• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

4.1. Gambaran Perusahaan

4.1.1. Sejarah PT Indofood Sukses Makmur, Tbk

PT ISM, Tbk bergerak dalam bidang industri makanan olahan yaitu pembuatan mie instan dan pengemasannya. PT ISM, Tbk didirikan pada tahun 1970 dengan nama PT Sanmaru Food Manufacturing Co, Ltd. Perusahaan ini mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1971 dengan jumlah karyawan yang dipekerjakan sebanyak 70 orang.

Pada tahun 1984 dan tahun 1988 terdapat dua perusahaan yang bergabung dengan PT Sanmaru Food Manufacturing Co, Ltd, yaitu PT Sarimi Asli Jaya dan PT Lambang Insan Makmur. Kemudian, pada tahun 1990 PT Sanmaru Food Manufacturing Co, Ltd mengubah namanya menjadi PT Panganjaya Intikusuma berdasarkan akta pendirian No. 228, tanggal 14 Agustus 1990.

Pada tahun 1994, perusahaan ini merubah namanya menjadi PT ISM berdasarkan akta pendirian No. 51, tanggal 5 Februari 1994. Seminggu kemudian yaitu pada tanggal 12 Februari 1994, perusahaan melakukan merger atau penggabungan dengan 18 perusahaan lain yang juga bergerak dalam bidang industri makanan. Perusahaan-perusahaan yang melakukan merger tersebut selanjutnya dibagi menjadi beberapa divisi di PT ISM. Divisi-divisi tersebut, antara lain Divisi Noodle, Divisi Ingredient, Divisi Packaging, Divisi Baby Food, Divisi Beverage, Divisi Snack, Divisi Distribusi, dan Divisi Pastry.

Pada tanggal 7 Maret 1994, PT ISM mengubah statusnya dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) dan pada tahun yang sama, PT ISM telah menjadi perusahaan yang go public dengan nama PT ISM, Tbk. Divisi Noodle yang merupakan salah satu divisi dalam PT ISM, Tbk mempunyai 15 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia

yaitu di Medan, Lampung, Palembang, Pontianak, Pekanbaru, Banjarmasin, Semarang, Cibitung, Ancol, Bandung, Surabaya, Beji, Teluk Kumai, Menado, dan Ujung Pandang. Divisi Noodle cabang Ancol tergolong berskala besar dan merupakan pabrik yang pertama kali berdiri.

Divisi Noodle, PT ISM, Tbk cabang Ancol terletak di Jalan Ancol I No. 4-5, Ancol Barat Jakarta Utara. Perusahaan ini berbatasan dengan PT Wirantono di sebelah utara, gudang kaca PT Asahi Mas di sebelah timur, Jalan Ancol I di sebelah selatan dan PT Wuhan di sebelah barat.

4.1.2. Struktur Organisasi

Organisasi merupakan alat manajemen pada praktik penyelenggaraan tugas dan kewajiban guna mencapai sarana perencanaan. Pentingnya manajemen dalam suatu perusahaan adalah untuk mengelola sumber daya yang ada sehingga dapat menghindari kesimpangsiuran kegiatan dalam perusahaan tersebut. Berdasarkan pola hubungan kerja, wewenang dan tanggung jawab, struktur organisasi perusahaan menggunakan struktur organisasi fungsional.

Divisi Noodle, PT ISM, Tbkmempunyai 15 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia dan setiap pabrik dipimpin oleh seorang General Manager atau Kepala Cabang. Khusus untuk pabrik di Tanggerang dan Ancol dipimpin oleh satu orang General Manager, demikian juga untuk dua pabrik di Surabaya.

Pada Divisi Noodle, PT ISM, Tbk cabang Ancol, dipimpin oleh General Manajer DKI yang mempuyai kewajiban umum memimpin unit produksi cabang dan membina hubungan dengan kantor pusat. General Manager juga bertanggung jawab penuh dalam penentuan arah organisasi dan memiliki otoritas tertinggi untuk menggerakkan semua komponen ke arah tujuan perusahaan. Dalam menjalankan tugasnya, General Manager membawahi 5 (lima) Manager, yaitu :

1. Factory Manager

Factory Manager bertanggung jawab dalam mengendalikan pelaksanaan proses produksi, mulai dari penyediaan bahan baku, perencanaan produksi, proses produksi sampai ke pergudangan. Dalam menjalankan tugasnya Factory Manager dibantu oleh Production Manager, Technik Manager, Ware House Manager, PPIC Supervisor, dan Purchasing Supervisor.

2. ProcessDevelopment and Quality Control (PDQC) Manager PDQC Manager mempunyai tugas menjaga mutu dan perkembangan produk. Dalam menjalankan tugasnya PDQC Manager dibantu oleh QC Supervisor.

3. Personel Manager

Personel Manager mempunyai tugas terhadap tercapainya produktivitas dan kesejahteraan karyawan yang meliputi penggajian dan latihan kerja. Dalam menjalankan tugasnya, Personel Manager dibantu oleh Personel Supervisor dan Kepala Satpam.

4. Financial and Accounting Manager

Financial and Accounting Manager bertanggungjawab pada pelaksanaan dan pengontrolan hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, seperti dalam hal administrasi penerimaan, kegiatan laporan keuangan, pengelolaan pembukuan yang berhubungan dengan pengelolaan pembelian. Dalam menjalankan tugasnya Financial and Accounting Manager dibantu oleh Accounting supervisor.

5. Area Sales Promotion (ASP) Manager

ASP Manager bertanggungjawab pada aspek produksi dan penjualan. Dalam menjalankan tugasnya ASP Manager dibantu oleh Area Sales Promotion Supervisor (ASPS), Electronic Data Processing (EDP) dan Administrasi, High Class Officer, Customer Service, dan Distribution Supervisor.

Gambar struktur organisasi Divisi Noodle, PT ISM, Tbk dapat dilihat pada Lampiran 1.

4.1.3. Kondisi Sumber Daya Manusia Perusahaan

Pada saat ini Divisi Noodle, PT ISM, Tbk cabang Ancol memiliki kurang lebih 1011 karyawan yang terdiri dari 700 orang pegawai pabrik dan 311 orang staf manajemen. Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh karyawan bervariasi mulai dari SD sampai dengan Strata Satu.

Karyawan non-manufacturing bekerja pada hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00-17.00 WIB dengan waktu istirahat satu jam. Sedangkan karyawan Manufacturing bekerja pada hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00-16.00 WIB dengan waktu istirahat satu jam dan hari Sabtu, mulai pukul 08.00-12.00. Untuk kegiatan produksi atau karyawan buruh pabrik dan bagian keamanan berlaku tiga shift, yaitu :

1. Shift satu, mulai pukul 07.00-14.30 2. Shift dua, mulai pukul 14.30-22.00, dan 3. Shift tiga, mulai pukul 22.00-06.30.

Perusahaan memberikan gaji setiap bulan sebagai kompensasi bagi setiap karyawan. Selain gaji, karyawan menerima tunjangan berupa tunjangan hari raya, tunjangan akhir tahun, biaya kesehatan dan rawat jalan bagi karyawan yang sakit serta karyawan diikutsertakan dalam Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk mensejahterakan karyawan dan sebagai motivasi agar karyawan mau bekerja secara optimal.

Dalam penerimaan pegawai, Divisi Noodle, PT ISM, Tbk menerapkan sistem berikut :

1. Internal

Apabila perusahaan membutuhkan seseorang untuk mengisi suatu jabatan tertentu, maka akan ditinjau dulu pegawai yang telah ada dan berpotensi untuk promosi jabatan. Pendaftaran

calon tenaga kerja internal dilakukan melalui kepala bagian masing-masing dengan disertai rekomendasi untuk masing- masing calon dan selanjutnya bagian personalia melakukan seleksi atau tes.

2. Eksternal

HRD akan merekrut SDM dari luar yang bermutu dengan spesifikasi pekerjaan yang dibutuhkan melalui kantor Departemen Tenaga Kerja, iklan, Biro Konsultasi, atau dengan pemasangan pengumuman di lingkungan perusahaan.

Dalam rangka memperbaiki atau meningkatkan komitmen perusahaan terhadap kepercayaan pelanggan, maka perusahaan berusaha untuk meningkatkan mutu dan inovasi, khususnya pada tenaga kerja. Salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu dan inovasi tenaga kerja adalah melalui pelatihan. Pelatihan yang dilakukan perusahaan terdiri dari tiga kategori, yaitu :

1. Pelatihan Dasar

Pelatihan dasar adalah pelatihan pembekalan dasar seseorang karyawan untuk dapat bekerja dan berprilaku sebagai karyawan yang baik. Pelatihan ini terdiri dari pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) untuk karyawan manufacturing dan non-manufacturing, serta pelatihan Hazard Analytical Critical Control Point (HACCP) khusus untuk karyawan manufactring.

2. Pelatihan Teknis Fungsional

Pelatihan teknis fungsional adalah jenis pelatihan yang berguna untuk memperbaiki tingkat pengetahuan dan keterampilan masing-masing karyawan sesuai bidang tugasnya. 3. Pelatihan Manajerial

Pelatihan manajerial adalah jenis pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajerial.

Dokumen terkait