• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaya Hidup Berdasarkan Ketertarikan/ Minat

BAB IV PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.3. Gaya Hidup Berdasarkan Ketertarikan/ Minat

individu sebagai apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya. Interest (minat) akan semacam objek peristiwa, atau topik dalam tingkat kegairahan yang

Tabel 4.16

Tabel Frekuensi Mengenai Gaya Hidup (Ketertarikan/Minat)

No. Pernyataan SS S KS TS STS Total Mean Std

deviasi 1. Dorongan orangtua membuat

anda berminat untuk mengikuti bimbingan belajar 13 (4,8%) 129 (48%) 71 (26,4%) 50 (18,6%) 6 (2,2%) 269 (100%) 3,35 0,912 2. Saya mengikuti bimbingan

belajar karena informasi yang saya dapatkan dari internet atau media sosial mengenai bimbingan belajar tersebut.

20 (7,4%) 62 (23%) 117 (43,5%) 54 (20,1%) 16 (5,9%) 269 (100%) 3,06 0,983 3. Sosialisasi yang dilakukan oleh

pihak bimbingan belajar ke

sekolah mempengaruhi keputusan anda untuk mengikuti bimbingan belajar

48 (17,8%) 129 (48%) 66 (24,5%) 21 (7,8%) 5 (1,9%) 269 (100%) 3,72 0,896 4. Anda tertarik untuk mengikuti

bimbingan belajar karena ajakan dari teman anda.

52 (19,3%) 131 (48,7%) 62 (23%) 20 (7,4%) 4 (1,5%) 269 (100%) 3,77 0,897 5. Pengalaman teman-teman anda

selama mengikuti bimbingan belajar membuat anda tertarik untuk mengikutinya. 50 (18,6%) 136 (50,6%) 66 (24,5%) 13 (4,8%) 4 (1,5%) 269 (100%) 3,80 0,849 Sumber: Kuesioner September 2015

menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepadanya. Dalam tabel 4.16 diatas berisi mengenai beberapa pertanyaan yang dapat menunjukkan hal-hal yang dapat menimbulkan ketertarikan responden untuk mengikuti bimbingan belajar.

Responden yang berjumlah 269 orang akan menunjukkan bagaimana gambaran dari gaya hidup responden melalui ketertarikan mereka terhadap bimbingan belajar. Dorongan orangtua dapat menjadi penyebab siswa untuk mengikuti bimbingan belajar. Pernyataan ini ingin menjelaskan bahwa ketertarikan responden terhadap bimbingan belajar dapat disebabkan oleh dorongan orangtua. Dari fakta dilapangan ditemukan bahwa dukungan orangtua responden sangat besar dalam mengikuti bimbingan belajar. Untuk mendaftarkan diri dalam mengikuti bimbingan belajar responden akan selalu ditemani oleh orangtuanya masing-masing, bahkan ada orangtua yang mendaftarkan sendiri anaknya.

Mendaftarkan diri untuk mengikuti bimbingan belajar, orangtua responden menjadi orang yang sangat aktif melalui banyak pertanyaan yang mereka berikan kepada pihak bimbingan belajar. Dukungan lain yang diberikan oleh orangtua responden adalah dengan mengantar responden setiap hari ke tempat bimbingan belajar bahkan sampai menunggu anaknya selama mengikuti bimbingan belajar. Fakta tersebut didukung dengan jawaban yang diberikan responden terhadap pernyataan diatas, dimana jumlah responden terbanyak yaitu 129 orang (48%) menyebutkan setuju, bahwa orangtua mereka memberikan dukungan untuk mengikuti bimbingan belajar.

Jawaban sangat setuju diberikan oleh 13 responden (4,8%) dimana dukungan yang diberikan oleh orangtua mereka sangat besar untuk mengikuti bimbingan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup individu terutama dalam hal ketertarikan untuk mengikuti bimbingan belajar adalah faktor eksternal yaitu dari orangtua responden. Pernyataan diatas juga mendapatkan tanggapan kurang setuju dari 71 responden lainnya (26,4%) dimana dukungan orangtua responden sangat besar namun mengikuti bimbingan belajar bukan semata-mata karena dorongan orangtua, tetapi karena ada faktor lain. Sama dengan jawaban tidak setuju dari 50 responden lain (18,6%), dimana dorongan orangtua bukan menjadi penyebab mereka untuk mengikuti bimbingan belajar. Diikuti dengan pernyataan sangat tidak setuju oleh 6 responden (2,2%).

Media sosial sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dunia internet bukan merupakan hal baru bagi semua orang. Semua orang selalu berhubungan melalui dunia maya dan semua hal dapat didunia maya. Segala informasi terkini dapat dijangkau oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Hal ini dimanfaatkan juga oleh pihak bimbingan belajar. Setiap bimbingan belajar pasti memiliki website mengenai bimbingan belajar mereka. Dalam website yang mereka buat tersebut, mereka mengisinya dengan beberapa brosur yang diharapkan dapat memberikan informasi bagi siswa yang ingin mengikuti bimbingan belajar. Website ini diharapkan dapat membuat siswa tertarik untuk mengikuti bimbingan belajar. Namun hal ini sangat berbeda dengan jawaban yang diberikan oleh responden melalui pengisian kuesioner. Jawaban terbanyak menyebutkan kurang setuju terhadap informasi yang mereka peroleh mengenai suatu bimbingan belajar melalui internet. Responden yang berjumlah 117 orang

(43,5%) tersebut menyatakan bahwa mereka mendapatkan informasi mengenai bimbingan belajar bukan melalui internet. Berbeda dengan 62 responden (23%) lainnya bahwa internet merupakan salah satu sarana bagi mereka untuk mendapatkan informasi mengenai bimbingan belajar. Jawaban tidak setuju diberikan oleh 54 responden (20,1%) . Jawaban sangat setuju oleh 20 responden (7,4%) dimana internet merupakan sumber informasi utama bagi mereka untuk mengetahui sebuah bimbingan belajar. Bertolak belakang dengan 20 responden tersebut, 16 responden (5,9%) lainnya justru menyatakan sangat tidak setuju, dimana mereka tidak pernah membuka website dari bimbingan belajar untuk mendapatkan informasi.

Sosialisasi yang dilakukan oleh pihak bimbingan belajar ke sekolah mempengaruhi keputusan anda untuk mengikuti bimbingan belajar. Pernyataan ini merupakan sumber informasi lainnya yang dapat menumbuhkan ketertarikan responden dalam mengikuti bimbingan belajar. Sosialisasi ke sekolah-sekolah sudah merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh pihak bimbingan belajar ketika sudah memasuki semester baru. Pihak bimbingan belajar dengan beberapa pegawai atau tentor akan mendatangi beberapa sekolah yang akan mereka datangi. Ada juga bimbingan belajar yang menjalin kerjasama dengan pihak sekolah agar dapat mempermudah siswa yang ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti bimbingan belajar. Dari observasi yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa ada pihak sekolah yang menjalin kerjasama dengan pihak bimbingan belajar. Pihak sekolah bahkan langsung berkomunikasi dengan kepala cabang bimbingan belajar untuk mendaftarkan siswanya yang ingin mengikuti bimbingan belajar. Pihak sekolah bahkan seperti menjadi wali bagi siswa untuk dapat mendaftarkan

diri ke bimbingan belajar. Pihak bimbingan belajar juga memberikan pelayanan atau menyambut baik kerjasama yang mereka lakukan terhadap pihak sekolah. Dari hasil kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti kepada 269 responden maka dapat diperoleh data yaitu responden dengan jumlah yang paling banyak menyebutkan bahwa 129 responden (48%) setuju dengan pernyataan tersebut. Responden sebanyak 48 orang (17,8%) menyatakan sangat setuju, bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh pihak bimbingan belajar sangat membantu siswa untuk mendapatkan informasi seputar bimbingan belajar sehingga memotivasi mereka untuk mengikutinya. Lain halnya dengan 66 responden (24,5%) yang memberikan jawaban kurang setuju terhadap pernyataan ini bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh pihak sekolah tidak sepenuhnya dapat mempengaruhi keputusan dari responden untuk memilih bimbingan belajar, 21 responden (7,8%) dengan jawaban tidak setuju, dan sangat tidak setuju oleh 5 responden (1,9%).

Anda tertarik untuk mengikuti bimbingan belajar karena ajakan dari teman anda. Pernyataan ini ingin melihat ketertarikan responden untuk mengikuti bimbingan belajar yang disebabkan oleh temannya. Dari hasil kuesioner, diperoleh data bahwa sebanyak 131 responden (48,7%) menyatakan setuju dengan pernyataan ini dimana responden mengikuti bimbingan belajar karena ajakan dari teman. Berbeda dengan 62 responden (23%) yang memberikan pernyataan kurang setuju jika ajakan teman menjadi satu hal yang mempengaruhi mereka untuk mengikuti bimbingan belajar. Namun, 52 responden (19,3%) lainnya menyebutkan bahwa mereka sangat setuju terhadap pernyataan diatas. Responden lainnya menjawab tidak setuju 20 orang (7,4%) dan sangat tidak setuju oleh 4 responden (1,5%). Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti dilapangan

ditemukan fakta bahwa pengaruh teman sangat besar terhadap keikutsertaan responden dalam mengikuti bimbingan belajar. Hal ini dapat terlihat dari salah satu bimbingan belajar yaitu Ganesha Operation yang memberikan diskon kelompok kepada siswa yang mendaftarkan dirinya secara berkelompok. Siswa yang berhasil mengajak temannya untuk mendaftarkan diri dalam kelas reguler akan mendapatkan uang sebesar Rp.100.000,- dan kelas executive Rp. 150.000,-.Fakta lainny adalah bahwa bimbingan belajar menyediakan sebuah kelas untuk siswa yang berasal dari sekolah yang sama. Adanya kelas ini disebabkan oleh adanya permintaan dari siswa untuk membuat mereka dalam satu kelas yang sama. Mereka adalah siswa yang berasal dari sekolah yang sama dan bahkan kelas yang sama disekolah. Pengaruh teman juga sangat kuat seperti yang ada dibimbingan belajar SSC dimana siswa meminta agar dapat dimasukkan dikelas yang sama dengan temannya. Bahkan siswa tersebut menelpon orangtuanya agar meminta pihak bimbingan belajar memasukkannya dikelas yang sama dengan temannya.

Pernyataan selanjutnya berkaitan dengan pernyataan sebelumnya dimana pengalaman teman-teman selama mengikuti bimbingan belajar membuat responden tertarik untuk mengikutinya. Responden dengan jumlah terbanyak menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut yaitu 136 responden (50,6%). Kurang setuju menjadi pilihan jawaban dari 66 responden (24,5%). Jawaban sangat setuju oleh 50 responden (18,6%), dimana pengalaman dari teman-teman menjadi daya tarik tersendiri bagi responden. Jawaban tidak setuju oleh 13 responden (4,85) dan sangat tidak setuju oleh 4 responden (1,5%) yang

menunjukkan bahwa pengalaman teman-teman mereka bukan menjadi alasan mereka untuk tertarik mengikuti bimbingan belajar.

Tabel diatas menjelaskan mengenai ketertarikan atau minat dari responden untuk mengikuti bimbingan belajar. Nilai mean tertinggi yaitu 3,80 menunjukkan bahwa ketertarikan responden terhadap bimbingan belajar disebabkan oleh pengalaman teman-teman responden yang menimbulkan ketertarikan responden untuk mengikuti bimbingan belajar. Nilai mean terendah yaitu 3,06 menunjukkan bahwa informasi mengenai suatu bimbingan belajar yang ada di internet tidak menimbulkan minat responden terhadap bimbingan belajar.

Dokumen terkait