EVALUASI PELAKSANAAN
II- 107 g) Pengadaan tanaman cabe
h) Pengawasan peredaran pupuk dan pestisida i) Pengembangan biopestisida dan klinik tanaman
j) Pengembangan budidaya sayuran di KBT Jakarta Timur
k) Pengembangan kawasan kampung hijau/gang hijau tingkat kota dan kabupaten l) Pengembangan pertanian perkotaan tingkat provinsi
m) Penyediaan sarana dan prasarana pertanian lintas sektoral n) Perbanyakan bibit
Adapun hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan urusan pertanian, antara lain:
1) Jumlah promosi dan pemasaran tanaman pangan dan hortikultura, hasil perikanan dan produk hewan sebanyak 6 kali
2) Omset pemasaran daun pelengkap, bunga potong, bunga rampai, bibit tanaman anggrek, tanaman hias, bibit tanaman buah sebesar Rp. 75,9 miliar
3) Teratasinya penyebaran zoonosis berupa 4 kasus Avian Influenza dan 1 kasus Brucellosis pada tahun 2017, dibandingkan tahun sebelumnya yang berupa 7 kasus Avian Influenza dan 0 kasus Brucellosis pada tahun 2016
4) Dipertahankannya jumlah kasus penyakit anthrax sebanyak 0 kasus 5) Dipertahankannya jumlah kasus penyakit rabies sebanyak 0 kasus
6) Penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian berupa pengadaan sarana pengolahan hasil pertanian kepada 7 kelompok tani
7) Pengadaan display bunga dan tanaman hias berupa pengadaan 3 jenis bunga dan tanaman hias selama 12 bulan
8) Pengadaan sarana laboratorium anggrek kultur jaringan berupa pengadaan sarana laboratorium kultur jaringan anggrek sebanyak 24 jenis
9) Pengolahan daur ulang limbah bunga berupa tersedianya pupuk limbah bunga sebanyak 84 m3
10) Pengawasan lalu lintas ternak dan produk ternak berupa pemusnahan barang bukti daging sapi tidak layak konsumsi sebanyak 3.022,65 kg, daging ayam tidak layak konsumsi sebanyak 170 ekor, dan telur 51 kg
11) Pengadaan pakan dan obat hewan berupa terlaksananya pengadaan pakan sebanyak 30 jenis dan pengadaan obat hewan dan ternak sebanyak 41 jenis
12) Pengadaan sarana dan prasarana taman ternak percontohan berupa pengadaan sarana dan prasarana taman ternak percontohan sebanyak 10 jenis
13) Pengendalian penyakit hewan menular strategis di provinsi berupa vaksinasi anthrax terhadap 2.033 ekor, vaksinasi SE terhadap 2.344 ekor dan vaksinasi Brucellosis terhadap 626 ekor
II-108
14) Pengadaan peralatan pelayanan kesehatan hewan berupa pengadaan meja operasi hidrolik sebanyak 1 unit
15) Pelayanan masyarakat veteriner pada hari besar keagamaan tingkat provinsi berupa pemeriksaan kesehatan terhadap 107.195 ekor hewan kurban di 1.673 lokasi penampungan/penjualan dan pemeriksaan kesehatan terhadap 60.087 ekor hewan kurban di 3.902 lokasi pemotongan hewan kurban
16) Pengendalian penyakit hewan menular strategis di 5 wilayah kota administrasi:
a) Jakarta Pusat, berupa pengawasan ayam bangkai sebanyak 25.835 ekor dan penangkapan 487 hewan rentan rabies
b) Jakarta Utara, berupa meningkatnya keamanan masyarakat terhadap penyakit hewan menular strategis anthrax dan avian influenza
c) Jakarta Barat, berupa sweeping unggas pangan sebanyak 5367 ekor, pembongkaran 1340 unit kandang di 8 kecamatan, dan vaksinasi anthrax sebanyak 494 ekor di 3 kecamatan.
d) Jakarta Selatan, berupa vaksinasi SE sebanyak 1.349 ekor, vaksinasi brucellosis sebanyak 373 ekor, pengobatan terhadap 799 ekor, SKU terhadap 3.500 ekor, desinfeksi di 600 lokasi, sweeping terhadap 1.433 ekor dan sterilisasi 74 ekor kucing e) Jakarta Timur, berupa vaksinasi anthrax pada ternak sapi, kerbau, kambing, dan
domba sebanyak 1.157 ekor, vaksinasi brucellosis pada ternak sapi perah betina sebanyak 238 ekor, dan vaksinasi SE pada 989 ekor sapi perah, sapi potong dan kerbau
17) Pengendalian penyakit rabies tingkat kota administrasi berupa vaksinasi rabies terhadap 28.777 ekor dan penangkapan terhadap 5.018 ekor hewan penular rabies 18) Pelayanan masyarakat veteriner pada hari besar keagamaan tingkat kota administrasi:
a) Jakarta Pusat, berupa pengawasan di 198 lokasi TPnHK sebanyak 9.349 ekor, pengawasan hewan qurban di 366 lokasi TPHK sebanyak 5.283 dan pengawasan produk PAH pada hari besar keagamaan sebanyak 3 kali (6 swalayan)
b) Jakarta Utara, berupa tersedianya daging yang ASUH pada hari besar keagamaan di 6 kecamatan dengan hasil 160 penampung dan 228 pemotong
c) Jakarta Barat, berupa pemeriksaan kesehatan hewan di TPHK di 1.398 tempat dengan jumlah hewan sebanyak 14.327 ekor dan pemeriksaan kesehatan hewan di TPnHK di 316 lokasi dengan jumlah hewan sebanyak 18.069 ekor
d) Jakarta Selatan, berupa pemeriksaan di 460 TPnHK dan 1.490 TPHK
e) Jakarta Timur, berupa pengawasan di 528 lokasi TPnHK sebanyak 33.504 ekor, dengan hasil pengafkiran terhadap organ hati paru dan limpa yang terdapat cacing hati (fasciolosis) maupun kerusakan pada paru-paru (pneumonia)
II-109
f) Kepulauan Seribu berupa terlaksananya peningkatan masyarakat veteriner dalam melakukan kontrol daging hewan kurban terhadap penyakit
19) Pembangunan RPHU Rorotan, Jakarta Utara, berupa terbangunnya 1 unit RPHU di Rorotan, Jakarta Utara, seluas 1.510.30 m2
20) Pengawasan kesehatan hewan dalam rangka Asian Games XVIII berupa terlaksananya jasa konsultansi EDFZ sebanyak 1 laporan
21) Pengembangan pertanian perkotaan tingkat provinsi berupa tersedianya saranan vertikultur dan vertiminaponik.
22) Pengawasan peredaran pupuk dan pestisida berupa hasil pengawasan di 12 kios pupuk di 5 wilayah kota administrasi dan ditemukan adanya 5 pelanggaran
23) Pembinaan saka taruna bumi dan saka wana bakti berupa pembinaan di 6 wilayah kota/kabupaten dengan jumlah siswa sebanyak 600 orang dari 106 sekolah setingkat SMA/SMK
24) Pengembangan kawasan kampung hijau/gang hijau tingkat kota/ kabupaten di 5 wilayah kota
25) Penyediaan sarana dan prasarana pertanian lintas sektoral kota/kabupaten
26) Pengembangan budidaya sayuran di KBT Jakarta Timur berupa terlaksananya pemanfaatan lahan basah di kawasan KBT di Kecamatan Duren Sawit, Jatinegara dan Cakung sebanyak 5 kelompok tani berupa pengadaan saprodi (arit, golok,sapu lidi,cangkul,gembor,polybag dan pot tray, pupuk), bibit tanaman dan 3 unit pompa air 27) Pemeliharaan sentra pertanian kebun pertanian Rorotan BPP Sukapura di kawasan
kebun bibit pertanian Rorotan/BPP Sukapura seluas 2,08 ha
28) Pemeliharaan pohon induk dan bibit berupa terpeliharanya pohon induk sebanyak 767 pohon dan calon pohon induk sebanyak 5.206 pohon serta stock bibit sebanyak 294.268 pohon
29) Perbanyakan bibit berupa tersedianya seedling tanaman produktif sebanyak 28.000 pohon
30) Pengembangan biopestisida dan klinik tanaman berupa produksi biopestisida sebanyak 10 ton dan klinik tanaman sebanyak 1.000 sampel
31) Pelayanan brigade proteksi tanaman dan RPH berupa terlaksananya pelayanan brigade proteksi tanaman dan RPH sebanyak 120 kali
32) Pengadaan pohon penghijauan produktif, pelindung dan biofarmaka berupa tersedianya bibit tanaman produktif sebanyak 11.200, tanaman kehutanan/ pelindung sebanyak 7.150, biofarmaka 69.000, tanaman hias 3.850. Jumlah keseluruhannya mencapai 91.200 pohon
33) Pengadaan tanaman cabe berupa tersedianya bibit cabe sebanyak 21.400 polybag
II-110