Solo Paragon merupakan gabungan antara a pa rtment, city wa lk, hotel dan mall yang terletak di tiga jalan utama yaitu Jl. Slamet Riyadi, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo, Jl. Yosodipuro.Solo Paragon terletak di lokasi yang cukup strategis, dekat denganpusat Kota Solo yaitu di antara 3 Kelurahan yaitu kelurahanMangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kelurahan Sriwedari dan KelurahanPenumping, Kecamatan Laweyan tepatnya pada lahan bekas Rumah SakitUmum Dr. Muwardi. Lokasi yang strategis karena letak Solo Paragon yang juga berada di bagian barat Kota Surakarta yang mana kawasan tersebut merupakan pusat pertumbuhan utama Kota Surakarta.Selain itu, mudah untuk dijangkau dari arah manapun karena dihubungkandengan jalan-jalan kolektor seperti Jalan Slamet Riyadi, Jalan Yosodipurodan Jalan Ciptomangunkusumo.
Gambar 3.1 Lokasi Solo Paragon
Solo Paragon, Luxury Apa rtment – City Wa lk – Hotel – Lifestyle Ma ll, adalah mega proyek pertama yang ditangani oleh PT. Sunindo Gapura
commit to user
Prima. Dibangun di atas lahan seluas +/- 4,1 hektar merupakan superblock pertama dan termegah di Solo dan menjadi kebanggaan Jawa Tengah. Groundbrea king dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2007 dan Topping Off dilaksanakan pada 27 Juni 2009, kedua moment itu diresmikan oleh Mentri Perumahan Rakyat RI, Bapak Yusuf Asy’ari.
PT. Sunindo Gapura Prima merupakan gabungan 2 perusahaan besar yang telah berpengalaman di bidang properti selama lebih dari 30 tahun, yaitu PT. Sunindo Primaland (Anak perusahaan Sun Motor Grup) dan Gapura Prima Grup. Keduanya sepakat menandatangani kerjasama pada 7 November 2007 di Surakarta.
Ternyata bukan hanya Solo Paragon saja yang menjadi proyek yang dibangun oleh PT. Sunindo Gapura Prima namun ada proyek-proyek lain yang dibangun oleh perusahaan ini di antaranya adalah Novotel Solo, Ibis Solo, Phoenix Hotel Yogyakarta, Novotel Semarang, Best Western Premier Solo, Solo Grand Mall, Pusat Grosir Solo, The Bellezza Apartment Jakarta, The Bellagio Apartment Mega Kuningan Jakarta, The Majesty Apartment Bandung, Grand SetiaBudi Apartment Bandung, Galeri Ciumbuleuit Apartment Bandung dll.
Solo Paragon dipegang oleh Chandra Tambayong pemilik PT.Gapura Sunindo Prima yangbekerja sama dengan Sun Motor. ManajemenSolo Paragon telah melakukan finalisasi tender pembangunan SoloParagon dengan menunjuk Manajemen Kontruksi (Tripanoto
commit to user
SriKonsultan), Konsultan Arsitek (Indomegah), Konsultan Struktur (DavySukamta & Partners), M&E Konsultan (Metakom Pranata), dan QualitySurveyor (Reka Griya Mitra Buana). Sebelum Solo Paragon, GapuraPrima Group hadir sebagai pengembang Surakarta Grand Mall dan PusatGrosir Surakarta. Sunindo Primaland Group merupakan pemilik Hotel Novotel Surakarta, Hotel Ibis Surakarta, Hotel Grand Mercure Jogja, danHotel NovotelSemarang.
Untuk pengelolaan hotel, managemen Solo Paragon mempercayakan kepada TauziaHotel Management, untuk memegang residence baik apartemen maupun kondotelnya managemen Solo Paragon mempercayakan kepada Harris Hotel. Inimerupakan pilihan yang tepat, mengingat Harris Hotel terkenal dengankeahliannya di bidang residence terutama pengalamannya dalammengelola hotel-hotel sebelum hadir di Surakarta. Seperti Harris ResortBatam, Harris TubanBali, Harris Resort Kuta Bali, dan Harris Hotel TebetJakarta. Untuk Kota Surakarta, akan hadir dengan nama Harris Hotel danResidences Surakarta. Harris Hotel dan Residences Surakarta agakberbeda dengan di daerah lain. Selain area Solo Paragon lebih luas danlay out yang bervariasi, hunian modern di Surakarta ini menggabungkanservis sub sektor apartemen dengan life style ma ll dan city wa lk.
Tabel 3.1 Identitas Pembangunan Solo Paragon
commit to user
(Gapura Prima & Sun Motor Group) Alamat Jalan. Yosodipuro no. 135, Surakarta
Luas Lahan 41.000 m2
Luas Bangunan 99.043 m2
Arsitek Architect Indomegah
Struktur Davy Sukamta & Partners Mekanikal &Elektrikal PT. Metakom Pranata ManajemenKonstruksi PT. Trianoto
Pengelola Harris Hotel OperationalDirector Budianto Wiharto President Director Chandra Tambayong Rencana
mulaiberoperasi
awal 2010 oleh Harris Hotel dan Residences Surakarta Konsep mix used developmentyang menggabungkan Resort
Apa rtment, Citywa lk & Lifestyle Ma ll, TargetPembangunan selesai pada akhir tahun 2013 nanti Perizinan TDP (11.16.1.52.01428),
SIUP (517/0454/PK/IV/2008),
Rekomendasi Ketinggian Bangunan dari AU
(B/394/IV/2008),
Izin Gangguan Tempat Usaha. (503/0412/B-
commit to user Sumber : Ma na jemen Solo Pa ra gon
A.1. Sejarah Solo Paragon
Sejarah awal kawasan Solo Paragon dahulunya yaitu berupa RSUPDr. Muwardiyang berdiri sejak jaman Belanda sampai dengan jaman ordebaru tahun 1996 dan kemudian dipindah tangan ke Ibu Tin Soeharto yangrencananya akan diganti nama dengan Yayasan Harapan Kita khususuntuk jantung. Namun belum sempat itu terjadi, beliau Ibu Tin Soehartosudah meninggal dunia.
Ketika Tahun 1996 terjadi krisis moneter globaldi Indonesia, RSUP ini dipindah ke Kecamatan Jebres. Lalu tanah seluas ±4 Ha tersebut dijual dan dibersihkan sampai menjadi tanah kosong.
Advice Planning Untuk Ketinggian 84 mtr
(660/062/B- 10/AP/IV/2008),
No Pendaftaran IMB (601/484/L-05/IV/2008),
Surat Ketetapan Retribusi IMB (601/2431/L-
05/IV/2008).
Harga Dimulai dari harga 250 juta pada grandopening untuk tipepaling kecil dan untukcicilan 6 jutaan per bulan dan cicilan42 kali tanpa DP dan tanpa bunga
Fasilitas Lagoon Pool, Jogging Tra ck, Mini Golf, Children Pla yGround, Fitness & Spa, Laundry, Function Ha ll, dan 24 Hours Security System ( CCTV &Ma gnetic Ca rd )
commit to user
Sampaipada sekitar tahun 1998, datang suatu perusahaan besar Citraland yanghendak membeli tanah tersebut dan akan dibangun mall. Namun, karena pada tahun itu nilai dolar tinggi, rupiah menurun drastis, harga-harga bahan bangunan melambung tinggi, dan kondisi perekonomian negara tidak stabil/colla pse, maka terjadi dea dlock terhadap pihak Citraland karena tidak mampu lagi melanjutkan proyek pembangunan mall tersebut. Padahal proses pembangunan sudah sampai pada pemasangan tiangpancang. Sampai pada akhirnya tahun 2000 tanah itu menjadi rata selamabertahun-tahun.Sampai pada akhirnya di tahun 2006, masuklah 2 pengusaharaksasa PT. SUNINDO GAPURA PRIMA dan SUN MOTOR yangtertarik untuk saling bekerja sama membangun tanah seluas ± 4 Hatersebut untuk dibangun resort apartemen, kondotel, life style ma ll dan citywa lk yang menjadi satu kesatuan dan dinamakan Solo Paragon.
MelihatKota Surakarta yang perekonomiannya semakin menggeliat baik, skalanasional bahkan sampai dengan skala internasional. Itulah yang menjadipertimbangan utama perusahaan tersebut untuk mengadakan pembangunanini demi prospek investasi yang baik sampai beberapa tahun ke depan.Saat ini awal tahun 2010 perkembangan pembangunan SoloParagon sampai pada tahap penyelesaian apartemen dan kondotel, dankemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan mall beserta city wa lkyang rencananya akhir tahun ini akan selesai. Itupun untuk apartemen sendiri sudah hampir 90%
commit to user
terjual oleh warga Kota Surakarta sendiri maupun orang-orang dari luar Kota Surakarta yang hendak menetap disitu maupun hanya sekedar untuk melakukan investasi saja.
Tabel 3.2 Tahap Perjalanan Solo Paragon