BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA
F. Gambaran Hasil Tes Kemampuan
Gambaran hasil tes diambil dari lima belas orang siswa dimana 5 orang siswa yang hasil tes kemampuannya kurang baik, 5 orang siswa yang hasil
tes kemampuannya sedang dan 5 orang siswa yang hasil tes kemampuannya baik. berikut adalah tabel data gambaran hasil tes siswa.
Tabel 4. 5 Data hasil tes kemampuan 15 siswa soal nomor 1
No soal
Kode
siswa Hasil pekerjaan siswa Analisis dan Pembahasan
1
S.1.1
a. Secara umum siswa sudah mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar, tampak juga beberapa siswa menyelesaikan dengan bantuan gambar atau simbol lingkaran atau bola serta mengaitkannya dengan definisi perkalian sebagai penjumlahan berulang, hal itu tampak pada hasil pekerjaan: S.1.1; S.1.4; dan S1.11. b. Siswa mampu menuliskan
penjelasannya dengan kata-katanya sendiri.
c. Sebagian besar siswa lebih mudah menuliskan sifat S.1.2
S.1.3
S.1.5
komutatif pada penjumlahan. d. Beberapa siswa mampu
mengerjakan soal dengan membuat keberlakuan sifat komutatif baik pada penjumlahan maupun pada perkalian.
e. Siswa mampu memberikan kesimpulan atas pekerjaannya. misalnya menyatakan bahwa sifat komutatif berlaku pada penjumlahan atau perkalian. f. Ciri khas PMRI yang muncul
pada pekerjaan siswa untuk nomor 1 tampak pada cara siswa menampilkan pemikirannya, model penyelesaian yang beragam dan cara penyelesaiannya yang kontekstual yakni kemampuannya dalam S.1.6
S.1.8
mengaitkan materi lain yang diketahuinya untuk membantu menyelesaikan masalah. S.1.9 S.1.10 S.1.11 S.1.12 S.1.13
S.1.14
S.1.15
Tabel 4. 6 Data hasil tes kemampuan 15 siswa soal nomor 2
No soal
Kode
siswa Hasil pekerjaan siswa Analisis dan Pembahasan
2 S.2.1
a. Secara umum siswa sudah mampu mengerjakan soal dengan baik dan benar, tampak juga beberapa siswa
S.2.2
menyelesaikan dengan bantuan gambar atau simbol lingkaran atau bola serta mengaitkannya dengan definisi perkalian sebagai penjumlahan berulang. b. Ada beberapa macam model
matematis sebagai bantuan penyelesaian yang digunakan oleh siswa dalam menyelesaikan soal. Beberapa siswa menggunakan bantuan gambar kantong (S.2.1; S.2.2; S.2.9; dan S.2.12), beberapa siswa juga menggunakan bantuan dengan menguraikan butir-butir kelereng (S.2.4 dan S.2.7), beberapa siswa lain menggunakan penyelesaian dengan kata-kata (S.2.5 dan S.2.10), ada juga siswa yang langsung menuliskan dalam perkalian (S.2.6 dan S.2.14) S.2.3
S.2.4
S.2.6
c. Terdapat siswa yang keliru dalam menangkap maksud soal, dimana soal yang dimaksud mengarah pada sifat komutatif perkalian namun siswa tersebut justru menangkap bahwa itu penjumlahan. (S.2.8; S.2.11 dan S.2.15)
d. Ciri khas PMRI yang muncul pada pekerjaan siswa untuk nomor 2 tampak pada cara siswa menampilkan pemikirannya, model penyelesaian yang beragam dan cara penyelesaiannya yang kontekstual yakni kemampuannya dalam S.2.7
S.2.9
mengaitkan materi lain yang diketahuinya untuk membantu menyelesaikan masalah.
S.2.10
S.2.11
S.2.13
S.2.14
Tabel 4. 7 Data hasil tes kemampuan 15 siswa soal nomor 3 No
Soal
Kode
Siswa Hasil Pekerjaan Siswa Analisis dan Pembahasan
3
S.3.1
a. Untuk soal nomor 3, terbagi menjadi beberapa sub soal dimana masing-masing soal menuntut pengetahuan yang dalam agar siswa mampu menerapkan pengetahuan yang dimilikinya untuk dapat menyelesaikan soal tersebut. Untuk sub soal bagian a, siswa diminta membuktikan keberlakuan sifat komutatif pada perkalian, sedangkan pada sub soal b dan c siswa diminta membuktikan keberlakuan sifat asosiatif baik pada perkalian maupun pada penjumlahan dan pengurangan.
b. Untuk soal a, hampir semua siswa mampu membaca dan S.3.2
S.3.4
memahami isi soal dan penyelesaian yang diharapkan dari soal tersebut. Siswa mampu menunjukkan dan membuktikan bahwa sifat komutatif berlaku pada perkalian seperti yang tampak pada hasil pekerjaan: S.3.1; S.3.2; S.3.4; S.3.5; S.3.6; S.3.7; S.3.8; S.3.9; S.3.10; S.3.11; S.3.12; S.3.13; S.3.14; dan S.3.15. c. Siswa mampu mengerjakan
atau membuktikan soal a dengan berbagai cara, berbagai model matematika yang beragam, hal itu tampak seperti yang cara-cara yang digunakan pada S.3.5
S.3.6
pekerjaan: S.3.1; S.3.4; S.3.5; dan S.3.11, masing-masing menggunakan cara yang saling berbeda satu sama lainnya.
d. Untuk soal b, banyak siswa sudah mampu membaca dan memahami soal dengan benar, menyelesaikan soal dengan cara-cara yang benar, siswa juga mampu memberi penjelasan dan kesimpulan atas jawabannya seperti pada hasil pekerjaan: S.3.2; S.3.5; S.3.6; S.3.7; S.3.11; S.3.12; dan S.3.14. Namun tidak sedikit juga siswa yang belum mampu dalam menangkap maksud soal dan penyelesaian yang tepat dari soal tersebut, hal itu nampak S.3.7
S.3.8
seperti pada hasil pekerjaan: S.3.1; S.3.3; S.3.4; S.3.8; S.3.9; S.3.10; S.3.13; dan S.3.15.
e. Untuk soal c, siswa diminta membuktikan sifat asosiatif pada perkalian, dimana siswa diminta menunjukkan apakah ruas kiri sama dengan ruas kanan. Dari soal tersebut, beberapa siswa sudah mampu membaca dan memahami soal b dengan benar. Siswa mampu memberikan penyelesaian penjelasan singkat yang benar dan memberikan kesimpulan atas jawabannya walaupun ada yang tidak S.3.9
S.3.11
memberikan kesimpulan seperti pada hasil pekerjaa: S.3.4; dan S.3.9, sedangkan pekerjaan siswa yang lengkap dengan kesimpulan tampak pada hasil pekerjaan: S.3.2; S.3.5; S.3.6; S.3.11; S.3.12; dan S.3.14.
f. Ada siswa yang mampu membaca dan memahami soal serta mampu menggunakan cara penyelesaian yang benar namun karena mendapat hasil perhitungan yang salah sehingga kesimpulan yang dibuatnya juga salah, hal itu tampak pada hasil pekerjaan: S.3.7 dan S.3.15.
g. Selain itu ada juga siswa yang belum mampu S.3.12
S.3.13
membaca dan memahami maksud soal serta penyelesaian yang diharapkan soal, hal itu tampak pada hasil pekerjaan: S.3.8; S.3.10; dan S.3.13. h. Beberapa siswa mampu
menggunakan model dan cara yang berbeda satu sama lain walaupun secara umum banyak yang menggunakan cara yang hampir sama, hal itu tampak pada hasil pekerjaan: S.3.2; S.3.5; dan S.3.13 yang saling berbeda satu sama lain, sedangkan yang ainnya menggunakan cara yang hampir sama. i. Ciri khas PMRI sudah
tampak pada beberapa cara atau model yang digunakan oleh siswa, namun hal itu belum optimal, sebab hampir S.3.14
semua siswa menggunakan cara atau model matematika yang sama, tidak ada yang menggunakan model dalam bentuk dunia nyata. Tetapi secara umum siswa mampu menyelesaikan soal nomor 3 dengan baik dan benar.
Tabel 4. 8 Data hasil tes kemampuan 15 siswa soal nomor 4 Kode
Soal
Kode
Siswa Hasil Pekerjaan Siswa Analisis dan Pembahasan
4
S.4.1
a. Soal nomor 4 merupakan bentuk penggunaan sifat distributif untuk mencari nilai k. Sebagian besar siswa sudah mampu membaca dan memahami maksud dan penyelesaian yang diharapkan dari soal tersebut seperti pada hasil pekerjaan: S.4.2; S.4.5; S.4.6; S.4.7; S.4.9; S.4.10; S.4.2
S.4.4
S.4.11; dan S.4.13.
b. Ada juga siswa yang mampu membaca dan memahami soal dengan benar, mengerjakan dengan benar tetapi memberi kesimpulan yang salah terhadap hasil pekerjaannya dimana hasil pekerjaannya menunjukkan sifat distributif tetapi S.4.8 menyimpulkan bahwa itu sifat komutatif. c. Beberapa siswa juga kurang
mengerti maksud soal dan penyelesaian yang diharapkan dari soal nomor 4. Siswa mengerjakan soal dan member penyelesaian yang tidak sesuai dengan yang diminta oleh soal seperti pada hasil pekerjaan: S.4.1; S.4.3; S.4.12; S.4.14; dan S.4.15.
d. Ciri khas PMRI yang muncul S.4.5
S.4.6
S.4.7
S.4.8
S.4.10
dalam hasil pekerjaan siswa tampak dimana siswa mampu menggunakan cara yang berbeda atau beragam, menggunakan model matematika yang beragam. Namun siswa belum mampu menjelaskan secara lengkap dan jelas maksud pekerjaannya. Siswa cenderung hanya menuliskan cara penyelesaian yang singkat dan langsung menulis jawaban tanpa penjelasan dan penyimpulan yang jelas dan tepat. S.4.11 S.4.12 S.4.13 S.4.14 S.4.15
Tabel 4. 9 Data hasil tes kemampuan 15 siswa soal nomor 5 Kode
Soal
Kode
Siswa Hasil Pekerjaan Siswa Analisis dan Pembahasan
5
S.5.1
a. Kemampuan siswa dalam memahami soal nomor 5 sudah benar dan tepat, cara penyelesaian yang bermacam-macam dan juga model matematika yang ditampilkan juga beragam.
b. Beberapa cara yang digunakan siswa menghasilkan jawaban yang keliru karena berhubungan dengan ketepatan dalam perhitungan, misalnya siswa menggunakan cara bersusun panjang atau menghitung satu persatu akibatnya hasil perhitungan salah seperti pada hasil pekerjaan: S.5.1; S.5.4 dan S.5.11.
c. Ada siswa yang langsung S.5.2
S.5.3
S.5.5
menuliskan jawaban tanpa cara penyelesaian seperti pada hasil pekerjaan: S.5.10 dan S.5.15.
d. Sebagian besar kemampuan siswa tampak dalam penyelesaian dengan menggunakan cara pengelompokkan kemudian digabungkan. Ada dua cara e. pengelompokkan yang
digunakan oleh siswa, salah satunya adalah dengan mengelompokkan dua suku bilangan yang ditengah kemudian menggabungkan suku bilangan pertama dan terakhir sehingga lebih mudah di hitung. Tampak siswa sifat komutatif dan asosiatif dan hasil perhitungan yang didapat benar seperti pekerjaan S.5.2 S.5.6
S.5.7
S.5.9
dan S.5.6. Sedangkan cara penggabungan yang lain adalah menggabungkan dua suku bilangan pertama dan kedua kemudian ditambahkan dengan hasil penggabungan suku ketiga dan terakhir. Cara ini paling banyak digunakan oleh siswa seperti pada hasil pekerjaan: S.5.3; S.5.5; S.5.8; S.5.9; S.5.12; S.5.13; dan S.5.14.
f. Ciri khas PMRI yang tampak pada soal nomor 5 adalah dimana siswa mampu menggunakan cara penyelesaian yang kontekstual dan beragam, tidak hanya satu cara umum seperti penjumlahan bersusun panjang. Model matematika yang digunakan siswa juga beragam. S.5.10 S.5.11 S.5.12 S.5.13 S.5.14 S.5.15
G. Analisis Pembelajaran Berdasarkan Karakteristik Pembelajaran