• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengembangan Produk

4.1.2.4 Pengumpulan Bahan

Setelah peneliti menyusun kerangka modul, maka tahap berikutnya adalah mengumpulkan bahan yang dibutuhkan dalam pengembangan produk modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba.

Bahan yang dimaksud adalah segala hal yang berkaitan dengan isi modul yang meliputi konsep, teori, contoh, video, audio, gambar/ilustrasi, latihan-latihan, dan sebagainya. Bahan tersebut diperoleh peneliti dari berbagai sumber, yakni buku referensi dan sumber dari internet yang terpecaya. Semua bahan tersebut diseleksi terlebih dahulu oleh peneliti dan dengan bantuan masukan dari dosen pembimbing.

Pengumpulan bahan modul disusun oleh peneliti dalam bentuk naskah menggunakan program aplikasi microsof word sebelum dimasukan dalam aplikasi pembuatan modul digital.

Modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti ini terbagi atas tiga bagian utama. Bagian pertama modul meliputi sampul luar, kata pengantar, deskripsi modul, rasional produk, petunjuk penggunakan modul digital, pendahuluan, dan kata pengantar. Bagian sampul luar modul digital berisi jenis bahan ajar, judul modul, dan nama penulis. Jenis bahan ajar berupa modul digital pembelajaran dengan memanfaatkan cerita rakyat dengan judul modul, yakni “Menulis Kreatif”,dan nama penulis, yakni Febiana Ans Samba. Bagian kata pengantar, deskripsi modul, rasional produk, petunjuk penggunaan modul, dan daftar isi berkaitan dengan alasan dikembangkannya modul digital ini dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba serta cara penggunakan modul yang benar.

Bagian kedua modul digital ini adalah isi/materi pembelajaran. Bagian isi modul ini terdiri atas tiga bab. Bab pertama berisi konsep menulis kreatif sastra dan hal-hal yang berkaitan dengan judul tersebut. Bab kedua berisi pengenalan tentang dua jenis karya sastra, yakni cerpen dan puisi beserta aspeknya masing-masing. Bab ketiga berisi teknik penulisan kreatif karya sastra cerpen dan puisi dengan mengggunakan video simakan dan teks audio cerita rakyat Sumba sebagai sumber inspirasi dalam menulis karya sastra.

Pada setiap bab pada modul ini juga disediakan latiha-latihan dan tes formatif yang akan membantu mahasiswa mengukur pemahamannya sendiri setelah mempelajari materi dalam modul ini. Bagian terakhir dari modul digital

“Menulis Kreatif” ini juga terdiri dari tindak lanjut, daftar pustaka, dan glosarium.

Tindak lanjut berisi tentang langkah apa yang selanjutnya dilakukan oleh mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran dalam modul digital. Daftar pustaka berisi sumber rujukan yang digunakan peneliti dalam menyusun modul ini dan dapat dijadikan rujukan juga bagi mahasiswa yang ingin mempelajari lebih mendalam tentang menulis kreatif sastra menggunakan sumber lain. Glosarium berisi istilah-istilah yang digunakan dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif.

4.1.3 Uji Validasi

Setelah modul digital pembelajaran menulis kreatif sudah optimal, peneliti melakukan uji validasi. Uji validasi modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba dilakukan menggunakan kuesioner atau angket yang memuat aspek-aspek yang harus dinilai, yaitu aspek isi/materi, aspek

penyajian, aspek bahasa, aspek kegrafikan, dan aspek media. Berikut ini disajikan hasil validasi modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba oleh dosen ahli dan uji coba terbatas mahasiswa peserta mata kuliah Pembelajaran Menulis Kreatif.

1.1.3.1 Hasil Validasi Modul Digital oleh Dosen Ahli

Validasi produk modul digital pembelajaran menulis kreatif dilakukan oleh Ibu Dr. Yuliana Setyaningsih, M.Pd. Data hasil validasi dosen ahli meliputi;

aspek isi/materi, aspek penyajian, aspek bahasa, aspek kegrafikan, dan aspek media pembelajaran. Secara terperinci akan dijabarkan sebagai berikut.

1. Aspek Kelayakan Isi/Materi

Tabel berikut ini menguraikan hasil validasi dosen ahli terhadap aspek kelayakan isi/materi modul digital pembelajaran menulis kreatif yang disusun oleh peneliti. Penilaian kelayakan isi/materi terdiri atas sembilan pernyataan yang disajikan berikut ini.

Tabel 4.4 Data Hasil Validasi Dosen Ahli pada Aspek Kelayakan Isi/Materi

No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian

1. 1.

Pemilihan materi dalam modul digital sesuai dengan tujuan

pembelajaran yang ingin dicapai 2

2. 2

No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian

Materi ajar yang dipaparkan dalam modul digital bersifat komunikatif sehingga menimbulkan minat mahasiswa untuk membaca modul digital lebih jauh lagi secara mandiri

3

antarsatu dengan yang lainnya 3

9. 9

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil validasi dosen ahli pada aspek kelayakan isi/materi modul digital pembelajaran menulis kreatif mendapat skor rata-rata 3,00 dengan kategori “Cukup Baik”. Pada aspek isi dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif yang dikembangkan oleh peneliti secara keseluruhan sudah cukup baik, akan tetapi validator masih menemukan kesalahan penulisan, kesalahan ejaan dan tanda baca, dan penambahan beberapa bagian dalam modul digital agar lebih baik lagi.

2. Penilaian Kelayakan Penyajian

Tabel berikut memaparkan hasil validasi aspek kelayakan penyajian modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba oleh dosen ahli. Aspek kelayakan penyajian terdiri atas tujuh pernyataan yang diperinci dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.5 Data Hasil Validasi Dosen Ahli pada Aspek Kelayakan Penyajian No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian

1. 10

Di setiap bab dalam modul digital memuat pembangkit motivasi

Modul digital bersifat interaktif dan partisipatif sehingga bisa

No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian pembelajaran menulis kreatif sastra.

3

Jumlah 22

Skor Rata-rata 3,14

Persentase 62,85

Kategori Cukup Baik

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa pada aspek kelayakan penyajian pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba mendapatkan skor rata-rata 3,14 dengan kategori “Cukup Baik”. Pada bagian aspek penyajian dalam modul digital masih ada beberapa bagian yang harus peneliti revisi lagi agar lebih optimal.

3. Aspek Kelayakan Bahasa

Tabel berikut akan memaparkan hasil validasi aspek kelayakan bahasa pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat

Sumba. Aspek kelayakan bahasa terdiri atas lima pernyataan yang disajikan secara terperinci dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 4.6 Data Hasil Validasi Dosen Ahli pada Aspek Kelayakan Bahasa No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian yang baik, jelas, menarik, dan tidak multitafsir sehingga mendorong

modul digital sudah komunikatif 4

5. 21

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian kelayakan bahasa pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan

cerita rakyat Sumba mendapat skor rata-rata 3,2 dengan kategori “Cukup Baik”.

Pada aspek bahasa dalam modul digital yang dikembangkan oleh peneliti masih ada beberapa bagian dalam modul yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Oleh karena itu, peneliti harus merevisi lagi agar lebih optimal.

4. Aspek kelayakan Kegrafikan

Tabel di bawah ini memaparkan hasil validasi aspek kelayakan kegrafikan modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba oleh dosen ahli. Aspek kekayakan kegrafikan terdiri dari sepuluh pernyataan yang diperinci dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 4.7 Data Hasil Validasi Dosen Ahli pada Aspek Kelayakan Kegrafikan No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian

1. 22

Sampul modul digital

menggambarkan keterampilan menulis kreatif dan pemanfaatan nilai kearifan lokal cerita rakyat

menggunakan jenis huruf dan warna 3

No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian aspek kelayakan kegrafikan pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba mendapat skor rata-rata 3,5 dengan kategori

“Baik”. Pada aspek kegrafikan modul digital ini, peneliti harus merevisi bagian sampul modul digital dikarenakan belum terlihat keterampilan menulisnya.

5. Aspek Kelayakan Media

Tabel di bawah ini memaparkan hasil validasi kelayakan media pembelajaran pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita

rakyat Sumba oleh dosen ahli. Aspek kelayakan Media Pembelajaran terdiri atas tujuh pernyataan yang diperinci dalam tabel sebagai berikut.

Tabel 4.8 Data Hasil Validasi Dosen Ahli pada Aspek Kelayakan Media No. Kode Indikator Penilaian Skor Penilaian

1. 32 Aplikasi flipbook modul digital Menulis Kreatif mudah diinstal dan

digunakan. 4

2. 33 Slide modul digital dapat dikontrol

dengan baik 4

3. 34 Audio dan video dapat dikontrol

dan digunakan dengan mudah 4

4. 35 Kualitas tampilan layar modul

digital dapat dilihat dengan jelas 4 5. 36 Kualitas tulisan, gambar, video, dan

audio dalam modul digital dapat

dilihat dengan jelas 4

6. 37 Petunjuk (navigasi) dalam modul digital dapat dikontrol dan

digunakan dengan mudah. 3

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian kelayakan media pembelajaran pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat mendapat skor 3,71 dengan kategori “Baik”. Pada aspek pemilihan media digital, peneliti harus merevisi bagian penyajian video dan audio agar lebih optimal lagi.

Berdasarkan uraian validasi dosen ahli terhadap modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba dari masing-masing aspek, maka skor rata-rata validasi modul digital disajikan sebagai berikut

Tabel 4.9 Data Skor Rata-rata Validasi Dosen Ahli pada Seluruh Aspek

No. Aspek penilaian Skor Rata-rata Kategori

1 Kelayakan Isi/Materi 3,0 Cukup Baik

2 Kelayakan Penyajian 3,14 Cukup Baik

3 Kelayakan Bahasa 3,2 Cukup Baik

4 Kelayakan Kegrafikan 3,5 Baik

5 Kelayakan Media Pembelajaran 3,71 Baik

Jumlah 16,55

Rata-Rata 3,31 Cukup Baik

Persentase 66,2%

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa hasil validasi modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba oleh dosen ahli mendapatkan skor rata-rata 3,31 dengan kategori “Cukup Baik”.

Revisi yang dilakukan berdasarkan saran perbaikan dari dosen, yaitu 1) perbaikan materi dan penambahan teori-teori yang mendukung tujuan pembelajaran yang dicapai, 2) penambahan tabel dan bagan dalam modul digital, 3) perbaikan kata dan kalimat agar sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), 4) perbaikan sampul modul digital yang belum terlihat keterampilan menulisnya, 5) perbaikan dalam latihan-latihan, 6) mengganti gambar tokoh sastrawan dalam modul digital.

4.1.4 Revisi Produk Tahap I

Semua saran dan komentar dosen ahli dari hasil validasi modul digital menjadi bahan revisi modul digital pembelajaran yang berjudul “Menulis Kreatif”.

Bagian modul digital yang direvisi dijabarkan secara terperinci sebagai berikut.

1. Revisi Aspek Kelayakan Isi/Materi

Validator menyampaikan bahwa aspek isi/materi pada modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba secara keseluruhan sudah cukup baik. Akan tetapi, ada beberapa hal yang dikomentari dan diberi masukan oleh validator terhadap isi/materi dalam modul. beberapa hal yang direvisi peneliti dalam aspek isi dapat dijabarkan sebagai berikut.

Pertama, materi dalam modul digital harus ditambahkan lagi dan bisa mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Validator menilai materi dalam modul digital harus diperdalam lagi dan ditambah contoh-contoh agar mahasiswa bisa memahaminya lebih baik lagi. Oleh karena itu, peneliti melakukan perubahan pada bagian materi dalam modul digital dan juga penambahan contoh-contoh agar mahasiswa bisa memahami isi materi dengan baik. Pengubahan bagian isi materi sesuai masukan dosen ahli dapat dilihat di bawah ini. Gambar bagian modul yang harus direvisi dapat di lihat di bawah ini.

Gambar 4.1 Teori yang belum direvisi Gambar 4.2 Teori yang sudah direvisi

Kedua, kontruksi kata kerja “menguraikan” dalam tujuan pembelajaran pada bab 1 harus diganti karena tidak sesuai. Validator meminta peneliti untuk mengganti kata operasional “menguraikan” menjadi kata operasional lain. Hal itu dikarenakan kata “menguraikan” kurang tepat untuk digunakan sebagai alat ukur pencapaian kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti mengganti kata operasional “menguraikan” menjadi kata “menemukan” karena peneliti meyakini bahwa kata “menemukan” lebih cocok untuk digunakan sebagai alat ukur pencapaian kompetensi mahasiwa. Pengubahan kata kerja operasional yang direvisi peneliti dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.3 Kata Operasional sebelum revisi Gambar 4.4 Kata Operasional susudah revisi

Ketiga, penulis harus bisa membuktikan latihan-latihan dalam modul digital yang menggunakan nilai kearifan lokal bisa efektif digunakan sebagai sumber inspirasi menulis karya sastra. Penulis harus bisa menulis karya sastra sendiri sebagai bukti atau sampel bahwa nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat dapat dijadikan sumber inspirasi menulis. Berikut adalah gambar yang memperlihatkan proses sebelum dan sesudah mengalami perubahan bagian latihan dalam modul.

Gambar 4.5 Tulisan Cerpen yang Ditulis Peneliti

Gambar 4.6 Tulisan Puisi yang Ditulis Peneliti

2. Revisi Kelayakan Penyajian

Pada aspek kelayakan penyajian modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba ini, validator menilai bahwa secara keseluruhan sudah cukup baik. Akan tetapi, bagian yang harus diperbaiki adalah penambahan tabel dan bagan dalam modul digital. Validator menilai bahwa ada beberapa bagian dalam modul digital yang perlu diberikan tabel atau bagan agar lebih baik.Berikut adalah gambar yang memperlihatkan proses sebelum dan sesudah mengalami perubahan pada aspek penyajian.

Gambar 4.7 Penambahan Bagan dalam Modul Digital

3. Revisi Kelayakan Bahasa

Pada aspek kelayakan bahasa modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba ini, validator menilai bahwa secara keseluruhan sudah cukup baik. Bagian yang harus direvisi oleh peneliti adalah peneliti masih kurang memperhatikan bahwa kata “anda” dan “jurusan” tidak sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Validator menyarankan agar penulis lebih memperhatikan pedoman penulisan yang baik dan benar dalam menulis. Oleh karena itu, peneliti merevisi kembali isi modul yang tidak sesuai pedoman yang berlaku. Berikut adalah gambar yang memperlihatkan proses sebelum dan sesudah mengalami perubahan pada aspek bahasa.

Gambar 4.8 Bagian Penulisan Modul yang Tidak Sesuai PUEBI Sebelum Revisi

Gambar 4.9 Bagian Penulisan Modul yang Sesuai PUEBI Sesudah Revisi 4. Revisi Kelayakan Kegrafikan

Pada aspek kelayakan kegrafikan modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba ini, validator menilai bahwa secara keseluruhan sudah baik. Bagian aspek kegrafikan yang harus diperbaiki adalah sampul modul digital.Validator mengomentari dalam sampul modul digital kurang terlihat keterampilan menulisnya. Validator menyarankan agar sampul modul diubah dan diperlihatkan keterampilan menulisnya agar lebih menarik.

Maka dari itu, peneliti merevisi sampul depan modul digital pembelajaran menulis kreatif agar lebih sesuai. Gambar hasil revisi sampul depan modul yang dikembangkan oleh peneliti dapat di lihat berikut ini. Berikut adalah gambar yang memperlihatkan proses sebelum dan sesudah mengalami perubahan pada aspek kegrafikan.

Gambar 4.10 Sampul Modul Sebelum Revisi Gambar 4.11 Sampul Modul sesudah revisi

5. Revisi Kelayakan Media

Pada aspek kelayakan media modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba ini, validator menilai bahwa secara keseluruhan sudah baik. Bagian aspek media pembelajaran yang harus diperbaiki adalah petunjuk (navigasi) dalam modul digital masih ada yang tidak bisa dikontrol. Validator menyarankan agar lebih memperhatikan petunjuk (navigator) dalam modul agar tidak membingungkan mahasiswa. Selain itu, cuplikan video dan audio dalam modul digital diperhatikan lebih baik lagi agar lebih menarik.

4.1.5 Data Hasil Uji coba Produk

Tahapan selanjutnya dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan uji coba produk modul digital kepada mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Universitas PGRI Yogyakarta. Berikut

penjabaran hasil uji coba terhadap produk modul digital yang berjudul “Menulis Kreatif” yang dikembangkan oleh peneliti.

4.1.5.1 Deskripsi Uji Coba Produk

Uji coba produk yang dilakukan oleh peneliti terdiri atas dua rangkaian uji coba, yaitu pembelajaran mandiri menggunakan modul digital dan pengisian angket penilaian kelayakan modul digital yang dikembangkan oleh peneliti. Uji coba produk dilakukan dalam satu kali pertemuan, yakni pada 17 Juni 2019 di Universitas PGRI Yogyakarta. Dalam pembelajaran di kelas, peneliti memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menggunakan modul digital yang telah dipindahkan ke laptop masing-masing mahasiswa. Mahasiswa secara mandiri mengggunakan modul digital sesuai petunjuk penggunan yang sudah tersedia di dalam modul digital. Peneliti hanya bertindak sebagai fasilisator yang mengawasi berjalannya kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Mahasiswa diminta untuk menulis salah satu karya sastra puisi dengan menggunakan nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Sumba sebagai sumber inspirasi atau sumber ide dalam menulis karya sastra. Setelah siswa selesai mengerjakan latihan, peneliti meminta mahasiswa untuk mengisi angket penilaian kelayakan modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti. Penilaian yang dilakukan oleh mahasiswa mencakup lima aspek, yakni aspek isi/materi, aspek penyajian, aspek bahasa, aspek kegrafikan, dan aspek media dengan total 20 butir indikator penilaian.

4.1.5.2 Deskripsi Hasil Validasi Mahasiswa

Angket validasi kelayakan modul digital yang diberikan kepada mahasiswa berjumlah 20 butir indikator penilaian, kolom komentar umum dan saran perbaikan, serta kesimpulan kelayakan modul digital pembelajaran menulis kreatif. Berikut ini hasil validasi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan menulis kreatif, Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia yang berjumlah 24 responden.

1. Aspek Kelayakan Isi/Materi

Tabel berikut ini memaparkan hasil validasi mahasiswa terhadap aspek kelayakan isi/materi dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti. Penilaian kelayakan isi/materi terdiri atas 7 butir indikator penilaian. Berikut ini dipaparkan rata-rata hasil validasi mahasiswa.

Tabel 4.10 Data hasil Penilaian Aspek Kelayakan Isi/Materi oleh Mahasiswa No. Kode Indikator Penilaian Skor Rata-rata

4. 15 Penyajian dalam modul digital bersifat interaktif dan partisipatif

4,37

No. Kode Indikator Penilaian Skor Rata-rata

Berdasarkan pemaparan hasil uji coba terbatas pada 24 responden, dapat disimpulkan bahwa aspek kelayakan isi/materi dalam modul digital yang berjudul

“Menulis Kreatif” mendapatkan skor rata-rata 4,37 dengan kategori “Sangat Baik”.

2. Aspek Kelayakan Penyajian

Tabel berikut ini memaparkan hasil validasi mahasiswa terhadap aspek kelayakan penyajian dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti. Penilaian kelayakan penyajian terdiri atas 3 butir indikator penilaian. Berikut ini dipaparkan rata-rata hasil validasi mahasiswa.

Tabel 4.11 Data Hasil Penilaian Aspek Kelayakan Penyajian oleh Mahasiswa No. Kode Indikator Penilaian Skor Rata-rata

Berdasarkan pemaparan hasil uji coba terbatas pada 24 responden, dapat disimpulkan bahwa aspek kelayakan penyajian dalam modul digital yang berjudul

“Menulis Kreatif” mendapatkan skor rata-rata 4,34 dengan kategori “Sangat Baik”.

3. Aspek Kelayakan Bahasa

Tabel berikut ini memaparkan hasil validasi mahasiswa terhadap aspek kelayakan bahasa dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti. Penilaian kelayakan bahasa terdiri atas 2 butir indikator penilaian. Berikut ini dipaparkan rata-rata hasil validasi mahasiswa.

Tabel 4.12 Data Hasil Penilaian Kelayakan Bahasa oleh Mahasiswa No. Kode Indikator Penilaian Skor Rata-rata

2. 18 Instruksi latihan dan tes formatif

tidak multitafsir 4,16

Jumlah 8,57

Skor Rata-rata 4,37

Persentase 87,40%

Kategori Sangat Baik

Berdasarkan pemaparan hasil uji coba terbatas pada 24 responden, dapat disimpulkan bahwa aspek kelayakan bahasa dalam modul digital yang berjudul

“Menulis Kreatif” mendapatkan skor rata-rata 4,37 dengan kategori “Sangat Baik”.

4. Aspek Kelayakan Kegrafikan

Tabel berikut ini memaparkan hasil validasi mahasiswa terhadap aspek kelayakan kegrafikan dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti. Penilaian

kelayakan kegrafikan terdiri atas 2 butir indikator penilaian. Berikut ini dipaparkan rata-rata hasil validasi mahasiswa.

Tabel 4.13 Data Hasil Penilaian Kelayakan Kegrafikan oleh Mahasiswa No. Kode Indikator Penilaian Skor Rata-rata

Berdasarkan pemaparan hasil uji coba terbatas pada 24 responden, dapat disimpulkan bahwa aspek kelayakan kegrafikan dalam modul digital yang berjudul

“Menulis Kreatif” mendapatkan skor rata-rata 4,31 dengan kategori “Sangat Baik”.

5. Aspek Kelayakan Media

Tabel berikut ini memaparkan hasil validasi mahasiswa terhadap aspek kelayakan media dalam modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba yang dikembangkan oleh peneliti. Penilaian kelayakan media terdiri atas 3 butir indikator penilaian. Berikut ini dipaparkan rata-rata hasil validasi mahasiswa.

Tabel 4.14 Data Hasil Penilaian Kelayakan Media oleh Mahasiswa

No. Kode Indikator Penilaian Skor Rata-rata (n=24) 1. 12 Modul digital menulis kreatif tidak

sulit digunakan oleh mahasiswa 4,58

2. 13

Berdasarkan pemaparan hasil uji coba terbatas pada 24 responden, dapat disimpulkan bahwa aspek kelayakan kegrafikan dalam modul digital yang berjudul

“Menulis Kreatif” mendapatkan skor rata-rata 4,56 dengan kategori “Sangat Baik”.

Maka dari itu, tabel berikut ini memaparkan uraian hasil keseluruhan dari masing-masing aspek yang dinilai oleh mahasiswa.

Tabel 4.15 Hasil Skor Rata-rata Penilaian Keseluruhan Aspek Modul Digital oleh Mahasiswa

No. Aspek penilaian Skor Rata-rata Kategori

1 Kelayakan Isi/Materi 4,37 Sangat Baik

2 Kelayakan Penyajian 4,34 Sangat Baik

3 Kelayakan Bahasa 4,37 Sangat Baik

4 Kelayakan Kegrafikan 4,31 Sangat Baik

5 Kelayakan Media 4,56 Sangat Baik

Jumlah 21.95

Rata-Rata 4,39 Sangat baik

Persentase 87,8

Terdapat beberapa komentar dan saran dari mahasiswa terhadap modul digital pembelajaran menulis kreatif dengan memanfaatkan cerita rakyat Sumba.

Komentar yang diberikan terhadap modul yang berjudul “Menulis Kreatif” tersebut antara lain; 1) modul digital cukup menarik dan sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran agar lebih maksimal, 2) modul digital menarik dan perlu

Komentar yang diberikan terhadap modul yang berjudul “Menulis Kreatif” tersebut antara lain; 1) modul digital cukup menarik dan sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran agar lebih maksimal, 2) modul digital menarik dan perlu