• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL 9 Peternakan

3.6 Gendang Dalam Upacara Kerja Mengket Rumah

Dalam upacara kerja mengket rumah ini, peranan gendang sebagai pengiring katoneng-katoneng dan perlandek sangat penting. Hal ini dapat dilihat dari rangkaian acara perlandek dimana setiap giliran tegun menari selalu diiringi dengan gendang.

Gendang mempunyai beberapa pengertian (1) gendang sebagai ensembel, misalnya gendang lima sendalanen, gendang kulcapi. Gendang sebagai reportoar , misalnya gendang simalungun rakyat , gendang perang-perang , gendang jumpa malem. Gendang juga dapat sebagai bentuk upacara, misalnya gendang guro-guro aron, gendang simate-mate.

Berdasarkan tempat/ lokasi, gendang dapat di bagi ke dalam dua bagian yaitu:

(1) Gendang i rumah

Gendang i rumah ini diselenggarakan di dalam rumah. Reportoar yang di mainkan adalah gendang perang-perang , gendang simalungun Rakyat, gendang Ola Kisat , dan gendang Jumpa Malem. Adapun urutan perlandek gendang i rumah adalah sebagai berikut :

Sukut,yang terdiri dari : senina, sembuyak, senina sipemeren, senina siparibanen, senina sipengalon dan perangkat desa (kepala kampung atau Sekdes).

Anak beru dan anak beru menteri

Kalimbubu,yang terdiri dari : kalimbubu sierkimbang , kalimbubu simupus , kalimbubu tua, kalimbubu siperdemui.

Puang kalimbubu, yang terdiri dari : puang kalimbubu arah simupus, puang kalimbubu arah sierkimbang , puang kalimbubu arah siperdemui.

Serayaan yaitu pemuda-pemudi desa.

Pemakaian gendang i rumah saat sekarang ini sudah jarang dilakukan, mengingat keterbatasan ruangan sebagai tempat pelaksanaan upacara. Dahulu pun pemakaian gendang i rumah dilaksanakan pada upacara kerja rumah adat.

Gendang ini dimainkan di luar rumah, bisa di halaman rumah, atau di loosd.12

Sarune terbuat dari kayu selantam. Badan sarune ini terdiri dari dua bagian yang berbentuk konis. Yang menghubungkan badan sarune dan lidah sarune adalah sebuah timah yang berbentuk tube. Anak sarune ( reed ) terbuat dari daun kelapa hijau. Ampang – ampang sarune terbuat dari lempengan perak atau terbuat dari tanduk berbentuk bulatan yang letaknya antara badan dan lidah sarune. Fungsinya Reportoar dan urutan secara perlandek gendang i teruh sama dengan gendang i rumah. Perbedaanya hanya pada urutan pertama. Pande ( tukang pembuat rumah) dan guru adalah tegun yang pertama sekali menari, kemudian urutan perlandek selanjutnya sama dengan gendang i rumah

3.6.1 Ensembel Gendang yang Dipakai

Dalam pelaksanaan upacara kerja mengket rumah ensembel gendang yang dipakai adalah gendang lima sendalanen atau di sebut juga gendang sarune. Gendang lima sendalanen terdiri dari lima buah instrumen , yaitu; sebuah sarune ( sejenis alat musik tiup berlidah ganda –aerophone-double reed ). Berfungsi sebagai pembawa melodi. Dua buah gendang ( alat muik pukul --membranophone-conical) yang terdiri dari gendang singindungi berfungsi sebagai pembawa ritem variabel dan gendang singanaki berfungsi sebagai pembawa ritem konstan. Sebuah gung ( alat musik pukul--idiphone ).dan sebuah penganak (alat musik pukul--idiophone )

12

Loosd adalah tempat pelaksanaan upacara-upacara adat seperti upacara perkawinan, upacara kematian, dan lain-lain. Biasanya upacara tersebut menyangkut kepentingan masyarakat setempat. Bangunan Loosd ada yang berbentuk letter U ada juga seperti bangunan joglo, beratap seng atau ijuk dan tidak berdinding. Ada yang berlantai tanah, semen ada juga yang memakai keramik. Disalah satu sudut bangunan, ada tempat untuk memasak (dapur umum).

sebagai penyekat Mulut ketika meniup sarune. Lobang sarune berjumlah delapan. Dengan perincian, tujuh lobang berada di sisi atas sedang sebuah lobang lagi berada pada sisi dibalik lubang yang tujuh yang letakknya paling atas.

Gendang singindungi bahannya terbuat dari kayu nangka atau kayu teras juhar. Berbentuk konis dengan panjang lebih kurang 40 cm,lubang atas berdiameter 7 cm, sedang lubang bagian bawah berdiameter 5 cm. Kedua lubang ini di tutup dengan kulit napuh yaitu sejenis kancil. Kulit bagian atas dan bagian bawah dihubungkan dan terikat oleh tali yang terbuat dari kulit lembu disebut dengan tarik. Selain berfungsi sebagai pengikat kedua tutup gendang, tarik tersebut juga berfungsi sebagai penyetem gendang ( tuning).

Alat pemukul gendang singindungi berjumlah dua buah dengan ukuran yang berbeda. Satu sebesar ibu jari tangan atau ukuran panjang kira-kira 13 cm, dan diameternya kira-kira 2 cm. Dan sebuah lagi yang lebih kecil dengan uksuran panjang 13 cm dan berdiameter kira-kira 1 cm .Biasanya pemukul gendang terbuat dari kayu jeruk purut.

Gendang singanaki mempunyai bahan,bentuk dan ukuran yang sama persis dengan gendang singindungi. Hanya saja gendang singanaki mempunyai sebuah gendang kecil yang digantung/diikat pada tarik gendang singanaki. Gendang kecil ini disebut gerantung. Ukuran gerantung ini jauh lebih kecil dari gendang singanaki. Panjangnya kira-kira 10 cm, lubang atas berdiameter kira-kira 4 cm, dan lubang bawah berdiameter kira-kira 3,5 cm , namun konstruksi gerantung sama dengan kedua gendang tersebut. Alat pemukul gendang singanaki berjumlah dua buah

dengan ukuran yang sama, yakni panjang 13 cm dan berdiameter kira-kira 1 cm Biasanya pemukul gendang terbuat dari kayu jeruk purut.

Gung terbuat dari bahan perunggu, berdiameter kira-kira 70 cm. Penganak berdiameter kira-kira 16 cm , terbuat dari bahan kuningan.

3.6.2 Jenis Reportoar Yang Dimainkan

Jenis reportoar yang dimainkan dalam upacara kerja mengket rumah dapat di bagi ke dalam dua bagian yaitu, reportoar yang di mainkan dalam gendang adat dan reportoar yang dimainkan dalam gendang lima puluh kurang dua. Yang termasuk ke dalam golongan gendang adat yaitu gendang perang-perang, gendang simalungun rakyat, gendang jumpa malem 13.Tetapi ada juga penambahan reportoar di dalam gendang adat seperti gendang odak-odak , mari-mari dan patam-patam. 14

Penggunaan seluruh reportoar dalam gendang adat tidak berkaitan dengan masalah kepercayaan. Sesuai dengan namanya gendang adat, maka gendang ini hanya berhubungan dengan adat istiadat. Berbeda halnya dengan gendang lima puluh kurang dua yang penggunaanya sangat berkaitan dengan upacara ritual (lihat sistem religi). Dalam kerja mengket rumah dewasa ini gendang limapuluh kurang dua tidak lagi dimainkan , karena fungsinya bertentangan dengan ajaran agama.

13

Dalam konteks kerja mengket rumah ini, gendang jumpa malem hanya dimainkan pada awal acara perlandek. Menurut keterangan dari P. Sitepu, dimainkannya gendang jumpa malem pada awal acara perlandek, diharapkan dapat membuat kedamaian dan kebahagiaan bagi seluruh sangkep

nggeluh beserta seluruh kerabat yang hadir di dalam kerja tersebut. Secara harafiah jumpa malem

berarti jumpa kebahagiaan dan kedamaian. Untuk selanjutnya biasanya dimainkan gendang simalungun rayat.

14

Gendang odak-odak, mari-mari dan patam-patam dapat dimainkan setelah seluruh tegun

sukut, kalimbubu dan anak beru telah selesai menarikan gendang jumpa malem dan simalungun rayat.

Jarangnya reportoar ini dimainkan dan diperdengarkan, menyebabkan banyak penggual sudah tidak bisa memainkan gendang ini secara utuh.

Dokumen terkait