BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Foto 1. Foto Hari Sabtu, 22 Oktober 2011 (Cuplikan Video 1)
1. Tahap Preiconography
Moammar Khadafi mengenakan kemeja panjang berwarna coklat. Pada bagian sebelah kiri wajahnya terdapat darah hingga ke pakaianannya. Wajah Moammar Khadafi terlihat seperti terkejut atau terheran mamandangi tangannya yang juga berlumuran darah setelah ia menyeka wajahnya. Tubuh Moammar Khadafi tidak sedang berdiri kokoh, dimana ia bersandar di suatu benda dan kaki seseorang, serta ada seseorang di sebelah kanannya tengah memegang
Universitas Sumatera Utara posisi kamera berada di bawah objek. Komposisi foto berdasarkan jarak
pemotretan yakni medium shot.
Waktu pengambilan video yakni tanggal 20 Oktober 2011, namun Kantor Berita Inggris, Reuters, mengutip video amatir tersebut dari sebuah jaringan media sosial. Kemudian Harian Waspada mempublikasikan dalam bentuk potongan gambar pada tanggal 22 Oktober 2011 pada halaman 1 dan
menjadi foto headline.
Keempat foto yang merupakan cuplikan video, menggunakan satu keterangan foto yang sama, yakni “Inilah gambar yang diambil dari video amatir yang diberikan kepada jaringan media sosial dan diperoleh Reuters, Jumat (21/10), menunjukkan Moammar Khadafi dengan kepala berlumuran darah setelah ia tertangkap oleh pejuang NTC di Sirte, kota kelahirannya. Khadafi diarak setelah penangkapan tersebut.”
2. Tahap Iconography
Moammar Khadafi ditangkap dalam keadaan terluka cukup parah yang membuat darahnya mengalir hingga kebagian pakaiananya. Pengambilan foto
yang low angle dan medium shot membuat tidak semua wajah orang-orang pada
foto tersebut tidak terlihat. Yang terlihat adalah Moamar Khadafi ditopang oleh dua orang yang duduk di atas mobil dan beberapa warga didekatnya.
Peristiwa yang dialami Moammar Khadafi, tidak terlepas dari bagaiamana sejarah kepemimpinanya di Libya. Pola pemerintahan dan kebijakan Moammar Khadafi selama berkuasa merupakan sebuah rentang waktu yang menyimpan boomerang bagi dirinya sendiri. Pihak oposisi yang selama pemerintahan Moammar Khadafi diperlakukan sebagai penghianat atas kedaulatan negara dan seringkali berakhir dengan pembunuhan dan penahanan, akhirnya menemukan momentum yang tepat untuk membalas perlakuan Moammar Khadafi. Seiring
dengan gelombang demokratisasi yang melanda MENA (Middle East and North
Africa) atau yang dikenal dengan Arab Spring, yang bermula di Tunisia dan
Mesir. Gelombang menuntut turunnya pemerintahan otoriter juga membawa efek ke Libya pada bulan Februari 2011.
Universitas Sumatera Utara Pemberontakan dan gelombang menentang Moammar Khadafi yang terjadi merupakan refleksi dan inisiatif masyarakat Libya. Sebagai presiden yang telah menjabat dalam kurun waktu yang tidak singkat, yaitu sekitar 42 tahun, Moammar Khadafi dalam kebijakannya dinilai tak merepresentasikan kepentingan rakyat. Krisis yang terjadi di Libya memiliki intensitas pergolakan yang lebih tinggi dibandingkan negara Arab lainnya. Moammar Khadafi dalam menanggapi krisis politik tersebut yang cenderung terkait dengan aksi protes dan demonstrasi oleh masyarakat Libya, lebih mengutamakan penggunakan pendekatan yang represif. Tercatat bahwa pasukan Moammar Khadafi melakukan banyak pelanggaran dengan menembaki para demonstran secara membabi buta. Bahkan dengan menggunakan jet tempurnya. Hal ini tentunya yang kemudian diartikan sebagai pembantaian yang dilakukan oleh rezim di Libya terhadap warga sendiri dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dalam perkembangan krisis politik yang terjadi, masyarakat Libya terbagi menjadi dua kelompok yaitu pasukan loyalis Moammar Khadafi dan pihak oposisi yang dimobilisasi oleh Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) yang menginginkan Moammar Khadafi turun dari kekuasaannya. Kedua kelompok tersebut terlibat konfrontasi dengan agenda utama mencapai kepentingan masing- masing. Jika dibandingkan dengan pihak oposisi yang memiliki persenjataan terbatas dan sistem militer yang kurang, kelompok loyalis Moammar Khadafi tentunya memiliki militer dan sistem persenjataan yang canggih. Hal tersebut mengakibatkan pihak oposisi lambat laun mengalami kemunduran.
Gelombang demonstrasi diawali di kota Benghazi pada 16 Februari 2011. Demonstrasi ini direspon oleh kepolisian setempat dengan melakukan penangkapan terhadap para demonstran. Dihari yang sama, Ibu Kota Tripoli juga terjadi demonstrasi. Lagi-lagi, kepolisian Libya melakukan penangkapan terhadap pendemo yang mayoritas aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Tak kurang dari 20 orang tewas dalam aksi ini. Lalu, pada 19 Februari 2011, terjadi bentrokan berdarah di Benghazi dimana aparat keamanan menggunakan peluru tajam yang mengakibatkan 84 orang tewas (http://www.sesawi.net/2011/08/25/kilas-balik- krisi-politik-di-libya-untuk-gusur-sang-kolonel-4/). Sejak saat itu, kubu oposisi
Universitas Sumatera Utara memberontak dan membentuk pemerintahan tandingan di Benghazi. Krisis Libya pun berubah dari demonstrasi menjadi konflik bersenjata.
Dalam melihat krisis di Libya PBB sebagai organisasi internasional memiliki peran strategis. Dalam hal ini, keterlibatan PBB diwujudkan dengan menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973 yang mengizinkan anggota PBB menjalankan langkah-langkah apapun yang diperlukan dalam upaya melindungi warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah pimpinan Moammar Khadafi. Pada maret 2011, PBB menetapkan larangan terbang terhdap Libya dan serangan udara untuk melindungi warga sipil, yang kemudian menjadi
asumsi dasar North Atlantic Treaty Organization (NATO) untuk terlibat
(http://www.aljazeera.com/indepth/spotlight/libya/2011/10/201110201042447067 60.html). NATO menggunakan instrumen kekerasan dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer pasukan loyalis Moammar Khadafi yang juga menewaskan warga sipil. Hal tersebut dilakukan tidak terlepas dari kepentingan negara-negara NATO seperti Amerika Serikat dan negara barat lainnya untuk menanamkan pengaruhnya, tentunya hal ini akan berimplikasi pada kontrol perminyakan Libya.
Tujuh bulan pasca pecahnya revolusi Libya, yakni pada Agustus 2011, pihak oposisi mengepung basis Moammar Khadafi di Tripoli. Dengan kalkulasi kekuatan yang semakin menurun, Moammar Khadafi memutuskan untuk bersembunyi. Secara mengejutkan pada akhir Oktober 2011, dunia digemparkan dengan kabar kematian Moammar Khadafi. Peristiwa ini diketahui saat tersebarnya video amatir detik-detik penangkapan dan kematian Moammar Khadafi. Kejadian ini bermula di hari Kamis pagi waktu Sirte, 20 Oktober 2011. Moammar Khadafi dikawal 15 truk bersenjata meninggalkan kota Sirte. Namun, salah satu pesawat NATO memergoki dan menyerang konvoi. Seluruh truk hancur lebur. Tapi serangan tersebut tidak menewaskan Moammar Khadafi.
Bersama anak buahnya, ia melarikan diri ke arah utara.
(http://dunia.news.viva.co.id/news/read/257571-detik-detik-tewasnya-moammar- khadafi). Akhirnya, Moammar Khadafi ditemukan oleh tentara NTC bersembunyi di pipa saluran air di Sirte. Moammar Khadafi dengan berlumuran darah di
Universitas Sumatera Utara wajahnya terlihat masih hidup dan dibawa keluar dari persembunyiannya itu. Tubuhnya yang sudah lemah dan terluka diseret sejumlah tentara. (http://news.liputan6.com/read/359095/khadafi-sempat-memohon-agar-tidak- ditembak).
Kejadian penangkapan Moammar Khadafi oleh pasukan NTC, direkam oleh beberapa orang yang tidak diketahui apakah ia warga biasa atau pasukan NTC. Namun, video penangkapan dan penyiksaan yang dialami Moammar Khadafi diambil pada tanggal 20 Oktober 2011, keesokan harinya tersebar luas di dunia maya.
Keterangan foto pada cuplikan video tersebut, memberikan informasi tambahan tentang apa yang terjadi difoto. Pembaca mengetahui bahwa Moammar Khadafi yang sebelumnya bersembunyi, telah ditangkap oleh pihak oposisi yakni para tentara NTC di kota kelahiran Moammar Khadafi sendiri, Sirte. Namun, kebenaran mengenai penangkapan Moammar Khadafi oleh NTC, diketahui satu hari setelah kejadian tersebut. Dimana, Kantor Berita Inggris, Reuters, memperoleh video amatir penangkapan Moammar Khadafi tersebut dari sebuah jaringan media sosial. Didalam video tersebut juga terkuak sebuah fakta bahwa, setelah ditangkap dari sebuah pipa saluran air (gorong-gorong), Moammar Khadafi diarak keliling kota dan menjadi tontonan warga. Keterangan foto mengunakan gaya bahasa penegasan yakni klimaks.
3. Tahap Iconology
Video amatir penangkapan Moammar Khadafi yang tersebar luas, menjadi puncak kemenangan pihak oposisi untuk menggulingkan rezim Moammar Khadafi. Ketika ditangkap oleh tentara NTC, Moammar Khadafi hanya memakai kemeja dan celana panjang berwarna coklat. Apa yang dikenakan Moammar Khadafi saat itu, sama seperti warga biasa. Tak ada lagi jubah mewah dan sorban (hiasan kepala) yang selalu ada disetiap penampilannya.
Pada gambar tersebut, Moammar Khadafi yang tengah memandangi tangannya yang berlumuran darah, menyiratkan bahwa ia dalam keadaan yang tak berdaya dan Moammar Khadafi sedang dalam keadaan terpuruk karena sedang
Universitas Sumatera Utara mendapat hukuman dari masyarakat yang membencinya. Teknik pengambilan
gambar yang medium shot, menunjukkan adanya hubungan antara Moammar
Khadafi dengan si pengambil gambar. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan antara warga dan mantan presidennya.
Teknik low angle, menunjukkan bahwa kekuasaan sudah berada di tangan
warga. Tak ada lagi Moammar Khadafi sebagai seorang presiden, ia seperti seorang penjahat yang tertangkap oleh warga. Dan si pengambil video sengaja
melakukan pengambilan gambar terfokus pada Moammar Khadafi (medium shot)
untuk menunjukkan secara detail bagaimana keadaan Moammar Khadafi yang tidak berdaya saat itu. Masih terlihatnya beberapa orang didekat Moammar Khadafi, menjadi bukti bahwa Moammar Khadafi dikepung oleh sekumpulan warga yang tengah menghakiminya. Ia sedang ditawan.
Lokasi kejadian menunjukkan di tempat terbuka seperti di suatu jalan/ lapangan, dimana tidak terlihat bangunan disekitarnya, menandakan bahwa Moammar Khadafi tidak lagi dalam pengawalan khusus dari wanita berseragam militer dan bersenjata yang selalu menjaganya. Foto ini memperlihatkan perlakuan sadis yang dialami Moammar Khadafi. Luka dan darah yang mengalir dari wajah hingga ke pakaiannya menjadi bukti bahwa Moammar Khadafi memang sengaja dibiarkan dalam keadaan terluka. Dua orang yang berada dibelakang Moammar Khadafi yang tengah duduk diatas mobil, hanya diam sambil memegang dan membiarkan orang-orang memukul, menendang, menampar, dan mencaci Moammar Khadafi. Sepertinya, hal tersebut memang sengaja dibiarkan untuk memberi ruang pada warga untuk membalas perbuatan Moammar Khadafi yang dianggap telah merugikan mereka selama ini.
Terihat juga dalam foto, ada seseorang yang meletakkan lengannya di pundak Moammar Khadafi, seolah-olah ada sesuatu hal yang ingin dilakukan atau disampaikan olehnya pada Moammar Khadafi. Atau malah orang tersebut ingin memastikan apakah benar orang yang tak berdaya itu adalah Moammar Khadafi
Penggunaan gaya bahasa penegasan yakni klimaks pada keterangan foto, memberi sugesti pada pembaca bagaimana runtutan perlakuan tidak manusiawi
Universitas Sumatera Utara yang dialami Moammar Khadafi. Hal tersebut akan membuat pembaca seolah- olah melihat kejadian sebenarnya. Dalam keterangan foto dari cuplikan video tersebut menyebutkan bahwa video direkam oleh seseorang yang profesi atau keahliannya bukan di dunia videografi yang disebut amatir. Ini berarti, ada dua kemungkinan orang yang mengambil video tersebut, apakah warga biasa atau bagian dari pasukan NTC. Namun yang pasti, loyalis Moammar Khadafi tidak akan merekam kekerasan dan penghinaan yang dialami Moammar Khadafi. Video tersebut kemudian disebar ke dunia maya melalui sebuah jaringan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa si pengambil video itu menginginkan apa yang dialami Moammar Khadafi diketahui oleh semua orang. Dan pemilihan media sosial dikarenakan warga Libya ingin menunjukkan bahwa kini mereka telah bebas berekspresi dan berpendapat kapanpun dan dimanapun tanpa adanya ancaman dari militer. Media sosial adalah sebagai wadah bagi semua orang untuk bebas berpendapat serta menyebarkan informasi/ peristiwa ke seluruh penjuru dunia.
Kemudian, penyebutan pejuang untuk pasukan NTC menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh para pasukan tersebut terhadap Moammar Khadafi dianggap sebagai perbuatan yang terhormat dan membela negara. Walaupun pada kenyataannya, mereka juga telah melakukan perbuatan kejam dan tidak berperikemanusiaan. Dan yang terakhir, adanya kata diarak. Kata diarak pada umumnya dipakai untuk menggambarkan sesuatu hal yang menyenangkan. Berarti, pada saat itu, Moammar Khadafi yang sudah tak berdaya menjadi bahan tertawaan warganya sendiri.
Universitas Sumatera Utara 4.1.1.b Cuplikan Video 2