HASIL PENELITIAN
V.I.I Analisis Isi Tekstual
IV.2.2 ANALISIS FRAMING
4. Frame berita tanggal 14 mei
Judul: 16.098 Siswa Tidak Lulus UN Angka Kelulusan 99.22 Persen
JAKARTA,KOMPAS- Sebanyak 16.098 siswa di jenjang SMA/MA/SMK tidak lulus ujian nasional. Siswa yang tak lulus itu terdiri atas 11.443 siswa SMA/MA dan 4.655 siswa di SMK. Adapun peserta Ujian Nasional 2011 adalah 1.461.941 siswa SMA/MA dan 942.698 siswa SMK.
Mulai tahun ini standar kelulusan siswa bukan ditentukan hanya dari ujian nasional (UN), melainkan juga dari nilai sekolah dengan komposisi 60:40.
dilihat dengan nilai aspek-aspek lainnya,” kata Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh di Jakarta, Jumat (13/5).
Seluruhnya tidak lulus
Mendiknas mengatakan, provinsi dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak ada di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, dari total 16.835 SMA sederajat yang mengikuti UN, masih ada lima sekolah yang seluruh siswanya tidak lulus. Jumlah siswa dari kelima sekolah tersebut 147 siswa.
Sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen itu berada di daerah DKI Jakarta (7 siswa), Simeuleu Aceh (26 siswa), Jambi (2 siswa), Kian Darat Maluku (48 siswa), dan Urei Fasei Papua (64 siswa).
Meski masih ada siswa yang tidak lulus, Nuh mengaku tingkat kelulusan pada tahun ini lebih baik (99.22 persen) dibandingkan tahun lalu, yakni 99.04 persen. Nuh mengingatkan siswa yang dnyatakan lulus UN masih ada kemungkinan tidak lulus sekolah karena penentu kelulusan tetap ada di tangan sekolah. Namun, siswa yang tidak lulus UN bisa dipastikan tidak akan lulus sekolah. Ini disebabkan ada salah satu nilai UN di bawah standar minimal, yakni 5.5. jadi meskipun penentuan kelulusan diserkan kepada sekolah, siswa yang tidak lulus UN pun akan tetap tidak lulus sekolah.
Dari hasil perolehan nilai UN, terlihat juga banyak siswa yang masih memperoleh nilai 4, yakni sebanyak 57.58 persen.
Tidak ikut
Dari total peserta UN, terdapat 9.517 siswa yang tidak memasukkan nilai sekolah tetapi tetap mengikuti UN dan 5.117 siswa yang tidak mengikuti UN karena bebrbagai alasan, seperti drop out atau sudah bekerja. Nuh mengingatkan bagi siswa yang tidak memasukkan nilai sekolah, maka ia akan kehilangan porsi 40 persen dari komposisi nilai kelulusan dan yang paling bertanggung jawab adalah pihak sekolah.
Nuh menyayangkan masih adanya sekolah yang tidak mengirimkan nilai sekolah siswanya. Padahal, hal ini akan menggangu proses pemetaan kondisi pendidikan. Selain menilai hasil belajar siswa, UN juga akan digunakn untuk memetakan kondisi sekolah sehingga bisa dilakukan upaya-upaya perbaikan.
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Aman Wirakartakusumah menambahnkan, kebijakan untuk menggunakan hasil UN untuk masuk perguruan tinggi adalah tepat.
“Kami akan mencoba meyakinkan para rektor perguruan tinggi negeri bahwa dengan nilai UN yng dicapai, siswa bisa langsung diterima di perguruan tinggi,” ujarnya. (LUK)
Defining Problem
Dalam berita ini Kompas memaparkan data tingkat ketidak lulusan ujian nasional SMA/MA/SMK. Dari keseluruhan jumlah peserta ujian nasional 2011 yang berjumlah
2.404.639 siswa, terdata sebanyak 16.098 siswa tidak lulus ujian nasional. Dalam berita ini khusunya Kompas memaparkan provinsi dengan tingkat kelulusan terendah yaitu provinsi Nusa Tenggara Timur, dan beberapa sekolah dengan tingkat kelulusan nol persen yang berada di wilayah DKI Jakarta, Simeuleu Aceh, Jami, Kian Darat Maluku dan Urei Fasei Papua.
”Sebanyak 16.098 siswa di jenjang SMA/MA/SMK tidak lulus ujian nasional. Siswa yang tak lulus itu terdiri atas 11.443 siswa SMA/MA dan 4.655 siswa di SMK. Adapun peserta Ujian Nasional 2011 adalah 1.461.941 siswa SMA/MA dan 942.698 siswa SMK.”
Dengan sistem kombinasi nilai ujian nasional dengan nilai rapor, persentase tingkat kelulusan tahun ini memang meningkat dari 99.04 % menjadi 99.22%. Mengukur keberhasilan dari angka-angka persentasi merupakan hal yang sah-sah saja, tetapi akan lebih baik apabila pemerintah memadukan persentase tersebut dengan proses persiapan dan pelaksanaan ujian nasional. Sehingga dapat dilihat perkembangan kwalitas ujian nasional dari tahun ke tahun, apakah kebobrokan yang selama ini diresahkan oleh masyarakat dan pemerintah sudah berkurang atau tidak, sehingga kualitas pendidikan kita tidak hanya bersembunyi dibalik angka kelulusan yang tinggi.
Diagnose Cause
Dalam berita ini yang menjadi penyebab ketidak lulusan 16.098 siswa tersebut ada beberapa hal, yaitu: siswa tidak memasukkan nilai sekolah, siswa yang tidak mengikuti ujian nasional dan adanya sekolah yang tidak mengirimkan nilai sekolah siswanya.
Penyebab ketidaklulusan bervariasi, ada yang siwanya memang tidak mengikuti ujian nasional dengan berbagai alasan, ada kesalahan pada data siswa, ada pula kesalahan dari pihak sekolah.
“Dari total peserta UN, terdapat 9.517 siswa yang tidak memasukkan nilai sekolah tetapi tetap mengikuti UN dan 5.117 siswa yang tidak mengikuti UN karena berbagai alasan, seperti drop out atau sudah bekerja.”
“Nuh menyayangkan masih adanya sekolah yang tidak mengirimkan nilai sekolah siswanya.”
Sistem kelulusan kombinasi nilai ujian nasional dengan nilai raport dari sekolah dengan perbandingan 60:40 juga bisa menjadi masalah apabila siswa maupun sekolah bahkan semua pihak yang terlibat tidak teliti. Disini diperlukan ketelitian yang double dari sebelumnya, karena dengan sistem ini nilai akan diolah dengan dua tahap.
Ketidaklulusan di beberapa sekolah dan provinsi Nusa Tenggara Timur juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Karena sangat disayangkan apabila ada sekolah bahkan provinsi yang tingkat kelulusannya hanya nol persen. Terlepas dari faktor-faktor penyebab ketidaklulusan itu, maupun kesalahan teknis ataupun kurangnya sosialisasi petunjuk pelaksanaan.
Make Moral Judgement
Pemerintah mempunyai rencana menggunakan hasil ujian nasional sebagai pemetaan kondisi pendidikan dan sebagai pertimbangan atau persyaratan masuk ke perguruan tinggi. Tetapi apabila hasil ujian nasional masih seperti kondisi di atas maka masih pemerintah masih perlu melakukan usaha yang maksimal untuk membenahi kualitas ujian nasional, bukan hanya dari kuantitas kelulusan yang bisa saja tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Seperti kutipan berikut ini:
“Nuh menyayangkan masih adanya sekolah yang tidak mengirimkan nilai sekolah siswanya. Padahal, hal ini akan menggangu proses pemetaan kondisi pendidikan. Selain menilai hasil belajar siswa, UN juga akan digunakan untuk memetakan kondisi sekolah sehingga bisa dilakukan upaya-upaya perbaikan.”
“Kami akan mencoba meyakinkan para rektor perguruan tinggi negeri bahwa dengan nilai UN yang dicapai, siswa bisa langsung diterima di perguruan tinggi,”
Treatment Recommedation
Pada berita ini, Kompas tidak menawarkan penyelesaian masalah secara langsung, karena penyelesaiannya seharusnya dipikirkan dan dilaksanakan oleh pemerintah dan sekolah. Adapun penyelesaian yang disampaikan pemerintah pada berita ini adalah menghimbau pihak sekolah maupun pemerintah daerah untuk berhati-hati selama proses ujian, khususnya dalam hal pengiriman nilai siswa ke pusat.
“Nuh menyayangkan masih adanya sekolah yang tidak mengirimkan nilai sekolah siswanya. “
5. Frame berita 16 Mei 2011