V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.2 Gambaran Umum PDAM Tirtauli Pematangsiantar
Sistem penyediaan air minum Kota Pematangsiantar mulai dirintis pada tahun 1916, dikelola oleh perkebunan Siantar Estate untuk kebutuhan air di perkebunan tersebut dengan membangun bak pengumpul pada umbul (mata air) Simarito dengan Kapasitas 15 Liter per detik. Pada tahun 1920 Pemerintah Belanda mengambil alih sumber air Simarito dan diberi nama Gameente Water Leiding Bedrijh (Perusahaan Air Kota) dengan perjanjian tetap memberikan air kepada perkebunan. Mengingat perkembangan daerah dan penduduk kota yang semakin meningkat, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, maka pada tahun 1940 dibangun Sumur Bor yang terletak di jalan Sabang Marauke dengan Kapasitas 4,1 Liter per detik.
Tahun 1953 dibangun lagi Bron Captering pada Umbul Naga Huta I dengan kapasitas 5,80 Liter per detik. Kemudian tahun 1954 di bangun tambahan Bron Captering Umbul Naga Huta II dengan kapasitas air 27,40 Liter per detik.Tahun 1959 dibangun Broncaptering Umbul Pancur Lima dengan kapasitas air 18,20 Liter per detik, untuk memenuhi perkembangan daerah dan masyarakat yang semakin meningkat. Kemudian tahun 1971 dibangun lagi Umbul Naga Huta
III, dengan jarak sekitar 500 meter dari Umbul Naga Huta I dan II dengan kapasitas 35 Liter per detik, dan dibangun lagi tahun 1974 Umbul Naga Huta IV dengan kapasitas 14,40 Liter per detik. Tahun 1977 dibangun 3 (tiga) sumber air di Umbul Mual Goit dengan kapasitas total 226,60 Liter per detik. pengelolaan sistem air minum sampai saat itu dilaksanakan oleh Dinas Air Pemerintah Daerah kotamadya Dati II.
Berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat II Pematangsiantar No.9 Tahun 1976, Lembaran Daerah Tingkat II Pematangsiantar No. 18 Tahun Seri: B No: 13. Sesuai dengan Surat Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Pematangsiantar, maka Dinas Air Minum berubah bentuk menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Kotamadya Daerah Tingkat II Pematangsiantar.
Tahun 1990 dibangun lagi sumber air baru dari mata air Habonaran dengan kapasitas 270 liter per detik. Kemudian pada tahun 2005 dengan adanya kebutuhan air yang semakin meningkat maka dibangun lagi sumber air dari mata air Silomangi dengan kapasitas 45 liter per detik. Pembangunan instalasi masih dilakukan pada tahun 2012 yaitu sumber mata air Bah Sikam dengan kapasitas produksi 80 liter per detik dan mata air Nagahuta dengan kapasitas produksi sebesar 38 liter per detik yang telah beroperasi pada tahun 2013.
5.2.2 Cakupan Pelayanan PDAM Tirtauli Pematangsiantar
PDAM Tirtauli Pematangsiantar melakukan pelayanan air bersih untuk 3 wilayah di yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Hingga tahun 2013, cakupan pelayanan untuk kedua wilayah pelayanan mencapai 257.999 jiwa dari total penduduk di dua wilayah tersebut. Cakupan pelayanan daerah Kota Pematangsiantar cukup tinggi yakni 210.448 jiwa pelanggan. Cakupan pelayanan daerah Kabupaten Simalungun masih rendah yakni 47,511 orang pelanggan. Hal ini disebabkan masih kurangnya dana serta fasilitas untuk menjangkau wilayah lain.
Tabel 7. Cakupan layanan PDAM Tirtauli Tahun 2013
No Wilayah pelayanan Jumlah penduduk (Jiwa) Jumlah pelanggan Jumlah terlayani
1 Kota P.siantar 236.893 48.559 210.488
2 Kabupaten Simalungun 95.554 11.014 47.511
Jumlah 332.447 59.573 257.999
Wilayah atau Zona pelayanan air PDAM Tirta Uli kota Pematangsiantar saat ini dibagi 4 (empat) zona yaitu :
1. Zona Utara : suplai atau pasokan air berasal dari mata air Bah Rahu, mata air Naga huta 1, 2, 3, 4 dan 3 (tiga) sumur bor, untuk melayani Kecamatan Siantar Martoba dan Kecamatan Siantar Sitalasari.
2. Zona Selatan : suplai atau pasokan air berasal dari mata air Mual Goit dan mata air sibulak-bulak.
3. Zona Tengah : suplai atau pasokan air berasal dari mata air Habonaran dan mata air Pansurlima.
4. Zona khusus Simalungun : suplai atau pasokan air berasal dari mata air Silumangi, mata air Simarito ditambah dengan 5 (lima) sumur bor.
Berdasarkan data pemakaian atau penjualan air pada 2 tahun terakhir (2011 dan 2012) serta data jumlah pelanggan didapat kebutuhan air per wilayah atau zona pelayanan seperti pada Tabel 8 dibawah ini.
Tabel 8. Pembagian wilayah pelayanan dan sumber air
Sumber: PDAM Tirtauli Pematangsiantar (2012)
PDAM Tirtauli Pematangsiantar memberikan pelayanan air bersih untuk wilayah Kota Pematangsiantar, dan beberapa wilayah di Kabupaten Simalungun yakni Kecamataran Siantar (bawah) Kecamatan Panambean Pane (atas). Berdasarkan jenis tarif, pelanggan PDAM Tirtauli Pematangsiantar dibagi menjadi 18 kelompok yakni kelompok sosial umum 1, sosial umum 2, sosial khusus, rumah tangga 1, rumah tangga 2, rumah tangga 3, rumah tangga 4, rumah tangga 5, rumah tangga 6, rumah tangga usaha 1, rumah tangga usaha 2, instansi pemerintah, niaga kecil, niaga sedang, niaga besar, industri kecil, industri sedang, industri besar. Deskripsi masing-masing kelompok disajikan pada Tabel 9 berikut.
No Wilayah /Zona
pelayanan Blok pelayanan Sumber air /pasokan air
1. Zona Utara Siantar Martoba Siantar Sitalasari
Mata air Bah Rahu, Nagahuta dan 3(tiga ) sumur bor
2. Zona Selatan Siantar Selatan Siantar Timur Siantar Marihat Siantar Simarimbun
Mata air Mual Goit Mata air Sibulak-bulak
3. Zona Tengah Siantar Barat Siantar Utara
Mata air Habonaran Mata air Pansurlima 4. Zona Khusus
Simalungun
Kecamataran Siantar (bawah) Kecamatan Panambean Pane (atas)
Mata air Silumangi Mata air Simarito 5(lima) sumur bor
Tabel 9. Deskripsi kelompok pelanggan PDAM Tirtauli Pematangsiantar
Kelompok Sosial Umum-1 (SU-1)
-Hidran Umum -Kamar Mandi Umum -WC Umum
-Terminal Air
Kelompok Sosial Umum-2 (SU-2)
- Yayasan Sosial (hunian) - Panti-panti Asuhan - Pesantren
- Asrama Yatim Piatu
Kelompok Sosial Khusus (SK)
-Rumah-rumah Ibadah
-Yayasan Sosial Bukan Hunian
Kelompok Rumah Tangga-1 (RT-1)
- luas bangunan < 40 m2 - Kondisi Rumah Darurat/RSS - luas tanah < 70 m2
- lebar jalan < 3 m
- Kondisi lingkungan kumuh termasuk RSS - Tenaga listrik 450 Watt
- Tingkat penghasilan Rp 1.375.000 - Kelas PBB 32-37
Kelompok Rumah Tangga-2 (RT-2)
- luas bangunan 41-80 m2
- Kondisi Rumah modifikasi RSS/KPR-BTN, Perumahan Semi Permanen
Kelompok Rumah Tangga-3 (RT-3)
- luas bangunan 81-160 m2
- Kondisi Rumah modifikasi RSS/KPR-BTN, Perumahan dan Permanen
- luas tanah 70 - 150 m2 - lebar jalan 3 - 5 m
- Kondisi lingkungan tertata lumayan baik termasuk lingkungan RS/KPR-
BTN/Perumnas - Tenaga listrik 900 Watt
- Tingkat penghasilan Rp 1.376.000 – Rp 1.775.000
- Kelas PBB 24-31
- luas tanah 151 - 300 m2 - lebar jalan 5 - 7 m
- Kondisi lingkungan tertata lumayan baik termasuk lingkungan Real Estate
- Tenaga listrik 1.300 Watt
- Tingkat penghasilan Rp 1.376.000 – Rp 1.775 .000
- Kelas PBB 16-23
Kelompok Rumah Tangga-4 (RT-4)
- luas bangunan 161 - 300 m2
- Kondisi Rumah : Perumahan dan Semi Mewah
- luas tanah 301 - 500 m2 - lebar jalan 8-10m
- Kondisi lingkungan tertata lumayan baik termasuk lingkungan Real Estate
- Tenaga listrik 2.200 Watt
- Tingkat penghasilan Rp 2.376.000 – Rp 3.175.000
- Kelas PBB 8-15
Kelompok Rumah Tangga-5 (RT-5)
- luas bangunan > 300 m2 - Kondisi Rumah : Mewah - luas tanah > 500 m2 - lebar jalan > 10m
- Kondisi lingkungan : Perumahan Mewah - Tenaga listrik 2.200 Watt
- Tingkat penghasilan Rp 3.175.000 dst - Kelas PBB 8-15
Kelompok Rumah Tangga-6 (RT-6)
Sambungan tidak langsung untuk tempat tinggal yang dihuni oleh sekelompok orang/keluarga seperti:
- Mess, rumah susun - Rumah kost dan asrama
Kelompok Rumah Tangga Usaha-1 (RTU- 1)
Sambungan tidak langsung untuk rumah tangga yang berfungsi disamping sebagai tempat tinggal juga digunakan sebagai tempat usaha kecil untuk menunjang tambahan penghasilan dari penghuninya seperti:
- Kios
- Warung kecil
- Toko kecil/kelontong dan usaha kecil lainnya
Sumber: PDAM Tirtauli Pematangsiantar (2014)
Pelanggan PDAM Tirtauli Pematangsiantar yang terbesar tiap tahunnya adalah pelanggan rumah tangga yakni sebesar 56.730 unit pelanggan. Hal ini disebabkan karena jumlah rumah tangga yang banyak sehingga kelompok pelanggan ini memerlukan air bersih yang paling banyak dibandingkan dengan kelompok pelanggan lainnya. Tabel 10 berikut menyatakan jumlah pelanggan PDAM Tirtauli Pematangsiantar berdasarkan kelompok tarif.
Tabel 10. Jumlah pelanggan PDAM Tirtauli menurut kelompok Tahun 2013
No Kelompok Tarif Golongan Jumlah Pelanggan
2013 (unit)
I Sosial Sosial Umum 1 (SU-1)
- Air Tangki 61
Sosial Umum 2 (SU-2) 44
Sosial Khusus (SK) 429
II Rumah tangga A. Rumah tangga Hunian
B. Rumah tangga Usaha
51.449 5.274
III Instansi Pemerintah A. Instansi Vertikal 558
B. Instansi Pemko Pematangsiantar
131
IV Niaga Niaga Kecil (NK) 139
Niaga Sedang (NS) 646
Niaga Besar (NB) 631
V Industri Industri Kecil (IK) 47
Industri Sedang (IS) 49
Industri Besar (IB) 115
Sumber: PDAM Tirtauli Pematangsiantar (2014) Tabel 9. (Lanjutan-1)
Kelompok Rumah Tangga Usaha-2 (RTU-2)
Sambungan tidak langsung untuk rumah tangga yang berfungsi disamping sebagai
tempat tinggal juga digunakan sebagai tempat usaha utama (pokok) juga dihuni oleh keluarga sedangkan penggunaan air sebagai tempat usahanya tidak terlalu dominan seperti:
-Rumah toko -Rumah Kantor -Praktek dokter
-Rumah tempat usaha lainnya
Industri Sedang (IS)
Air bukan bahan baku dalam proses, seperti: - Kilang padi
- Kilang tenun - Pabrik paku/engsel - Pabrik plastik - Pabrik logam seng - Baja (peleburan) - Pabrik kimia
- Obat-obatan dan komestik
Instansi Pemerintah
-Instansi kantor pemerintah -Sekolah negeri/swasta
-Perguruan tinggi negeri/swasta
-Sarana instansi pemerintah lainnya (TNI- POLRI)
-Rumah sakit pemerintah -Poliklink/puskesmas
Niaga Sedang (NS)
-Kedai kopi, nasi dan mie pansit -Rumah makan/restoran -Rumah sakit swasta type A/B -Toko bahan bangunan
-Toko besar/minimarket, usaha jasa -Praktek dokter
-Laboratorium swasta -Apotik/toko obat
Tarif air bersih yang diberlakukan oleh PDAM Tirtauli Pematangsiantar ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Walikota Pematangsiantar Nomor : 690/504.VII/WK Tahun 2013 tanggal 5 Juli tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtauli Kota Pematangsiantar. Tarif Air Minum dan Non Air Minum tersebut mulai berlaku terhitung mulai rekening bulan Agustus 2013 yang penagihannya bulan September 2013.
Besarnya tarif untuk setiap kelompok bersifat progresif baik menurut kelompok maupun blok penggunaan. Kelompok I (sosial) dikenakan tarif lebih rendah dibandingkan kelompok rumah tangga sedangkan kelompok II (rumah tangga) dikenakan tarif lebih kecil dibandingkan kelompok instansi pemerintah, niaga dan industri. Interval jumlah penggunaan air pada setiap blok ditetapkan sebesar 10 m3. Semakin besar blok penggunaan maka tarif yang dikenakan semakin mahal. Secara rinci besarnya tarif menurut kelompok pengguna dan blok tarif disajikan pada Lampiran 3. Perkembangan sambungan pelanggan PDAM Tirtauli disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Perkembangan sambungan pelanggan PDAM Tirtauli
No Jenis Pelanggan Jumlah pelanggan/tahun (unit)
2008 2009 2010 2011 2012 2013 I SOSIAL A. Sosial Umum I 92 81 74 64 62 61 B. Sosial Umum II 41 40 45 43 42 44 C. Sosial Khusus 406 403 410 412 421 429 II RUMAH TANGGA
A. Rumah tangga Hunian 45.372 45.407 48.820 47.583 49.491 51.449
B. Rumah tangga Usaha 2784 3639 3718 3729 5191 5274
III Instansi pemerintah
A. Instansi Vertikal 501 504 519 533 546 558
B. Instansi Pemko Pematangsiantar 127 136 132 133 131 131
IV NIAGA A. Niaga Kecil 176 190 192 192 138 139 B. Niaga Sedang 412 446 447 452 641 646 C. Niaga Besar 373 451 485 501 616 631 V INDUSTRI A. Industri Kecil 28 30 28 26 45 47 B. Industri Sedang 38 37 39 39 50 49 C. Industri Besar 37 38 37 37 115 115 JUMLAH 50.387 51.402 52.538 55.231 57.489 59.573
Pada akhir tahun 2013, jumlah pelanggan sebanyak 59.573. Pelanggan PDAM Tirtauli didominasi oleh kelompok rumah tangga hunian sebanyak 51.449 pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan yang paling sedikit yakni kelompok industri kecil sebanyak 47 pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan pelayanan air bersih semakin meningkat.
PDAM Tirtauli memiliki jumlah pelanggan paling besar pada kelompok rumah tangga hunian diikuti oleh rumah tangga usaha. Pelanggan kelompok sosial umum I dan sosial umum II selalu mengalami penurunan setiap tahunnya. Kelompok instansi pemerintah didominasi oleh instansi vertikal diikuti kelompok instansi pemko Pematangsiantar. PDAM Tirtauli juga memiliki kelompok niaga yang didominasi oleh kelompok niaga sedang. Kelompok industri didominasi oleh kelompok industri besar. Kelompok rumah tangga hunian memiliki permintaan akan akses air yang paling besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pelayanan PDAM Tirtauli sangat berpengaruh besar dalam aktivitas masyarakat. PDAM Tirtauli sebaiknya mengoptimalkan kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan pelanggan.