• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4. HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1. Gambaran Umum Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Kabupaten Labuhanbatu Selatan merupakan daerah otonomi baru yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu yang diresmikan pada tanggal 21 Juli 2008, sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan di Provinsi Sumatera Utara.

Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah sebagai berikut :

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dan Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Kabupaten Labuhanbatu Selatan terletak pada 1°26’00” - 2° 12’55” Lintang Utara, 99°40’00” - 100°26’00” Bujur Timur, umumnya berada pada ketinggian 0 - 100 m di atas permukaan laut dan 100 – 500 m di atas permukaan laut hanya berada di bagian barat tepatnya di Kecamatan Sungai Kanan. Secara umum Kabupaten Labuhanbatu Selatan beriklim tropis yang ditandai dengan adanya musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau dan musim penghujan ditandai dengan sedikit banyaknya hari hujan dan volume curah hujan pada bulan terjadinya musim.

Luas wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah 3.116 Km² yang terdiri dari 5 kecamatan dengan 52 desa dan 2 kelurahan defenitif. Adapun luas wilayah masing-masing kecamatan tersebut adalah : 1) Kecamatan Torgamba dengan luas wilayah 1.136,40 Km² dan beribukota di Cikampak, 2) Kecamatan Kampung Rakyat dengan luas wilayah 709,15 Km² dan beribukota di Tanjung Medan, 3) Kecamatan Sungai Kanan dengan luas wilayah 484,35 Km² dan beribukota di Langga Payung, 4) Kecamatan Kotapinang dengan luas wilayah 482,20 Km² dan beribukota di Kotapinang, 5) Kecamatan Silangkitang dengan luas wilayah 303,70 Km² dan beribukota di Silangkitang. Berikut ini disajikan tabel luas wilayah kecamatan, ibu kota kecamatan dan jarak tiap kecamatan ke ibu kota kabupaten.

Tabel 4.1. Luas Wilayah, Ibu Kota dan Jarak Tiap Kecamatan ke Ibu Kota Kabupaten

No. Kecamatan Ibu Kota

Kecamatan Luas Area (Km2) Jarak ke Ibukota Kabupaten (km) 1. 2. 3. 4. 5. Kotapinang Torgamba Sungai Kanan Kampung Rakyat Silangkitang Kotapinang Cikampak Langga Payung Tanjung Medan Silangkitang 482,40 1.136,40 484,35 709,15 303,703 - 21 33 24 22 TOTAL 116,00

Sumber : Profil Kesehatan Labuhanbatu Selatan Tahun 2012

Posisi Kabupaten Labuhanbatu Selatan memiliki akses darat yang cukup strategis karena :

a. Berada pada jalur yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah yang ada di Sumatera Utara, bahkan mempunyai akses jalur ke luar provinsi maupun ke luar negeri (berbatasan dengan Selat Malaka).

b. Berdekatan dengan wilayah Provinsi Sumatera Barat dan Riau.

Kedudukan ini dapat menguntungkan wilayah perencanaan dalam hal ini distribusi produksi kegiatan perekonomian atau keterkaitan pada pasar yang lebih luas.

B. Kependudukan

Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah kabupaten yang penduduknya terdiri dari beragam etnis dan budaya. Etnis yang terdapat di Kabupaten Labuhanbatu

Selatan cukup beragam di antaranya : Jawa 49,93 %, Batak 45,43 %, Minang 0,58 %, Melayu 0,47 %, Aceh 0,15 % dan lainnya 3,43 %.

Sesuai dengan data dari Kantor Statistik Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2012, penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan tercatat sebanyak 284.809 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 91,40 jiwa per Km². Jumlah penduduk menurut kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Kecamatan Penduduk Kepadatan Penduduk Per

Km2 Kotapinang Kampung Rakyat Sungai Kanan Silangkitang Torgamba 54.168 jiwa 51.112 jiwa 47.211 jiwa 35.140 jiwa 97.178 jiwa 112,29 72,08 97,47 115,71 85,51

Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2012

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibanding dengan jumlah penduduk perempuan yaitu 145.214 jiwa penduduk laki-laki dan 139.595 jiwa penduduk perempuan. Dengan demikian, rasio penduduk menurut jenis kelamin adalah sebesar 104,02 %. Kecamatan yang memiliki rasio penduduk menurut jenis kelamin yang terbesar adalah Kecamatan Torgamba, yaitu sebesar 117,83 % dan kecamatan yang memiliki rasio penduduk menurut jenis kelamin yang terkecil adalah Kecamatan Kampung Rakyat, yaitu sebesar 86,46 %.

Berdasarkan rata-rata banyaknya anggota keluarga di Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada tahun 2012 adalah 4,26 yang artinya rata-rata setiap keluarga terdiri dari

4-5 orang anggota keluarga. Kecamatan yang rata-rata anggota keluarganya paling banyak adalah Kecamatan Silangkitang yaitu 5,8 orang dan kecamatan yang rata-rata anggota keluarganya paling sedikit adalah Kecamatan Torgamba yaitu 3,32 orang.

Komposisi penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan menurut umur diperoleh data bahwa penduduk yang berusia (0-14 tahun) sebanyak 28.118 jiwa, yang berusia produktif (15-64 tahun) sebanyak 54.668 jiwa dan yang berusia (>=65 tahun) sebanyak 2.465 jiwa. Dengan demikian didapati Angka Beban Tanggungan (Depency Ratio) penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah sebesar 55,92 %. C. Sosial, Ekonomi dan Budaya

C.1 Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu indikator penting yang sering ditelaah dalam mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara. IPM dikenal juga dengan istilah Human Development Indeks (HDI). Melalui pengetahuan, pendidikan berkontribusi terhadap perubahan perilaku kesehatan. Pengetahuan yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor pencetus (predisposing factor) yang berperan dalam memengaruhi keputusan seseorang untuk berprilaku hidup sehat. Dengan berperilaku hidup sehat tentunya akan meningkatkan derajat kesehatan pula. Program wajib belajar 9 tahun yang diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional dan diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2008, di mana setiap anak usia 7-15 tahun harus menjalani jenjang pendidikan dasar, memiliki arti penting untuk meraih peluang seluas-luasnya bagi komunitas ini untuk mengecap

pendidikan. Namun masih ada juga kelompok ini yang belum dapat mengecap pendidikan, diakibatkan pengaruh kultur dan budaya serta kesempatan yang beragam antar daerah di Propinsi Sumatera Utara. Pada tahun 2012, tingkat pendidikan yang paling banyak ditamatkan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah tingkat Sekolah Dasar dan yang sederajat. Tingkat pendidikan terakhir penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang berusia 10 tahun ke atas, paling banyak adalah Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat. Jumlah penduduk yang menduduki bangku perkuliahan masih minim dan data riil dari lapangan belum dapat disajikan saat ini. Kemampuan membaca dan menulis tercermin dari Angka Melek Huruf yaitu penduduk usia 10 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya. Pada tahun 2012, persentase penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang Melek Huruf sebanyak 62,39%. Persentase penduduk Melek Huruf terbesar terdapat di Kecamatan Kotapinang yakni sebesar 79,50%, sedangkan yang persentasenya terkecil adalah Kecamatan Kampung Rakyat yakni sebesar 51,59%. C.2 Agama

Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah kabupaten yang memiliki keanekaragaman sosial dan budaya, demikian juga dengan agama yang dianut oleh penduduknya. Namun demikian, hubungan antar umat beragama dapat terjalin dengan harmonis. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sangat baik menjalankan tugas dan fungsinya dalam membina kerukunan antar umat beragama. Menurut data yang bersumber dari Profil Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2012/2013 menunjukkan bahwa sebagian

besar penduduk Kabupaten Labuhanbatu Selatan menganut agama Islam (87,58%), disusul kemudian agama Protestan (11,22%), Katolik (1,03%), Budha (0,14%), Hindu (0,02%) dan lainnya sebesar 0,01%.

C.3 Perekonomian

Potensi utama perekonomian bersumber dari : 1) Pertanian dan perkebunan, 2) Pertambangan dan penggalian, 3) Industri pengolahan, 4) Listrik, gas dan air bersih, 5) Kontruksi, 6) Perdagangan, hotel dan restoran, 7) Pengangkutan dan komunikasi, 8) Keuangan, sewa dan jasa perusahaan, 9) Jasa-jasa.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah 63,80%. Jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja adalah sebanyak 126.221 jiwa yang terdiri dari 119.271 jiwa yang bekerja dan 6.940 jiwa yang tidak bekerja pengangguran).

Sektor terbesar yang menampung angkatan kerja ini adalah pada sektor perkebunan dan pertanian yaitu sebanyak 84.968 jiwa dan sebanyak 15.510 jiwa bekerja pada sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel. Selebihnya tertampung di sektor jasa-jasa.

4.1.2. Gambaran Umum Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan

Dokumen terkait