BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum
1. Profil SMP Negeri 1 Tawangmangu
Nama sekolah : SMP Negeri 1 Tawangmangu
Alamat : Jalan : Lawu No 10 Tawangmangu Desa/Kecamatan : Tawangmagu/Tawangmagu Kab/Kota : Karanganyar No. Telp : 0271 697061 NSS/NSM/NDS : 201031306003 Jenjang akreditasi : A Tahun didirikan : 1967
Kepemilikan tanah : Pemerintah
Luas tanah : 3,245 M2
Luas bangunan : 1243,1 M2
2. Visi, Misi Dan Tujuan SMP Negeri 1 Tawangmangu a. Visi
Visi adalah gambaran masa depan yang diinginkan sekolah, agar sekolah dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangannya ke masa depan. Adapun visi SMP Negeri 1 Tawangmangu “Mampu dalam mutu, Santun dalam perilaku”. Dengan indikator sebagai berikut :
2) Mampu meningkatkan mutu dalam bidang computer.
3) Mampu dalam bidang olahraga dengan tim sepak bola yang trampil pada tingkat kabupaten.
4) Mampu pada bidang kesenian pada olah seni vokal.
5) Mampu membentuk perilaku yang santun, berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa.
b. Misi
Misi adalah tindakan untuk mewujudkan / merealisasikan visi atau dikatakan bahwa misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi. Adapun misi dari SMP Negeri 1 Tawangmangu adalah :
1) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dengan menghindarai jam-jam kosong.
2) Melaksanakan pelajaran muatan lokal jenis keterampilan komputer. 3) Membentuk tim sepak bola yang handal.
4) Memupuk siswa dalam olah vokal.
5) Memotivasi siswa untuk melaksanakan ajaran agama yang dianutnya sebagai dasar pembentukan akhlak dan perilaku.
c. Tujuan
1) Terwujudnya siswa yang beriman, bertaqwa, berbudi luhur dan santun dalam perilaku.
ketrampilan untuk kemajuan umat dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.
3) Bersama pemerintah mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan UUD 1945 pasal 31.
3. Kondisi sekolah
SMP Negeri 1 Tawangmagu memiliki bangunan yang bertingkat yang terdiri dari dua lantai yang terdiri dari 18 ruang teori yaitu 6 ruang untuk kelas VII, 6 ruang untuk kelas VIII, 6 ruang untuk kelas IX. Baik kelas VII, VIII maupun IX memiliki kelas ungulan yang berjumlah 1 kelas yaitu kelas bilingual. Selain itu juga terdapat ruang perpustakaan, ruang OSIS, laboratorium IPA, ruang komputer, ruang multimedia, ruang keterampilan, ruang BK, ruang kepala sekolah, TU, koperasi, kantin, halaman, tempat parkir, serta kamar mandi. Semua ruangan tersebut masih dalam kondisi baik.
Guru dan karyawan yang ada di SMP N 1 Tawangmangu yaitu guru tetap 42 orang, guru tidak tetap 4 orang, karyawan tetap 10 dan pustakawan 1 orang. Siswa pada tahun ajaran 2009/2010 secara keseluruan berjumlah 379 siswa, meliputi 180 siswa untuk kelas VII, 216 siswa untuk kelas VIII dan 646 siswa untuk kelas IX.
Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 1 Tawangmangu Tahun Ajaran 2009/2010
Sumber: Arsip SMP Negeri 1 Tawangmagu 2009/2010
Kegiatan dan uraian tugas masing-masing komponen dalam struktur organisasi adalah sebagai berikut :
Kepala sekolah
Wakil Kep. Sekolah
Komite Sekolah
UR. Kurikulum UR. Kesiswaan SarPras Humas
Tata Usaha
Perpustakaan Laborat
Guru BK/BP
Wali Kelas Guru Mata Pelajaran
1) Kepala Sekolah selaku Pimpinan Sekolah mempunyai tugas: menyusun perencanaan, mengorganisasi kegiatan, mengarahkan kegiatan, mengkoordinasikan kegiatan, melaksanakan kegiatan, melaksanakan evaluasi, menentukan kebijaksanaan, mengadakan rapat, mengambil keputusan, mengatur proses belajar mengajar, mengatur administrasi, mengatur OSIS, mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha
2) Kepala Sekolah selaku administrator bertugas: Menyelenggarakan administrasi: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian, kurikulum, kesiswaan, kantor, kepegawaian, perlengkapan, keuangan, perpustakaan, laboratorium, keteramplan atau kesenian.
3) Kepala Sekolah selaku supervisor bertugas: menyelenggarakan supervise mengenai kegiatan: belajar mengajar, bimbingan penyuluhan, ekstra kurikuler, ketatausahaan, kerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha. b. Komite Sekolah
Tugas dan fungsi utama badan in dapat memberikan masukan,pertimbangan (advisory agency) dan rekomendasi pada satuan pendidikan mengenai :
1) Kebijakan dan program pendidikan.
2) Rencana anggaran pendidikan dan belanja sekolah (RAPBS). 3) Kreteria kinerja satuan pendidikan.
6) Kreteria fasilitas pendidikan. c. Wakil kepala sekolah
1) Wakil Kepala Sekolah urusan kurikulum
Membantu kepala sekolah dalam kegiatan menyusun program pengajaran, menyusun pembagian tugas, menyusun jadwal pelajaran, menyusun jadwal evaluasi belajar, menyusun pelaksanaan UAN atau UNAS, menyusun dan menerapkan criteria dan kelulusan, menetapkan jadwal penerimaan buku raport dan STTB, mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pelajaran, menyediakan buku kemajuan kelas, menyusun laporan pelaksanaan pelajaran, menyusun laporan kegiatan kurikulum dan menyelesaikan administrasi kurikulum.
2) Wakil Kepala Sekolah urusan kesiswaan
Membantu kepala sekolah dalam urusan menyusun program pembinaan kesiswaan atau OSIS, melaksanakan pembimbingan dan pengendalian kegiatan siswa dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah, memberikan pengarahan dalam pemilihan pegurus OSIS, melakukan pembinaan terhadap OSIS dalam organisasi, menyusun program dan jadwal pembinaan secara berkala dan insidental, melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan penerimaan beasiswa, memilih siswa untuk mengikuti kegiatan di luar sekolah, menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala, mengatur mutasi siswa, menyusun dan menertibkan administrasi kelas.
Membantu kepala sekolah dalam kegaitan Mengatur dan melaksanakan hubungan sekolah dengan orang tua/wali murid, membina hubungan sekolah dengan komite sekolah dan steak holder, menyusun laporan pelaksanaan hubugan dengan masyarakat secara berkala dan mengarsip administrai kegiatan kepala sekolah denga masyarakat.
4) Wakil Kepala Sekolah urusan sarana prasarana
Membantu kepala sekolah dalam urusan menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, mengkoordinir kegiatan keuangan sekolah, menyusun RAPB sekolah, mengkoordinir laporan keuangan dengan majlis dikdasmen, pengelolaan dan pembiayaan sarana dan prasarana sekolah dan menyusun penghapusan barang
5) Kepala Tata Usaha
Mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah. Tugas kepala tata usaha meliputi:
a) Menyusun tata usaha sekolah.
b) Penyusunan administrasi guru, karyawan dan siswa.
c) Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah. d) Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah.
e) Penyusunan dan penyajian ststistik sekolah.
Tugas koordinator BP/BK:
a) Menyusun dan melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan yang meliputi waktu kegiatan, metode bimbingan dan penyuluhan, peralatan dan biaya teknik pengolahan data hasil bimbingan dan penyuluhan serta petugas BP
b) Mengadakan koordinasi dengan wali kelas, guru bidang studi dan ketua jurusan serta urusan kesiswaan dalam rangka pembinaan kesiswaan dan orang tua/wali siswa.
c) Menyusun dan melaksanakan program kerjasama dengan instansi lain yang relevan serta urusan baik pemerintah maupun swasta dengan memelihara dan mengembangkan hubungan baik dengan sekolah dengan orang tua dan sekolah dengan lembaga pemerintahan maupun swasta masyarakat.
d) Mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan. e) Menyusun statistik hasil evaluasi bimbingan dan penyuluhan. 7) Wali Kelas
Bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah terhadap siswa di kelas yang diampunya. Selaku pembantu kepala sekolah, wali kelas mempunyai tugas antara lain sebagai berikut :
a) Sebagai pengganti orang tua di sekolah.
b) Bersama petugas BP untuk mengadakan pendekatan tentang keadaan pribadi siswa untuk mengisi kertas putih.
rapi, bersih, dan menggairahkan untuk berlangsungnya proses belajar mengajar.
d) Mengenal pribadi dan lingkungan keluarga dan masyarakat dari setiap siswa di bawah asuhannya.
e) Mengatur pembagian dan koordinasi kerja kelompok. f) Mengadakan komunikasi dengan orang tua/wali siswa. 8) Guru Mata Pelajaran
Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mepunyai tugas melaksanakan proses belajar dengan efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab guru secara lengkap adalah sebagai berikut:
a) Membuat program pengajaran (tahunan dan semesteran). b) Membuat Silabus dan Rencana Pembelajaran.
c) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
d) Melaksanakan kegiatan penilaian belajar (harian, tugas, semester). e) Mengisi daftar nilai siswa.
f) Melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar. g) Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.
h) Membuat catatan tentang kemajuan masing-masing siswa.
i) Mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya
1. Uji Validitas
Kriteria uji validitas adalah item dikatakan valid jika harga rhitung > rtabel atau nilai signifikansi < 0,05 dan item dikatakan tidak valid jika harga rhitung < rtabel atau nilai signifikansi > 0,05. Adapun ringkasan hasil uji validitas masing-masing angket terdapat pada Tabel 4.1, Tabel 4.2. dan Tabel 4.3.
Tabel 4.1. Ringkasan Uji Validitas Angket Media Belajar No item rxy r(0,05;30) sig. Kesimpulan
1. 0,419 0,361 0,021 Valid 2. 0,566 0,361 0,001 Valid 3. 0,446 0,361 0,014 Valid 4. 0,476 0,361 0,008 Valid 5. 0,466 0,361 0,009 Valid 6. 0,720 0,361 0,000 Valid 7. 0,534 0,361 0,002 Valid 8. 0,130 0,361 0,493 Tidak Valid 9. 0,491 0,361 0,006 Valid 10. 0,560 0,361 0,001 Valid 11. 0,560 0,361 0,001 Valid 12. 0,474 0,361 0,008 Valid 13. 0,569 0,361 0,001 Valid 14. 0,557 0,361 0,001 Valid 15. 0,213 0,361 0,258 Tidak Valid Sumber: ringkasan dari Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa terdapat 13 item yang valid, yaitu item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 13 dan 14, sehingga item-item tersebut boleh dipakai sebagai instrumen pengumpulan data. Sedangkan untuk item 8 dan 15 dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan.
No item rxy r(0,05;30) sig. Kesimpulan 1. 0,629 0,361 0,000 Valid 2. 0,610 0,361 0,000 Valid 3. 0,463 0,361 0,010 Valid 4. 0,470 0,361 0,009 Valid 5. 0,560 0,361 0,001 Valid 6. 0,429 0,361 0,018 Valid 7. 0,492 0,361 0,006 Valid 8. 0,457 0,361 0,011 Valid 9. 0,418 0,361 0,022 Valid 10. 0,397 0,361 0,030 Valid 11. 0,438 0,361 0,015 Valid 12. 0,238 0,361 0,205 Tidak Valid 13. 0,464 0,361 0,010 Valid 14. 0,536 0,361 0,002 Valid 15. 0,461 0,361 0,010 Valid Sumber: ringkasan dari Lampiran 6
Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa terdapat 14 item yang valid, yaitu item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 13, 14 dan 15, sehingga item-item tersebut boleh dipakai sebagai instrumen pengumpulan data. Sedangkan untuk item 12 dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan.
Tabel 4.3. Ringkasan Uji Validitas Angket Penggunaan Waktu Belajar No item rxy r(0,05;30) sig. Kesimpulan
1. 0,616 0,361 0,000 Valid 2. 0,577 0,361 0,001 Valid 3. 0,081 0,361 0,672 Tidak Valid 4. 0,435 0,361 0,016 Valid 5. 0,478 0,361 0,008 Valid 6. 0,441 0,361 0,015 Valid 7. 0,497 0,361 0,005 Valid 8. 0,403 0,361 0,027 Valid 9. 0,566 0,361 0,001 Valid 10. 0,512 0,361 0,004 Valid 11. 0,404 0,361 0,027 Valid 12. 0,431 0,361 0,017 Valid 13. 0,587 0,361 0,001 Valid 14. 0,599 0,361 0,000 Valid 15. 0,147 0,361 0,437 Tidak Valid Sumber: Ringkasan dari Lampiran 9
Berdasarkan Tabel 4.3 diketahui bahwa terdapat 13 item yang valid, yaitu item 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, dan 14, sehingga item-item tersebut boleh dipakai sebagai instrumen pengumpulan data. Sedangkan untuk item 3 dan 15 dinyatakan tidak valid dan dikeluarkan.
2. Uji Reliabilitas
Selain dilakukan uji validitas, angket juga diuji reliabilitasnya. Uji reliabilitas dilakukan untuk item yang akan digunakan sebagai instrumen penelitian, sehingga uji reliabilitas hanya dilakukan untuk item yang valid saja. Hasil uji reliabilitas disajikan dalam Tabel 4.4 sebagat berikut:
Tabel 4.4. Hasil Uji Reliabilitas
Angket Koefisien reliabilitas Kategori
Media belajar 0,785 Tinggi
Cara-cara belajar 0,755 Tinggi
Penggunaan waktu belajar 0,761 Tinggi
Sumber: Ringkasan dari Lampiran 4, 7 dan 10
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa angket media belajar memiliki nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,785. Untuk angket cara-cara belajar memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,755. Untuk angket penggunaan waktu belajar memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,761. Jadi masing-masing angket termasuk berkategori reliabilitas tinggi.
Dari hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat simpulkan bahwa angket media belajar, angket cara-cara belajar dan
instrumen penelitian.