KETUA RAPAT: Ya lanjut Pak
F- P GERINDRA (ABDUL WACHID): Terima kasih
Kami persilakan Pak Ahmad Fadil atau Lurah Fadil, mana lurah Fadil, tidak yang pertama tadi lurah Fadil, ini mana lurah Fadil tidak ada? Ya terlalu banyak yang diurus lurah Fadil ini, tiga orang yang diurus Pak, tapi jaman
Covid ini bagus Pak Sekjen, di Tasik itu yang hamil 89 ribu Pak, karena lock down terus.
Pak Wahid kami persilakan Pak Wahid, di Semarang atau dimana ini? F-P GERINDRA (ABDUL WACHID):
Terima kasih. Yang kami hormati, halo-halo
KETUA RAPAT: Ya lanjut Pak.
Bagus-bagus silakan.
F-P GERINDRA (ABDUL WACHID): Terima kasih.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh. Salam Sejahtera bagi kita semua.
Yang kami hormati teman Saya, Pak Menteri bersama Pak Sekjen dan jajarannya,
Yang kami hormati Pimpinan dan Anggota Komisi VIII, baik yang hadir langsung maupun yang virtual,
Saya ingin menambahkan beberapa hal mungkin ada yang sama tapi ada yang penekanan, saya sangat mendukung sekali terkait dengan program-program yang telah dibuat oleh Pak Menteri dan menyampaikan apresiasi sekali kepada beliau. Dan terima kasih Pak Menteri, sudah memberikan bantuan sudah kami serahkan kepada yang berhak menerima.
Yang perlu kami sampaikan disini Pak Menteri, karena terkait dengan pagu indikatif dan ada usulan anggaran, usulan tambahan. Yang pagu indikatif Rp62 triliun sampai tambahan dan rencana penambahan target sampai Rp91 triliun, dan ini sampai Tahun 2020, mudah-mudahan ini nanti juga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya dan bagi teman-teman Anggota Dewan buat di Dapil juga bisa menyalurkan.
Yang perlu kami sampaikan Pak Menteri karena ini waktunya dikasih 5 menit, yaitu adanya Covid ini juga perlu kaitannya dengan new normal dan kita juga menghadapi normal, itu juga masyarakat ini banyak yang menjadi tidak bisa bekerja. Saya berharap untuk kube ini Pak Menteri kaitannya Pak Menteri pernah di Komisi VI, yang jelas tahulah ya, kaitannya dengan masalah UMKM, disini sangat perlu sekali untuk ada tambahan sehingga, mereka itu bisa hidup, bisa bekerja kembali, apalagi ada dukungan dari Kementerian Sosial, khususnya masyarakat-masyarakat yang kena dampak Covid ini bisa bekerja kembali dan bisa ekonomi bisa pulih kembali.
Yang kedua kaitannya dengan Covid ini Pak Menteri itu kita ada hikmahnya, jadi yang semula itu bantuan BLT yang dulunya ini menjadikan data yang amburadul kita berharap biar diselesaikan oleh teman-teman ini sejarah Pak Menteri ini kita buat sejarah ini mudah-mudahan selama 4 tahun atau 5 tahun ini bisa menyelesaikan data yang akurat untuk data kemiskinan, sehingga Covid ini sangat ada hikmahnya sekali dan akhirnya kita terbuka. Terbuka bahwa ternyata banyak yang masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tidak terima atau ada yang masyarakat mestinya tidak berhak menerima tapi menerima.
Oleh karena itu saya berharap ini Kementerian Sosial seperti kemarin dengan Pak Sekjen Kementerian Sosial, bahwa Pak Menteri ada koordinasi dengan terutama ya membuat data kemiskinan ini ada kerja sama antar lintas menteri yaitu dari Kementerian Mendagri, kemudian Kementerian Desa juga ini sangat penting kaitannya untuk bisa buat data ini supaya lebih akurat. Kedepan ini kita akan tahu data ini akan lebih valid jangan sampai data ini nanti tidak apa seperti yang tahun-tahun sebelumnya.
Jadi kalau saya harapkan Pak Menteri ini ada kerja sama, kemudian kami mohon juga teman-teman Komisi VIII diikut sertakan karena terus terangnya saya sampaikan bahwa contoh ada di daerah Dapil kami Pak, itu ada satu desa contoh desa yang kebetulan diatas gunung ya, diketinggian sekitar 700 meter dari permukaan daerah permukaan air laut ini, itu desa itu tidak dapat bantuan dari Kementerian Sosial, sama sekali yaitu desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, mohon Pak Menteri bisa stafnya bisa mencari ya, desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara.
Saya sudah cek langsung bahwa Kementerian itu tidak pernah kesana, dan tidak mendapat bantuan dari Kementerian Sosial. Disbanding dengan desa-desa yang lain bahkan desa ini Pak Menteri untuk dana ini dari desa itu oleh karena kecil sekali dari DD, ABD, DDnya kecil dan desa ini tidak punya bengkok desa, tidak punya sehingga lurahnya sangat kasihan sekali ini,
dituduh oleh masyarakatnya bahwa bantuan ini tidak disalurkan begitu. Yang kedua desa-desa yang ada juga kami sampaikan bahwa ada juga yang mereka ini mengajukan katakan 700 masyarakat miskin ya ke Kementerian Sosial tapi realisasinya hanya 300, ada yang mengajukan 500 realisasinya hanya 200 atau hanya sekitar 50%.
Jadi ini menjadikan didesa ini lurah itu atau Kepala Desa ini menjadi dicerca ya, dituduh oleh masyarakat yang tidak enak. Ini kami mohon ada perhatian yang kaitannya dengan data kemiskinan itu tadi.
Selanjutnya Pak Menteri perlu kami tekankan juga, kaitannya dengan data ini perlu kita berbicara kaitannya secara detail ya, di Kementerian Sosial ini kita melahirkan apalagi kita akan ada tambahan, dengan tambahan anggaran itu, kita bicara kaitannya dengan kita lebih jelas kita ke FGD. Dan saya setuju sekali teman-teman tadi mengharapkan ada FGD, sehingga nanti kita akan bisa diskusi ya, secara rinci, secara terbuka kaitannya masalah data tadi. Juga ini yang kalau pendataan ini juga.
KETUA RAPAT:
Bisa dipersingkat Pak Wachid. F-P GERINDRA (ABDUL WACHID): Membahas masalah ini PKH, KETUA RAPAT:
Pak Wachid bisa dipersingkat. F-P GERINDRA (ABDUL WACHID):
PKH ini juga sama saja kami mohon ini juga dibahas di FGD, ini juga antaranya ada data-data yang kurang valid.
Saya kira begitu Pak Menteri ini kami mohon sekali lagi kita sangat mendukung sekali dan saya harapkan Pak Menteri ini bisa bertugas dan saya yakin beliau ini istirahatnya sangat minim sekali, ya mungkin sampai lupa keluarga tapi katanya untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.
Demikian yang bisa kami sampaikan, Pak Menteri. Wallahul Muafiq Illah Aqwamithariq.
Wassalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Kami terima kasih Pak Abdul Wachid dari Fraksi Gerindera, kami persilakan Pak Samsu Niang dari PDIP Dapil Sulawesi Selatan.
Silakan Pak Samsu Niang.
F-PDIP (Drs. H. SAMSU NIANG, M.Pd):
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
Yang Saya hormati Pimpinan Komisi VIII bersama Wakil Ketua dan Anggota Komisi VIII,
Yang Saya hormati Pak Menteri beserta seluruh jajarannya, Pak Sekjen dan para Dirjen yang hadir pada hari ini,
Pertama-tama kami memberikan apresiasi kepada Pak Menteri yang kami anggap mengambil suatu keputusan yang tepat, dan cepat dalam rangka melihat problema sosial yang ada di negara kita ini, dimana pada saat itu Pak Menteri telah memutuskan penambahan perluasan PKH dari 9 juta menjadi 10 juta, kemudian bantuan pangan non tunai 10 juta 15 juta menjadi 20 juta, ini suatu hal yang sangat tepat sekali, bagus sekali, dimana negara kita panic dengan pandemic Covid 19 ini tiba-tiba ada kesejukan yang diterima oleh masyarakat yaitu bantuan pangan non tunai itulah yang meredupkan keresahan-keresahan yang ada dimasyarakat itu sendiri. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri, pada ketepatan dan kecepatan dalam mengambil suatu keputusan.
Kemudian yang kedua, ada keingginan untuk dalam pagu indikatif dan penambahan untuk anggaran 2021 ini, ada keinginan untuk penambahan PKH dari 10 juta menjadi 15 juta. Ini hal yang sangat bagus sekali menurut kami karena masyarakat sekarang sudah merasakan dampak daripada bantuan dari pemerintah itu, yang tadinya pembayarannya per triwulan tiba-tiba menjadi tiap bulan, ini suatu hal yang sangat dampaknya sangat luar biasa sekali yang dirasakan oleh masyarakat, yang mana pada saat ketakutan ada Pendemic Covid 19 ini.
Jadi ada ketenangan yang diberikan ada kesenangan karena ada bantuan dari pemerintah. Walaupun tadi saya mendengar data-data yang belum banyak data yang belum bagus, tetapi sangat baik yang harus kita apresiasi ketepatan dan kebenaran didalam mengambil keputusan Pak Menteri memberikan bantuan sosial kepada masyarakat itu harus menyentuh kepada masyarakat itu sendiri. Itu yang sangat saya apresiasi terhadap kejelian dalam mengambil suatu keputusan itu sendiri Pak Menteri.
Kemudian kedua kami ucapkan terima kasih juga kepada Pak Ketua Komisi, begitu kompaknya Komisi VIII semua menyetujui anggaran, penambahan anggaran Kementerian Sosial begitu.
Jadi ini baru saya sudah dua periode yang satu periode di Komisi VIII baru kali ini saya melihat rapat begitu adem, begitu sejuk dipimpinan oleh Pak
Ketua dengan kekompakan sama-sama menyetujui, penganggaran dan penambanan daripada Kementerian Sosial, ini suatu hal yang sangat bagus sekali dan ini memang sangat dibutuhkan begitu, sangat dibutuhkan. Oleh karena itu ini pagu indikatif sudah disetujui pemerintah, ini Komisi kembali ke Banggar besar, oleh karena itu Pak Ketua mengawal Rp.29 triliun ini supaya betul-betul anggaran Rp.91 triliun untuk Kementerian Sosial itu bisa terealisasi. Dan itu di kesimpulan rapat betul-betul karena kesimpulan rapat Komisi VIII itu mengikat, dan Ketua, Pimpinan Komisi dan seluruh Banggar yang ada di Komisi VIII mengawal ini supaya betul-betul anggaran ini terealisasi begitu.
Dan ini suatu prestasi bagi kita kalau Pak Ketua bisa Rp.91 triliun itu untuk Kementerian Sosial.
Jadi saya kira ini hal yang sangat penting sekali Pak Ketua, oleh karena itu, karena Pak Menteri kita ini saya kira sangat responsive, dan sangat bagus sekali terhadap sinergi antara Kementerian Sosial dengan Komisi VIII ya sewajarnyalah kita semua dari Komisi VIII, baik Banggar maupun Pimpinan Komisi mari kita bersama-sama untuk memperjuangkan yang Rp.91 triliun ini.
Baik terima kasih.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
Merdeka! KETUA RAPAT:
Wa'alaikumussalam Warahmattullahi Wabarakatuh.
Mantap Pak Samsu Niang, memang pukulannya telak kalau sudah dia memukul mah, ditanya Pak Ihsan kapan datang secara fisik disini katanya? Banyakan bercakap secara virtual terus, hari Minggu libur.
Oke terima kasih Pak Samsu Niang dari Fraksi PDIP.
Baik kita persilakan dari meja Pimpinan, kami persilakan Pak Laksamana Madya Moekhlas Sidik.
F-PKS (Hj. NUR AZIZAH TAMHID, BA., MA.):
Maaf Pimpinan sebelum wakil ketua bagaimana kalau saya sedikit bicara?
KETUA RAPAT:
F-PKS (Hj. NUR AZIZAH TAMHID, BA., MA.):
Bissmillahirrahmanirrahim.
Terima kasih.
Yang Saya hormati Pimpinan Komisi VIII dan juga seluruh Anggota, Yang Saya hormati Bapak Menteri Sosial dan seluruh jajarannya,
Sedikit saja saya menyampaikan agak menyimpang sedikit sih, cuma terpikir oleh saya, bahwa kemiskinan itu memang kondisi riil dimasyarakat. Tapi kadang-kadang kemiskinan itu adalah kemiskinan yang maaf warisan. Jadi mudah-mudahan ini salah, salah persepsi ya, jadi ada yang kemiskinan itu dari warisan. Nah untuk memutus warisan kemiskinan ini barangkali ini, merupakan masukan masyarakat memang perlu dididik, mendidiknya adalah diharapkan bagi anak laki-laki kalau pengen menikah itu sebaiknya diharapkan sudah punya kerjaan yang menghasilkan. Sehingga nanti in sya
allah akan memutus mata rantai kemiskinan, itu sudah dicontohkan oleh
Rasulullah SAW, beliau menikah umur 25 tahun, sukses sekali dalam berdagang. Sampai-sampai buat menikah dengan sayidatina Siti Khotijah itu bukan tanpa mahar, tapi maharnya adalah 100 ekor kambing. Nah itu sudah dicontohkan yang seperti itu, yang diharapkan kita itu berpikir juga kesana, mudah-mudahan nanti itu kedepan dengan usaha Pak Menteri memang sudah luar biasa apa namanya? Perjuangannya nanti bisa menghidupkan PKH-PKH kemudian pendamping PKH yang luar biasa, sehingga mereka-mereka itu terdidik memang seperti itu. Yang diharapkan ini in sya allah dari yang disampaikan oleh Pak Ali Taher dari air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan tadi itu.
Jadi diharapkan seperti itu apa namanya? Membuka, mewacanakan mental-mental yang baik tentu bagi anak laki-laki itu tidak bisa dibiarkan nganggur kemudian kesana-kemari pengangguran ngamen dan sebagainya, kemudian nikah, kemudian apa namanya muncul generasi-generasi yang hampir saja seperti itu juga. Jadi ini kayaknya suatu wacana yang perlu menjadi perhatian bersama, jadi sehingga in sya allah kedepan ini semakin sedikit dan semakin walaupun sekarang sedang dilanda Covid, kemudian setelah itu bangkit kembali, kemudian menjadi negara yang luar biasa maju, mungkin berkat kepemimpinan Pak Menteri Sosial.
Ini saja yang perlu saya sampaikan terima kasih. Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumussalam Warahmattullahi Wabarakatuh.
Kami persilakan dari meja Pimpinan kami persilakan Pak Moekhlas Sidik dari Gerindra.
Terima kasih.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
Yang terhormat Bapak Menteri dan jajaran, Yang terhormat Rekan-rekan di Komisi VIII,
Ada tiga hal Bapak Menteri yang ingin kami sampaikan, yang pertama adalah dihalaman tidak ada halamannya, tapi saya baca saja, pelaksanaan APBN Tahun 2019, saya ulangi pelaksanaan APBN Tahun 2019 di tulisan Bapak ini. Saya melihatnya bahwa Bapak disini predikat nomor 1 dari lima besar, tapi kalau kita detailkan, kita rincikan sebetulnya pagu Bapak Rp.59 triliun koma sekian terealisasi 57,7 ini saya hitung secara rinci, masih sisa atau tidak dihabiskan 1,3 triliun. Sehingga kalau ini kita detail-kan masih banyak yang Bapak bisa lakukan, misalnya untuk rehabilitasi sosial, untuk perlindungan dan jaminan sosial dan lain sebagainya Pak. Jadi mohon untuk tahun ini atau tahun berikutnya yang kelihatannya kalau makronya kecil sudah tercapai 97,70%, tapi kalau kita detailkan nanti mohon kami dijelaskan Pak.
Yang kedua Pak dihalaman berikutnya ini realisasi anggaran 2020 Pak, halamannya juga tidak ada, tidak masih 2 sampai 3 lembar ini. Terus kami lihat dari per jenis belanja dan per kewenangan, ada prosentasi yang menurut saya kok masih kecil sekali, dimana di perkewenangan ini dikonsentrasi 17,3% dan ditugas per bantuan 7,2%, yang kami tanyakan adalah kenapa seperti ini Pak sebabnya Pak? Apa kewenangannya yang kurang kuat? Apa kewenangannya yang kurang berat? Atau kemampuan petugas Bapak yang kurang mampu menyerap Pak? Mohon dijelaskan nanti.
Yang terakhir yang ketiga Pak, dihalaman juga direncana kerja pemerintah, atau RKP K/L 2021, saya lihat katanya Kemensos ini ada 4 tugas Pak PN1, PN3, PN5 dan PN6, saya mau melihat yang dari PN3 saja Pak karena saya bisa melihat dari sini, dari sisi yaitu di rencana kerja di 2021 Bapak titik beratkan disini SDM berkualitas dan daya saing Pak. Kami berpendapat agar orang-orang kita yang berkualitas Pak, tiga hal yang menurut saya kita lihat, saya kira juga kaitannya dengan ciptaan Allah, orang ini atau kita bisa hebat karena tiga hal yang hebat.
Pertama mentalnya yang hebat, kedua intelektualnya yang hebat, yang ketiga fisiknya yang hebat. Kalau ketemu orang-orang itu menurut saya Allah memberikan kesempurnaan, maka tentara itu tiga hal itu yang dipandang. Mental ada dua Pak, satu moral yang kedua moril Pak, moral adalah akhlak kemudian moril adalah semangat. Orang moralnya baik thok hanya moral daya juangnya, morilnya bisa hebat juga Pak. Ya apalagi dipojok-pojok kehidupan banyak yang jadi penonton daripada jadi pemain, karena daya juangnya kurang, maka konteks mental ini penting Bapak-Bapak sekalian.
Pak Menteri apalagi Bapak punya petugas, Bapak punya pendamping tolong ini dilihat soal akhlaknya ini.
Karena kalau sehebat apapun tatkala moralnya jelek nol besar mata Allah kita, nol besar, boleh duitnya banyak karena nyolong, boleh karena nipu, gagah-gagahan tapi di mata Allah kita nol besar orang kaya gini tidak perlu Bapak Pakai. Buat apa ngrecokin ditempat Bapak, pengalaman kami memimpin sekian tahun, didaerah atau difungsi-fungsi militer kalau kita mendapat prajurit yang akhlaknya rendah bahaya mengawaki senjata Pak, bahaya sekali lagi. Nah kaitannya dengan Kemsos, yang kaitanya dengan sosial nilai manfaatnya kurang, tinggal soal moral sangat penting, kemudian moril dibungkus dalam mental.
Yang kedua intelek Pak, kenapa seluruh nabi itu dikasih bekal intelektual yang cukup fatonah katanya, cerdas? Karena gambaran manusia dimuka bumi ini menjadi orang hebat, kalau tadi setelah mentalnya hebat, juga pintar Pak. Akhlaknya hebat tapi kalau plonga-plongo ya tidak ada gunanya Pak ditabok kiri kanan. Iya kan? Harus jadi orang pintar Pak, makanya petugas Bapak harus dipilih yang pengetahuannya cukup, maka perlu mungkin penyaringannya dengan test barangkali.
Setelah mental intelek baik yang terakhir fisiknya bagus, tapi kalau didunia sipil tidak terlalu mutlak, tidak terlalu mutlak. Tapi perlu Pak karena kalau Bapak tugas-tugas masih dikota masih gampang Pak, kalau Bapak nyuruh orang ke pulau yang dilaut 2 hari kalau fisiknya jelek dia yang tewas Pak. Kerja belum selesai sudah jadi urusan karena fisiknya tidak bagus. Sehingga urusan fisik memang ada dua dikotomi yang akan bertentangan o tidak perlu orang cacatpun hebat, setuju saya setuju, tapi kalau melaksanakan tugas-tugas khusus ya fisiknya juga harus khusus. Maka Bapak nilai ditugaskan dimana apparat-aparat Bapak? Dan diantar pulau, didaerah-daerah kepulauan, didaerah timur itu perlu fisik yang bagus, karena dari perpindahan tempat menggunakan kapal, perahu yang harus ditempuh dengan waktu yang cukup lama dan sebagainya.
Oleh karenanya di PN3 ini dimana Bapak mencanangkan SDM berkualitas dan berdaya saing ini sangat berkaitan Pak. Tidak mungkin punya daya saing kalau tidak punya kualitas, tidak mungkin karena ada nilai kompetitif sekaligus komperatif yang disini ada persaingan, butuh kualitas yang bagus.
Saya yakin Bapak Menteri sudah melewati masa-masa itu, tapi Bapak sekarang memimpin tolong digaris bawahi. Karena apa Pak? Kami mengalami petugas Bapak dibawah masih kurang itu Pak, mulai dari akhlaknya juga kurang, intelektualnya juga kurang, sudah begitu penceng lagi jalannya, sudah repot jadi beban kita malahan.
Terima kasih mohon maaf, billahi taufiq wal hidayah. Wassalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumussalam Warahmattullahi Wabarakatuh
Terima kasih Pak Moekhlas Sidik Wakil Ketua dari Fraksi P. Gerindera. Kami persilakan Pak Ihsan Yunus Wakil ketua dari PDIP.
WAKIL KETUA/F-PDIP (H. M. IKHSAN YUNUS, ME., Con, Std.): Terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum Warahmattullahi Wabarakatuh. Selamat Siang, Salam Sejahtera buat kita semua.
Yang Saya hormati Ketua Komisi VIII beserta seluruh Wakil Ketua, dan juga Anggota Komisi VIII,
Yang Saya hormati Bapak Menteri Sosial Bapak Juliary Batubara dan juga Bapak Sekjen dan seluruh Dirjen yang hadir beserta seluruh jajarannya,
Sudah banyak sekali tadi yang disampaikan oleh kawan-kawan, pada intinya kami bisa memahami penambahan anggaran yang diusulkan. Karena sejatinya memang kita melihat dampak dari Pandemic Covid 19 ini tidak selesai sampai di akhir tahun. Mungkin saja kalau secara ini, secara ilmu kedokteran juga kita sama-sama berharap in sya allah nanti sudah ada vaksinnya akhir tahun ini, tapi dampaknya pasti masih berkepanjangan sampai satu atau dua tahun kedepan.
Oleh karena itu kami menghargai usaha Pak Menteri beserta kawan-kawan untuk terus menjalankan program jarring pengaman sosial, dalam bentuk BPMT dan juga PKH. Usulan tambahan BPMT yang tadinya hanya sekitar 15 juta kemudian jadi 20 juta, dan juga PKH yang usulannya menjadi 10 juta menjadi 15 juta itu adalah salah satu langkah yang sangat baik, tepat untuk memastikan dan memberikan harapan kepada saudara-saudara kita yang sekarang memang sangat terpuruk Pak Menteri.
Kita lihat kemarin ada dibeberapa keluhan di Dapil di Jawa Barat itu ada yang sudah tiga bulang makan daun singkong saja. Dan ini memprihatinkan sekali, dengan adanya program ini, mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita, namun tadi yang sudah disampaikan oleh kawan-kawan, kita ingin juga memastikan bantuan ini tepat guna ini Pak Pepen, Pak Mirza ini yang paling penting nanti punya tugas yang luar biasa suci dan memang memerlukan biaya. Maka tadi ada tambahan untuk ferivali sebesar Rp875 miliar itu yang kita tunggu-tunggu sebetulnya. Dan kita ingin sekali khusus untuk masalah data ini Pak Menteri nanti akan dibahas khusus di Panja Ferivali masalah penggunaannya.
Kami paham secara undang-undang memang kita tidak boleh membahas satuan tiga, tapi karena ini masa yang sangat kritis kita ingin memastikan bahwa tambahan anggaran ini memang betul-betul diperuntukkan untuk memastikan para KPM itu betul-betul yang membutuhkan dan tidak tumpang tindih. Jadi itu menjadi perhatian khusus.
Kemudian juga selain data kami juga prihatin atau ikut melihat