• Tidak ada hasil yang ditemukan

GUARDIAN OF THE GIFT

Dalam dokumen Guardian Of Deli Sultanate's Gift (Halaman 138-142)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

GUARDIAN OF THE GIFT

"And a river runs through it...." demikianlah kalimat yang diutarakan oleh

Norman Mclean (pemeran utama) pada film "A rivers run through it". Sebuah film

yang diangkat dari novel semi-autobiografi A rivers run through it (1976) oleh

Norman Maclean (1902-1990). Film ini menceritakan kisah 2 anak pemancing, yang satu sangat penurut dan cendikiawan dan satunya lagi sering melawan dan menentang nasehat orang tua. Setelah menonton film ini sesuai dengan intruksi dari dosen koordinator diawal perkuliahan perancangan arsitektur 6 dengan tujuan untuk mengerti dan menafsirkan tema besar pada Perancangan Arsitektur 6 yaitu "A river runs through it" dimana kasus perancangan arsitektur kali ini ialah kasus

daerah muka sungai Deli dengan tema utama, Riverfront Architecture. Pada film

ini perancang menangkap bahwa tokoh utama mengatakan semua kenangan dengan keluarganya seakan dialiri aliran sungai tempat ia biasa memancing dengan adik dan bapaknya. Seperti kata ia pada akhir film "...I am haunted by the

water", kalimat ini jelas menyampaikan ia tidak bisa melupakan semua kenangan

tersebut. Lalu apakah hubungan film tersebut dengan judul tema besar Perancangan Arsitektur 6? Perancang menangkap bahwa dari judul tema besar ini terdapat pesan agar kami benar-benar harus memperhatikan konteks aliran sungai pada daerah kasus proyek kelompok masing-masing. Ibarat bangunan yang akan

dirancang dan dibangun akan terkesan menyatu dengan aliran sungai atau dialiri oleh sungai tersebut.

Tema utama kasus proyek perancangan arsitektur 6 kemudian dibagi menjadi 5 kelompok lagi dengan daerah dan tema kelompok masing-masing.Kelompok perancang mendapatkan kasus proyek berada dibelakang bangunan Istana Maimun yang merupakan salah satu objek wisata yang paling sering dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara. Maka dari itu tema kelompok kami ialah "Urban Heritage Tourism". Sesuai dengan tema kelompok kami maka kami

diminta untuk merancang bangunan yang memperhatikaxn konteks lokal yang mana Istana Maimun itu sendiri dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di kota Medan dan Istana Maimun itu sendiri. Adapun bangunan yang akan dibangun adalah bangunan dengan fungsi hotel dan bangunan dengan fungsi apartemen. Kondisi awal belakang Istana Maimun sekarang adalah pemukiman kalangan keluarga kesultanan Deli, maka dari itu keluarga yang bermukim dibelakang site akan direlokasikan ke bangunan baru yang akan kami rancang.

Bangunan hotel juga akan dibangun dengan maksud untuk penyediaan tempat tinggal untuk turis yang ingin menikmati kemegahan Istana Maimun serta beberapa kunjungan turisme di tempat lain pada kota Medan, tentunya akan meningkatkan kepariwisataan kota Medan sendiri.

Beranjak dari tema besar dan juga tema kelompok, kami juga diminta untuk membuat sebuah tema individual untuk menyelesaikan kasus proyek kelompok masing-masing. Kondisi site Istana Maimun ternyata memiliki akses untuk

sebuah bangunan rumah sakit yaitu rumah sakit Martha Friska yang ada menyewa sebagian lahan yang akan menjadi lokasi kasus proyek kami. Adanya akses untuk pengguna sepeda motor melewati jembatan tersebut untuk mencapai jalan Brigjend Katamso dari kompleks Multatuli Indah. Melihat keadaan ini perancang memutuskan untuk membuat judul tema perancang "The Guardian of Deli

Sultanate's Gift"

Ide dari tema ini awalnya melihat kondisi Istana Maimun yang sangat memprihatinkan pada finishing bangunan tidak terawat serta lahan pada site kami

tidak dihargai dan dipakai dengan semena-mena seakan tidak ada yang menjaga.

Maka perancang menggunakan kata "Guardian" yang mana artinya penjaga,

pelindung, sedangkan kata "Gift" itu sendiri berasal dari kata "Maimoon". Kata

Maimoon berasal dari bahasa arab yang artinya beruntung atau berkah. Kata

berkah kemudian perancang ubah menjadi bahasa inggris menggunakan kata "Gift" dimana kata gift artinya hadiah,pemberian atau bakat, namun perancang

menggangap berkah itu adalah sebuah pemberian oleh Maha Kuasa maka dari itu perancang memutuskan untuk menggunakan kata "Gift" daripada kata "Blessing".

Sesuai dengan tema perancang, maka bangunan yang perancang rancang akan memberikan kesan seperti raja yang dijaga dan dikawal oleh pengawalnya. Dimana Istana Maimun itu perancang ilustrasikan sebagai seorang raja yang memiliki kekuasaan yang tinggi dan kedua bangunan yang akan dibangun akan seperti 2 pengawal yang mendampingi dan menjaga raja tersebut.

Adapun pendekatan arsitektur yang perancang pilih ialah pendekatan arsitektur minimalis serta kontekstual, kolaborasi 2 pendekatan ini memiliki tujuan untuk membuat sebuah bangunan yang rendah hati (humble) terhadap konteks sekitar

yaitu Istana Maimun, bangunan yang akan dibangun terkesan lebih simple dan

tidak terlalu mewah dan wow dibanding dengan arsitektur yang terkandung pada

bangunan Istana Maimun. Istana Maimun sendiri memiliki ciri khas arsitektur India, Timur Tengah dan Eropa serta pendekatan arsitektur Islam yang cukup kental.

Pendekatan arsitektur minimalis juga memiliki teori yang terinspirasi dari kaidah

zen garden di Jepang. Dimana konsep sederhana pada zen mengutarakan ide

kebebasan dan intisari kehidupan (Pawson, 1996). Pada konsep zen bukan hanya

memiliki nilai estestis, namun juga memiliki tanggapan yang mendalam terhadap kebenaran dari alam, kualitas material juga inti dari sebuah objek (Saito, 2007).

Terinspirasi dari konsep zen garden pada Sand Garden di kuil Ryoanzi, perancang

juga membuat sebuah taman serta riverwalk sepanjang sisi muka sungai untuk

menambah kesan yang mendalam seakan menyatu dengan alam, taman akan dirancang antara kedua bangunan baru. Dengan tujuan untuk dapat dinikmati oleh penginap hotel juga penghuni apartemen.

Dengan tema dan pendekatan arsitektur tersebut akan dijabarkan dengan 3 bagian yaitu bagian pembuka (prologue), pembahasan isi, penutup (epilogue). Adapun

pemrograman ruang. Pada bagian pembahasan (isi) terdapat draf proses kegiatan diskusi dan proses perancangan rancangan site plan, rancangan lansekap/ruang

terbuka, rancangan aksesibilitas kenderaan maupun penjalan kaki, rancangan drainase dan pengelolahan limbah dan sampah, keamanan dan privasi, rancangan denah bangunan serta tampak bangunan, konsep struktur, mekanikal elektrikal, kenyamanan, tata aturan pada site, serta estimasi biaya pembangunan dan

investasi pada bangunan. Dan pada bagian penutup (epilogue) terdapat

kesimpulan dari proses perancangan yang mana akan menghasilkan sebuah rancangan final yang berasal dari proses yang dilewati selama masa rancangan

Dalam dokumen Guardian Of Deli Sultanate's Gift (Halaman 138-142)