IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6. Kinerja pada Hotel Permata Krakatau dikaitkan dengan
Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya
98
(Mulyadi, 2001). Menurut Glueck dalam Irwan (2003), kinerja perusahaan perlu dinyatakan dalam tolok ukur yang spesifik, dianalisis, dan diinterpretasikan ke dalam kriteria-kriteria relevan dalam upaya menerjemahkan faktor-faktor keberhasilan ke dalam kriteria prestasi yang dapat diukur.
Anggaran berfungsi sebagai alat penilaian kinerja. Untuk menyusun anggaran untuk periode selanjutnya, perusahaan senantiasa menggunakan data historis atas pencapaian kinerja yang telah dicapai pada periode sebelumnya. Hal ini dilakukan agar tercapainya efisiensi dan efektivitas dalam bekerja pada masa yang akan datang. Selain itu, anggaran yang telah disusun dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengukur pencapaian kinerja suatu perusahaan. Dalam hal ini, untuk mengetahui apakah kinerja hotel sudah baik atau belum dan untuk mengetahui apakah selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian manajemen atau tidak, maka dilakukan uji hipotesis terhadap selisih anggaran anggaran operasional yang terjadi.
Hipotesis penelitian adalah hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori-teori yang ada hubungannya (relevan) dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata di lapangan. Pada penelitian kali ini dilakukan uji hipotesis yaitu uji-t pada selisih anggaran yang terjadi antara anggaran operasional Hotel Permata Krakatau dan realisasinya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui selisih anggaran yang terjadi masih dalam batas pengendalian atau tidak dan kaitannya dengan kinerja pada Hotel Permata Krakatau. Pengujian ini dilakukan sebagai tindak lanjut fungsi manajemen dari anggaran yaitu fungsinya sebagai pengawasan atau pengendalian (controlling). Uji-t dilakukan pada komponen pendapatan, biaya variabel, biaya tetap langsung, biaya usaha dan pemasaran, pendapatan lain-lain dan biaya lain-lain serta laba bersih. Hasil dari uji-t pada selisih anggaran anggaran dan realisasi adalah sebagai berikut:
A. Hasil uji-t selisih anggaran anggaran operasional tahun 2006
Uji-t pada penelitian ini pertama kali dilakukan pada anggaran operasional 2006. Uji-t tersebut dilakukan pada seluruh kelompok pendapatan dan biaya yang bertujuan untuk mengetahui apakah selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi pada hasil analisis varians sebelumnya masih dalam batas pengendalian manajemen atau tidak. Jika selisih anggaran yang terjadi masih dalam batas pengendalian maka kinerja hotel dikatakan baik dan seharusnya dapat ditingkatkan pada tahun yang akan datang. Secara lebih jelas, hasil uji-t terhadap anggaran operasional tahun 2006 dengan menggunakan taraf signifikan sebesar 0,05 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 23. Hasil Uji-t Terhadap Anggaran Operasional Tahun 2006 dengan Taraf Signifikan sebesar 0,05
No. Kelompok df t-hitung t-tabel Keterangan Hasil Uji-t
1 Pendapatan 1 -1,720 6,314 t-hitung < t-tabel Ho diterima 2 Biaya variabel 14 -2,039 1,761 t-hitung < t-tabel Ho diterima
3
Biaya tetap
langsung 10 -0,390 1,812 t-hitung < t-tabel Ho diterima
4
Biaya administrasi
dan umum 10 1,633 1,812 t-hitung < t-tabel Ho diterima 5 Biaya pemasaran 7 0,088 1,895 t-hitung < t-tabel Ho diterima
6
Pendapatan lain-
lain 3 -0,795 2,353 t-hitung < t-tabel Ho diterima 7 Biaya lain-lain 2 -0,962 2,920 t-hitung < t-tabel Ho diterima
8
Laba sebelum
pajak 4 -1,523 2,132 t-hitung < t-tabel Ho diterima
Berdasarkan tabel hasil uji-t di atas, dapat diuraikan secara jelas mengenai selisih anggaran yang terjadi pada anggaran operasional tahun 2006 adalah sebagai berikut.
2.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran pendapatan anggaran operasional Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar - 1,720 dan t tabel sebesar 6,314 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 1. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini
100
dikarenakan sebagian besar komponen pendapatan yang ada, baik pada pendapatan afiliasi maupun pihak ketiga tidak terjadi selisih anggaran yang sangat signifikan kalaupun ada hanya terjadi pada pendapatan telepon. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh orang saat ini sudah menggunakan fasilitas telepon untuk berkomunikasi.
3.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya variabel Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -2,039 dan t tabel sebesar 1,761 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 14. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Meskipun hampir seluruh komponen pada biaya variabel ini menghasilkan selisih anggaran yang merugikan, dan signifikan. Selisih anggaran yang sangat signifikan hanya terjadi pada biaya pastry dan biaya bahan bakar.
4.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya tetap Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -0,390 dan t tabel sebesar 1,812 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 10. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Secara keseluruhan biaya tetap ini menghasilkan selisih anggaran yang merugikan dan besarnya signifikan sehingga perbedaan antara anggaran dan realisasi masih dalam batas yang dapat diterima. Selisih anggaran yang sangat signifikan hanya terjadi biaya asuransi, pajak, dan sewa. Hal ini dikarenakan pembebanan biaya tersebut ditanggung oleh PT. KIEC berdasarkan kebijakan yag telah ditetukan PT tersebut.
5.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya administrasi dan umum Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar 1,633 dan t tabel sebesar 1,812 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 10. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima.
6.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya pemasaran Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar 0,088 dan t tabel sebesar 1,895 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 7. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini dikarenakan seluruh komponen dari biaya administrasi dan umum (biaya usaha) masih dibebankan realisasinya pada pusat yaitu KIEC sehingga tidak dapat ditentukan besarnya selisih anggaran yang terjadi. Pada komponen biaya pemasaran terjadi selisih anggaran unfavorable yang sangat signifikan pada biaya iklan dan promosi. Hal ini disebabkan karena pada tahun itu perusahaan ini meningkatkan image Hotel Permata Krakatau sebagai hotel bertaraf internasional yang berorientasi pada bisnis dan bertujuan untuk meningkatkan laba yang ingin diperoleh pihak Hotel Permata Krakatau sehingga meningkatkan kegiatan iklan dan promosinya saat itu.
7.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran pendapatan lain-lain yang diperoleh Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar - 0,795 dan t tabel sebesar 2,353 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 3. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai
102
teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini disebabkan sebagian besar pada komponen pendapatan lain-lain menghasilkan selisih anggaran yang merugikan dengan besar yang signifikan. Persentase merugikan dengan jumlah yang tidak terlalu signifikan terjadi pada pendapatan bunga deposito.
8.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya lain-lain yang diperoleh Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -0,962 dan t tabel sebesar 2,920 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 2. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini dikarenakan sebagian besar pada komponen biaya lain-lain menghasilkan selisih anggaran yang merugikan dengan besar yang signifikan dan pada kelompok biaya lain-lain terjadi selisih anggaran merugikan dengan persentase yang tidak terlalu signifikan yaitu pada biaya bank.
9.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran laba sebelum pajak yang diperoleh Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar - 1,523 dan t tabel sebesar 2,132 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 4. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini dikarenakan selisih anggaran yang terjadi pada komponen pendapatan dan biaya-biaya operasional Hotel Permata Krakatau menunujukkan selisih anggaran yang terjadi masih dalam batas yang dapat diterima.
B. Hasil uji-t selisih anggaran anggaran operasional tahun 2007
Uji-t dilakukan pada kelompok pendatan dan biaya anggaran operasional tahun 2007. Uji-t ini dilakukan untuk mengetahui apakah selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasinya masih dalam batas pengendalian manjemen atau tidak sekaligus untuk mengetahui kinerja hotel. Menurut teori, jika t-hitung lebih kecil dibandingkan dengan t-tabel, maka terima Ho berarti selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian manajemen artinya kinerja perusahaan baik. Secara detail, hasil uji-t terhadap anggaran operasional tahun 2007 dengan taraf signifikan sama dengan tahun 2006 yaitu sebesar 0,05 ditampilkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 24. Hasil Uji-t Terhadap Anggaran Operasional Tahun 2007 dengan Taraf Signifikan sebesar 0,05
No. Kelompok df t-hitung t-tabel Keterangan Hasil Uji-t
1 Pendapatan 1 1,46 6,314 t-hitung < t-tabel Ho diterima 2 Biaya variabel 14 -2,78 1,761 t-hitung < t-tabel Ho diterima
3
Biaya tetap
langsung 10 0,905 1,812 t-hitung < t-tabel Ho diterima
4
Biaya
administrasi dan
umum 10 -2,135 1,812 t-hitung < t-tabel Ho diterima 5 Biaya pemasaran 7 -0,052 1,895 t-hitung < t-tabel Ho diterima
6
Pendapatan lain-
lain 3 -0,146 2,353 t-hitung < t-tabel Ho diterima 7 Biaya lain-lain 3 -0,557 2,353 t-hitung < t-tabel Ho diterima
8
Laba sebelum
pajak 4 1,052 2,132 t-hitung < t-tabel Ho diterima
Menurut tabel hasil uji-t tersebut, dapat dijabarkan mengenai selisih anggaran yang terjadi pada setiap kelompok dalam anggaran operasional sebagai berikut.
1.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran pendapatan anggaran operasional Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar 1,46 dan t tabel sebesar 6,314 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 1. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan
104
realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini disebabkan hanya terjadi selisih anggaran yang merugikan pada pendapatan telepon dengan besar persentase yang sangat signifikan dibandingkan komponen pendapatan yang lainnya baik pada pendapatan afiliasi maupun pendapatan pihak ketiga. Meskipun pada total pendapatan menghasilkan selisih anggaran unfavorable namun selisih anggaran yang terjadi masih dalam batas pengendalian manajemen. Hal ini terbukti dengan hasil uji-t terhadap total pendapatan, yaitu pendapatan afiliasi dan pendapatan pihak ketiga. Oleh sebab itu, kinerja Hotel Permata Krakatau masih dapat dikatakan baik namun demikian perlu ditingkatkan pada tahun berikutnya.
2.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya variabel Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -0,278 dan t tabel sebesar 1,761 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 14. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima.
3.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya tetap Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar 0,905 dan t tabel sebesar 1,812 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 10. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar komponen pada biaya tetap menghasilkan selisih anggaran yang menguntungkan dan meskipun ada beberapa komponennya yang menghasilkan selisih anggaran merugikan dan sebagian besar
signifikan walaupun uji-t terhadap total biaya tetap ini masih dalam batas pengendalian manajemen.
4.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya administrasi dan umum Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -2,135 dan t tabel sebesar 1,812 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 10. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima.
5.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya pemasaran Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -0,052 dan t tabel sebesar 1,895 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 7. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini dikarenakan biaya usaha masih dibebankan pada KIEC untuk realisasi biayanya dan pada komponen biaya pemasaran terjadi selisih anggaran unfavorable dengan besar persentase yang signifikan pada biaya perkantoran namun secara keseluruhan masih dalam batas pengendalian manajemen.
6.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran pendapatan lain-lain Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -0,146 dan t tabel sebesar 2,353 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 3. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima.
106
7.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya lain-lain Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -0,557 dan t tabel sebesar 2,353 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 3. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima.
8.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran laba sebelum pajak Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar 1,052 dan t tabel sebesar 2,132 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 4. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Namun demikian, Hotel Permata Krakatau harus meningkatkan kinerjanya karena pada tahun 2007 tersebut laba yang dihasilkan tidak mencapai target yang telah direncanakan meskipun dengan pesentase selisih anggaran yang masih dalam batas pengendalian.
C. Hasil uji-t selisih anggaran anggaran operasional tahun 2008
Uji-t terakhir kali dalam panelitian ini dilakukan terhadap seluruh kelompok pendapatan dan biaya. Sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, uji-t ini menggunakan taraf signifikan sebesar 0,05. Melalui pengujian hipotesis ini akan diperoleh hasil analisis varians yaitu apakah selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian. Untuk lebih jelas, hasil uji-t tersebut disajikan pada tabel berikut.
Tabel 25. Hasil Uji-t Terhadap Anggaran Operasional Tahun 2008 dengan Taraf Signifikan sebesar 0,05
No. Kelompok df t-hitung t-tabel Keterangan Hasil Uji-t
1 Pendapatan 1 -1,249 6,314 t-hitung < t-tabel Ho diterima 2 Biaya variabel 13 -2,994 1,771 t-hitung < t-tabel Ho diterima
3
Biaya tetap
langsung 10 -1,607 1,812 t-hitung < t-tabel Ho diterima
4
Biaya administrasi
dan umum 10 0,899 1,812 t-hitung < t-tabel Ho diterima 5 Biaya pemasaran 7 -1,486 1,895 t-hitung < t-tabel Ho diterima 6 Pendapatan lain-lain 2 -0,274 2,920 t-hitung < t-tabel Ho diterima 7 Biaya lain-lain 3 -2,098 2,353 t-hitung < t-tabel Ho diterima 8 Laba sebelum pajak 4 -1,865 2,132 t-hitung < t-tabel Ho diterima
Dilihat dari tabel hasil uji-t di atas dapat dirinci mengenai selisih anggaran yang terjadi pada anggaran opeasional tahun 2008 sebagai berikut.
1.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran pendapatan anggaran operasional Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar - 1,249 dan t tabel sebesar 6,314 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 1. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini dikarenakan hanya terjadi selisih anggaran yang merugikan pada biaya telepon dengan besar yang sangat signifikan namun keseluruhan tidak mempengaruhi selisih anggaran yang terjadi pada total pendapatan. Pada kelompok pendapatan afiliasi, persentase selisih anggaran yang merugikan terjadi pada pendapatan meeting room dan pendapatan sewa kamar. Namun selisih anggaran tersebut tidak menunjukkan selisih yang signifikan dan masih dalam batas pengendalian manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja hotel baik namun jika kinerja lebih dioptimalkan maka tidak akan terjadi selisih anggaran yang merugikan pada semua komponen pada kelompok pendapatan
108
afiliasi tersebut dan dapat meningkatkan jumlah pendapatan. Sedangkan pada pendapatan pihak ketiga, persentase selisih anggaran yang merugikan terjadi pada pendapatan telepon.
2.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya variabel Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -2,994 dan t tabel sebesar 1,771 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 13. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Namun besarnya selisih anggaran yang terjadi signifikan jumlahnya dan selisih anggaran unfavorable yang sangat signifikan hanya terjadi pada biaya air, biaya biaya pastry, dan biaya toiletris or guest and cleaning supplies. Dalam hal ini, Hotel Permata Krakatau seharusnya dapat mengefisienkan pemakaian biaya variabel sehingga tidak terjadi selisih yang sangat signifikan khususnya pada biaya-biaya tersebut. Selain itu, dalam penyusunan anggaran, lebih diperhatikan rencana biaya- biaya yang akan dikeluarkan pada periode mendatang berdasarkan keperluan divisi dan investasi serta perencanaan program tahunan yang akan dijalankan oleh Hotel Permata Krakatau.
3.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya tetap Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -1,607 dan t tabel sebesar 1,812 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 10. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Hal ini disebabkan oleh selisih anggaran unfavorable yang signifikan hanya terjadi pada biaya listrik dan air serta biaya perkantoran dan umum. Hampir sebagian besar komponen dari biaya tetap ini menghasilkan selisih anggaran
yang merugikan namun besarnya selisih anggaran yang terjadi ini masih dalam batas pengendalian manajemen.
4.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya administrasi dan umum Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar 0,899 dan t tabel sebesar 1,812 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 10. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Persentase merugikan dengan jumlah yang sangat signifikan terjadi pada biaya listrik dan air, biaya perkantoran dan umum serta biaya SPD. Dalam hal ini, sebaiknya Hotel Permata Krakatau dapat menekan biaya atas pengeluaran biaya-biaya tersebut sehingga tercapai efisiensi dalam penggunaan biaya serta penggangarannya disesuaikan dengan keperluan investasi pada masa yang akan datang.
5.Hasil dari uji-t pada selisih anggaran biaya pemasaran Hotel Permata Krakatau diperoleh t hitung sebesar -1,486 dan t tabel sebesar 1,895 dengan taraf signifikan (α) yang digunakan adalah 0,05 dan derajat kebebasan (df) 6. Hasil dari uji-t menunjukkan t hitung lebih kecil dari t tabel maka sesuai teorinya Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga hipotesis Ho yang menyatakan selisih anggaran yang terjadi antara anggaran dan realisasi masih dalam batas pengendalian diterima. Sebagian besar komponen pada biaya usaha dan pemasaran mempunyai selisih anggaran yang merugikan dengan besar persentase selisih anggaran yang signifikan namun selisih anggaran ini masih dalam batas pengendalian manajemen. Hal ini terbukti dengan hasil uji-t terhadap total biaya usaha dan pemasaran. Namun demikian, Hotel Permata Krakatau harus meningkatkan kinerjanya. Persentase merugikan dengan jumlah yang sangat signifikan
110
terjadi pada biaya perkantoran dan umum. Dalam hal ini, penggangarannya disesuaikan dengan keperluan investasi pada