IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran umum perusahaan
Perkembangan pembangunan nasional beberapa tahun terakhir ini telah mengindikasikan sebuah kebangkitan ekonomi baru bagi bangsa ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu faktor yang menjadi pilar perekonomian bangsa ini adalah peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga turut serta dalam membawa perubahan pada terciptanya stabilitas ekonomi bangsa. Eksistensi PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT. KIEC) diawali bersamaan dengan beroperasinya satu-satunya pabrik pengolahan baja terbesar di Indonesia, yaitu PT. Krakatau Steel (KS). PT. KS didirikan pada tahun 1971, PT Krakatau Steel adalah salah satu pabrik baja utama yang menawarkan beragam jenis produk, termasuk air bersih, tenaga listrik, baja, rekayasa industri, kawasan industri, pelabuhan, jasa bidang teknologi informasi, dan jasa medis. PT. KS terletak di kota Cilegon, Banten, kantor pusatnya beralamat di Jalan Industri No. 5 Cilegon.
Perusahaan ini memulai operasi komersialnya pada tahun 1971. Selain selalu meningkatkan aktivitas bisnis, perusahaan dengan giat terus menerus melakukan usaha-usaha untuk memenuhi tanggung jawab atas kualitas produk, keselamatan kerja, dan keamanan lingkungan. PT. Krakatau Steel memiliki 10 anak perusahaan (pada Lampiran 3) dan 6 perusahaan joint venture diantaranya PT. Cipta Marga Nusaphala Persada, PT. Marga Mandala Sakti, PT. METBELOSA, PT. INDAREF, PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya, dan PT. Kerismas Witikco Makmur. Dalam perkembangannya, PT. Krakatau Steel kini telah mengembangkan sayap bisnisnya dengan menciptakan berbagai industri pendukung dan salah satunya adalah sektor kawasan industri. Inilah cikal bakal berdirinya KIEC. Untuk mewujudkan strategi dan orientasi yang senantiasa fokus pada tujuannya telah dirumuskan visi dan misi yang menjadi pilar utama sekaligus motivasi, inspirasi dan semangat juang KIEC yaitu :
Visi :
Pemain properti nasional yang kompetitif Pemain properti nasional terdepan
Pemain properti regional
Misi :
”Menyediakan properti residensial, komersial, industri dan infrastruktur terkait dengan menyediakan solusi-solusi kepada investor, pelanggan dan stakeholder.”
1.Properti Industri
Mencakup lahan industri, bangunan pabrik siap pakai dan pergudangan. 2.Properti Komersil
Mencakup hotel dan restoran, padang golf, ruang perkantoran dan sarana olahraga.
3.Properti Perumahan
Mencakup Real Estate, yaitu Pejaten Mas dan Bumi Rakata Asri.
Motto :
Hijau, Bersih, dan Ramah
PT. KIEC mempunyai lokasi perusahaan yang sangat strategis dibantu dengan keamanan regional maupun nasional, tentu saja kawasan Cilegon merupakan areal industri terbaik bagi para investor untuk berinvestasi. KIEC dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang membuat perusahaan ini menjadi kawasan industri terpadu di Indonesia. Beberapa fasilitas tersebut adalah industrial facility berupa listrik, penyediaan air industri, ketersediaan pelabuhan terpenting, jaringan gas alam depot kontainer, telepon, koneksi internet dan server sistem, jaringan jalan raya kelas satu penerangan jalan penghijauan dan taman kota serta pemadam kebakaran dan keamanan 24 jam, akses tol langsung masuk ke kawasan industri serta akses langsung dari kawasan menuju pelabuhan. Selain itu, fasilitas pendukung lainnya adalah social facility berupa sekolah berstandar internasional, rumah sakit, dan fasilitas pendukung seperti apotik, klinik pasien spesialis dan laboratorium, pusat rekreasi dan area piknik, fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan dan supermarket serta perbankan.
32
KIEC terletak di kawasan industri yang dikelilingi oleh daerah perbukitan dan laut memiliki kultur tanah yang datar mencakup 700 hektar dan telah terpakai 70 persen oleh 69 perusahaan baik nasional maupun multinasional dengan area industri yang terbagi 2, yaitu zona kawasan industri 1 dan zona kawasan industri 2. KIEC juga telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 yang pertama di Indonesia dalam hal mutu pelayanan dan manajemen di bidang kawasan industri. Pabrik KIEC didesain dan dikembangkan dengan berdasarkan peraturan dan master plan pengembangan daerah industri. Kawasan KIEC memiliki kondisi tanah yang sesuai untuk bangunan dan pabrik.
KIEC memiliki beberapa divisi operasional dan divisi penunjang yang satu sama lain saling bekerjasama dan terintegrasi dalam menjalankan kegiatan operasional KIEC. Divisi operasional ini merupakan divisi yang menghasilkan pendapatan sehingga disebut sebagai profit center dan memiliki biaya yang dikelompokkan ke dalam lima kelompok biaya, yaitu biaya variabel, biaya tetap langsung, biaya administrasi dan umum, biaya pemasaran, dan biaya lain-lain. Divisi tersebut terdiri dari kawasan industri yang mencakup penjualan tanah, jasa lingkungan, penyewaan tanah, dan lain- lain; perkantoran yang mencakup jasa atau sewa perkantoran; pergudangan yang mencakup sewa gudang; hotel mencakup jasa penginapan; padang golf dan kolam renang; dan Wisma Building Management (WBM) di Jakarta yang mencakup sewa ruang kantor. Divisi penunjang merupakan divisi yang mendukung berjalannya kegiatan operasional perusahaan, tanpa adanya divisi tersebut maka kegiatan operasional perusahaan tidak dapat terlaksanakan dan perusahaan tidak dapat mencapai misi dan tujuan yang telah ditetapkan atau direncanakan. Divisi ini terdiri dari divisi pengembangan usaha, perencanaan dan pembangunan, SDM, keuangan, pemasaran, dan logistik.
KIEC menyediakan fasilitas perhotelan yaitu Hotel Permata Krakatau yang merupakan salah satu hotel bertaraf internasional di kota Cilegon. Hotel Permata Krakatau dilengkapi dengan coffee shop, ruang serba guna, ruang rapat, kolam renang dan lapangan tenis, hotspot area dan fasilitas outbond. Dengan pengalaman dan tekad yang kuat menjadikan KIEC akan tetap
menjadi pilihan pertama sebagai kawasan industri tersentralisasi berkelas dunia.
4.1.1. Sejarah Singkat Hotel Permata Krakatau
Hotel Permata Krakatau sebelum menjadi hotel merupakan salah satu fasilitas akomodasi dari PT. Krakatau Steel sebagai tempat penginapan bagi tamu-tamu perusahaan, tenaga kerja asing, tamu- tamu pemerintahan yang dalam kunjungannya mempunyai kaitan dengan operasional perusahaan. Selain itu, hotel tersebut juga merupakan penginapan bagi para atlit dalam binaan PT. Krakatau Steel. Fasilitas tersebut selanjutnya dikenal sebagai Guest House (Wisma Tamu).
Perkembangan selanjutnya dalam rangka restrukturisasi PT. Krakatau Steel, Guest House dengan luas 5 hektar tersebut diambil alih oleh PT. KIEC, sebagai anak perusahaan PT. Krakatau Steel yang khususnya mengelola Commercial Property yang bernama PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon atau yang disingkat menjadi PT. KIEC. PT. KIEC yang didirikan pada tanggal 16 Juni 1982 dengan Akta Pembetulan Anggaran Dasar Perseroan oleh Rahmah Ari Soetardjo, SH. tanggal 23 Juli 1998 No. 34, dan terdaftar dalam Tambahan Berita Negara RI tanggal 8 Desember 1998 No. 98.
Pengelolaan dalam bidang properti, kawasan industri PT. KIEC mengembangkan kawasan industri beserta fasilitas-fasilitas industri seperti tanah, tenaga listrik, air, bangunan, pabrik, pergudangan, dan fasilitas lainnya seperti hotel, golf, sarana olahraga, gedung perkantoran, serta memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh penanam modal juga melakukan kegiatan perawatan untuk seluruh kawasan industri. Pada tahun 1995, PT. KS membagi anak perusahaanya ke dalam divisi-divisi yang termasuk ke dalam divisi operasional dan divisi penunjang.
Hotel Permata Krakatau mulai dikomersialisasikan secara total oleh PT. KIEC pada tahun 1996 dan Hotel Permata Krakatau merupakan salah satu unit usaha (profit center), dengan Corporate
34
Decision masih di PT. KIEC. Kini dengan manajemen perhotelan yang telah memiliki karyawan, Hotel Permata Krakatau merupakan satu-satunya hotel bisnis berbintang tiga yang representatif untuk kalangan bisnis di kota Cilegon dan paling unggul di Kota Cilegon dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya.
4.1.2. Operasionalisasi Hotel Permata Krakatau
Hotel Permata Krakatau beroperasi selama 24 jam. Masing- masing bagian seperti Front Office, Food and Beverage, House Keeping, Engineering, Personel, Accounting, dan Purchasing Departement sudah berjalan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing. Di samping itu, Hotel Permata Krakatau menggunakan sistem komputerisasi hotel “MAXIAL” dan juga menggunakan sistem PABX billing system “DATACOM” dalam operasionalnya. Oleh karena itu, dalam pembuatan laporan dan proses administrasi yang berhubungan dengan tamu baik di Front Office maupun di outlet-outlet yang lain seperti di Food and Beverage dan House Keeping dapat berjalan dengan cepat, efektif dan efisien.
Hotel Permata Krakatau berlokasi di Jalan KH. Yasin Beji No.4 Cilegon, Banten. Jalan tersebut merupakan jalan bebas hambatan dan lokasi Hotel Permata Krakatau mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum yang beroperasi selama 24 jam maupun dengan kendaraan pribadi. Untuk mendapatkan gambaran tentang potensi lokasi dimana Hotel Permata Krakatau beroperasi, dapat dilihat pada Lampiran 2. Pada gambar tersebut disajikan peta lokasi Hotel Permata Krakatau, hotel-hotel pesaing serta situasi lingkungan yang sekiranya dapat berpengaruh terhadap penyerapan potensi pasar Hotel Permata Krakatau.
Hotel Permata Krakatau memiliki lokasi yang sangat strategis, terletak di tengah kota Cilegon yang merupakan pusat bisnis Kawasan Industri Krakatau Steel, pusat perkantoran, perbelanjaan atau pertokoan, hotel, restoran dan juga permukiman. Terletak di tengah- tengah pintu tol Cilegon Barat dan Timur, serta lokasinya tidak begitu
jauh dari Jakarta dan Bandara Soekarno Hatta. Oleh sebab itu, Hotel Permata Krakatau merupakan hotel bintang tiga yang mempunyai segmen pasar kalangan bisnis yang sangat representatif di Kota Cilegon. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tipe atau jenis tamu yang menginap, tamu–tamu yang menginap kebanyakan dari kalangan pengusaha atau bisnis, expatriate perusahaan baik dari Hotel Permata Krakatau maupun perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri.
4.1.3. Struktur Organisasi Hotel Permata Krakatau
Merupakan suatu hal yang lazim dilakukan jika akan mendirikan suatu perusahaan adalah harus memenuhi terlebih dahulu struktur organisasi perusahaan, baik secara garis besar maupun secara mendetail. Hal ini tidak mengherankan, karena struktur organisasi tersebut merupakan manifestasi atau pencapaian dari manajemen yang mencerminkan cara kerja, tanggung jawab, pembagian kerja, koordinasi dari atas sampai bawahannya di dalam mencapai tujuan serta kebijaksanaan yang telah digariskan oleh manajemen puncak perusahaan tersebut. Meskipun beberapa hirarki jabatan telah berfungsi dengan baik, namun diperlukan evaluasi dari semua hirarki jabatan sehingga dapat diketahui apakah dalam penempatannya hirarki tersebut telah menuju “ The right man in the right place”.
Adapun bentuk struktur organisasi Hotel Permata Krakatau adalah menggunakan bentuk struktur organisasi garis (line organization) dimana kekuasaan, keputusan dan tanggung jawab berada pada satu garis hubungan untuk melaporkan kepada atasannya. Dengan kata lain pada bentuk struktur organisasi garis ini kekuasaan mengalir secara langsung dari direktur ke kepala bagian dan kemudian ke karyawan di bawahnya. Masing-masing bagian merupakan unit yang berdiri sendiri dan kepala bagian menjalankan semua fungsi pengawasan dalam bagiannya. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar dibawah ini dan uraian jabatan terdapat pada Lampiran 5.
36
Gambar 2. Struktur Organisasi Hotel Permata Krakatau
4.2. Faktor - faktor yang Menjadi Pertimbangan dalam Penyusunan