• Tidak ada hasil yang ditemukan

Full day school

Dalam dokumen HUBUNGAN PENERAPAN (Halaman 31-41)

BAB II KAJIAN TEORITIK

2.1 Kajian Teoritik dan Hasil Penelitian yang Relevan

2.1.2 Full day school

2.1.2.1 Pengertian full day school

Kata full day school berawal dari bahasa Inggris, full maksudnya penuh, day maksudnya hari, sedangkan school maksudnya sekolah. Full day school ialah sekolah sepenuh hari / prosedur pembelajaran yang ditetapkan dari dini

sampai petang hari, mulai waktu 07.15-16.00 WIB, dengan jam rehat tiap 2 jam sekali. Full day school menjadikan sekolah bisa membuat waktu pelajaran dengan luas, diimbangkan dengan jenis mata pelajaran dan diperbanyak dengan penguasaan pembelajaran. Hal yang dikhususkan pada full day school ialah pembuatan jadwal mata pelajaran dan penguasaan. Evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan nasional secara berangsur serta berkesinambungan. Bertumpu terhadap Peraturan Pemerintah (Permen) no 23 tahun 2017 mengenai Hari Sekolah memiliki tujuan dalam membentuk kepribadian peserta didik melewati aktivitas intrakurikuler, kokurikuler serta ekstrakulikuler.

Menurut Hasan (2006 : 100-111) Secara bahasa/etimologi fullday schoolberarti sekolah sehari penuh. Berakar dari arti etimologi itulah, dapat diajukan makna definitif, fullday schoolsebagai suatu proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, dan transformatif selama sehari penuh bahkan selama kurang lebih 24 jam. Ada dua kata kunci dari pengertian di atas yang perlu dielaborasi lebih lanjut, yaitu :

1. Proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, transformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dan pola fullday schoolmengindikasikan proses pembelajaran yang aktif, dalam arti mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Sisi kreatifsistem pembelajaran dengan sistem fullday school terletak pada optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana sekaligus sistem untuk mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi siswa. Adapun

sisi transformatifproses pembelajaran sistem fullday school adalah proses pembelajaran itu diabdikan untuk mengembangkan seluruh potensi kepribadian siswa dengan lebih seimbang. Singkat kata, proses pembelajaran dalam sistem ini berusaha mengembangkan secara integral; jiwa eksploratif, suka mencari, bertanya, menyelidiki, merumuskan pertanyaan, mencari jawaban, peka menangkap gejala alam sebagai bahan untuk menghubungkan diri; kreatif; suka menciptakan hal-hal baru dan berguna, tidak mudah putus asa ketika berhadapan dengan kesulitan, mampu melihat alternatif ketika semua jalan buntu, serta integral; kemampuan melihat dan menghadapi beragam kehidupan dalam keterpaduan yang realistis, utuh, dan mengembangkan diri secara utuh.

2. Proses pembelajaran selama sehari penuh atau sistem 24 jam untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berlangsung aktif. Untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berlangsung aktif, kreatif, transformatif, intensif, dan integral diperlukan sistem 24 jam. Ini tidak berarti bahwa selama 24 jam secara penuh siswa belajar mengkaji, menelaah, dan berbagai aktivitas lainnya tanpa mengenal istirahat. Jika demikian yang terjadi, maka proses tersebut bukanlah proses edukasi. Siswa bukanlah robot, mereka membutuhkan relaksasi, santai, dan lepas dari rutinitas yang membosankan. Sistem 24 jam dimaksudkan sebagai ikhtiar bagaimana selama sehari semalam siswa melakukan aktivitas bermakna edukatif.

Jadi, full day school diartikan seharian penuh. Focus pendidikan kepribadian terhadap full day school tidak hanya terhadap mata pelajaran umum, namun juga aktivitas esktrakulikuler. Jadi, full day school yakni suatu pilihan untuk menerapkan pendidikan karakter sehingga siswa cerdas secara moral dan nalar (Sarima et al., 2020; Sari et al., 2017).

Perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui pembekalan siswa dengan pendidikan karakter. Pendidikan kepribadian terlibat dengan pertumbuhan diri, karakter serta tingkah laku positif untuk membuat seseorang yang bertanggungjawab (Badawi, 2019). Pendidikan kepribadian memerlukan jangka yang cukup lama, sampai butuh dilaksanakan saat umur masih muda (Rohendi, 2011; Normawati & Hasriana, 2018).

Sistem full day school ialah gaya sekolah umum yang mengkolaborasikan metode pembelajaran Islam secara mendalam yakni dengan membuat tambahan jam khusus untuk intensif spiritual siswa. Full day school ialah sepanjang hari, umumnya diawali pada jam 07.00-16.00 (Asmani, 2017 : 8). Full day school ialah suatu gaya pendidikan pilihan, yang mana siswa sepanjang hari berada di sekolah untuk melaksanakan prosedur kegiatan belajar mengajar serta prosedur ibadah.

Prosedur pembelajaran pada strategi full day school bukan hanya bersifat formal, namun ada banyak kondisi kegiatan belajar mengajar yang bersifat informal serta tidak kaku dan menarik untuk peserta didik (Irma, 2018 : 17).

Full day school menurut (Rahem, 2017 : 30) ialah suatu kolaborasi / kreatifitas kegiatan belajar mengajar untuk membuat sekolah maju, produktif

serta kreatif dengan metode kegiatan belajar mengajar sistematis yang berdasarkan iman dan taqwa (Imtaq) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Selanjutnya, metode full day school membuat beberapa peluang untuk peserta didik dalam mempelejari materi-materi pelajaran secara intensif, membuat kebebasan dalam kegiatan yang positif, dan membuat tempat sekitar yang baik dalam meningkatkan pendidikan secara tepat sesuai dengan kurikulum yang sudah diresmikan.

2.1.2.2 Konsep dasar dan indikator full day school

Full day school mengimplementasikan sistem integrated activity dan intergrated curriculum yang artinya semua kegiatan serta aktivitas siswa yang berada di sekolah dari datang sampai pulang yang meliputi belajar, ibadah, makan dan istirahat dibentuk dalam suatu lingkungan pendidikan sampai diharapkan bisa membuat karakter siswa yang berilmu tinggi serta bisa mengkombinasikan aspek keterampilan serta wawasan dengan sifat yang bagus dan Islami. Integrated activity ialah sebuah sistem yang mengkombinasikan antar semua aktivitas di sekolah dengan aktivitas yang berkonsep Islami, yakni dengan lebih mengutamakan konsep-konsep spiritual dalam aktivitas siswa tiap harinya.

Dengan terdapat sistem integrated curriculum, kurikulum yang sudah ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dikombinasikan dengan kurikulum agama yang dibuat sendiri oleh full day school, yang artinya membuat pendidikan umum diperluas dengan pendidikan spiritual. Begitu

juga dengan SMP Negeri 4 Merangin, mengkombinasikan kurikulum umum dengan kurikulum spiritual dan mengedepankan konsep keteladanan siswa.

Kurikulum full day school tidak hanya memperluas jam belajar serta menambah materi pelajaran saja, namun juga diusahakan untuk bisa mengarahkan kemandirian siswa dan mengembangkan inovatif siswa dalam wilayah kognitif, afektif serta psikomotorik. Sistem full day school di SMP Negeri 4 Merangin juga mengoptimalkan kemahiran dan peningkatan siswa pada masing-masing kegiatan belajarnya dengan diinternalisasikannya konsep-konsep spiritual pada masing-masing aktivitas belajar siswa.

Titik tekan dalam program full day school tersebut yakni siswa bisa menjadi siswa yang selalu berintelektual sampai diharapkan bisa terjadi perkembangan yang tepat dalam hasil dan prestasi pembelajaran. Hakikat Full Day School belajar seharian penuh dengan rangkaian kegiatan-kegiatan yang mendidik untuk menjadi lebih baik, pada umumnya kegiatan dalam pembelajaran ini ada beberapa indikator atau unsur yang mendukung.

2.1.2.3 Tujuan full day school

Adapun tujuan pengimplementasian program full day school ialah untuk mengembangkan kualitas pendidikan serta mutu pendidikan, yakni dengan metode menjunjung prosedur pembelajaran secara lebih luas dan mencapai masing-masing aspek dengan kecepatan tinggi itu hendak dibalas secara mendalam oleh instansi pendidikan supaya siswa sigap dalam melewati serangan lingkungan yang luar biasa. Dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi (Suyyinah, 2019:16).

Tujuan pelaksanaan full day school ada dua tujuan utama. Pertama adalah memberikan dasar yang kuat terhadap siswa dan kedua adalah untuk mengembangkan minat dan bakat serta meningkatkan kecerdasan siswa dalam segala aspeknya (Wicaksono, 2018:14).

Full day school selain memiliki tujuan meningkatkan manajemen kualitas pendidikan yang paling khusus ialah full day school memiliki tujuan sebagai sebuah usaha pembimbing keperilakuan siswa dan menumbuhkan nilai positif (Rahem, 2017 ; 30). Full day school juga membuat landasan yang kuat dalam belajar terhadap semua aspek yakni peningkatan wawasan, fisik, sosial dan sentimental.

Dengan demikian, dibutuhkan inovasi progresif akseleratif untuk mengembangkan mutu instansi pendidikan. Kalau tidak terdapat inovasi kreatifitas instansi pendidikan di negara ini akan semakin terbelakang.

Pengaruhnya, negeri ini tidak mahir melahirkan calon-calon bangsa yang sigap memiliki daya saing di tingkat dunia sebab minimnya pengetahuan skill serta tanggung jawab.

Pada ranah ini full day school ada sebagai pengendalian masalah pilihan yang amat produktif untuk mengembangkan mutu pendidikan secara maksimal untuk tercapainya masa depan bangsa yang bermutu tinggi (Asmani, 2017:7). Selain itu tujuan sistem kegiatan belajar mengajar full day school ialah untuk membuat landasan yang kuat dalam peningkatan dan pertumbuhan intelektual, dengan bermacam kreatifitas yang efisien dan terpercaya.

Full day school mengkombinasikan wawasan umum dengan wawasan spiritual. Gaya yang ditingkatkan ialah pengintegrasian antar pendidikan umum dengan mengoptimalkan pertumbuhan aspek kognitif, afektif serta psikomotorik (Ida yanti, 2018:42). Siswa akan menjadi lebih dinamis sebab ketertarikan dan potensi mereka bisa ditata dan difasilitasi oleh sekolah, selanjutnya konsep positif yang diberikan oleh sekolah misalnya kebiasaan melaksanakan sholat jama’ah, membaca al-qur’an, puasa sunnah akan membuat keladziman yang dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan keseharian tanpa dibatasi masa, dan mempunyai kemahiran akademik yang tinggi.

Dengan pemberlakuan full day school bisa membuat landasan pendidikan agama yang kuat kepada siswa untuk mengembangkan peluang dan intelektual siswa baik dalam hal kognitif ataupun keagamaan.

2.1.2.4 Karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi full day school

Adapun karakteristik full day school dimana program full day school dikaji dari aspek keorganisasian, leadership serta manajemennya bertumpu terhadap teori yang mengutamakan keteladanan perilaku dan prestasi akademis dan non akademis (Suyyinah. 2019:11). Kunci keberhasilan full day school itu sebetulnya dilihat terhadap kemahiran sumber daya manusia dalam mewujudkan teori-teori yang idealis. Dengan maksud lain, reliabilitas pribadi dan tanggung jawab para pengelola sekolah menjadi komponen utama untuk terciptanya tujuan sekolah (Asmani.2017:20).

Adapun Menurut Nur Hilalah (2012:37) faktor pendukung keberhasilan program full day school ialah berikut ini :

(1) area sekolah yang kondusif, bisa terselenggarakan jika kepala sekolah mempunyai kecakapan emosi tinggi serta model leadership yang bagus.

(2) kompetensi manajerial kepala sekolah, mencakup kemahiran manajemen dan leadership yang dilengkapi keterampilan, metode serta teknik.

(3) tanggung jawab pendidik, diharapkan mahir membawa pengaruh positif pada keberhasilan prosedur pembelajaran dan mahir mengoptimalkan peningkatan siswa dengan baik.

(4) kelengkapan fasilitas, fasilitas itu meliputi buku referensi, kelas, labor, ruang komputer, dan lain sebagainya.

Seluruh itu amat bermanfaat sebagai penunjang pemberlakuan full day school bahkan menjadi komponen yang amat penting dalam keberlangsungan prosedur pembelajaran.

Gaya kegiatan belajar mengajar terpadu ialah metode integrated bisa mengembangkan kegiatan serta produktivitas siswa, yakni pengembangan hasil belajar siswa dalam korelasinya dengan pemahaman materi utama, sifat serta keterampilan siswa dalam pembelajaran dikelas. Tentunya diwujudkan sesuai dengan aturan-aturan dari kegiatan belajar mengajar terpadu integrated (Asmani. 2017:100).

2.1.2.5 Kelebihan dan Kelemahan full day school

Full day school mempunyai kelebihan yaitu siswa mempunyai banyak waktu di sekolah untuk belajar sampai dapat mengembangkan penguasaan peserta didik kepada materi belajar (Permatasari et al., 2019 : 32). Sistem full

day school merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan pendidikan kepribadian di Indonesia (Iskandar &

Narimo,2018 : 45). Pengimplementasian sistem full day school memiliki peranan penting pada pembentukan kepribadian siswa. Lamanya masa siswa di sekolah bisa mempermudah pendidik untuk mengarahkan serta menetapkan nilai-nilai positif dalam pemberlakuannya (Wulandari et al., 2018 : 50).

Menurut sebagian kelebihan dan kelemahan dari program full day school yaitu (Nazudi & Hermawan, 2019 : 38):

a. Kelebihan full day school

1) Program full day school tampaknya lebih terselenggarakannya pendidikan yang integral sebelum mengemukakan bahwa target pendidikan mencakup 3 jenis yaitu kognitif, afektif serta psikomotorik. Sebab melewati program asrama dan model full day school tendensi membimbing pemahaman terhadap segi kognitif saja bisa lebih ditangkal, yang berarti aspek afektif peserta didik bisa lebih dibimbing sekian juga terhadap aspek psikomotoriknya.

2) Program full day school tampaknya lebih terselenggarakannya secara mendalam serta produktivitas prosedur pembelajaran. Full day school dengan model asrama yang tersentralisir serta metode pengontrolan 24 jam tampaknya tercapainya intensif prosedur pendidikan yang berarti pesrta didik lebih mudah dibimbing dan dibangun searah dengan visi dan tujuan instansi yang terkait, karena kegiatan peserta didik lebih mudah dilihat sebab saat awal telah dibimbing.

3) Program full day school ialah instansi yang teruji efisien dalam menerapkan kemahiran kognitif, afeksi serta psikomotorik peserta didik.

Dalam dokumen HUBUNGAN PENERAPAN (Halaman 31-41)

Dokumen terkait