• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PELAKSANAAN

II- 45 7) Program penanggulangan kebakaran

a) Antisipasi penanggulangan kebakaran dan penyelamatan

b) Gladi gabungan penanggulangan kebakaran pada bangunan tinggi, industri, mall, obyek vital, kawasan pemukiman, bangunan menengah dan rendah

c) Pengelolaan dan pengembangan command center 8) Program penyelamatan

a) Diklat fire rescue b) Diklat MKKG

c) Diklat perwira kebakaran Tk. I d) Diklat PPL

9) Program peningkatan sarana, prasarana penanggulangan kebakaran dan penyelamatan

a) Pemeliharaan kantor Sudin Damkar & PB b) Pemeliharaan pos pemadam kebakaran c) Pemeliharaan rescue boat

d) Pemeliharaan/perbaikan hidran dan tandon air

e) Pemeliharaan/rehab pos penanggulangan kebakaran dan penyelamatan f) Pengadaan APD penanggulangan lebah

g) Pengadaan APAR untuk Masyarakat h) Pengadaan ban KDO/KDO khusus i) Pengadaan motor pompa apung

j) Pengadaan peralatan bengkel/ battery charger k) Pengadaan peralatan penunjang operasional

l) Pengadaan perlengkapan mobil penanggulangan kebakaran

Adapun hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan urusan ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat, antara lain:

1) Program peningkatan kinerja ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat

a) Realisasi tingkat penyelesaian pengaduan K3 sebesar 86 persen

b) Terlaksananya pengamanan Jakarta Marathon di sepanjang Jl. Thamrin-Sudirman c) Terlaksananya pengamanan hari besar keagamaan dan hari besar nasional

sebanyak 15 kegiatan

d) Terlaksananya pengawasan dan penertiban media informasi dan promosi pada jalan protokol

II-46

e) Terlaksananya rangkaian pengamanan HUT Kota Jakarta dan malam tahun baru 2017 sebanyak 4 kegiatan

f) Terlaksananya pemantauan daerah rawan ketentraman dan ketertiban umum setiap hari dimulai dari bulan April s.d Desember 2017

g) Terlaksananya pengawasan dan pengendalian masyarakat di lingkar luar kawasan Monas sebanyak 2 kali dalam seminggu dimulai dari bulan April 2017 dan setiap giat menurunkan 60 personil Satpol PP

h) Terlaksananya penanganan penertiban tempat usaha hiburan pada hari-hari besar keagamaan sebanyak 1816 tempat usaha. Dari jumlah tersebut, 1762 tempat usaha sudah dilakukan pengawasan dan hanya 54 tempat usaha saja yang melakukan pelanggaran dan sudah ditertibkan

i) Terlaksananya pengawasan dan pengendalian tempat usaha sebanyak 7 tempat usaha. Dari jumlah tersebut dilakukan penutupan sementara terhadap 2 tempat usaha yang melanggar ketentuan

j) Terlaksananya penindakan dan penyegelan tempat usaha yang melanggar ketentuan (Perda 15 tahun 2011 dan Perda 10 tahun 2004)

k) Terlaksananya pengawasan pelaksanaan HBKB sepanjang Jl. Thamrin-Sudirman.

Satpol PP Provinsi DKI Jakarta menurunkan 30 personil setiap pelaksanaan kegiatan HBKB

l) Terlaksananya piket monitoring tramtibum 1x24 jam di empat (4) lokasi (Balaikota, sekitaran Monumen Nasional, Taman Suropati dan Bundaran HI)

m) Terlaksananya penyelenggaraan penertiban dan pengamanan pasca penertiban bagi pelanggar peraturan daerah dan peraturan lainnya sebanyak 35 kegiatan

n) Terlaksananya pemusnahan hasil operasi minuman beralkohol sebanyak 13.533 botol

o) Terlaksananya piket asistensi dan operator radio 29 sebanyak 6 lokasi

p) Meningkatnya pengamanan lokasi daerah rawan gangguan sosial dan gangguan bencana sebanyak 2.745 kejadian

q) Terlaksananya pengawasan dan pengamanan kunjungan wisata di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu

r) Terselenggaranya sidang yustisi terhadap pelanggaran Perda 8 Tahun 2007 di lima wilayah kota administrasi

s) Terlaksananya pengawasan, pengendalian dan penertiban di kawasan Jatinegara sebanyak 1 kegiatan

t) Tidak terlaksananya penyediaan kendaraan tahanan dikarenakan terbatasnya waktu dan diundur ke dalam APBD 2018

II-47

2) Program pengurangan resiko bencana dan kesiapsiagaan pra bencana

a) Terselesaikannya rambu-rambu evakuasi bencana pada 50 lokasi di 5 wilayah kota b) Terlaksananya peningkatan kapasitas dan simulasi penanggulangan bencana pada

fasilitas publik di 15 lokasi

c) Terlaksananya penyusunan standarisasi rumah sakit dan pasar aman bencana sebagai langkah pencegahan ancaman bencana yang mungkin terjadi pada rumah sakit dan pasar

d) Terlaksananya pelaksanaan strategi keterlibatan dunia usaha dalam penanggulangan bencana yang diikuti peserta dalam lembaga usaha untuk mendapatkan masukan tentang strategi keterlibatan dunia usaha dalam penanggulangan bencana

e) Terlaksananya pendampingan sekolah aman bencana pada 50 sekolah di 5 wilayah kota

f) Terlaksananya pelayanan pengendalian penanggulangan bencana untuk belanja jasa petugas penunjang kegiatan sebanyak 2 orang dan belanja tenaga ahli 45 orang (operasional Pusdalops)

g) Terlaksananya piket siaga bencana tingkat provinsi selama 5 bulan h) Terlaksananya pendampingan kelurahan rawan bencana di 34 kelurahan

i) Terselesaikannya penyusunan dokumen review rencana kontijensi di Provinsi DKI Jakarta.

j) Terlaksananya peningkatan kapasitas dan simulasi penanggulangan bencana bagi manajemen dan siswa yayasan sekolah penyandang disabilitas di 5 sekolah luar biasa sebanyak 500 orang

3) Program peningkatan pencegahan kebakaran

a) Terlaksananya pembentukan dan pembinaan MKKG sebanyak 187 kelompok

b) Terlaksananya pemeriksaan 523 gedung, dengan hasil 63 gedung diperiksa untuk memperoleh SLF dan 240 gedung diperiksa untuk memperoleh SKK dan lain-lain 4) Program penanggulangan kebakaran

a) Terlaksananya gladi gabungan operasional penanggulangan kebakaran dan penyelamatan pada 2 lokasi, yakni Kementerian Sekretaris Negara RI dan bangunan tinggi Gedung Lippo Kuningan

b) Tercatatnya seluruh kejadian kebakaran di wilayah DKI Jakarta sebanyak 1471 kejadian, dengan jumlah kejadian kebakaran yang dapat diatasi sendiri oleh masyarakat sebanyak 150 kejadian

c) Tercapainya target respond time 15 menit sebesar 114,63 persen (target 82 persen dan realisasi 94 persen) dengan rata-rata respond time yang dicapai sebesar 11

II-48

menit. Adapun jumlah kejadian kebakaran yang dapat dikuasai dalam waktu kurang dari 120 menit sebesar 90,5%, dengan rata-rata waktu pemadaman sebesar 70 menit 5) Program penyelamatan

a) Meningkatnya jumlah penanganan kejadian penyelamatan sebanyak 878 kejadian dari tahun sebelumnya sebanyak 710 kejadian atau meningkat 23 persen. Dengan frekuensi penyelamatan tertinggi terjadi pada pengendalian hewan sebesar 47,7%

kemudian disusul dengan penanganan pohon tumbang sebesar 29,1%

b) Tercapainya persentase jumlah petugas pemadam kebakaran yang berkualifikasi penyelamat sebesar 99%

c) Terlaksananya tujuh jenis diklat penanggulangan kebakaran dan penyelamatan yaitu:

- Diklat fire rescue sebanyak 663 orang - Diklat operator Tk. II sebanyak 30 orang - Diklat MKKG sebanyak 60 orang

- Diklat inspektur kebakaran Tk. I sebanyak 30 peserta - Diklat petugas penyuluh lapangan sebanyak 30 orang - Diklat perwira Tk. I sebanyak 300 orang

- Diklat perwira Tk. II sebanyak 126 orang

6) Program peningkatan sarana, prasarana penanggulangan kebakaran dan penyelamatan

a) Terlaksananya pengadaan perlengkapan petugas operasional penanggulangan kebakaran. Pengadaan ini bertujuan untuk emenuhi kekurang perlengkapan petugas berupa fire helmet dan fireman glove yang diperlukan untuk alat pelindung diri petugas operasional

b) Terlaksananya perawatan dan perbaikan kendaraan operasional, kegiatan ini meliputi semua perawatan kendaraan operasional pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Terdapat kendala dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu belum adanya komponen pemeliharaan kendaraan merk tertentu sehingga penyerapan kegiatan ini relative kecil yaitu 37,38%

c) Terlaksananya pengadaan ban KDO/KDO khusus untuk mengakomodir kebutuhan ban seluruh kendaraan operasional pemadam kebakaran dan penyelamatan di DKI Jakarta. Beratnya bobot kendaraan operasional pemadam kebakaran membutuhkan adanya pewrgantian suku cadang secara rutin seperti ban kendaraan guna menunjang performa kendaraan itu sendiri

d) Terlaksananya Pengadaan APAR untuk masyarakat Kepulauan Seribu sebanyak 2.259 unit. APAR ini diberikan kepada masyarakat denga target tiap 2 rumah memiliki

II-49

satu APAR, mengingat meningkatnya jumlah frekuensi kebakaran di kepulauan seribu

e) Terlaksananya pemeliharaan rescue boat, kegiatan tersebut untuk mengakomodir kondisi fire boat yang dimiliki oleh Disgulkarmat yang mengalami kerusakan. Fire boat digunakan untuk mengatasi kebakaran di wilayah perairan DKI Jakarta dan juga untuk penunjang operasional petugas pemadam yang bertugas di Kepulauan Seribu f) Jumlah titik hidran di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2017 sebanyak 1374 titik

kondisinya baik dan keluar air, 522 titik tidak keluar air dan 97 titik hilang

g) Jumlah mobil pompa yang baik kondisinya pada tahun 2017 sebesar 61 persen dan jumlah hidran dalam kondisi baik sebesar 54,94 persen

2.2.1.6 Urusan Sosial

2.2.1.6.1 Alokasi APBD dan Realisasi Anggaran

Untuk urusan sosial, telah dialokasikan APBD sebesar Rp. 548.918.145.663,- dengan total penyerapan sebesar Rp. 473.540.365.771,- atau 86,27 persen

2.2.1.6.2 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Pada tahun 2017 telah dilaksanakan program dan kegiatan antara lain sebagai berikut:

1) Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial a) Pelaksanaan sidang tim PIPA sebanyak 2 kali dalam setahun b) Pengendalian dan penjangkauan PMKS jalanan

c) Penyediaan alat bantu penunjang fisik penyediaan alat bantu penunjang fisik d) Pemulangan PMKS ke daerah asal

e) Pelayanan, rehabilitasi sosial dan penyediaan makanan dan minuman bagi WBS di panti sosial

f) Penyediaan tenaga pelayanan sosial

2) Program peningkatan sarana dan prasarana sosial a) Rehab gedung panti sosial dan gedung SKKT

b) Penyediaan, pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sosial 3) Program pengembangan dan pendayagunaan PSKS

a) Penilaian lembaga kesejahteraan sosial berprestasi b) Penilaian tenaga kesejahteraan sosial berprestasi 4) Program peningkatan pemberdayaan sosial

a) Pendampingan UEP bagi keluarga miskin

b) Pelatihan petugas pendamping UEP/KUBE keluarga miskin 5) Program pelayanan perlindungan dan jaminan sosial

II-50