4.3 Penyelenggara (KPU , Panwas, PPK, PPS)
Komisi Pemilihan Umum merupakan Komisi Pemilihan Umum yang dibentuk untuk menangani proses pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan Kepala Daerah. Komisi Pemilihan Umum terdiri dari KPU Pusat dan KPU provinsi, dan KPUD (Kabupaten/Kota) .
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatur segala aturan mengenai cara pemilhan umum, pemilihan kepala daerah, dan diteruskan secara hierarkis pada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten / Kota. Dalam Konteks Penelitian ini Maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara membawahi proses Pemilihan Kepala Daerah di Kota Pematangsiantar dan dibagi atas beberapa Panitia Pemilihan.
Foto. 4.5. Foto Kantor KPU Kota Pematangsiantar
Gambar 4.6 Gambar Sktruktur Komisi Pemilihan Umum Kota Pematangsiantar
Tugas dan Wewenang KPU berdasarkan UU No 10. Tahun 2016 dalam penyelenggaraan Pemilihan Meliputi :
a. menyusun dan menetapkan Peraturan KPU dan pedoman teknis untuk setiap tahapan Pemilihan setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat,
Ketua Mangasi Tua Purba
Anggota Jafar Sidik Saragih Anggota Risnawati Panjaitan Anggota Batara Manurung Anggota H. Amril Zeil
dan Pemerintah dalam forum rapat dengar pendapat yang keputusannya bersifat mengikat;
b. mengoordinasi dan memantau tahapan Pemilihan; c. melakukan evaluasi penyelenggaraan Pemilihan ;
d. menerima laporan hasil Pemilihan dari KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota;
e. memfasilitasi pelaksanaan tugas KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dalam melanjutkan tahapan pelaksanaan Pemilihan jika Provinsi, Kabupaten, dan Kota tidak dapat melanjutkan tahapan Pemilihan secara berjenjang; dan f. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh peraturan
perundang-undangan
Panwas Merupakan panitia pengawas yang dibentuk untuk mengawasi jalannya proses Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah, dimulai sejak pencalonan sampai pada saat terpilih, Bapak Pengawas Pemilu/Pilkada, Panitia Pengawas Pemilu/Pilkada Provinsi, Panitia Pengawas Pemillu/Pilkada selanjutnya disebut Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan adalah Pengawas Pemilu/Pilkada di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/kota dan Kecamatan.
Tugas dan Wewenang
Tugas dan wewenang Panwaslu Kabupaten/Kota adalah:
Mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota yang meliputi:
1. Pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap;
2. Pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan pencalonan bupati/walikota;
3. Proses penetapan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan calon bupati/walikota;
4. Penetapan calon bupati/walikota; 5. Pelaksanaan kampanye;
6. Pengadaan logistik Pemilu dan pendistribusiannya;
7. Pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil Pemilu; 8. Mengendalikan pengawasan seluruh proses penghitungan suara; 9. Pergerakan surat suara dari tingkat TPS sampai ke PPK;
10.Proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dari seluruh kecamatan;
11.Pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan; dan
12.Proses penetapan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan pemilihan bupati/walikota;
Menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu;
Menyelesaikan temuan dan laporan sengketa penyelenggaraan Pemilu yang tidak mengandung unsur tindak pidana;
Menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti;
Meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang;
Menyampaikan laporan kepada Bawaslu sebagai dasar untuk mengeluarkan rekomendasi Bawaslu yang berkaitan dengan adanya dugaan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh Penyelenggara Pemilu di tingkat kabupaten/kota;
Mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi Bawaslu tentang pengenaan sanksi kepada anggota KPU Kabupaten/Kota, sekretaris dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung;
Mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu; dan
Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam pelaksanaan tugas, Panwaslu Kabupaten/Kota dapat:
Memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g;
Memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan terhadap tindakan yang mengandung unsur tindak pidana Pemilu. Panwaslu Kabupaten/Kota juga berkewajiban:
1. Bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya; 2. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Panwaslu
pada tingkatan di bawahnya;
3. Menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu;
4. Menyampaikan laporan hasil pengawasan kepada Bawaslu Provinsi sesuai dengan tahapan Pemilu secara periodik dan/atau berdasarkan kebutuhan; 5. Menyampaikan temuan dan laporan kepada Bawaslu Provinsi berkaitan
dengan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota yang mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan tahapan Pemilu di tingkat kabupaten/kota; dan
6. Melaksanakan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
PPS atau Panitia Pemungutan Suara dalam proses pemiihan Umum Calon kepala daerah mengikutsertakan masyarakat sebagai penyelenggara melalui pengangkatan anggota masyaraakat sebagai Panitia Pemungutan Suara, selain itu partisipasi masyarakat juga terlihat sebagai PPK atau Panitia Pemilihan Kecamatan yang bertugas mendistribusikan dan menyelengarakan Pemilihan Umum/Pemilihan Kepala Daerah pada tingkat Kecamatan dan dibawah PPK terdapat PPS dan KPPS atau Kelompok Panitia Pemungutan Suara, keseluruhan anggota penyelenggara Pemilihan Umum/Pilkada. ( PPPS , KPPS,PPK dan
Panitia Pengawas) dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum tingkat Kabupaten/Kota
Tugas, wewenang, dan Kegiatan PPS meliputi:
1. Membantu KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dan PPK dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, daftar pemilih sementara, daftar pemilih hasil perbaikan, dan daftar pemilih tetap.
2. Membentuk KPPS.
3. Mengangkat petugas pemutakhiran data pemilih. 4. Mengumumkan daftar pemilih.
5. Menerima masukan dari masyarakat tentang daftar pemilih sementara
6. Melakukan perbaikan dan mengumumkan hasil perbaikan daftar pemilih sementara.
7. Menetapkan hasil perbaikan daftar pemilih sementara untuk menjadi daftar pemilih tetap.
8. Mengumumkan daftar pemilih tetap dan melaporkan kepada KPU Kabupaten/Kota melalui PPK.
9. Menyampaikan daftar pemilih kepada PPK.
10.Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu di tingkat desa/kelurahan yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dan PPK.
11.Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya.
12.Melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dalam rapat yang harus dihadiri oleh saksi peserta Pemilu dan pengawas Pemilu.
13.Mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya.
14.Menyerahkan rekapitulasi hasil penghitungan suara sebagaimana dimaksud pada huruf m kepada seluruh peserta Pemilu.
15.Membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Pengawas Pemilu Lapangan, dan PPK.
16.Menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara setelah penghitungan suara dan setelah kotak suara disegel.
17.Meneruskan kotak suara dari setiap PPS kepada PPK pada hari yang sama setelah rekapitulasi hasil penghitungan suara dari setiap TPS.
18.Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Pengawas Pemilu Lapangan.
19.Melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya
20.Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang PPS kepada masyarakat.
21.Membantu PPK dalam menyelenggarakan Pemilu, kecuali dalam hal penghitungan suara.
22.Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, dan PPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
23.Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kecamatan Siantar Timur pada Pilkada tahun 2016 terdapat 17 TPS (Tempat Pemungutan Suara), dengan 7 anggota KPPS , 5 anggota PPK (Panitia Pemlihan Kecamatan)dan 2 anggota Panwas di tiap TPS.
Berdasarkan Penelitian ini yang difokuskan di Kec. Siantar Timur Struktur Anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Kecacamatan Siantar Timur antara lain :
Gambar 4.7 Gambar Sktruktur Panitia Pemilihan Kecamatan Siantar Timur (PPK)
Sumber : Komisi Pemilihhan Umum Kota Pematangsiantar 2017
Ketua Roy Marsen Simarmata
Divisi Umum Jimmy Tampubolon Divisi Pogram & Data
Mastina Samosir Divisi Hukum
Sabar. K. Simanungkalit Divisi Teknis
Adapun Tugas dan Kegiatan yang dilakukan PPK Antara Lain :
1. Membantu KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, daftar pemilih sementara, dan daftar pemilih tetap. 2. Membantu KPU Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilu.
3. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu di tingkat kecamatan yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota. 4. Menerima dan menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Kabupaten/Kota. 5. Mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh PPS di wilayah
kerjanya.
6. Melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dalam rapat yang harus dihadiri oleh saksi peserta Pemilu.
7. Mengumumkan hasil rekapitulasi Penghitungan Suara.
8. Menyerahkan hasil rekapitulasi suara kepada seluruh peserta Pemilu.
9. Membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kecamatan, dan KPU Kabupaten/Kota.
10.Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu Kecamatan.
11.Melakukan evaluasi dan membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kerjanya;
12.Melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas dan wewenang PPK kepada masyarakat;
13.Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
14.Melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB V
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PARTISIPASI