BAB II STUDI PUSTAKA
2.2 Kajian Teori
2.2.1 Menulis sebagai Salah Satu Keterampilan
2.2.1.2 Fungsi dan Tujuan Menulis
Sebagai suatu keterampilan berbahasa, menulis memiliki sejumlah fungsi dan tujuan. Kusmana (2014) mengemukakan ada empat tujuan menulis, yakni sebagai berikut.
a. Untuk berkomunikasi secara tertulis. Pada Tulisan yang diciptakan oleh seorang penulis ada komunukasi yang terjalin secara tidak langsung antara penulis dan pembaca. Karya tulis itu menjadi alat komunikasi yang digunakan pembaca dalam menjalin hubungan dan menyampaiakan pesan atau maksud kepada pembaca secara tidak langsung.
b. Untuk memecahkan permasalahan atau problematika. Tulisan juga dapat membantu untuk memecahkan persoalan yang sedang terjadi. Melalui media tulis, penulis dapat memberikan klarifikasi atau penjelasan terhadap suatu permaasalahan yang terjadi dan disertai bukti-bukti empiris yang mendukung sehingga dapat dipahami dan diterima oleh pembaca.
c. Untuk memberikan penjelasan atau informasi tentang suatu hal atau peristiwa.
Media tulis dapat menjadi salah satu alat untuk menyampaikan informasi yang terpecaya kepada pembaca. Melalui media tulisan, pembaca atau masyarakat dapat mengetahui informasi-informasi terbaru (up to date) dari belahan dunia manapun. Pembaca juga bisa mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi dari waktu ke waktu tanpa harus turun langsung ke tempat terjadinya peristiwa itu.
d. Untuk kepentingan menyenangkan pembaca. Artinya, tulisan tidak hanya saja menjadi alat komunikasi atau alat menyalur informasi, tetapi media tulisan dapat menjadi inspirasi bagi membaca. Biasanya melalui tulisan penulis, ada
pesan yang bermakna tentang nilai kehidupan yang tersirat di dalamnya. Hal itu bertujuan untuk menggerakkan hati atau perasaan batin pembaca untuk terpengaruh dengan nilai-nilai kehidupan yang disampikan penulis melalui tulisannya.
Berbeda dengan Kusmana (2014), Tarigan (2008:27) memaparkan ada tujuh jenis tujuan menulis, yakni sebagai berikut.
a. Tujuan penugasan (assignment purpose), yaitu tujuan menulis guna memenuhi tugas yang diperintah oleh orang lain dan bukan karena keinginan sendiri untuk menulis, seperti menulis tugas rumah dari guru atau dosen.
b. Tujuan altruistik (altruistic purpose), yaitu tujuan menulis guna menyenangkan hati pembacanya, memberikan motivasi hidup kepada pembaca, dan memberikan pesan moral tentang kehidupan. Melalui tulisan, penulis ingin pembaca mengambil nilai kehidupan yang baik dan dapat diterapkan dalam kehidupan mereka. Contoh; Novel, cerpen, puisi, drama, dan sebagainya.
c. Tujuan persuasif (persuasive purpose), yaitu tujuan menulis guna meyakinkan pembacanya atau memberikan pengaruh kepada pembaca untuk mengikuti gagasan atau pendapat penulis. Contoh: Opini di surat kabar.
d. Tujuan penerangan (informational purpose), yaitu tujuan menulis guna memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian atau hal lain yang penting untuk diketahui oleh pembaca, seperti buku pengetahuan, surat kabar, dan sebagainya.
e. Tujuan pernyataan (self-expressive purpose), yaitu tujuan menulis guna menyatakan identitas diri penulis kepada pembaca agar pembaca mengetahui latar belakang kehidupan penulis.
f. Tujuan kreatif (creative purpose), yaitu tujuan menulis guna menghasilkan tulisan yang tidak hanya mengandung pesan, melainkan ada unsur seni atau artistik yang terkandung dalam karya tulis penulis. Contoh: karya sastra puisi, novel, dan sebagainya.
g. Tujuan pemecahan masalah (problem-sloving purpose), yaitu tujuan menulis guna memecahkan atau menyelesaikan suatu persoalan yang terjadi dan didukung oleh hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis. Contoh: jurnal penelitian.
Yunus (2014) juga mengemukakan ada lima fungsi dan tujuan menulis sebagai berikut.
a. Fungsi personal, yaitu mengekspresikan pikiran, sikap, atau perasaan pelakunya, yang diungkapkan melalui misalnya surat atau buku harian., Menulis merupakan salah satu media yang bisa dipakai seseorang untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan. Melalui menulis, seseorang bisa mengaktualisasikan sikap, pikiran, perasaan, pendapat atau argumentasinya yang tidak bisa ia ungkapkan melalui ujaran secara langsung. Adanya media tulis menjadi cara yang dapat digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan ide dan gagasannya secara bebas yang tidak dapat ia lakukan melalui komunikasi secara langsung.
b. Fungsi instrumental (direktif), yaitu memengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Menulis tidak hanya sebatas merangkai kata atau melakukan aktivitas menulis, tidak juga hanya sebagai wadah untuk mengungkapkan atau mengekspresikan diri, tetapi menulis memiliki fungsi lebih dari itu. Melalui menulis, seseorang bisa menyampaikan pesan kepada orang lain dan juga bisa memengaruhi sikap orang lain. Ketika seorang penulis menulis sebuah novel yang sedih atau mengharukan, otomatis perasaan itu juga akan dirasakan oleh pembaca yang membaca novel dari penulis.
c. Fungsi interaksional, yaitu menjalin hubungan sosial. Media tulisan bisa menjadi salah satu cara bagi seseorang yang ingin berkomunikasi dengan orang lain atau kerabat dalam jarak yang jauh. Melalui media tulis, seseorang dapat bertukar kabar, informasi, dan hubungan apapun dengan orang lain tanpa harus terjadi komunikasi secara langsung.
d. Fungsi informatif, yaitu menyampaikan informasi, termasuk ilmu pengetahuan. Menulis juga merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi yang terjadi di belahan bumi manapun. Melalui tulisan, orang bisa mengetahui bagaimana perkembangan di setiap belahan dunia tanpa harus pergi ke tempat itu. Tidak hanya melalui tv atau media berbasis digital, tulisan-tulisan di koran, majalah, buku, dan sebagainya juga dapat menjadi sumber informasi bagi banyak orang tentang fenomena atau kejadian apa saja yang terjadi di dunia setiap hari.
e. Fungsi estetis, yaitu untuk mengungkapkan atau memenuhi rasa keindahan.
Menulis selain sebagai media mengantar informasi, menulis juga bisa menjadi
wadah mengungkapkan hal yang bersifat “Estetika‟. Pujangga-pujangga melalui puisinya dapat mengungkapkan nilai estitika atau nilai keindahan melalui rangkaian kata-kata yang didominasi dengan kalimat konotasi dan mengandung pesan tersirat yang bermanfaat bagi pembaca.
Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas tentang fungsi menulis, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis tergantung pada apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Tujuan menulis penting agar penulis tahu ke arah mana tulisan itu hendak disampaikan. Ketika penulis ingin memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca, maka penulis harus benar-benar mengetahui informasi apa saja yang penting dan perlu diketahui oleh pembaca sebagai penerima pesan.