HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan .1 Sejarah Berdirinya
Hotel Dharma Deli adalah Unit Hotel dari PT. Natour (National Hotel and Tourism Corp Ltd) yang merupakan persero pemerintah di bawah naungan Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi Republik Indonesia (Deparposel), yang bergerak dalam usaha jasa akomodasi (Perhotelan dan Restourant). Hotel Dharma Deli sebelumnya terdiri dari dua unit yang masing-masing merupakan unit-unit PT. Natour yang terpisah dalam pengelolaannya, yaitu Ex Hotel Wisma Deli dan Ex Hotel Dharma Bhakti.
Sebelum penggabungan Ex Hotel Wisma Deli didirikan dan kemudian diresmikan pada tahun 1965, dimana pada saat itu hotel ini secara operasionalnya tunduk di bawah naungan Departemen Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata, dan pengelolaannya dipercayakan kepada Zein Badrun dengan dibantu para staff dan karyawan sebanyak 39 orang. Hotel Wisma Deli ini pada mula operasinya merupakan tempat akomodasi yang fungsinya setingkat dengan Mess dengan jumlah dua belas kamar ditambah out let Restourant dan Bar. Namun melihat perkembangan perekonomian yang melaju pesat serta tingkat kebutuhan akan akomodasi yang begitu pesat sehingga pada saat tersebut Hotel Wisma Deli tidak mampu lagi melayani permintaan akan pesanan kamar dan tidak sebanding dengan
kapasitas yang dimiliki sehingga secara bertahap atas persetujuan direksi dilakukan renovasi dan pengembangan sehingga pada saat penggabungan dengan Hotel Dharma Bakti kemampuan operasionalnya sudah berada pada tingkat layak dengan jumlah 49 kamar dan fasilitas (outlet) pendukung lainnya seperti Restaurant, Bar, Laundry dan
Banquette Service. Hotel Dharma Bakti yang sekarang ada pada bangunan induk
bagian depan sebelumnya adalah milik perusahaan Belanda dengan nama Hotel Mij
De Boer yang lazim dikenal di Medan sebagai hotel orang Belanda dengan nama
Hotel De Boer. Hotel ini berdiri dan dioperasikan sekitar tahun 1878, dimana pada zaman keemasan sebagai hotel yang paling baik yang merupakan akomodasi bagi para Tuan kebun, Pembesar-pembesar Pemerintah Belanda, dan Pembesar-pembesar Deli Spoorweg Maatschappjii. Kemudian pada tahun 1957 hotel ini diambil alih kepemilikannya ke dalam lingkungan Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Kemudian pada tahun 1962 secara kedinasan hotel ini diserahkan kepada Departemen Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor 2272/SK/76 berlaku sejak 1 April 1976, dengan kebijakasanaan efisiensi dan perkembangan kepariwisataan serta Up grading Unit maka Hotel Dharma Bakti dan Hotel Wisma Deli telah digabungkan menjadi satu unit pengelolaannya dengan nama Hotel Dharma Deli. Dalam perluasan dan perkembangan perusahaan, PT. Natour pada umumnya dan unit Hotel Dharma Deli khususnya maka secara bertahap dan berkesinambungan berusaha untuk meningkatkan fasilitas serta jumlah kamar yang dimiliki, sehingga keberadaannya selaku unit bisnis Badan Usaha Milik Negara
mampu bersaing dengan Hotel kompetitor milik swasta yang jauh lebih sempurna sarana dan prasarananya. Dari adanya persaingan tersebut maka pada tahun 1982 Hotel Dharma Deli semakin meningkat yakni melakukan penambahan jumlah kamar serta sarana pendukungnya sehingga pada pertengahan tahun 1983 Hotel Dharma telah mampu menambah jumlah sebanyak 75 kamar sehingga jumlah keseluruhan yang beroperasi sebanyak 176 kamar dengan perincian sebagai berikut:
- 49 kamar dibangun Ex Wisma Deli - 52 kamar dibangun Ex De Boer - 75 kamar dibangun baru (new arcade)
Seiring dengan lajunya pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara berpengaruh pula terhadap kegiatan bisnis, yang berpengaruh pula terhadap penyediaan akomodasi sehingga pada tahun 1991 lantai delapan yang ada dibangunan baru yang semula berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang diubah fungsinya menjadi ruangan/kamar untuk dijual lantai terakhir direnovasi sehingga kamar yang ada bertambah tujuh dengan rincian sebagai berikut:
- 1 kamar President Suite - 2 kamar Junior Suite - 4 kamar Superior
Sehingga sarana keseluruhan jumlahnya menjadi 183 kamar.
Sejalan dengan adanya pengembangan, dan untuk mengantisipasi hal tersebut pihak Inna Dharma Deli berusaha meningkatkan kemampuan sumberdaya manusianya. Karena dengan begitu ketatnya persaingan bisnis perhotelan, dan
semakin pesatnya kemajuan pariwisata di Sumatera Utara khususnya Medan, perlu adanya sumberdaya manusia yang handal dan professional. Maka pihak direksi menyusun program pengembangan sumber daya melalui Ikatan Dinas untuk dilatih dibalai pendidikan dan latihan perhotelan di bandung, namun sejak tahun 1977 Ikatan Dinas tidak lagi di Bandung melainkan cukup di Medan, sebab di Medan telah berdiri Balai Pendidikan dan Pariwisata Medan (BPLP Medan), dan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pihak direksi melakukan kebijaksanaan untuk mengirim dari tiap-tiap unit untuk melaksanakan kegiatan sales call di Jakarta dan seminar-seminar yang bertujuan untuk mampu menghadapi tantangan yang semakin tajam. Berkat adanya pendidikan ini nantinya diharapkan pihak Hotel Dharma Deli tidak kesulitan untuk mencari kader-kader dalam estafeta kepemimpinan pada masa yang akan datang. 4.1.2 Sejarah Pergantian Nama Natour Menjadi Inna Dharma Deli
Pada tanggal 8 September 1990 telah dilakukan penggantian pimpinan, dari Bapak Drs. Mohd Rasyid kepada pimpinan baru Bapak H.B. Panjaitan yang disaksikan oleh Direktur Utama PT. Natour Bapak I.G.A.G.Putra. Pimpinan lama Drs. Mohd Rasyid mendapat tugas baru di kantor pusat PT. Natour sebagai Kepala Biro Keuangan & Akuntansi PT. Natour, sedangkan Bapak H.B.Panjaitan sebelumnya adalah General Manager Natour Parapat. Alih tugas ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor : 4297/SK-KEPEG/1990 tanggal 5 Juli 1990. Pada tanggal 1 Februari 1993 telah dilakukan penggantian Pimpinan, yakni pimpinan lama Bapak H.B.Panjaitan mendapat tugas sebagai General Manager Natour Garuda Yogyakarta yang sebelumnya General Manager Natour Dharma Deli
Medan. Sedangkan Bapak Chandra Hasan mendapat tugas baru sebagai General Manager Natour Dharma Deli, dan Bapak Chandra Hasan sebelumnya adalah General Manager Natour Garuda Yogyakarta. Alih tugas tersebut berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Natour Nomor : 4579/SK-KEPEG/1993 tanggal 21 Januari 1993, pelantikan dilaksanakan oleh Direktur Administrasi & Keuangan PT. Natour yaitu : Bapak Joko Waluyo, MBA.
Keputusan Menteri Keaungan Republik Indonesia (R.I) : 1. Nomor : 973/KMK.016/1993.
2. Nomor : 974/KMK.016/1993. 3. Nomor : 975/KMK.016/1993. 4. Nomor : 976/KMK.016/1993.
Tanggal 23 Desember 1993 tentang perubahan susunan Direksi oleh karena penggabungan (PT. Natour dengan PT. Hotel Indonesia International) maka terjadi perubahan susunan Direksi/Manager. Pada tanggal 5 Februari 1996 telah dilakukan pergantian pimpinan lama yaitu Bapak Chandra Hasan kepada Bapak Abbas Yunus, SE. Beliau mendapat tugas baru menjadi General Manager Hotel Indonesia di Jakarta dan Bapak M.Abbas Yunus, SE yang sebelumnya adalah General Manager Natour Garuda di Yogyakarta. Alih tugas ini berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor : 4873/SK-KEPEG/1996 tanggal : 4 Januari 1996 dan pelantikannya dilakukan oleh Direktur Keuangan yaitu Bapak Joko Waluyo, MBA. Pada tanggal 18 Februari 2000 telah dilakukan pengganti pimpinan lama H.M.Abbas Yunus, SE, MBA, Misi mendapat tugas baru menjadi General Manager Hotel Ambarukmo Palace
Yogyakarta dan General Manager Hotel Dharma Deli yang baru adalah H. Sjafrie AS, yang sebelumnya bertugas sebagai Marketing Manager Hotel Wisata di Jakarta. Alih tugas ini berdasarkan S.K Direksi PT. Hotel Indonesia Natour Nomor : 011/SKD/Dirut/HII-N/01/2000 tanggal 10 Januari 2000. Tanggal 5 Januari 2001 telah dilakukan penggantian pimpinan dari General Manager Bapak H.Sjafrie AS kepada Bapak Edison Daulay, SE, yang sebelumnya adalah General Manager Natour Parapat di Parapat. Alih tugas ini berdasarkan Surat keputusan Direksi PT. Hotel Indonesia Natour Nomor : 185/KD/Dirut/HIN/12/2000 tanggal 21 Desember 2000. Pelantikan dilakukan Direktur Operasi PT. Hotel Indonesia Indonesia Natour oleh Bapak Arman R Iskandar. Dengan peraturan Pemerintahan Nomor : 89/1989 tanggal 13 Oktober 1999 Direksi diberi tugas untuk menggabungkan PT. Natour dengan PT. Hotel Indonesia International menjadi sebuah perusahaan dengan nama dan identitas yang baru. Dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia R.I. Nomor : C-2642 HT.0104-TH.2001 Tanggal 19 Maret 2001 PT. Hotel Indonesia Natour secara legalitas telah terwujud dan langsung dipimpin oleh Direktur Utamanya yakni Bapak Ir.A.M.Suseto maka dengan demikian telah terjadi perubahan nama Natour Dharma Deli menjadi : INNA DHARMA DELI.
Untuk mempertegas dan memberikan Image yang positif kepada masyarakat maka perubahan nama tersebut dibarengi pula dengan perubahan logo perusahaan sebagai identitas baru. Untuk mendukung keberadaan nama dan logo baru tersebut secara hukum maka Direksi mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 127/KD/DIRUT/08/2002 tanggal 28 Agustus 2002 Tentang Penetapan Citra Baru
Perusahaan Berupa Logo Baru PT. Hotel Indonesia Natour. Selanjutnya dengan berakhirnya masa Bakti Bapak H. Edison Daulay per 19 Juli 2007 dikarenakan memasuki masa pensiun maka Direksi dengan Surat Nomor : 84/KD/DIRUT/HIN/07/2006 tanggal 19 Juli 2006 memutuskan penggantiannya dengan mengangkat Bapak H. Irfan M, SE, MBA unutk menempati jabatan baru sebagai General Manager Hotel INNA Dharma Deli terhitung 1 Agustus 2006. Bagi Hotel Inna Dharma Deli, kembalinya Bapak H. Irfan M, SE, MBA sudah tidak asing lagi karena Beliau sudah menjabat sebagai Kepala Bagian Akuntansi Hotel Natour Dharma Deli sejak 1 Mei 1993 – 10 Februari 2000.
4.1.3 Klasifikasi Hotel Inna Dharma Deli Medan a. Lokasi
Hotel Inna Dharma Deli Medan terletak di jalan Balai Kota No. 2 Medan. Dibangun diatas areal tanah seluas lima hektar. Berjarak tiga ratus meter dari stasiun Kereta Api, dua puluh kilometer dari pelabuhan Belawan, dan dua belas kilometer dari lapangan udara Bandara Kualanamu yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam lima belas menit. Hotel Inna Dharma Deli Medan merupakan hotel peninggalan Belanda yang saat ini menjadi milik Pemerintah Indonesia. Letaknya yang sangat strategis di pusat kota, sangat menguntungkan bagi para tamu yang menginap di hotel tersebut. Hotel Inna Dharma Deli merupakan salah satu lokasi yang cukup ramai dan padat di Medan. Dikelilingi oleh gedung-gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Maka berdasarkan letaknya, Hotel Inna Dharma Deli Medan digolongkan ke dalam kelompok city hotel.
b. Jumlah Kamar
Hotel Inna Dharma Deli Medan memiliki kamar sebanyak 180 kamar, sehingga hotel ini diklasifikasikan sebagai above average hotel.
c. Plan
Berdasarkan harga kamarnya, Hotel Inna Dharma Deli Medan diklasifikasika sebagai continental plan karena harga sewa kamar sudah termasuk sarapan pagi atau breakfast.
d. Jenis Tamu
Hotel Inna Dharma Deli Medan diklasifikasikan sebagai business hotel, karena rata-rata jenis tamu yang menginap memiliki kepentingan melaksanakan kegiatan bisnis.
e. Lama Tinggal
Rata-rata tamu yang menginap di Hotel Inna Dharma Deli Medan adalah long
stay guest selama lima sampai tujuh hari, sehingga diklasifikasikan sebagai semi residential hotel.
f. Bintang
Pada tanggal 6 Juli 1987 berdasarkan ketetapan Departemen Pariwisata dan Telekomunikasi, Hotel Inna Dharma Deli Medan diklasifikasikan sebagai hotel berbintang tiga (***).
4.1.4 Fasilitas Hotel Inna Dharma Deli Medan
Untuk memberikan kenyamanan, maka diperlukan pelayanan yang terbaik yang dapat memberikan kepuasan bagi tamu yang datang ataupun menginap. Hotel
Inna Dharma Deli Medan menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperuntukkan bagi tamu hotel maupun untuk tamu umum yang dikelola secara komersial.
Adapun fasilitas yang terdapat di Hotel Inna Dharma Deli Medan adalah sebagai berikut:
1. Kamar (Room)
Inna Dharma Deli memiliki kamar yang terpisah-pisah sesuai dengan bangunan yang ada yaitu dibagi dalam tiga bagian dengan Room Available 180, namun ada empat kamar yang digunakan untuk kantor sehingga kamar ready to sales sebanyak 176 dengan komposisi sebagai berikut :
● High Rise Building
High Rise Building ini berada pada bangunan bertingkat delapan yang terdiri
dari 82 kamar siap jual.
● Ex De Boer
Ex De Boer ini berada pada bagian tengah yaitu bekas peninggalan Belanda
yang berlantai dua terdiri dari 51 kamar siap jual.
● Garden Wing (Exs. Wisma Deli)
Garden Wing atau Exs Wisma Deli berada pada bagian belakang menghadap
Jl. Tembakau Deli yang terdiri dari 49 kamar siap jual. 2. Makanan (Food)
● Banquet (Convention Room)
Banquet Convention Room memiliki jumlah ruangan sebanyak empat belas
TABEL 4.1