• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS

1. Gatekeeping Pada Proses Pra-Produksi

Program Berkas Kompas mengupas persoalan-persoalan yang sedang hangat terjadi di Indonesia tentang politik, ekonomi, sosial, hukum, kriminal. Liputan mendalam merupakan salah satu bagian dari berkas kompas dengan menyertakan investigative report. Banyak hal yang perlu diperhatikan bagi pelaku jurnalistik dalam mengemas program mendalam agar sesuai dan layak untuk ditayangkan.

...“Berkom (berkas kompas) itu mengangkat isu-isu yang sedang terjadi, isu nasional dan kemudian didalami dan diinvestigasikan, tapi tidak semua isu-isu itu bisa masuk ke berkom, karena kita sesuaikan dengan berkom yang memang berlatarbelakang mengangkat penyimpangan politik, ekonomi, sosial, kriminal, hukum...”45

Berkas kompas tidak sembarang mengangkat berita dan butuh penyeleksian berita apa yang baik untuk diangkat berdasar ciri dari

Berkaskompas miliki.

45

Wawancara Pribadi dengan Produser program Berkas Kompas Nima Sirait, Jakarta 22 Mei 2013, 17.30WIB.

“Gatekeepingnya itu, kita memantau media lain juga, misalnya

pemberitaan tentang Ahmad fathonah dari media lain mereka bawa kemana, otomatis orosinalitas itu nomor satu. Kemudian kita bicarakan kepada pemred, apakah mau kita kemas seperti media lain atau kita buat yang beda. Kita punya nilai jual sendri. Setelah itu kita diskusikan dan disesuaikkan dengan gaya nya berkas kompas...”46

Terlihat dari penuturan produser program Berkas Kompas tersebut, bahwa gatekeeping tidak hanya sistematis berbicaratentang bagaimana layaknya suatu tayangan tetapi juga melihat dari sudut pandang kemasan dan keorisinalitas dari suatu media.

Selain itu, sebelum memulai produksi suatu tayangan, perencanaan sangat penting dalam membuat suatu berita dengan liputan mendalam dan investigasi. Langkah perencanaan ini berkaitan dengan kerja pengumpulan, penyusunan, dan pemilihan orang yang akan melaksanakan tugas-tugas tertentu. Berbagai hal yang berkaitan dengan penyelidikan dan penelitian yang akan dilakasanakan, direncanakan sampai ke rincian detil pengerjaannya. Seperti; pengumpulan dan penyusunan informasi, dan pembagian tugas.47

46

Wawancara Pribadi dengan Produser program Berkas Kompas Nima Sirait, Jakarta 22 Mei 2013, 17.30WIB.

47

Septiawan Santana, Jurnalisme Investigasi, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia 2004), hlm. 166.

a. Sumber Pemberi Tema Pada Program Berkas Kompas

Sebelum program berjalan dan terproduksi, langkah awal untuk membuat suatu tayangan program adalah penentuan tema yang datang dari berbagai sumber pemberi ide tema.

...“Tema itu biasanya muncul ketika hot issue yang berkembang, ketika ada isu yang berkembang dan sesuai, kita investigasiin. Bisa juga kita mendapatkan tema liputan dari keseharian kita, yang kita lihat, kita temui, dan memang agak mengganggu pikiran kita, itu menarik dan akhirnya kita angkat dan dibuat investigasinya. Pandangan mata bisa menjadi tema liputan…”48

ReporterBerkas Kompas tersebut menuturkan bahwa tidak hanya tema isu nasional saja yang diangkat, tetapi juga pandangan mata sehari-hari yang menjadi persoalan sosial dan layak untuk diangkat. Menurut Shoemaker dan Reese hal ini termasuk kedalam level ideologi. Dimana level ini dapat mempengaruhi isi tayangan tersebut, dalam hal ini ide dari berbagai sumber pemberi tema merupakan kesesakan dalam diri yang kemudian dapat dituangkan kedalam pilihan ide tema suatu program. Gagasan untuk menyalurkan ide dari suatu temadatang dari Tim Berkas Kompasdengan melakukan pencarian atau pengalaman sehari-hari.

…”Di Berkas Kompas kita bebas menyalurkan tema yang akan kita angkat. Reporter, editor, kamerawan, itu bebas untuk menumpahkan gagasannya, dan kitapun biasanya mencari tema itu tidak hanya dari isu yang sedang hangat atau dari agenda setting redaksi saja, tapi bisa riset dari internet, koran, majalah, terkadang kalau lagi ngobrol juga

48

Wawancara Pribadi dengan reporter program Berkas Kompas Harfin Naqsabandy, Jakarta 7 Juni 2013, 15.30WIB.

bisa itu jadi bahan diskusi, karena kita di news magazine ya cari tau juga di news daily yang setiap hari fresh terus sama berita-berita terkini…”49

Dari penuturan Harfin dan Nima dapat terlihat sumber tema yang biasa didapatkan untuk program Berkas Kompas bisa didapat dari riset di internet, koran, majalah, diskusi, tim dari news daily (berita harian), pandangan mata sehari-hari di masyarakat dan tidak lupa selalu mengikuti perkembangan berita yang terhangat sesuai dengan apa yang terjadi di Indonesia.

Berkas kompas memiliki ciri khas, tidak hanya persoalan negara tetapi juga tentang kemanusiaan, persoalan sosial serta memperjuangkan hak masyarakat atas kebijakan pemerintah. Persoalan sosial dan kemanusiaan merupakan persoalan paling utama yang sering di angkat tim

Berkas Kompas.

…“Berkas Kompas itu indeepth investigasi, uniknya berkas kompas ini untuk pembahasan sosialnya itu ada, jadi tidak melulu hukum, atau politik aja yang diungkap, tapi dari persoalan global kemanusiaan di indonesia, kita tarik kesitu

juga…”50

Bisa disimpulkan bahwa pemberian tema bisa datang dari berbagai sumber. Dan kemudian produser Nima sirait dan Odit Praseno Hadi yang akan melakukan penyeleksian tema atau gatekeeping tema pada

49

Wawancara Pribadi dengan Produser program Berkas Kompas Nima Sirait, Jakarta 22 Mei 2013, 17.30WIB.

50

Wawancara Pribadi dengan Produser program Berkas Kompas Nima Sirait, Jakarta 22 Mei 2013, 17.30WIB.

program Berkas Kompas. Proses gatekeeping ini dilakukan dengan cara berdiskusi dan kemudian mencari tau persoalan yang mana yang harus dibahas dan apa saja yang tidak perlu diangkat. Berikut merupakan alur bagan sumber pemberi tema sampai tema terseleksi.

Sumber pemberi tema

Gambar 4.1 Bagan alur sumber pemberi tema sampai tema terseleksi

Seperti yang dikemukakan Shoemaker dan Reese, level individual seperti latar belakang, nilai-nilai, dan sikap turut mempengaruhi isi dari tayangan tersebut. Dalam mendiskusikan tema yang dipilih, seorang produser harus memiliki latar belakang pendidikan yang dapat melihat aspek nilai dari tema yang diangkat program tersebut, seperti persoalan

- Reporter - Editor - Kamerawan

- Kawan-kawan redaksiNews Magazine

- hot issue

- Pengalaman individu sehari-hari - Koran, internet, majalah

produser Nima sirait dan odit Praseno Hadi berdiskusi pemilahan tema (gatekeeping tema)

Hasil seleksi tema atau gatekeeping

masyarakat dengan pendekatan aspek sosial dari akibat, dampak, serta solusinya. Kemudian menimbulkan suatu aspek kenilaian dari isi berita tersebut, nilai-nilai yang diusung program Berkas Kompas merupakan kesesuaiannya dengan peran perusahaannya yang mengusung Inspirasi Indonesia.

Berikut tema dalam beberapa episode program Berkas Kompas. Tabel 3

No Episode Selesai

1 Surat Miskin Bagi Yang Tidak Miskin 2 Hidup di republik Pungli

3 Melesat Menantang Maut 4 Racun Polusi (Pemenang AJI) 5 Kilau Emas di Tambang Liar 6 Air Mengalir Sampai Jauh

7 Roda Roda Dua

8 Cerita Dari Langit Maros

9 Krisis Beras Di Negeri Lumbung Padi 10 Terbatas di Perbatasan

11 Sekolahku Mencelakakanku 12 Jakarta Jangan Hujan 13 Orang Utan vs Orang Jahat

14 Menggarami Lautan Garam (Pemenang Adinegoro)

15 Jembatan Kutai Kartanegara, salah siapa? 16 Tanah Ulayat Tersingkir (the series) -Register

45-

17 Tanah Ulayat Tersingkir (Sri tanjung, Mesuji) 18 Tanah Ulayat Tersingkir (Sodong, OKI) 19 Gelap Bumi Dipasena

20 Tanah Ulayat Tersingkir (suku anak dalam) 21 Tanah ulayat Tersingkir (Senyerang Jambi) 22 Tanah ulayat tersingkir (Pulau padang) 23 Gaya Hidup Malam

24 Premanisme

26 Beri Kami Jalan 27 Riuh Karena Minyak

28 Jangan Gadaikan Hidupmu di dunia maya 29 You are what you eat

30 Asa dari Nangroe

31 Bersahabat dengan Gempa

32 Bijih hitam menghitamkan Bangka 33 Keruh karena bijih hitam (bangka)

34 ATC

35 Lumpur sidoarjo

36 Tambang emas tumpang pitu

37 Busway

38 Kereta api

39 Kisah klasik jakarta (PR cagub) 40 Jakarta memilih

41 Sampah

42 Tembakau

43 Pantura 44 Raja jalanan

45 Hukum dan Narkoba 46 Bali not for sale

Episode tersebut merupakan episode selesai dari program Berkas Kompas. Tema tersebut bisa dilihat, kebanyakan mengangkat tentang persoalan sosial yang luput dari masyarakat dan bahkan pemerintah daerahnya.

b.Rapat Redaksi

Rapat Redaksi biasa dilakukan mingguan pada hari Jumat. Rapat dihadiri oleh Pemred, Manager, Eksekutif Produser, Produser, dan tim

Berkas Kompas seperti reporter, editor, dan kamerawan. Terkadang kamerawan tidak hadir dalam rapat tersebut, karena kamerawan di Berkas

Kompas merupakan kamerawan dari tim News Magazineyang juga memegang beberapa program News Magazine.

Rapat redaksi Berkas Kompas membicarakan tentang proyeksi dan evaluasi, proyeksi membahas tentang tema yang akan diangkat diepisode mendatang. Rapat redaksi tersebut merupakan hasil seleksi tema yang dilakukan kedua produser yang kemudian diangkat ke dalam rapat dan bertujuan untuk mendalami tema pembahasannya, kebutuhan-kebutuhan yang akan dikerjakan selama produksi termasuk budgeting perlu dipersiapkan pada saat pra produksi. Saat rapat,Pemred, Manager, Eksekutif produser juga dapat memberi masukan terhadap pembahasan tema tersebut terkait dengan pesan yang ingin disampaikan dari program

Berkas Kompas. Sedangkan evaluasi adalah membahas episode yang telah tayang, mengevaluasi kekurangan dalam tayangan tersebut untuk dikaji dan diperbaiki sehingga tidak ada kekurangan yang terulang kembali.

...”Rapat kita biasa mingguan ya, pembahasannya proyeksi dan evaluasi, proyeksi itu kita membahas tema yang diangkat yang udah disepakati produser dan kemudian kita bahas apa-apa saja, udah gitu kita buat perencanaan, dan segmen 1, 2, 3 nya dan gambar apa saja, nanti reporter dan kamerawan akan dikasih tor nya sebagai panduan. Evaluasi ya ngebahas

kekurangannya...”51

Pada sekali rapat bisa didapat dua atau tiga rancangan tayang kedepan, karena Berkas Kompas memiliki tiga tim. Berkas Kompas juga

51

Wawancara Pribadi dengan Produser program Berkas Kompas Nima Sirait, Jakarta 22 Mei 2013, 17.30WIB.

tidak jarang melakukan liputan ke luar pulau jawa, yang memakan waktu bisa sampai 10 hari. Berikut gambaran rapat redaksi yang tertuang dalam bagan.

Gambar 4.2 Bagan rapat redaksi c. Pelaksanaan Riset Program Berita Berkas Kompas

Untuk menganalisis kasus yang ingin diangkat, perlu adanya pendalaman dari sebuah materi.Untuk mendapatkan akurasi data maka dilakukanlah pencarian atau sebuah riset. Riset yang biasa dilakukan oleh tim Berkas Kompas adalah dengan berbagai cara, yaitu dengan melakukan riset melalui internet, majalah, koran, dari litbang kompas, dan melalui jaringan.

Seperti terkutip dalam buku Septiawan Sentana, melakukan riset secara seksama adalah penting karena:

1. Memperkenalkan reporter kedalam bahasa topik yang kompleks. Hal ini berarti mengharuskan reporter untuk mempersiapkan diri dengan meminta nasihat kepada para ahli/ pakar di bidang tertentu.

Tim Produksi Program

Berkas Kompas

Rapat Redaksi

- Pembahasan proyeksi dan evaluasi

- Pembahasan tema

- Masukan dari tim produksi - Budgeting

2. Memperkenalkan reporter pada orang-orang yang telah menjadi sumber berita, mengenai kisah-kisah yang sama pada masa lalu. 3. Membantu reporter untuk menyusun daftar pertanyaan. Para

reporter menjadi mengenali berbagai subjek yang hendak diinvestigasi.

4. Mendapatkan berbagai bahan artikel lain, yang memiliki kesamaan topik. Hal ini terkait dengan pemantauan terhadap berabagai ulasan media sebelumnya, tentang topik yang tengah diinvestigasi, sebab kerap berbagai bahasan media yang telah mengulas soal yang sama masih memiliki kelemahan, tidak sempat terliput.

5. Memberi petunjuk tentang the good things and bad things, sesuatu yang baik dan buruk, selama wawancara. Temuan yang mendadak hadir, ketika melakukan wawancara ini, tidak akan didapat jika tidak melalui proses studi terhadapberbagai catatan dan dokumen yang telah diteliti, dan ditemukan asumsi-asumsi hipotetifnya.52

Sebelum tim Berkas Kompas berangkat untuk melakukan peliputan, reporter dan juga dibantu produser sudah melakukan riset dan membuat janji kepada narasumber, tentunya riset yang didapatkan adalah data yang menunjang kebutuhan materi.

52

Septiawan Santana, Jurnalisme Investigasi, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia 2004), hlm. 195-197.

Riset yang dilakukan terlebih dahulu biasanya dengan melakukan penelusuran papers-trails. Pencarian bahan melalui berbagai keterangan yang bersifat tekstual. Seperti:

a. Sumber-sumber sekunder;surat kabar, majalah, internet, dokumentasi pers yang dikerjakan berbagai asosiasi jurnalisme. b. Dokumen-dokumen primer; data-data kelahiran, kematian,

keuangan, sampai data pemerintahan.

c. Sistem informasi komputer; berbagai dokumentasi yang dapat diakses melalui komputer.

d. Informasi negara lain; berbagai informasi pemerintahan dan negara lain, yang terkait dengan liputan investigasi.53

Kemudian penelusuran people trails, kegiatan ini terkait dengan pekerjaan mencari dan mewawancarai sumber-sumber terkait.Riset sebelum produksi, merupakan hal yang penting, menjadi bagian dari rutinitas sebelum melakukan sebuah produksi. Dan menurut shoemaker dan Reese hal ini termasuk kedalam level rutinitas media. Hal yang terus menerus dan berulang-ulang dikerjakan sebagai suatu rutinitas pekerjaan

53

Berikut alur bagan kegiatan riset program Berkas Kompas.

Gambar 4.3 Bagan Kegiatan Riset Program Berkas Kompas

Dokumen terkait