• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen RAEHANA BUDIYANTI NIM. (Halaman 50-0)

BAB III. METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu:

1. Teknik Analisis statistik deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum (Sugiyono, 2014: 207). Dalam penelitian ini, analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa pada setiap kelompok yang telah dipilih. Termasuk dalam statistik deskriptif antara lain penyajian data melalui tabel, grafik, mean, median, modus, standar deviasi, dan perhitungan persentase (Sugiyono, 2014: 208).

Adapun yang akan di uji dengan menggunakan analisis statistik deskriptif adalah sebagai berikut:

a. Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan atau menggambarkan pemahaman materi matematika siswa setelah diterapkan penerapan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan). Data mengenai hasil belajar matematika siswa digambarkan mengenai nilai rata-rata, nilai maksimum, nilai minimum dan standar deviasi, rentang, dan tabel distribusi frekuensi.

Tabel 3.2 Kategorisasi Standar Hasil Belajar Siswa Tabel 3.2 Kategori Standar Hasil Belajar Siswa

Nilai Kategori

Disamping itu hasil belajar siswa juga diarahkan pada pencapaian hasil belajar secara individual dan klasikal. Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan oleh sekolah yakni 70,00 yang ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan, sedangkan ketuntasan klasikal tercapai jika minimal 85%

siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Tabel 3.3 Kategorisasi Standar Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 b. Analisis data peningkatan hasil belajar

Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gain (peningkatan) hasil belajar matematika siswa pada kelas eksperimen. Gain diperoleh dengan cara membandingkan hasil pretest dengan hasil posttest. Gain yang

digunakan untuk menghitung peningkatan hasil belajar matematika siswa adalah gain ternormalisasi (normalisasi gain). Adapun rumus dari gain ternormalisasi adalah:

dengan:

: Skor tes akhir

: Skor tes awal

: Skor maksimum yang mungkin dicapai

Untuk klasifikasi gain ternormalisasi terlihat pada tabel berikut:

Tabel 3.4 Kriteria tingkat Gain Ternormalisasi Nilai Gain Ternormalisasi Kategori

g 0,70 Tinggi

0,30 g 0,70 Sedang

g 0,30 Rendah

(Sumber: Nurmiati, 2011: 29) 2. Statistik Inferensial

Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Teknik statistik ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji-t. Namun sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas.

a. Uji normalitas

Uji normalitas merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara spesifik. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data

berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini digunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 5 % atau 0,05. Kriteria pengujian hipotesis adalah jika signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05, maka secara statistik data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

b. Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis penelitian yang dirumuskan dan hipotesis kerja atau statistik digunakan uji t one sample test dengan sebelumnya menghitung normalized gain pada data pretest dan data posttest. Normalized gain dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan penerapan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan). Pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sungguminasa. Kriteria pengujian hipotesisnya adalah jika p = 0,05 berarti ditolak dan diterima, artinya terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sungguminasa setelah diterapkan penerapan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dalam pembelajaran matematika dimana nilai gainnya lebih dari 0,30.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 20 Oktober 2015 sampai dengan 06 November 2015 di SMP Negeri 4 Sungguminasa. Penelitian ini berlangsung selama 6 (enam) pertemuan, 1 (satu) pertemuan untuk pretest, 4 (empat) pertemuan digunakan untuk proses mengajar belajar, dan 1 (satu) pertemuan digunakan untuk pemberian posttest. Kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen adalah Kelas VIIIF. Penelitian ini dilakukan sendiri oleh peneliti dan bertindak sebagai guru pengajar.

Sebelum dilaksanakan pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada materi Teorema Pythagoras di kelas VIIIF terlebih dahulu diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah dilaksanaan pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan), setiap siswa diberikan posttest terhadap strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

Pada saat pelaksanaan pembelajaran, diadakan pengamatan oleh Observer untuk mencatat seluruh aktivitas siswa dan guru di kelas selama menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.

41

1. Hasil Analisis Deskriptif

Berikut ini akan diuraikan hasil analisis statistik deskriptif yaitu hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah penerapan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) serta peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada pembelajaran matematika, hasil observasi aktivitas siswa dan hasil observasi kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran terhadap pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan). Deskripsi masing-masing hasil analisis tersebut diuraikan sebagai berikut:

a. Deskripsi hasil belajar matematika siswa.

1) Hasil belajar matematika siswa sebelum diberikan perlakuan (treatment).

Data pretest atau hasil belajar matematika siswa sebelum diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa disajikan secara lengkap pada lampiran D.

selanjutnya, analisis deskriptif terhadap nilai pretest yang diberikan pada siswa yang diajar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1. Statistik Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) sebelum diberikan perlakuan (Pretest) Jika skor variabel hasil belajar matematika siswa yang diajar sebelum menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dikelompokkan ke dalam lima kategori menurut Depertemen Pendidikan Nasional (Tahirman, 2012: 31), maka diperoleh skor frekuensi dan persentase seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1. 0 ≤ x ≤ 59 Sangat Rendah 45 96

Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 ditunjukkan bahwa dari 47 siswa kelas VIIIF, 45 siswa (96%) yang memperoleh skor pada kategori sangat rendah, siswa yang memperoleh skor pada kategori rendah ada 2 siswa (4%), dan tidak ada siswa (0%) yang memperoleh skor pada kategori sedang, tinggi dan sangat tinggi. Setelah skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar

46,36 dikonversi kedalam 5 kategori diatas, maka skor rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa sebelum diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) umumnya berada pada kategori sangat rendah dan rendah.

Selanjutnya data pretest atau hasil belajar matematika siswa sebelum diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) yang dikategorikan berdasarkan kriteria ketuntasan dapat dilihat pada Tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) sebelum diberikan perlakuan (Pretest) Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 ≤ x ˂ 75 Tidak Tuntas 47 100

75 ≤ x ≤ 100 Tuntas 0 0

Jumlah 47 100

Sumber: (Tahirman, 2012: 31) Kriteria seorang siswa dikatakan tuntas belajar apabila memiliki nilai paling sedikit 70. Dari Tabel 4.3 diatas terlihat bahwa jumlah siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan individu adalah sebanyak 47 orang atau 100% dari jumlah siswa, sedangkan siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan individu dari jumlah siswa tidak ada atau 0%. Dari deskripsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa sebelum diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) belum memenuhi indikator ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu 85% dan tergolong sangat rendah.

2) Hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan (treatment) Data postest atau hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa disajikan secara lengkap pada lampiran D.

selanjutnya, analisis deskriptif terhadap nilai postest yang diberikan pada siswa yang diajar dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4. Statistik Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) setelah diberikan perlakuan (Postest).

Statistik Nilai Statistik Jika skor variabel hasil belajar matematika siswa yang diajar sebelum menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh skor frekuensi dan persentase seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

No. Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

1. 0 ≤ x ≤ 59 Sangat Rendah 1 2,1

2. 60 ≤ x ≤ 69 Rendah 1 2,1

3. 70 ≤ x ≤ 79 Sedang 10 21,3

4. 80 ≤ x ≤ 89 Tinggi 18 38,3

5. 90 ≤ x ≤ 100 Sangat Tinggi 17 36,2

Jumlah 47 100

Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 4.4 dan Tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa secara umum skor rata-rata hasil belajar matematika pada siswa Kelas VIIIF setelah diberikan perlakuan (treatment) berada pada kategori tinggi yaitu 18. Selain itu dapat dilihat dari perolehan persentase nilai pada kategori tinggi sebesar 38,3% dari 47 siswa, 2,1% berada pada kategori sangat rendah Dan rendah, 21,3% berada pada kategori sedang dan 36,2% dari siswa lainnya berada pada kategori sangat tinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel 4.1, Tabel 4.2, Tabel 4.3, Tabel 4.4 dan Tabel 4.5 diatas dapat disimpulkan bahwa siswa Kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa sebagai sampel penelitian yang diberikan pretest dan posttest, terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Nilai minimum pada pretest yaitu 20, setelah diberikan perlakuan meningkat menjadi 58. Nilai rata-rata hasil belajar pada pretest yaitu 46.36 dengan standar deviasi 9.46 sedangkan nilai rata – rata posttest adalah 85,40 dengan standar deviasi 9,26.

Untuk melihat ketuntasan belajar matematika siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika siswa KelasVIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa

Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 ≤ x ˂ 70 Tidak Tuntas 2 4

70 ≤ x ≤ 100 Tuntas 45 96

Jumlah 47 100

Sumber: (Tahirman, 2012: 31) Berdasarkan Tabel 4.6, tampak bahwa dari 47 orang siswa sebagai subjek penelitian terdapat 45 (96%) yang tuntas dan 2 (4%) yang tidak tuntas. Ini berarti siswa di kelas VIIIF sudah mencapai ketuntasan secara klasikal dimana ketuntasan klasikal tercapai apabila minimal 85% siswa dikelas tersebut telah mencapai skor ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah tersebut.

3) Deskripsi Normalized Gain atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

Data pretest dan postest siswa selanjutnya dihitung dengan menggunakan rumus normalized gain. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada pembelajaran matematika. Hasil pengolaan data yang telah dilakukan (lampiran D) menunjukkan bahwa hasil normalized gain atau rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) adalah 0,72.

Untuk melihat persentase peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7 Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan)

Nilai Gain Kategori Frekuensi Persentase

g 0,70 Tinggi 31 70%

0,30 g 0,70 Sedang 16 30%

g 0,30 Rendah 0 0%

Jumlah 47 100%

Sumber: Ardin 2013 (Eka, 2014: 87) Berdasarkan Tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa ada 31 atau 70% siswa yang nilai gainnya > 0,70 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori tinggi dan 16 atau 30% siswa yang nilai gainnya berada pada interval 0,30 < g 0,70 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori sedang. Jika rata-rata gain ternormalisasi siswa sebesar 0,72 dikonversi kedalam 3 kategori di atas, maka rata-rata gain ternormalisasi siswa berada pada interval >

0,70. Itu artinya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) umumnya berada pada kategori tinggi.

b. Deskripsi aktivitas siswa

Aktivitas siswa yang diamati dalam proses pembelajaran matematika dengan menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) selama 4 (empat) kali pertemuan secara ringkas dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut.

Tabel 4.8. Aktivitas Siswa yang Diajar dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

N

7. Siswa yang aktif kali pertemuan menunjukan bahwa: penjelasan guru dan mencatat seperlunya 88,30%

a. Rata-rata presentase Siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang belum dipahami 46,8%

b. Rata-rata presentase Siswa yang aktif dalam kelompok belajarnya 87,23%

c. Rata-rata presentase Siswa yang mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan saat proses Tanya jawab berlangsung 80,32%

d. Rata-rata presentase Siswa yang memberikan tanggapan/pendapat lain dan memberikan bantuan kepada teman kelompoknya saat proses pembelajaran 84,60%

e. Rata-rata presentase Siswa yang memperlihatkan kesungguhan dalam mengerjakan tugas 85,64%

f. Rata-rata presentase Siswa yang aktif menjawab / menyelesaikan LKS secara berkelompok 86,17%

g. Rata-rata presentase Siswa yang mengikuti proses belajar mengajar sampai akhir pembelajaran 86,70%

h. Rata-rata presentase Melakukan kegiatan lain pada saat proses pembelajaran berlangsung (ribut, bermain, dll) 11,7%.

Dari deskripsi di atas persentase aktivitas positif siswa melalui penerapan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) adalah 80,72% dan persentase aktivitas pasif siswa adalah 11,7%. Sehingga aktivitas siswa melalui penerapan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dikatakan efektif karena telah memenuhi kriteria aktivitas siswa secara klasikal yaitu ≥ 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

c. Deskripsi aktivitas guru

Aktifitas guru dengan menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dapat dilihat dari lembar keterlaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru mulai dari kegiatan awal sampai kegiatan

akhir yang mengacu pada RPP. Presentase hasil observasi aktivitas guru selama empat kali pertemuan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9. Aktivitas guru dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

ASPEK PENGAMATAN PERTEMUAN RATA-RATA

1 2 3 4 KEGIATAN AWAL ( ±10 menit )

Fase I : Penyampaian tujuan dan mempersiapkan siswa (±10 menit) 1. Guru Membuka pelajaran dengan

mengucapkan salam 4 4 4 4 4

2. Guru Mengajak peserta didik berdo’a sesuai dengan agama dan keyakinan

Fase II : Demonstrasi dan penyajian pengetahuan dan keterampilan ( ±20 menit) 6. Membangun dinamika kelompok

atau membagi siswa dalam beberapa kelompok

4 3 4 4 3,8

7. Menjelaskan dasar-dasar proses strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) kepada siswa

4 4 4 3 3,8

8. Menjelaskan materi dan memberikan

contoh soal jawab kepada siswa. 4 4 4 4 4 Fase III : Membimbing pelatihan (±20 menit)

9. Guru memberikan tugas atau LKS kepada siswa atau tiap kelompok kemudian memberi waktu kepada siswa atau kelompok dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dalam soal tersebut (Membimbing siswa dalam mengamati soal, menentukan rencana langkah-langkah penyelesaian, melaksanakan rencana dan menyuruh siswa untuk

4 3 4 4 3,8

memeriksa jawabannya kembali) 10. Guru memantau, mengawasi dan

memberikan bimbingan kepada siswa atau kelompok tersebut dalam menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

4 4 4 4 4

Fase IV : Mengecek pemahaman dan umpan balik (±10 menit) 11. Guru meminta salah satu siswa atau

perwakilan kelompok untuk

mempresentasikan hasil

pekerjaannya didepan kelas.

4 3 4 4 3,8

12. Guru memberi kesempatan kepada siswa atau kelompok lain untuk menilai, atau menanggapi dan mencocokkan hasil kerjanya.

4 4 4 4 4

Fase V : Pelatihan lanjutan/penerapan (± 10 menit ) 13. Memberikan kesempatan kepada

siswa untuk menanyakan hal-hal yang tidak di mengerti.

4 4 4 4 4

14. Memberikan tanggapan atas

pertanyaan siswa 4 4 4 4 4

Rata-Rata 3,9

KEGIATAN AKHIR ( ± 15 Menit ) 15. Guru membimbing siswa membuat

kesimpulan dan memberikan penghargaan untuk siswa atau kelompok atas segala aktivitas peserta didik.

3 3 3 3 3

16. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan secara bebas perasaan dan keinginannya yang terkait dengan pembelajaran.

4 3 1 3 2,8

17. Memberikan pekerjaan rumah. 4 3 4 4 3,8 18. Guru mengingatkan siswa untuk

mempelajari materi selanjutnya. 4 3 1 3 2,8 19. Guru Mengajak peserta didik berdo’a

sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing untuk menutup pembelajaran.

4 2 2 2 2,5

20. Guru mengakhiri pertemuan dengan

salam 4 4 4 4 4

Rata-Rata 3,1

Rata-Rata Keseluruhan 3,6

Berdasarkan Tabel 4.9 rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikelas dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) memperoleh nilai 3,6. Dalam kriteria kemampuan guru yang telah dipaparkan pada bab III, penilaian tersebut berada pada interval 3,5 < nilai < 4,0 yang dikategorikan sangat aktif sehingga dapat dikatakan efektif.

2. Hasil Analisis Inferensial

Analisis statistik inferensial pada bagian ini digunakan untuk pengujian hipotesis yang telah dikemukakan pada bab II. Sebelum dilakukan uji hipotesis maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas sebagai uji prasyarat. Berdasarkan hasil perhitungan komputer dengan bantuan program SPSS versi 20 diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah skor rata-rata hasil belajar siswa (pretest-posttest) berdistribusi normal. Kriteria pengujiannya adalah:

Jika Pvalue ≥ α = 0,05 maka distribusinya adalah normal.

Jika Pvalue < α = 0,05 maka distribusinya adalah tidak normal.

Dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, hasil analisis skor rata-rata untuk pretest menunjukkan nilai Pvalue> α yaitu 0,118 > 0,05 dan skor rata-rata untuk postest menunjukkan nilai Pvalue > α yaitu 0,083 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa skor pretest dan posttest termasuk kategori normal. Untuk data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran D.

b. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dianalisis dengan menggunakan uji–t untuk mengetahui apakah pembelajaran matematika materi Teorema Pythagoras dengan menggunakan pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa.

Karena data berdistribusi normal maka memenuhi kriteria untuk digunakannya uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t one sample test dengan sebelumnya melakukan Normalized gain pada data pretest dan data postest. Pengujian Normalized gain bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan.

1. Rata-rata hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dihitung dengan menggunakan uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:

lawan Keterangan:

: Parameter skor rata-rata hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil analisis SPSS (laampiran D), tampak bahwa Nilai p (sig.(2-tailed) adalah 0,000 rata-rata hasil belajar siswa setelah diajarkan melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) lebih dari 70. Ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima yakni rata-rata hasil belajar posttest siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa lebih dari atau sama dengan KKM.

2. Rata-rata gain termormalisasi siswa setelah diajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dihitung dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) uji-t one sample test yang dirumuskan dengan hipotesis sebagai berikut:

g lawan Keterangan:

: Parameterskor rata-rata gain ternormalisasi

Berdasarkan hasil analisis (Lampiran D) tampak bahwa nilai p (sig.2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 menunjukan bahwa rata-rata gain ternormalisasi pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa lebih besar dari 0,30. Ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima yakni gain ternormalisasi hasil belajar siswa berada pada kategori minimal sedang.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, maka pada bagian ini akan diuraikan pembahasan hasil penelitian yang meliputi pembahasan hasil analisis deskriptif serta pembahasan hasil analisis inferensial.

1. Pembahasan Hasil Analisis Deskriptif

Pembahasan hasil analisis deskriptif tentang (1) ketuntasan belajar siswa serta peningkatannya, (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika, (3) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika, Ketiga aspek tersebut akan diuraikan sebagai berikut:

a) Hasil Belajar Siswa

1) Hasil Belajar Siswa Sebelum Diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan)

Hasil analisis data hasil belajar siswa sebelum diterapkan pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) menunjukkan bahwa dari 47 siswa keseluruhan tidak ada siswa yang mencapai ketuntasan individu (mendapat skor prestasi minimal 70), dengan kata lain hasil belajar siswa sebelum diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) umumnya masih tergolong sangat rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan klasikal.

2) Hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan)

Hasil analisis data hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) menunjukkan bahwa terdapat 45 siswa dari jumlah keseluruhan siswa atau 96% siswa mencapai ketuntasan individu (mendapat skor prestasi minimal 70). Sedangkan siswa yang tidak mencapai ketuntasan minimal atau individu sebanyak 2 orang atau 4%. Dengan kata lain hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) mengalami peningkatan karena tergolong sedang dan sudah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Hal ini berarti bahwa strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dapat membantu siswa untuk mencapai ketuntasan klasikal.

Keberhasilan yang dicapai tercipta karena siswa tidak lagi menjadi peserta pasif ketika proses pembelajaran berlangsung, akan tetapi siswa sudah dilibatkan dalam proses belajar mengajar melalui kegiatan berpikir, berbicara, berdiskusi atau bekerja sama dengan teman kelompoknya dalam mencari solusi dari persoalan yang diberikan maupun dalam menulis atau merumuskan ide-ide mereka dalam bentuk tulisan.

Secara umum, strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) merupakan sistem pembelajaran kelompok yang dapat memicu siswa untuk ikut serta secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, melatih siswa untuk banyak bertanya, berbicara atau berkomunikasi, menulis ide-ide dan bekerja sama dengan temannya yang lain dalam memahami materi yang sedang dipelajari sehingga mereka akan mudah dalam menerima pelajaran dan tentunya ini diharapkan dapat berdampak terhadap hasil belajar siswa yang semakin bagus.

Dari hasil penelitian yang diperoleh tampak bahwa siswa akan lebih siap belajar, siawa aktif dalam pembelajaran, kemandirian siswa cenderung besar. Hal ini sesuai dengan beberapa kelebihan dari strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dan secara tidak langsung berdampak pada hasil belajar siswa.

3) Normalized Gain atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).

Hasil pengolaan data yang telah dilakukan (lampiran D) menunjukkan bahwa hasil normalized gain atau rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar

dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) adalah 0,72. Itu artinya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) umumnya berada pada kategori tinggi karena nilai gainnya berada pada interval g 0,70.

2. Aktivitas Siswa

Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa menunjukkan bahwa siswa aktif dalam pembelajaran baik sebelum dan sesudah pembelajaran, hubungan sosial siswa semakin baik, siswa dengan guru dan telah memenuhi kriteria aktif karena sesuai

Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa menunjukkan bahwa siswa aktif dalam pembelajaran baik sebelum dan sesudah pembelajaran, hubungan sosial siswa semakin baik, siswa dengan guru dan telah memenuhi kriteria aktif karena sesuai

Dalam dokumen RAEHANA BUDIYANTI NIM. (Halaman 50-0)

Dokumen terkait