengalami penurunan sebesar 13,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dari 56.111 orang tahun 2014 menjadi 48.755 orang tahun 2015, seperti terlihat pada Tabel 2.70.
Wisatawan mancanegara sebagian besar (85,23%) berasal dari Malaysia, kemudian diikuti oleh Australia, Thailand. Berdasarkan data ini kunjungan wisatawan mancanegara belum memperlihatkan cakupan pasar yang luas. Oleh sebab itu potensi untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara sangat terbuka.
Tabel 2.70
Wisman Yang Berkunjung ke Sumatera Barat Menurut Kebangsaan Tahun 2014-2015 (Orang) NO KEBANGSAAN 2013 2014 PERUBAHAN (%) % 1 Malaysia 43.588 36.262 -16,81 85,23 2 Australia 2.344 1.734 -26,02 1,51 3 Tiongkok 285 346 21,40 0,40 4 Inggris 248 334 34,68 0,15 5 Amerika 338 264 -21,89 0,23 6 Thailand 144 243 68,75 0,83 7 Jepang 283 214 -24,38 0,25 8 Singapura 405 203 -49,88 0,21 9 Jerman 334 167 -50,00 0,13 10 Rusia 195 43 -77,95 0,15 11 Lainnya 7.947 8.945 12,56 10,92 TOTAL WISMAN 56.111 48.755 -13,11 100
Sumber : Berita Resmi Statistik No.08/02/13/Th.XIX, 1 Februari 2016
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Barat bulan Desember 2015 mencapai rata-rata 59,73 persen atau sebesar 57,10 persen. Kota Bukittinggi menempati TPK tertinggi sebesar 61,37 persen dan disusul Kota Padang 59,53 persen. TPK terendah terjadi di Kab. Tanah Datar sebesar 12,51 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang bulan Desember 2015 tercatat selama 1,33 hari, turun 0,18 hari bila dibandingkan dengan November 2015 yang tercatat 1,51 hari. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada akomodasi lainnya bulan Desember 2015 tercatat selama 2,02 hari, naik 0,37 hari dibandingkan dengan November 2015.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah berupaya membenahi destinasi wisata, kesiapan masyarakat, sarana dan prasaran pendukung dan promosi. Selain itu pemerintah daerah juga mendukung iven tahunan pariwisata berskala internasional seperti Tour de Singkarak, Dragon Boat dan memperkenalkan kuliner serta budaya Minagkabau di pentas internasional. Upaya yang dilakukan ini masih tahap awal dan belum maksimal. Oleh sebab itu upaya-upaya yang telah dilakukan perlu lebih diintensifkan untuk masa yang akan datang dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Sumatera Barat.
2.3.2.3. Urusan Pilihan Pertanian
Kinerja urusan pertanian mengalami peningkatan dan perkembangan kearah yang lebih baik selama periode 2010-2015. Tabel 2.71, memperlihatkan bahwa produktivitas padi sawah mengalami peningkatan dari 48,60 kwt/ha tahun 2010 menjadi 50,58 kwt/ha pada tahun 2015. Selanjutnya produktifitas padi ladang mengalami
peningkatan dari 22,25 kwt/ha tahun 2010 menjadi 30,80 kwt/ha pada tahun 2015. Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB dan Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB terus meningkat dalam kurun waktu lima tahun, hal ini mengindikasikan bahwa pelayanan dalam urusan pertanian samakin meningkat.
Tabel 2.71
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Pertanian Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015
No Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar
% - - - - -
- Padi Sawah Kwt/Ha 48,60 49,84 50,04 50,17 50,58 50,58 - Padi Ladang Kwt/Ha 22,25 26,87 32,28 30,69 28,19 30,80 2 Kontribusi sektor pertanian/ perkebunan terhadap PDRB % 11,70 11,44 10,99 10,67 11,09 11,09 3 Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB % 7,33 7,20 7,33 7,22 7,57 7,57 4 Kontribusi sektor perkebunan terhadap PDRB % 7,22 7,23 7,03 7,22 7,57 7,57 5 Kontribusi Produksi kelompok petani terhadap PDRB % 10,456 10,456 10,456 10,456 10,456 10,456*
Sumber : Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat dan BPS Provinsi Sumatera Barat 2.3.2.4. Urusan Pilihan Kehutanan
Indikator Rehabilitasi hutan dan lahan kritis, dalam skala luas dari tahun 2010-2015, mengalami fluktuasi setiap tahunnya pada setiap indikator, seperti terlihat pada Tabel 2.72.
Tabel 2.72
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015
No
. Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Rehabilitasi hutan dan lahan kritis %/tahun 2,00 2,97 5,12 4,96 5,81 2,58 % 2,00 4,97 10,09 15,04 20,86 23,44 2 Luas lahan hutan dan lahan kritis yang rehabilitasi Ha 7.449 11.050 19.058 18.456 21.641 9.616 3 Kerusakan Kawasan Hutan % 15,70 11,26 0,45 0,41 0,40 0,40 4 Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB % 1,54 1,48 1,44 1,37 1,35 1,35*
Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat
2.3.2.5 Urusan Pilihan Energi Dan Sumber Daya Mineral
Dalam urusan pilihan energi dan sumberdaya mineral seperti terlihat dari dua indikator pada Tabel 2.73, bahwa Pertambangan tanpa izin persentasenya semakin berkurang dari tahun yakni 5,00% tahun 2015 menurun dibandingkan tahun 2010 sebesar 7,15%, dan Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB semakin meningkat, hal ini menindikasikan bahwa, usaha pertambangan yang ilegal dapat ditekan, berikut kontribusi sektor pertambangan semakin meningkat dalam pendapatan daerah.
Tabel 2.73
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015
No. Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Pertambangan tanpa ijin % 7,15 7,15 7,09 6,98 5,47 5,00 Orang 7.146 7.151 7.093 7.15 7.15 - 2 Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB % 4,55 4,46 4,44 4,60 4,86 4,86*
Sumber : Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Barat 2.3.2.6. Urusan Pilihan Perdagangan
Perkembangan urusan pilihan perdagangan memperlihatkan angka yang menurun dari tahun 2010-2015, seperti terlihat dari indikator Tabel 2.74, kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB persentasenya tahun 2010 sebesar 15,14% menurun menjadi 14,29% tahun 2014, dan indikator Ekspor bersih perdagangan dari US$ 1.463 juta tahun 2010 berkurang menjadi US$ 1.142 juta tahun 2014, hal ini mengindikasikan penurunan pendapatan daerah dan berkurangnya ekspor sektor perdagangan selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Tabel 2.74
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015.
No. Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB
% 15,14 15,05 15,11 14,77 14,29 14,29* 2 Ekspor Bersih Perdagangan US$ Juta 1.463,40 1.955,08 1.120,70 1.174,00 1.071,00 1.117,00
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat 2.3.2.7. Urusan Pilihan Perindustrian
Kontribusi sektor industri terhadap PDRB menunjukkan peranan yang berkurang pada pendapatan daerah selama periode 2010-2015 yakni 11,69% pada tahun 2010 menjadi berkurang 10,46% tahun 2014, sebaliknya indikator Laju pertumbuhan industri dalam kurun waktu yang sama semakin meningkat dari 2,18% tahun 2010 meningkat menjadi 5,40% tahun 2014, hal ini mengindikasikan bahwa laju pertumbuhan industri masih kurang dibandingkan laju pertumbuhan sektor pendapatan daerah lainnya, seperti terlihat pada Tabel 2.75.
Tabel 2.75
Perkembangan Indikator Urusan Pilihan Perindustrian Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2015
No
. Indikator Satuan 2010 2011 2012 Tahun 2013 2014 2015
1 Kontribusi sektor Industri
terhadap PDRB % 11,69 11,71 11,53 11,02 10,46 10,46* 2 Laju Pertumbuhan Industri % 2,18 4,74 6,46 5,1 5,22 1,84
Sumber : Aspek Fokus Sumatera Barat