• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

4.1.3 Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan

Struktur organisasi yang digunakan oleh KUB Zocha Graha Kriya adalah sistem fungsional yang dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5. Struktur Organisasi KUB Zocha Graha Kriya

Keterangan :

A:Kelompok Petani di Samarang dan Cilawu B:Kelompok Jahit di Muara Sanding

C:Kelompok Tenun di Bayombong D:Kelompok Bordir di Bayombong E:Kelompok Pengrajin Batok di Cilawu F: Kelompok Pengrajin Bambu di Cilawu G:Kelompok Pengrajin Bulu Itik di Leles H:Kelompok Pengrajin Box di Copong I: Pengepakan

Pimpinan

Kepala Produksi Kepala Toko

Kepala Operasional General Manager A B C D E F J K L G H I

J: Bagian Cutting dan Jahit K:Bagian Lukis

L:Bagian Finishing

Sistem kerja dalam KUB Zocha Graha Kriya bersifat anggota mandiri. Hal ini berarti bahwa setelah para pengrajin mendapat pelatihan tentang teknik dan keterampilan dasar dalam memproduksi produk kerajinan, maka mereka memiliki kebebasan sepenuhnya untuk membuat desain, produksi dan sistem pemasaran sendiri. Namun, seluruh kelompok pengrajin wajib memprioritaskan pekerjaan atau pesanan yang masuk dari sekretariat pusat. Asal anggota kelompok terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Anggota yang pada awalnya merupakan karyawan.

2. Anggota yang merupakan pemuda dari pedesaan yang memiliki keinginan untuk maju dalam usahanya dan memiliki kemampuan dalam berkarya seni dan kerajinan. Mereka akan diberikan pelatihan yang intensif tentang teknik dan keterampilan dasar pembuatan produk.

Pengrajin yang telah mampu mandiri diwajibkan untuk membentuk kelompok sendiri dengan kelengkapan perizinan administratif sendiri seperti SIUP dan TDP atas nama kelompok itu sendiri. Pengrajin yang telah mampu mandiri wajib mempekerjakan warga di sekitar sebelum mempekerjakan warga luar sehingga mereka tidak hanya sekedar mampu hidup tetapi lebih dari itu agar mereka mampu menghidupi orang lain.

Fungsi dari kelompok pengrajin adalah memproduksi barang sampai sekitar 80 persen jadi. Kegiatan finishing dan quality control dikerjakan di sekretariat pusat. Sekretariat pusat berfungsi sebagai pencari pelanggan atau pesanan, merumuskan desain dan sistem kerja serta memastikan packaging atau pengemasan produk telah dilakukan dengan benar agar konsumen mendapatkan produk yang bernilai estetika tinggi dan terjaga kualitasnya. Proses produksi dapat dilihat pada Lampiran 5.

Saat ini KUB Zocha Graha Kriya memiliki 117 orang karyawan yang terbagi dalam enam kelompok yang tersebar di lima kecamatan dengan 18 orang karyawan tetap yang diberi upah dengan sistem harian. Dalam melaksanakan

usahanya, terdapat tiga aktor yang berpengaruh dalam perencanaan strategi serta pengambilan keputusan. Ketiga aktor tersebut, yaitu:

1. Pimpinan

Pimpinan KUB Zocha Graha Kriya adalah Bapak Franz Limiart yang juga berperan sebagai salah satu pendiri dan pemilik UKM tersebut. Pimpinan usaha memiliki wewenang dalam mengatur keseluruhan sistem atau kinerja dalam organisasi. Pimpinan perusahaan juga berwenang dalam menetapkan standard mutu dan bertindak sebagai pembina teknik dan keterampilan seluruh kelompok usaha dalam UKM ini. Pimpinan dalam UKM ini juga aktif sebagai pelatih dalam berbagai pelatihan kerajinan, entrepreneurship dan pariwisata di berbagai tempat di Jawa Barat dan beberapa provinsi lainnya, seperti pelatihan HAKI, eksport-import, desain dan fotografi tingkat nasional.

2. Kepala Operasional

Kepala Operasional KUB Zocha Graha Kriya adalah Ibu Joana yang bertanggung jawab dalam bidang operasional, pemasaran serta keuangan UKM ini. Kepala Operasional memiliki wewenang untuk menetapkan rencana-rencana pemasaran produk, mengurus bagian keuangan (menetapkan harga produk, mencatat keuangan termasuk perhitungan profit laba-rugi), mengkoordinir pesanan maupun penjualan.

3. General Manager

General Manager KUB Zocha Graha Kriya adalah Bapak Mega yang bertaggung jawab dalam bidang administrasi perusahaan sekaligus berperan sebagai jembatan koordinasi dan kontrol keseluruhan kelompok serta outlet penyalur produk UKM ini.

Selain ketiga aktor yang berpengaruh dalam membuat keputusan-keputusan strategis perusahaan, pada struktur organisasi UKM ini terdapat bagian-bagian penting yang saling mendukung keberhasilan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Bagian-bagian tersebut yaitu:

1. Kepala Produksi

Bertugas dalam melaksanakan dan mengawasi kegiatan produksi yang telah ditetapkan. Kepala produksi membawahi tiga bagian,yaitu bagian cutting, jahit, lukis dan finishing.

2. Kepala Toko

Bertugas dalam mengoordinasikan dan mengawasi penjualan di galeri dan outlet, mengatur display produk di galeri, memastikan produk dan pelayanan berkualitas tinggi bagi para konsumen.

3. Bagian Pengepakan

Bertugas dalam mengemas dan mengatur pendistribusian seluruh produk yang telah dipesan (fix order) dan siap untuk dikirimkan kepada konsumen yang memesan.

Jajaran pimpinan KUB Zocha Graha Kriya selain aktif dalam membina kelompok usaha serta mengembangkan bisnis secara intensif, pimpinan UKM ini juga tercatat aktif dalam berbagai organisasi, seperti:

1. Asosiasi Exportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Kabupaten Garut) 2. Gabungan Masyarakat Penggiat Kerajinan dan Pariwisata Jawa Barat 3. Dewan Kerajinan Nasional (Kabupaten Garut)

Masyarakat Pariwisata Indonesia (Kabupaten Garut)

4.2. Segmentation, Targeting dan Positioning

KUB Zocha Graha Kriya menetapkan segmentasi pasar berdasarkan variable demografi, yaitu pendapatan. Dalam hal ini, KUB Zocha Graha Kriya menetapkan seluruh produknya fokus dipasarkan pada segmen pendapatan menengah karena seluruh produk kerajinan yang dihasilkan memiliki standar estetika dan kualitas yang tinggi dibandingkan produk-produk kerajinan lainya di pasaran sehingga harga yang ditetapkan untuk setiap produk kerajinan yang dihasilkan pun jauh lebih mahal. Sebagai contoh, berdasarkan hasil survey pasar, harga taplak meja tamu akar wangi (ukuran 35x100 cm) yang diproduksi oleh KUB Zocha Graha Kriya adalah Rp. 80.000. Sedangkan, harga taplak meja tamu akar wangi yang diproduksi di Pekalongan atau Yogyakarta untuk ukuran yang sama hanya seharga Rp. 30.000.

Dalam pengembangan usaha, KUB Zocha Graha Kriya memfokuskan usahanya pada konsep pemasaran individual karena penggunaan pemasaran massal yang menyebar luas telah diragukan dengan kenyataan bahwa sejak dahulu konsumen dilayani secara individual. Dalam pemasaran individual atau yang biasa

program pemasaran khusus untuk kebutuhan dan preferensi pelanggan individual. Tidak seperti produsen kerajinan yang telah beroperasi di pasaran, KUB Zocha Graha Kriya memberi kesempatan kepada setiap pelanggan untuk berperan dalam menetukan model, desain, warna, ukuran produk, dsb sesuai dengan keinginan dan kebutuhan spesifik tiap pelanggan. Sehingga produk kerajinan yang dihasilkan perusahaan memiliki nilai lebih dari sekedar komoditas yang diperdagangkan secara massal dengan harga murah semata.

Selanjutnya, selain memutuskan segmen pasar mana yang menjadi sasaran, KUB Zocha Graha Kriya juga menetapkan posisi produknya sebagai produk kerajinan yang personal, bernilai estetika serta kualitas yang tinggi. Dengan

positioning tersebut, KUB Zocha Graha Kriya kian memantapkan posisi produknya sebagai produk kerajinan eksklusif yang memanfaatkan potensi lokal Kabupaten Garut, Jawa Barat sebagai bahan baku utama pembuatan produk kerajinan yang dipasarkan.