• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok Sea Farming

Kelompok Sea Farming merupakan kelompok yang bergerak di bidang budidaya laut dengan komoditas utama ikan kerapu. Pembentukan Kelompok Sea Farming tidak terlepas dari implementasi program sea farming di Kelurahan Pulau Panggang. Kelompok Sea Farming didirikan pada tanggal 10 Maret 2006 dan disahkan pada Tanggal 22 Juni 2006. Dalam prosesnya Kelompok Sea Farming telah melakukan tiga kali peremajaan kepengurusan kelompok. Dimana ketua pertama bernama H. Ali Muhdin (2006-2007), ketua kedua bernama Fakhrudin (2007-20010) dan ketua ketiga bernama Nawawi (2010 s.d sekarang).

Rekrutmen anggota Kelompok Sea Farming telah berlangsung empat kali, yaitu angkatan pertama pada tahun 2005, angkatan kedua tahun 2006, angkatan ketiga tahun 2007 dan angkatan keempat tahun 2008. Dimana dalam proses penerimaan anggota Kelompok Sea Farming melalui beberapa tahap, yaitu : 1. Seleksi, dilakukan dengan cara menyaring anggota masyarakat yang

mendaftar ke pengurus untuk menjadi anggota sea farming. Dalam proses seleksi, pengurus melakukan wawancara terhadap calon anggota. Pengurus memiliki wewenang dalam menentukan siapa saja yang menjadi anggota sea farming.

2. Perekrutan calon anggota.

3. Pelatihan calon anggota, meliputi pelatihan teknologi budidaya dan manajemen usaha.

4. Terdaftar bagi calon anggota yang telah dinyatakan lulus pelatihan. Anggota yang telah terdaftar berhak mendapatkan pendampingan teknis, serta dapat mengajukan peminjaman benih ke balai sea farming dengan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data monitoring yang dilakukan oleh PKSPL IPB, jumlah total anggota sea farming yang melakukan kegiatan budidaya ikan kerapu sampai dengan tahun 2009 sebanyak 75 orang. Namun pada saat peremajaan kepengurusan pada tahun 2010, dimana ketua kelompok yang terpilih yaitu Bapak Nawawi mengeluarkan kebijakan dengan membagi anggota Kelompok Sea Farming menjadi dua, yaitu anggota kelompok yang aktif dan yang tidak aktif. Anggota kelompok yang aktif adalah mereka yang secara teratur mengembalikan

39 pinjaman benih ikan kerapu, sedangkan anggota kelompok yang tidak aktif adalah mereka yang tidak mengembalikan pinjaman benih ikan kerapu. Sehingga anggota Kelompok Sea Farming yang aktif hanya berjumlah 28 orang sedangkan sisanya merupakan anggota yang tidak aktif. Anggota Kelompok Sea Farming yang aktif merupakan anggota kelompok yang menerima haknya secara penuh (menerima pinjaman benih, pendampingan teknis dan manajemen). Sedangkan anggota yang tidak aktif akan memperoleh haknya secara penuh jika kewajiban mereka berupa pengembalian pinjaman benih dilunasi terlebih dahulu.

Lokasi Budidaya Ikan Kerapu Macan Kelompok Sea Farming

Lokasi kegiatan budidaya laut yang dilakukan oleh Kelompok Sea Farming berada di Goba Tipis Perairan Pulau Semak Daun Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Pemilihan lokasi budidaya tersebut tidak terlepas dari syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk kegiatan budidaya laut dengan sistem KJA (cage culture), yaitu memiliki kedalaman 5-17 meter pada saat surut dan memiliki arus laut dengan kecepatan 0,15-0,35 meter per detik dengan substrat dasar berupa pasir atau batu serta dekat dengan pintu masuk air ke dalam kawasan karang perairan Pulau Semak Daun. Dari sedikitnya 4 pintu masuk keluar air pada saat pasang dan surut, yakni Goba Tipis di utara kawasan, Nawi dan Blencong di selatan, dan Goba Sempit di sebelah barat daya, pintu Goba Tipis merupakan lokasi yang paling cocok untuk kegiatan budidaya laut dengan sistem KJA (cage cuture). Gambar lokasi kegiatan budidaya laut Kelompok Sea Farming dapat dilihat pada Lampiran 1.

Lokasi budidaya Kelompok Sea Farming yang berada di Perairan Semak Daun tidak hanya Kelompok Sea Farming saja yang melakukan kegiatan budidaya dilokasi tersebut, namun terdapat kelompok lain yang melakukan kegiatan budidaya di Perairan Pulau Semak Daun tersebut, yaitu Kelompok UPBL, Kelompok Cantang, Kelompok Paus Biru, Kelompok HNKPS. Rata-rata kelompok budidaya yang ada di Perairan Pulau Semak Daun tersebut melakukan kegiatan budidaya dengan komoditas ikan kerapu.

Visi dan Misi Kelompok Sea Farming

Kelompok Sea Farming berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah memiliki Visi dan Misi yang diharapkan agar Kelompok Sea Farming mempunyai arah dan tujuan yang jelas dan nantinya menjadi motivasi agar tujuan kelompok dapat tercapai dengan baik dan maksimal. Kelompok Sea Farming berkomitmen di dalam mengembangkan dan menjalankan kegiatan budidaya laut untuk menunjang program sea farming pada sub-sistem kedua yaitu kegiatan marikultur.

Visi dari Kelompok Sea Farming adalah untuk mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan demi terciptanya kesejahteraan anggota kelompok menuju kemandirian Kelompok Sea Farming melalui kegiatan usaha budidaya ikan kerapu. Sedangkan misi dari Kelompok Sea Farming terdiri dari :

40

1. Meningkatkan ekonomi anggota kelompok melalui usaha budidaya ikan kerapu,

2. Menciptakan usaha budidaya ikan kerapu yang berkelanjutan dengan mengedepankan kelestarian lingkungan dan aspek sosial budaya,

3. Menciptakan volume produksi dan kualitas ikan kerapu segar yang serta berdaya saing,

4. Efesiensi alur distribusi supply chain management (SCM) untuk meningkatkan nilai tambah terhadap komoditas ikan kerapu,

5. Menciptakan pembudidaya kerapu yang memiliki jiwa kewirausahaan dan berdaya saing.

Dilihat dari visi dan misi yang dimiliki oleh Kelompok Sea Farming sangat besar harapan nantinya dapat meningkatkan potensi kegiatan budidaya laut khususnya di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Struktur Organisasi Kelompok Sea Farming

Struktur Organisasi dibentuk untuk memberikan lingkup pekerjaan yang dilakukan antara bawahan dengan atasan. Pembentukan struktur organisasi yang diterapkan oleh Kelompok Sea Farming dalam menjalankan roda organisasi kelompok adalah struktur organisasi garis dan sederhana, dengan berdasarkan pertimbangan jumlah anggota yang tidak terlalu banyak, organisasi relatif kecil, anggota kelompok beserta pengurus saling mengenal satu sama lain dan spesialisasi kerja masih relatif sedikit. Bagan struktur organisasi Kelompok Sea Farming secara lengap dapat dilihat pada Gambar 10.

Pada Gambar 10 di atas dapat dilihat bahwa rapat anggota memiliki kedudukan yang paling tinggi. Dimana kegiatan rapat anggota memegang peranan penting dalam pemilihan ketua Kelompok Sea Farming. Dalam pelaksanaan rapat anggota dilakukan atas dasar kekeluargaan dan musyarawarah untuk mencapai kesepakatan bersama. Kelompok Sea Farming dipimpin oleh seorang ketua.

41 Dimana dalam menjalankan roda organisasi, Ketua Kelompok Sea Farming dibantu oleh bendahara, sekretaris, seksi Humas I, seksi Humas II dan keamanan. Agar roda organisasi Kelompok Sea Farming dapat berjalan dengan maksimal, maka untuk memudahkan penugasan pekerjaan serta tanggung jawab, setiap pengurus Kelompok Sea Farming telah diberikan deskripsi pekerjaan masing- masing sesuai dengan posisinya, yaitu :

1. Ketua

a. Bersama - sama dengan pengurus lainnya serta anggota, memajukan Kelompok Sea Farming.

b. Melakukan laporan pertanggungjawaban kepada anggota dalam musyawarah anggota.

c. Bersama-sama dengan pengurus lainnya, mencari sumber-sumber keuangan yang halal dan tidak mengikat dalam upaya untuk memajukan usaha Kelompok Sea Farming.

d. Bersama-sama dengan bendahara untuk membuka rekening Kelompok Sea Farming di Bank BRI Unit/lembaga keuangan lain terdekat.

e. Membuat usulan kegiatan usaha (proposal) kepada sumber-sumber bantuan untuk memajukan usaha Kelompok Sea Farming.

f. Bersama sama dengan bendahara melakukan pencairan dana milik Kelompok Sea Farming ataupun dana yang diberikaan kepada Kelompok Sea Farming.

2. Sekretaris

a. Melakukan pencatatan dan dokumentasi usulan kegiatan usaha (Proposal) yang telah disetujui/disepakati dalam musyawarah anggota. b. Melakukan pencatatan administrasi pembukuan baik administrasi

keuangan maupun administrasi umum (jumlah benih, jumlah panen anggota kelompok).

c. Mewakili ketua bila berhalangan dalam melaksanakan tugasnya. d. Bertanggung jawab kepada ketua.

3. Bendahara

a. Bersama-sama dengan Ketua membuka rekening kelompok pada bank terdekat.

b. Bersama-sama dengan Ketua melakukan pencairan dana.

c. Melakukan kegiatan pencatatan pembukuan keuangan kelompok Sea Farming.

d. Bertanggung jawab kepada Ketua. 4. Seksi Humas

a. Melakukan kegiatan pemantauan terhadap usaha budidaya anggota Kelompok Sea Farming.

b. Bekerjasama dengan anggota kelompok terkait informasi jumlah benih yang dibudidayakan.

c. Bekerjasama dengan anggota kelompok terkait informasi jumlah panen ikan kerapu milik anggota kelompok.

d. Bekerjasama dengan anggota kelompok terkait infromasi pemanenan ikan kerapu milik anggota kelompok.

e. Bertanggung jawab atas penyebaran infornasi rapat kepada anggota kelompok.

42

5. Keamanan

a. Melakukan kegiatan pemantauan terhadap usaha budidaya anggota Kelompok Sea Farming.

b. Melakukan pengamanan dari segala macam bentuk gangguan yang mengancam kegiatan anggota kelompok.

c. Bekerjasama dengan anggota kelompok.

d. Bekerjasama dengan Seksi Hubungan Masyarakat atas penyebaran infornasi rapat kepada anggota kelompok.

e. Melakukan kegiatan pencatatan terhadap lokasi keramba anggota kelompok Sea Farming.

f. Bertanggung jawab kepada Ketua.

Kegiatan Budidaya Kerapu Macan Kelompok Sea Farming

Pengambilan Benih Ikan Kerapu Macan

Kelompok Sea Farming dalam melakukan kegiatan budidaya ikan kerapu macan selalu dalam pemantauan pengurus kelompok. Dimana anggota yang layak untuk menerima pinjaman benih ikan kerapu macan adalah anggota yang telah melunasi pinjaman benih pada periode sebelumnya. Benih ikan kerapu macan diperoleh anggota Kelompok Sea Farming dari Balai Sea Farming Semak Daun. Dimana benih yang akan dibagikan kepada anggota kelompok Sea Farming merupakan benih yang berkualitas dan telah berukuran 10 cm. Dalam proses pengambilan benih, anggota Kelompok Sea Farming terlebih dahulu mendapat persetujuan dari ketua Kelompok Sea Farming, berupa penandatanganan surat persetujuan pengambilan benih di Balai Sea Farming Semak Daun. Dimana surat persetujuan tersebut nantinya akan diserahkan kepada teknisi Balai Sea Farming untuk disimpan sebagai arsip peminjaman benih.

Selanjutnya teknisi Balai Sea Farming Semak Daun melakukan pemisahan benih kerapu macan yang akan diambil oleh anggota kelompok yang telah mendapat persetujuan dari ketua Kelompok Sea Farming. Jumlah benih yang disetujui untuk diberikan kepada anggota Kelompok Sea Farming berjumlah 370 ekor, dengan ukuran benih 10 cm. Benih yang telah dipisahkan oleh teknisi Balai Sea Farming Semak Daun terlebih dahulu diperiksa oleh anggota kelompok yang akan mengambil benih tersebut. Pemeriksaan benih meliputi, kondisi benih dan jumlah benih. Ketika semuanya tidak ada masalah, benih akan dimasukkan ke dalam wadah yang telah disediakan oleh anggota Kelompok Sea Farming untuk kemudian dibawa menuju keramba anggota kelompok yang bersangkutan. Benih ikan kerapu macan yang dipinjamkan kepada anggota kelompok merupakan benih bergaransi. Artinya jika dalam waktu satu minggu terdapat kematian, maka Balai Sea Farming akan mengganti sesuai dengan jumlah benih yang dilaporkan mati. Namun jika lebih dari satu minggu terdapat kematian benih ikan kerapu macan, itu sudah bukan tanggung jawab dari Balai Sea Farming Sema Daun.

43

Pemeliharaan Benih Ikan Kerapu Macan

Kegiatan pemeliharaan benih ikan kerapu oleh Kelompok Sea Farming selalu berkoordinasi dengan teknisi Balai Sea Farming Semak Daun. Hal tersebut dilakukan terkait fungsi Balai Sea Farming Semak Daun sebagai pendamping teknis dalam kegiatan budidaya yang dilakukan oleh Kelompok Sea Farming. Pemeliharaan benih ikan kerapu macan yang telah ditebar ke dalam KJA milik anggota kelompok dilakukan dalam beberapa tahap, seperti pemberian pakan, pencucian benih ikan kerapu macan, penyortiran dan pembersihan dan penggantian jaring budidaya.

Pemberian Pakan

Pola pemberian pakan ikan kerapu macan yang dilakukan oleh anggota kelompok Sea Farming adalah sebanyak dua kali dalam satu hari, yaitu pada pagi hari sekitar pukul 08.00-09.00 WIB dan pada sore hari pada pukul 16.00-17.00 WIB. Jenis pakan yang diberikan adalah ikan rucah segar yang dibeli atau didapatkan dari hasil mencari sendiri. Dosis pakan rucah yang diberikan oleh anggota Kelompok Sea Farming berdasarkan perbandingan antara biomassa ikan dengan jumlah pakan yang diberikan, sehingga jumlah pakan akan lebih efisien.

Gambar 11 Kegiatan pengambilan benih ikan kerapu macan oleh anggota Kelompok Sea Farming

44

Pencucian Ikan Kerapu Macan

Kegiatan pencucian ikan kerapu macan dengan menggunakan air tawar dilakukan untuk mencegah ikan kerapu macan terinfeksi oleh penyakit. Pengetahuan tersebut diperoleh anggota Kelompok Sea Farming dari tim ahli PKSPL IPB. Pencucian ikan kerapu macan dilakukan minimal dua kali dalam satu minggu. Kebanyakan anggota Kelompok Sea Farming menggunakan air hujan yang telah mereka tamping untuk mencuci ikan kerapu. Hal tersebut dilakukan karena sumber air tawar di Kelurahan Pulau Panggang tidak begitu bagus. Proses pencucian dilakukan dengan merendam ikan kerapu macan ke dalam wadah yang telah disediakan. Setelah itu, ikan kerapu macan dibiarkan beberapa saat (1 s.d 2 menit). Setelah itu ikan kerapu macan diusap-usap dengan tujuan untuk menghilangkan parasit yang menempel di badan ikan kerapu macan.

Penyortiran Ikan Kerapu Macan

Penyortiran ikan kerapu macan dilakukan oleh anggota Kelompok Sea Farming pada saat kegiatan pencucian. Dimana kegiatan penyortiran ini sangat penting dilakukan, agar ikan kerapu macan yang dibudidayakan pertumbuhannya seragam, terhindar dari penyebaran penyakit serta terhindar dari kematian akibat kanibalisme. Anggota Kelompok Sea Farming akan menyiapkan wadah atau biasa disebut “Tris” untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran dan ikan yang sakit. Ikan kerapu macan merupakan ikan buas “predator”, sehingga jika ikan yang berukuran kecil tidak dipisahkan maka akan menjadi mangsa bagi ikan kerapu macan yang berukuran lebih besar. Begitu juga jika ikan yang sakit tidak dipisahkan, maka penyebaran penyakit akan lebih mudah. Disamping itu kegiatan penyortiran juga untuk mengurangi tingkat kepadatan ikan dalam satu jaring.

Gambar 13 Kegiatan pencucian ikan kerapu macan

45

Pembersihan dan Penggantian Jaring Budidaya

Penggantian dan pembersihan jaring selama masa pemeliharaan selalu dilakukan oleh anggota Kelompok Sea Farming. Jaring yang kotor akibat penempelan sisa pakan, kotoran ikan atau biota penempel, seperti kerang, teritip, dan alga akan menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap kesehatan ikan kerapu macan. Karena jaring yang kotor akan menimbulkan penyakit bagi ikan serta sirkulasi udara dalam air terhambat. Pembersihan dilakukan dua minggu sekali sampai ikan berumur tiga bulan dan setelah umur tiga bulan sampai masa panen pembersihan jaring dilakukan dua bulan sekali.

Pemanenan Ikan Kerapu Macan Kelompok Sea Farming

Pemanenan ikan kerapu macan dilakukan oleh Kelompok Sea Farming ketika ikan kerapu macan telah memenuhi ukuran pasar (500 gram per ekor). Ikan kerapu macan yang dipelihara tidak semuanya dipanen, hal tersebut dikarenakan masih ada ikan kerapu macan yang belum mencapai ukuran pasar (di bawah 400 gram per ekor). Sehingga hanya ikan kerapu macan yang memiliki ukuran ≥ 500 gram per ekor yang akan dipanen. Biasanya kegiatan panen dilakukan pada bulan ke 9 s.d 10 dihitung mulai dari benih ikan kerapu macan mulai dipelihara oleh anggota Kelompok Sea Farming. Sedangkan untuk ikan kerapu macan yang belum memenuhi ukuran akan dipelihara sampai dengan ikan tersebut mencapai ukuran minimal 500 gram. Lamanya pemeliharaan dilakukan untuk ikan kerapu macan yang belum memenuhi ukuran pasar ± 2-3 bulan.

Pemasaran Ikan Kerapu Macan Kelompok Sea Farming

Anggota Kelompok Sea Farming sebelum melakukan kegiatan pemanenan ikan kerapu macan, terlebih dahulu mencari tahu informasi harga ikan keapu macan kepada sesama anggota pembudidaya Kelompok Sea Farming, maupun anggota pembudidaya kelompok lain. Setelah mengetahui harga yang berlaku, selanjutnya anggota Kelompok Sea Farming menanyakan harga ikan kerapu macan kepada pedagang pengumpul lokal yang berada di Kelurahan Pulau Panggang. Jika informasi harga sesuai dengan harga yang diharapkan oleh anggota Kelompok Sea Farming, maka anggota Kelompok Sea Farming tinggal menunggu pembeli yang akan membeli ikan kerapu macan milik anggota Kelompok Sea Farming.

Setelah anggota Kelompok Sea Farming menemukan calon pembeli, dan harga yang ditawarkan sesuai dengan kesepakatan tawar-menawar, maka selanjutnya tinggal menentukan waktu pemanenan ikan kerapu macan serta perjanjian pembayaran ikan kerapu macan kapan akan dilunasi oleh calon pembeli. Karena sistem pembayaran yang selama ini dilakukan oleh pedagang pengumpul lokal kepada setiap pembudidaya yang berada di Kelurahan Pulau Panggang dengan sistem “tempo. Dimana ikan kerapu macan dibawa terlebih dahulu oleh pedagang pengumpul lokal ke Jakarta untuk dijual kepada pedagang pengumpul besar, setelah itu ketika pedagang pengumpul lokal menerima pembayaran dari pedagang pengumpul besar. Baru pada hari berikutnya setelah pedagang pengumpul lokal kembali dari Jakarta, baru pembudidaya akan menerima pembayaran atas ikan kerapu macan yang telah mereka jual kepada pedagang pengumpul lokal tersebut.

46

Ketika harga ikan kerapu macan tidak sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh pedagang pengumpul lokal, maka anggota Kelompok Sea Farming tidak akan melakukan pemanenan, dan mereka lebih memilih menunggu sampai harga ikan kerapu macan sesuai dengan harga yang diinginkan oleh anggota Kelompok Sea Farming. Rata-rata anggota Kelompok Sea Farming menahan ikan kerapu macan miliknya selama ± 3 s.d 4 minggu. Lebih dari 4 minggu mereka mau tidak mau harus menjual ikan kerapu macan tersebut, karena mereka tidak mau mengambil risiko, seperti risiko kehilangan ikan kerapu macan akibat tindakan pencurian maupun risiko jaring robek dan risiko kematian.

Ikan kerapu macan yang dipanen harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu : 1). Tidak boleh terdapat luka dibagian badan, insang serta bagian ekor. 2). Ikan kerapu macan harus berukuran ≥ 500 gram pe ekor. 3). Ikan kerapu macan tidak boleh cacat fisik, seperti bengkok pada bagian badan, benggkok pada bagian mulut dan badan tidak boleh gepeng (pipih). 4). Ikan kerapu macan harus dalam keadaan hidup ketika dijual. Kriteria persyaratan tersebut tentunya berasal dari pedagang pengumpul lokal, yang mana pedagang pengumpul lokal juga mendapatkan persyaratan tersebut dari pedagang pengumpul besar di Jakarta. Begitu juga dengan pedagang pengumpul besar di Jakarta, dimana mereka harus memberlakukan persyaratan tersebut dikarenakan hal tersebut merupakan permintaan konsumen yang telah menjadi langganan pedagang pengumpul besar.

Karateristik Responden Pembudidaya

Pembudidaya ikan kerapu macan yang dijadikan responden pada kegiatan penelitian ini berjumlah 20 orang yang kesemuanya berasal dari Kelompok Sea Farming yang aktif. Pemilihan respoden atas dasar penunjukan dari ketua Kelompok Sea Farming. Setiap pembudidaya memiliki kesamaan dari penggunaan petak KJA, yaitu sebanyak 4 petak KJA yang digunakan untuk

47 kegiatan budidaya ikan kerapu macan. Setiap petak KJA berukuran 3 meter X 3 meter, sehingga luasan 4 petak KJA yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan kerapu macan sebesar 36 m². Disamping itu benih ikan kerapu macan yang akan dibudidayakan sama jumlahnya disetiap pembudidaya, yaitu berjumlah 370 ekor per orang dengan ukuran 10 cm per ekor. Volume produksi ikan kerapu macan yang dihasilkan oleh Kelompok Sea Farming pada saat penelitian dilakukan sebesar 1.373 kg dengan rata-rata berat 0,574 kg. Volume produksi ikan kerapu macan Kelompok Sea Farming dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 di bawah menjelaskan bahwa responden dua merupakan responden yang paling tinggi volume pemanenan ikan kerapu macan, yaitu berjumlah 108 kg. sedangkan volume terkecil sebesar 29.3 kg. Perbedaan jumlah panen ikan kerapu macan seperti terlihat pada Tabel 5 dikarenakan faktor teknik pemeliharaan dan pemanenan dini. Untuk teknik pemeliharaan, rata-rata anggota Kelompok Sea Farming masih banyak mengabaikan teknik pemeliharan yang baik dan benar, seperti pemberian pakan, pencucian ikan dan penggantian jaring.

Pemberian pakan yang tidak teratur akan menyebabkan kanibalisme pada benih ikan kerapu macan. Sehingga untuk menghindari kejadian tersebut, pemberian pakan yang teratur sangat penting diperhatikan. Sedangkan untuk pencucian dan penggantian jaring untuk menghindari pertumbuhan mikrroorganisme yang mampu menimbulkan serangan penyakit terhadap ikan kerapu macan. Sedangkan pemanenan dini dilakukan akibat dari desakan kebutuhan mendadak dari anggota Kelompok Sea Farming, seperti adanya kebutuhan berobat, maupun kebutuhan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Sehingga ikan kerapu macan yang belum masuk ukuran panen telah dipanen Tabel 5 Volume produksi ikan kerapu macan Kelompok Sea Farming tahun 2014

Responden Jumlah Panen (Kg) Persentase (%)

1 99 7,21 2 108 7,87 3 83,4 6,08 4 63,7 4,64 5 82 5,97 6 54,6 3,98 7 83,1 6,05 8 48,2 3,51 9 43 3,13 10 51,6 3,76 11 63,7 4,64 12 57 4,15 13 90,7 6,61 14 59 4,30 15 72,9 5,31 16 57,8 4,21 17 69,7 5,08 18 29,3 2,13 19 67,6 4,93 20 88,2 6,43 Jumlah 1.373 100

48

terlebih dahulu agar memperoleh dana tunai untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan yang telah disebutkan sebelumnya.

Dari total panen yang dilakukan oleh Kelompok Sea Farming seperti pada Tabel 5 di atas, masih tersisa sebanyak 1.845 ekor atau sebesar 24. 93 persen yang belum di panen, dikarenakan ikan kerapu macan belum masuk ukuran untuk panen. Sehingga dari total benih ikan kerapu macan yang dibudidayakan (7.400 ekor) yang telah dipanen sebanyak 32.47 persen, sedangkan sebanyak 42.59 persen mengalami kematian. Sehingga dengan demikian tingkat kematian ikan kerapu macan Kelompok Sea Farming masih terbilang tinggi.

Kegiatan budidaya ikan kerapu macan yang dilakukan oleh Kelompok Sea Farming masih bersifat tradisional, namun walaupun demikian Kelompok Sea Farming terus didampingi oleh PKSPL-IPB dalam melakukan kegiatan budidaya ikan kerapu macan. Rata-rata usia pembudidaya adalah diatas 45 tahun, dimana pembudidaya termuda berumur 25 tahun, sedangkan pembudidaya yang paling tua berumur 62 tahun. Persentase usia pembudidaya ikan kerapu macan Kelompok Sea Farming dapat dilihat lebih jelas pada Tabel 6.

Tabel 6 di atas menerangkan bahwa terdapat 2 orang pembudidaya yang berusia lanjut (61-70 tahun), sedangkan hanya 1 orang yang berusia paling muda

Dokumen terkait