BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, maka pada bagian ini akan diuraikan pembahasan hasil penelitian yang meliputi pembahasan hasil analisis deskriptif serta pembahasan hasil analisis inferensial.
1. Pembahasan Hasil Analisis Deskriptif
Pembahasan hasil analisis deskriptif tentang (1) ketuntasan belajar siswa serta peningkatannya, (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika, (3) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika, Ketiga aspek tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
a) Hasil Belajar Siswa
1) Hasil Belajar Siswa Sebelum Diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan)
Hasil analisis data hasil belajar siswa sebelum diterapkan pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) menunjukkan bahwa dari 47 siswa keseluruhan tidak ada siswa yang mencapai ketuntasan individu (mendapat skor prestasi minimal 70), dengan kata lain hasil belajar siswa sebelum diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) umumnya masih tergolong sangat rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan klasikal.
2) Hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan)
Hasil analisis data hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) menunjukkan bahwa terdapat 45 siswa dari jumlah keseluruhan siswa atau 96% siswa mencapai ketuntasan individu (mendapat skor prestasi minimal 70). Sedangkan siswa yang tidak mencapai ketuntasan minimal atau individu sebanyak 2 orang atau 4%. Dengan kata lain hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) mengalami peningkatan karena tergolong sedang dan sudah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Hal ini berarti bahwa strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dapat membantu siswa untuk mencapai ketuntasan klasikal.
Keberhasilan yang dicapai tercipta karena siswa tidak lagi menjadi peserta pasif ketika proses pembelajaran berlangsung, akan tetapi siswa sudah dilibatkan dalam proses belajar mengajar melalui kegiatan berpikir, berbicara, berdiskusi atau bekerja sama dengan teman kelompoknya dalam mencari solusi dari persoalan yang diberikan maupun dalam menulis atau merumuskan ide-ide mereka dalam bentuk tulisan.
Secara umum, strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) merupakan sistem pembelajaran kelompok yang dapat memicu siswa untuk ikut serta secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar, melatih siswa untuk banyak bertanya, berbicara atau berkomunikasi, menulis ide-ide dan bekerja sama dengan temannya yang lain dalam memahami materi yang sedang dipelajari sehingga mereka akan mudah dalam menerima pelajaran dan tentunya ini diharapkan dapat berdampak terhadap hasil belajar siswa yang semakin bagus.
Dari hasil penelitian yang diperoleh tampak bahwa siswa akan lebih siap belajar, siawa aktif dalam pembelajaran, kemandirian siswa cenderung besar. Hal ini sesuai dengan beberapa kelebihan dari strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dan secara tidak langsung berdampak pada hasil belajar siswa.
3) Normalized Gain atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Strategi Pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).
Hasil pengolaan data yang telah dilakukan (lampiran D) menunjukkan bahwa hasil normalized gain atau rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar
dengan menggunakan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) adalah 0,72. Itu artinya peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) umumnya berada pada kategori tinggi karena nilai gainnya berada pada interval g 0,70.
2. Aktivitas Siswa
Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa menunjukkan bahwa siswa aktif dalam pembelajaran baik sebelum dan sesudah pembelajaran, hubungan sosial siswa semakin baik, siswa dengan guru dan telah memenuhi kriteria aktif karena sesuai dengan indikator aktivitas siswa bahwa aktivitas siswa dikatakan berhasil/efektif jika sekurang-kurangnya 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Sedangkan hasil analisis data observasi aktivitas siswa menunjukkan rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa dengan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) yaitu 82,46% dari aktivitas siswa yang meningkat setiap pertemuan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa sudah aktif mengikuti proses pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).
3. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran
Dari hasil pengamatan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa dalam mengelola pembelajaran melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) guru sudah mengelola pembelajaran dengan
baik. Hal itu terlihat dari nilai rata-rata dari keseluruhan aspek yang diamati yaitu sebesar 3,6 dan umumnya berada pada kategori sangat baik. Sesuai dengan kriteria keefektifan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikatakan efektif jika mencapai kriteria baik atau sangat baik, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran matematika melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) sudah efektif.
4. Pembahasan Hasil Analisis Inferensial
Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa data pretest dan posttest telah memenuhi uji normalitas yang merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji hipotesis. Data pretest dan posttest telah terdistribusi dengan normal karena nilai P> = 0,05 (lampiran D).
Karena data berdistribusi normal maka memenuhi kriteria untuk digunakannya uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t one sample test dengan sebelumnya melakukan Normalized gain pada data pretest dan data postest. Pengujian Normalized gain bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan.
Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t one sample test dengan sebelumnya melakukan Normalized gain pada data pretest dan data postest.
(Lampiran D) telah diperoleh nilai P = 0,000 < 0,05 = , sehingga ditolak dan diterima, yang berarti bahwa “terjadi peningkatan hasil belajar matematika setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan
menyenangkan) pada pembelajaran matematika siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa dimana nilai gainnya lebih dari 0,30”.
Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial yang diperoleh, ternyata cukup mendukung teori yang telah dikemukakan pada kajian teori. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa”.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan maka dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa:
1. Dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah pembelajaran melalui strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 85,40. Hasil ini juga menunjukkan bahwa terdapat 45 siswa atau 96% yang mencapai KKM dan 2 siswa atau 4% yang tidak mencapai KKM (mendapat skor dibawah 70) sehingga dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai kriteria ketuntasan secara klasikal.
2. Rata-rata gain ternormalisasi atau normalized gain pada hasil belajar siswa adalah 0,72. Nilai gain tersebut berada pada interval 0,30 g 0,70 sehingga terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada pembelajaran matematika siswa kelas VIIIF SMP Negeri 4 Sungguminasa dan termasuk kategori Tinggi.
3. Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa yang diharapkan meningkat setiap pertemuan dengan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) yaitu 80,72%, dengan indikator keberhasilan aktivitas siswa sekurang-kurangnya 75%, dengan demikian aktivitas siswa mencapai kriteria aktif.
62
4. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t one sample test dengan sebelumnya melakukan Normalized gain pada data pretest dan data posttest telah diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 = , sehingga ditolak dan diterima, yang berarti bahwa “terjadi peningkatan hasil belajar matematika setelah diterapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) pada pembelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa dimana nilai gainnya lebih dari 0,30.
Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) berpengaruh dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini, maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Kepada pihak sekolah diharapkan dapat menerapkan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) dalam proses pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran matematika pada pokok bahasan Teorema Pythagoras sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
2. Keberhasilan peneliti pada strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) hanya pada materi Teorema Pythagoras sehingga diharapkan pada peneliti yang ingin melakukan penelitian dengan strategi
pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan) agar menerapkannya pada materi yang lain agar kita dapat mengetahui bersama materi apa saja yang cocok dengan strategi pembelajaran GASING (gampang, asyik dan menyenangkan).
DAFTAR PUSTAKA
Admin, “Pembelajaran Matematika Dengan Metode Gasing”.
http://belajaronlinegratis.com/content/pembelajaran-matematika-dengan- metode-gasing (13 Juni 2013)
AM, Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.
Baharudin dan Esa Nur Wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010.
Eka. 2014. Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Pipe Make a Match Dalam Pembelajaran Matematika Materi Lingkaran Pada Siswa Kelas VIII SMP Ummul Mukminin Makassar. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar:
FMIPAUNM.
Martiyono. Perencanaan Pembelajaran. Yogyakarta: Aswara Presindo, 2012.
Nurmiati, 2011. Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Duampanua Kabupaten Pinrang. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar: Unismuh.
Rahmiyanti. 2014. Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray CISTS) pada Siswa Kelas VIIIA SMP AL-lhsan DDI Lekopancing Kabupaten Maros : FK1P Unismuh Makassar.
Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2012.
Roestiyah N.K. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana, 2012.
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Cet.V; Jakarta:
Rineka Cipta, 2010.
Soedjadi R., Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia (Kontatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan). Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi DEPDIKNAS, 1999.
Sudjana, Nana dan Ibrahim. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2012.
Sudjana, Nana dan Ibrahim. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:
PT. Remaja Rosda Karya, 2009.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi. Bandung:
Alfabeta, 2012.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2010.
Suherman, Erman. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia, 2003.
Sumardyono. Karakteristik Matematika dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika, 2004.
Surya, Yohanes dan Meg Moss. 2012. “Math For The Indegenous Tribes In Indonesia”, terjemahan Syailendra, “Matematika Untuk Daerah Tertinggal”, h. 5.
Surya, Yohanes dan Meg Moss. 2012. “Mathematics Education In Rural Indonesia” (Paper yang disajikan pada 12th International Congress on Mathematical Education, Seoul, Korea, 8-15 Juli 2012).
Susanto, Ahmad. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana, 2013.
Tahirman, W. 2013. Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Penerapan Pendekatan Open Ended Problem Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Larompong Kabupaten Luwu. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar : FKIP Unismuh Makassar.
Tasnim, Muh. Muhni. 2014. “Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VIII MTs Negeri Model Makassar.
Makassar: UIN Alauddin.
Webhosting Indonesia, “Matematika Mudah dan Menyenangkan”.
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/07/06/196/476496/membuat- matematika-mudah-menyenangkan (13Juni 2013).
Wena, Made. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Yamin, Martinis. Strategi & Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta:
Referensi, 2013.
Yaumi, Muhammad. Prinsip-prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2013.
RAEHANA BUDIYANTI, Lahir pada tanggal 01 Februari 1994 di Makassar. Anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Ayahanda Abdul Rasyid dan Ibunda Zaenab. Penulis mulai menempuh pendidikan di Sekolah Dasar pada tahun 1999 di SD Inpres Perumnas III Makassar sampai tahun 2005.
Penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa pada tahun 2005 sampai tahun 2008, penulis kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 16 Makassar pada tahun 2008 sampai tahun 2011 dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada tahun 2011 melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Atas ridho Allah SWT pada tahun 2015 penulis menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) dengan judul skripsi “Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran GASING (Gampang, asyik dan Menyenangkan) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Sungguminasa Kabupaten Gowa”.